Gadis Liar

Gadis Liar
40


__ADS_3

Derrick memeluk Adel dengan semangat, lalu diputarkan 360 derajat. Adel membanjiri pipi anak tersebut dengan senyum yang mengembang. "Ya ampun jagoan mommy bunda tambah ganteng, tambah imute, mommy bunda kangen."


"Derrick juga kangen banget sama mommy bunda." Derrick menarik mommy bunda untuk keluar dari bandara. "Ini mobil mommy bunda? " Adel mengangguk, lalu membukakan pintunya demi putranya alias keponakanya, yang sejak kecil ia asuh dan terbiasa dengan panggilan mommy bunda.


"Ra, kamu baru pulang shift? " Adel mengangguk, lalu melajukan kemudinya ke apartemen milik Ayra. Apa kabar dengan Ayla, entahlah, setelah tau bahwa Ayra hamil, bahkan Ayra tidak diakui keluarganya. "Apa ia orang tua sekejam itu kalau terkena aib seperti itu..... Mikir apa kamu si Ra" Batinya berputar fikiran fikiran aneh yang tak jelas.


Mereka sampai di apartemen Ayra, dengan bantuan Art, Ayra dan Adel selesai membongkar koper milik Derrick dan Ayra. Lalu menyantap makanan yang dibuat Art nya. Ponsel Adel berbunyi menampilkan nama sang abang Kenan.


šŸ“ž "ya hallo bang. "


šŸ“ž" Assalamualaikum.... salam Ra, gak sopan banget kamu. "


šŸ“ž"waalaikumsalam.... Abang. Ara dirumah Ayra," sesaat Kenan terdiam mendengar kata Ayra." Bilangin mommy nanti sore ada shift sore, jadi Ara gak pulang ya." Adel menutup panggilanya secara sepihak. Ia takut kalau abangnya akan menanyakan sesuatu yang aneh aneh tentang Ayra, membuat Adel menciptakan kebohongan kebohongan lain.


"Derrick sayang, mommy bunda tidur dulu ya, kasian baru pulang kerja. " Ayra meminta Artnya memapah Derrick dari sisi Adel, lalu meminta Adel untuk istirahat.


"Ay... Abangku menanyakanmu kemarin, kelihatanya dia masih sangat mencintaimu." ucap Adel membuat Ayra mengingat semua kelakuan gila Arion kepada Ayra.


"Cinta..... Aku udah lupa sama yang namanya cinta Ra." ungkapnya dengan sorot mata yang tajam mengingat malam sial bersamanya.


Flash Back On


Malam itu setelah pesta kelulusan bersama Arion. Ayra dengan sengaja datang ke club malam, sebenarnya dia tidak suka kalau melampiaskan rasa kesalnya ke tempat itu, namun mengingat Arion yang tidak mungkin mengunjungi tempat itu membuat Ayra bertekad untuk mengunjunginya.


Keputusan yang diambil oleh Ayra salah ternyata Arion benar benar mengikutinya sampai club tersebut. Baru sampai tempat tersebut, sebuah suguhan minuman yang asing bagi mereka berdua tersaji begitu banyaknya. "Ay kamu gila, kenapa main ke sini? " Bentak Arion lalu menarik tangan Ayra untuk keluar, sayangnya Ayra menepisnya.


"Kalau kamu gak suka kamu bisa pergi dari sini. " usir Ayra pada Arion. Tetapi Arion tidak beranjak keluar dari sana. Arion menenggak semua minuman yang ada didepan Ayra. Ayra melototkan matanya "bisa bisanya dia melakukan itu." umpatnya kesal pada Arion.


30 menit Arion sudah kacau, bicaranya nglantur, sempoyongan, tidak sadar, lalu Ayra membawanya ke hotel. Karna tidak mungkin ia membawanya ke rumahnya, bisa saja ia dimaki habis habisan oleh otang tua Arion.


Setelah memapah Arion ke dalam kamar hotel, ia berniat menghubungi Adel atau abangnya. Sayangnya waktu sudah sangat larut, membuat mereka susah dihubungi. Arion bahkan muntah dibajunya membuat Ayra bingung mesti bagaimana.


"Kasian juga nie anak orang, bikin gue pusing aja loe Ar" Ayra membuka baju Arion satu persatu. Setelah selesai membersihkan tubuh Arion dia mengigau dan merancau tak jelas, tidak tau apa yang diucapkanya, yang jelas tentang perasaanya, entah ditujukan kepada Zela atau bukan, Ayra tak peduli lagi.


Ayra beranjak dari duduknya hendak meninggalkanya, sayangnya Arion menarik Ayra paksa sampai Ayra terjatuh tepat diatas tubuhnya. Entah kerasukan setan apa Arion memaksa Ayra, menciumi setiap jengkal tubuh Ayra tanpa terlewat satupun. Ayra sudah mencoba memberontak bahkan tamparan Ayra lakukan kepada Arion berkali kali, sayangnya semuanya sia sia.


"Tidak ada yang perlu disesali Ay, semuanya sudah terjadi. Bahkan hidupmu sudah tiada artinya. " Ayra berjalan keluar dari hotel dengan tubuh sempoyongan, sialnya sampai di rumah orang tuanya memergoki Ayra dengan tampilan seperti ***** (wanita ******). Wajah berantakan, kiss mark dimana mana, baju compang camping membuatnya terkena amuk orang tuanya, dan diusir dari rumah.


Sudah jatuh tertimpa tangga, sialnya Ayra hamil, membuatnya bertambah lagi cobaan hidup yang sangat berat, bertemu dengan Adel seperti bertemu malaikat penolong dalam hidupnya, dengan bantuanya, Ayra mampu bertahan hidup. Ia memang punya saudara disana, namun ia tidak terlalu ingin merepotkanya. Sehingga ia hidup di sebuah apartemen sewa dan dibantu oleh Adel.


Flash Back Of


"Tidur Ra, aku bangunkan jam 1.30 nanti." pinta Ayra kepada Adel. Adel menjatuhkan kepalanya di atas bantal lalu memejamkan matanya dengan cepat.


Ayra masih memikirkan kalimat Adel yang menyebutkan kata CINTA, bahkan Arion mungkin tidak akan ingat kejadian malam itu. Apa kabar dengan seorang putra. Arion bakalan jantungan kalau dia tau Derrick darah dagingnya.


*


"pagi dok... " sapa Desi perawat jaga siang yang sudah nangkring di nurse station. Adel membuka headsetnya dan menekuk bibirnya.


"Ini udah siang Des. " Desi hanya nyengir kuda. Ruang nurse station penuh dengan perawat dan kepala ruang yang sedang berghibah.


"Denger denger dokter baru itu spesialis Bedah Thorak Kardio Vaskuler, tampan banget " ucap perawat Yulia.


"Dibandingin sama gue, bagaikan langit dan bumi. " ucap Topan membayangkan dr. Sp. BTKV tersebut.


"Gue mau jadi selingkuhanya lah" ucap kepala ruang yang sudah berumur namun belum menikah.

__ADS_1


"Ia bener kan yang lagi kosong emang Sp. BTKV emang." Adel dengan sengaja menggebragkan meja dengan status pasien membuat perawat disana terdiam. "Lanjutin aja ghibahnya, gak usah mikirin gue. " ungkap Adel dengan mengedipkan matanya.


Dokter bedah toraks dan kardiovaskular adalah dokter spesialis yang menangani kasus penyakit di organ dalam rongga dada, terutama jantung dan paru-paru.


"Dokter mandi? " tanya perawat Yulia yang sedari tadi memperhatikan setiap gerakan Adel yang sedang mengikat rambut lurus nya dan dibuat ikal bagian bawahnya. Adel memainkan matanya jengah kepada Yulia. " Mandi Yul, kembang tujuh rupa, biar sore ini aman terkendali tanpa pasien. "


Sia sia, baru 15 menit duduk santai terdapat telephone bahwa akan ada kiriman pasien Kll beruntun dengan 7 korban berada di triase kuning, 5 di triase merah. Dan 2 korban di triase hitam.


Kll adalah kecelakaan lalu lintas


Triase IGD adalah proses penentuan atau seleksi pasien yang diprioritaskan untuk mendapat penanganan terlebih dahulu IGD.


Prioritas 1 warna merah dengan kondisi kritis


Prioritas 2 warna kuning dengan kondisi mendesak


Prioritas 3 warna hijau korban yang tidak mengalami cidera serius.


Hitam sudah meninggal


"Shiit " umpatnya kesal, belum 15 menit sirine ambulan berbunyi, perawat berlarian menerima pasien.


"Bed 1 pasang neck colar"



"Bed dua hecting (menjahit) "


"Bed tiga CKS (cidera kepala sedang) , lakukan rontgen kepala"


"Bed empat perawatan luka. "


Orthopaedi ialah cabang ilmu kedokteran yang mempelajari tentang cedera akut, kronis, dan trauma serta gangguan lain sistem muskuloskeletal.


"Bad 6 pasien dinyatakan meninggal pukul 15.20 karena cidera kepala berat. " memakan waktu hampir 30 menit untuk menjelaskan penyebab kematian dan ucapan bela sungkawa.


"Bed 7 hecting (menjahit luka) . "


"Bed 8 rawat luka. "


"Bed 9 pasien dinyatakan meninggal karena CKB (cidera kepala berat), waktu kematian 16.30."


"Bed 10 pasienya mana Pan? "


"Sedang ke toilet dok. "


"Kita triasekan di warna hijau. " ucap Adel. Lalu berjalan ke pasien berikutnya.


"Menurut saksi mata pasien menggunkan motor dan tersered oleh mobil sampai 5 meter, dengan kecepatan diatas rata rata, ini yang menyebabkan kll beruntun dok. Pasien sudah diimobilisasi, pasien sesak, batuk darah" Adel mengangguk pasien dipindahkan dengan hitungan 1 sampai tiga ke brankar IGD.


Immobilisasi adalah keadaan di mana seseorang mengalami keterbatasan gerak sebagai akibat adanya gangguan pada organ tubuh.


"Hemothorax Pan, pasang infus dua jalur, sepertinya pasien mengalami CKS. Rontgen kepala, dada dan cruris! Aku curiga dia mengalami fraktur cruris. Siapkan semuanya akan kuhubungi dokter Ortopaedi, Anestesi dan SBTKV. "


**Hemothorax adalah kondisi adanya darah pada cavum pleura**


Cruris adalah tungkai bawah yang terdiri dari tulang tibia dan fibula.

__ADS_1


"Tanda vital? " teriaknya yang sudah memegang laringoskop.


Laringoskop adalah sebuah alat berbentuk seperti huruf ā€œLā€ biasa digunakan untuk melihat pita glotis dan pita vocal ketika seorang dokter akan melakukan intubasi terhadap pasien.


"Tensi 90/50, nadi cepat, respirasi 30 saturasi 75% GCS 5 " jawab Topan.


"Bantu aku pasang laringoskop Pan. " Adel memposisikan pasien lalu memasukkan alat dengan bentuk L dengan satu tangan, tangan lainya memegang intubasi.


Intubasi endotrakeal adalah prosedur medis untuk memasukkan alat bantu napas berupa tabung ke dalam tenggrorokan (trakea) melalui mulut


"Berhasil. " serunya bahagia karna memasang intubasi dengan sangat mudah dan cepat. Tak lama dokter anestesi datang lalu memasangkan chest tube.


Chest tube adalah prosedur pemasangan selang khusus (kateter) pada rongga pleura (paru) melalui sayatan kecil di dada.


"Shav loe konsulin aja ke dokter ortopaed dan BTKV. Gue didampingi Topan udah cukup" pinta dr. Riyan Sp. Anestesi.


"Siap brother. " Adel melepas handscoon dan snellinya yang sudah bercampur darah, lalu mengambil ponselnya. Panggilanya hanya berdering.


Handscoon adalah sarung tangan


"dr. orthopaed nya lagi cuti dok. Kayaknya dokter baru ada deh yang dari departemen ortopaed namanya dr. Arion" seru Desi dari sebrang bad pasien. " Adel menghembuskan nafas lega, karna ia bisa menelpon abangnya.


šŸ“ž"Bang...."


šŸ“ž" tolongin Ara, ada pasien close fraktur............ " Adel menjelaskan detail pasien tersebut.


šŸ“ž"meluncur Ra. "


"dr BTKV nya Des gimana? " Adel frustasi pasalnya dokter BTKV sedang kosong.


"dok catat nomor direktur kita yang baru 08153xxxxxxxx"


"Loe yakin telfon dia? "Adel merasa ragu akan menelfonya, namun dr anestesi mengiyakanya dengan mantap. "Gak papa Shav dokternya baik ko, tampan pula. " puji dr. Riyan. Panggilan tersambung dan Adel mengucapkan salamnya.


šŸ“ž"Hallo dok, selamat sore saya dokter Shava"


šŸ“ž"Ya sore ada apa? "


Adel terdiam, matanya membulat, suaranya sangat familiar "siapa dia? "


šŸ“ž "hallo" Tegur dr. BTKV


"Professional Ra, hanya suaranya yang sama." Adel menjelaskan keadaan pasien sesuai protokol.


šŸ“ž" saya segera kesana"


*


Semua kru operasi sudah bersiap dengan jubahnya."Asisten saya mana? " Tanya dr. BTKV. Tidak ada yang menjawab, mungkin dr. Umum lupa tidak mencari asisten dr. BTKV. Wajah masam mulai menyelimutinya, membuat kru operasi merasa suasananya menjadi lebih mencekam.


"dr. Shava bukanya lulusan dr. Bedah namun karna belum menyelesaikan sub spesialisnya, sehingga dia menjadi dokter umum.


"Panggil dr. Shava. " operator operasi menelfon IGD untuk meminta dr. Shava masuk ke ruang operasi. Dengan tergesa Adel menuju ruang operasi, ia berganti dengan jubah operasi lalu melakukan cuci tangan sesuai standar operasi.


Adel melangkah didepan pintu operasi, lift didesain terbuka secara otomatis ketika ada yang berdiri di depan pintu. "Kembali lagi ke ruangan yang sangat dingin ini." batinya, semua mata tertuju kepada wajah berparas cantik milik Adel yang polos tanpa masker.


"Kevin..... " batinya menyebut nama mantan kekasihnya. Mata itu milik Kevin, suara itu juga milik Kevin. Ingatanya berputar 360 derajat tentang Kevin.

__ADS_1


'Maukah kamu menikah denganku dipertemuan kedua kita. '


"Pertemuan kedua di Indonesia bersamanya diruang yang sangat mencekam ini." Batin Adel


__ADS_2