Gadis Liar

Gadis Liar
Sekolah baru


__ADS_3

Keesokan harinya Vio sudah bersiap-siap dengan baju kasual nya untuk berangkat kesekolah barunya.


Kenapa Vio tidak memakai seragam sekolah?Itu karna sekolah HISA (High Internasional School Axelino) Mempunyai seragam khusus dan tibak bisa dibeli di luaran selain disekolah itu saja.


"Pagi mom,dad,bang" sapa Vio sambil mendudukkan pantatnya dikursi meja makan.


"Pagi juga princess" jawab mereka serempak.


"Kamu mau sarapan pake roti atau nasi goreng?" tanya Mommy Vio.


"Pake roti saja mom dicampur selai coklat!" ujar Vio.


"Baiklah ini sayang" pinta Mommy Vio sambil memberikan roti yang telah diberi selai coklat pada Vio.


"Jangan nakal pas kamu sudah tiba disekolah!" ujar Daddy Vio memperingati Vio.


"Iyh dad!" sahut Vio mengangguk "Tapi gak janji sih" lanjutnya pelan bahkan tak terdengar sama sekali.


"Abang sudah selesai mom!" sahut Alaskar "aku berangkat dulu ya mom,dad, princess!" lanjutnya sambil mencium pipi mommy dan adiknya.


"Iyh hati-hati yah!" ujar Mommy Vio.


"Iyh mom, Assalamu'alaikum" salam Alaskar lalu melangkah keluar rumah.


"Wa'alaikum salam" jawab mereka serempak.


"Vio juga berangkat dulu ya mom dad!" ujar Vio juga sambil melangkah dan mencium pipi kedua orangtuanya.


"Iyh hati-hati ya sayang" pinta Mommy Vio.


"Iyh mom, Assalamu'alaikum" salam Vio sambil melangkah keluar rumah menuju motornya yang sudah dikeluarkan oleh penjaga rumahnya.


"Wa'alaikum salam" jawab orang tua Vio.


Vio kemudian menaiki motornya dan memakai helmnya setelah itu melajukan motornya keluar dari gerbang rumahnya.


30 menit Vio berkendara sekarang dia telah sampai di persimpangan jalan dimana dia melihat motor kedua sahabatnya tengah menunggunya ditepi jalan.


"Woy guys ayok langsung aja kita berangkat" ujar Vio sambil memelankan laju motornya saat tepat disamping motor Vee dan Lily.


"Baiklah" jawab Vee dan Lily sambil menyalakan motor mereka masing-masing lalu melaju mengikuti motor Vio yang berada didepan mereka.


Tidak sampai satu jam Vio dan kedua sahabatnya berkendara,merekapun telah sampai di pintu gerbang yang bertuliskan High Internasional School Axelino.


Mereka kemudian melaju berbarengan sambil menggas motor mereka dengan keras Sampai-sampai asap dari motor mereka bertebaran dimana-mana.


Brum


Brum


Brum


Sretttt


Bunyi motor Vio dan kedua sahabatnya saat mereka me rem motor mereka dengan mendadak mengakibatkan debu yang banyak.


Akibat ulah dari Vio dan kedua sahabatnya membuat mereka menjadi pusat perhatian di HISA(High Internasional School Axelino)karna mereka berani berbuat kebisingan di sekolah yang hanya boleh di usik oleh orang penting saja.

__ADS_1


Vio dan kedua sahabatnya tak menghiraukan banyak pasang mata yang menatap mereka dan mereka malah tengah membuka helm yang mereka kenakan membuat rambut mereka terurai indah.


*Dia cewek ternyata ujar siswa HISA.


Bener tapi mereka berani banget buat kebisingan disini sahut temannya siswa itu.


Mereka sok cantik banget sih sahut yg lain.


Awas saja mereka bakal jadi bahan bullyan kalau sok bergaya seperti itu ucap temannya*.


Semua pembicaraan yang didengar oleh Vio dan kedua sahabatnya hanya dianggap angin lalu karna mereka langsung berjalan menuju ruang kepala sekolah.


Tok tok tok


Suara ketukan pintu yang di ketuk oleh Vee pada saat mereka tiba di depan pintu ruang kepala sekolah.


"Masuk" ujar kepala sekolah HISA.


"Permisi pak kami bertiga murid baru!" ujar Lily sopan ketika mereka bertiga tepat didepan kepala sekolah.


"Hm saya memang sudah diberitahu kan kalau akan ada murid baru!Ternyata kalian rupanya!" sahut kepala sekolah sambil menatap mereka bertiga.


"Iyh pak" jawab mereka serempak.


"Kalau begitu saya akan memberitahukan letak kelas kalian!" ujar kepala sekolah sambil melihat data murid pindahan milik Vio,Vee,dan Lily "Ternyata kalian bertiga cukup nakal yah!" lanjut kepala sekolah sambil menatap mereka bertiga.


"Hehehe iyh pak biasalah anak muda!" sahut Vio sambil terkekeh garing.


"Hm meskipun kalian nakal nilai kalian sangat bagus apalagi prestasi yang kalian dapatkan!" jelas kepala sekolah "Itu juga merupakan alasan utama kenapa kami menerima kalian bertiga disini!" lanjutnya.


"Iyh tentu saja pak karna kami punya moto hidup" sahut Vee.


Vio,Vee,dan Lily saling pandang mendengar pertanyaan kepala sekolah yang terlihat penasaran lalu kemudian mereka menjawab serentak "Moto kami adalah Nakal boleh tapi bodoh jangan!" ujar mereka.


"Bagus-bagus bapak harap kalian bertiga bisa sedikit memberi warna pada kehidupan disekolah ini!" pinta kepala sekolah sambil tersenyum.


"Ha maksud bapak?" tanya Vio penasaran.


"Kalian pasti sudah dengar tentang peraturan di sekolah ini yang terbilang sangat ketat?!" jelas kepala sekolah bertanya pada mereka bertiga membuat mereka bertiga mengangguk sebagai jawaban "Nah sebenarnya peraturan ini dibuat oleh anak-anak penguasa di sekolah ini dan bahkan kami sebagai guru tidak bisa melarang apapun yang mereka lakukan dan ketika bapak melihat data diri kalian membuat bapak sedikit mendapat harapan karna mungkin saja kalian bisa memberikan perubahan pada sekolah ini!" lanjut pak kepala sekolah sembari menatap mereka bertiga.


"Hm mungkin kami memang akan membawa perubahan di sekolah ini pak!Tapi itu juga tergantung kedepannya kayak gimana!" jelas Vio juga.


"Iyh tidak masalah kalau soal itu,um bakak ingin bertanya yang namanya Xaviola diantara kalian siapa yah?!" tanya kepala sekolah.


"Saya pak" jawab Vio cepat.


"Oh ternyata kamu" sahut kepala sekolah sembari menganggukkan kepalanya "Begini bapak sudah melihat data diri kamu dan kedua sahabatmu tapi disini hanya kamu yang mempunyai banyak prestasi dibandingkan kedua sahabatmu dan mungkin saja kelas kalian akan terpisah?!" jelas kepala sekolah.


"Maksud bapak?" tanya Vio tak paham.


"Maksud bapak adalah kamu bisa memilih memasuki kelas akselerasi untuk para siswa berprestasi atau kamu mau masuk kelas lain?!" tanya kepala sekolah sambil menjelaskan.


"Hm saya mau masuk kelas yang sama dengan kedua sahabat saya tidak perduli mau kelas akselerasi,IPA,atau IPS sekalipun!" ujar Vio dengan tegas.


"Baiklah kalau begitu karna kalian bertiga dikeluarkan pas kelas 2 SMA semester akhir maka kalian bertiga bapak masukan ke kelas XII IPA 1 karna kalian terlalu berprestasi untuk belajar mengulang kembali pelajaran kelas dua!" jelas kepala sekolah.


"Baiklah pak!" sahut Vio mengangguk.

__ADS_1


"Hm ini daftar pengambilan seragam kalian!" ujar kepala sekolah "Kalian sudah Taukan dimana tempat pengambilan seragam kalian?" lanjutnya bertanya.


"Iyh sudah pak!" sahut Vee.


"Hm kalau begitu kalian boleh keluar dan sekalian kalian boleh mengelilingi sekolah ini terlebih dahulu agar kalian bisa mengetahui tata letak disetiap ruang sekolah!" pinta kepala sekolah "Apa kalian mau berkeliling sendiri atau mau bapak panggilkan seseorang untuk mengantar kalian?!" lanjutnya bertanya.


"Tidak perlu pak kami bisa sendiri,benerkan teman-teman?!" sahut Vio cepat diikuti anggukan oleh Vee dan Lily.


"Baiklah kalau begitu selamat berkeliling!" ujar kepala sekolah.


"Iyh pak, kami permisi dulu!" sahut Vio yang di angguki kepala sekolah.


Vio dan kedua sahabatnya pun langsung keluar dari ruangan kepala sekolah dan melangkah di koridor yang terlihat sepi karna semua murid tengah menjalankan ***.


"Tempatnya luas juga yah!" ujar Vio sembari menatap sekelilingnya.


"Hm bener sekali,mana ruangannya terlihat mewah seperti dihotel!" sahut Lily juga.


"Kayaknya gak sia-sia kita pindah kesini hehehe" ujar Vio sembari terkekeh.


"Yo'i,dan kayaknya kita akan betah untuk membuat sedikit kerusakan disini hihihi!" sahut Vee terkikik geli membayangkan apa yang akan mereka lakukan ketika mereka sudah mantap sekolah disini.


"Hehehe gue sudah gak sabar!" tambah Lily terkekeh dan ikut membayangkan apa yang dibayangkan oleh Vee.


"Hm itu ruang komitenya,disana kita bakal ambil seragam kita!" ujar Vio melangkah ke ruang komite diikuti oleh Vee dan Lily.


"Permisi Bu!" sapa mereka serempak ketika sampai di pintu masuk ruang komite.


"Eh ayok masuk!" balas penjaga ruang komite yang name tagnya bertuliskan Bu sari.


"Ini buk,kita bertiga mau ngambil seragam!" ujar Vio sambil menyodorkan kertas yang diberikan oleh kepala sekolah tadi.


"Oh baiklah,kalian tunggu dulu sebentar!" pinta Bu sari sembari mengambil beberapa seragam untuk Vio,Vee, dan Lily seperti yang tertera dalam kertas.


"Baik Bu" sahut mereka bertiga serentak.


"Nah ini seragam kalian sudah ditandai agar kalian tau seragam mana yang akan dipakai setiap harinya!" jelas Bu sari sembari memberikan masing-masing seragam untuk Vio dan kedua sahabatnya.


"Terimakasih Bu" ujar Vio dan kedua sahabatnya.


"Sama-sama" balas Bu sari.


"Kalau begitu kami permisi dulu ya Bu!" pinta Vio dengan sopan yang di angguki oleh Bu sari.


Mereka bertiga pun langsung melangkah keluar dari ruang komite lalu berjalan tak tentu arah karna mereka belum mengetahui lebih lanjut tentang tata letak sekolah itu.


"Kita sudah berkeliling dari tadi!" ujar Vio sembari menghentikan langkahnya diikuti oleh kedua sahabatnya "Gimana kalau kita pergi kekantor sekolah ini saja?!" lanjutnya bertanya.


"Hm ide bagus tuh,lagian gue sudah laper karna capek berkeliling!" sahut Lily.


"Iyh gue juga capek dan pengen minum yang segar-segar!" tambah Vee.


"Baiklah tunggu apalagi ayok kita cari kantinnya!" ajak Vio lalu melangkah mencari dimana tempat kantin berada diikuti oleh Vee dan Lily disampinya.


**🌹Bersambung🌹


Jangan lupa untuk vote dan komen yaaaaa 👌

__ADS_1


Terimakasih😌


Mohon untuk bantu share juga yahhh🙏🙏**


__ADS_2