
"Apa yang tertinggal? "
Kevin memeluk Adel lalu mencium kening gadisnya dengan lembut. Rasanya sangat ingin mencium ranum bibir kekasihnya, namun ia urungkan. Menjalin kasih bukanlah karna nafsu semata, namun karna benar benar ingin menjaganya agar utuh sampai pelaminan.
"Masuklah... Nanti ketahuan mommy kamu." ujar Kevin. Adel menganggukan kepalanya. Sebelum ia masuk, Adel menyempatkan diri untuk mencium pipi Kevin. Dan berlari masuk ke rumahnya.
*mimpi indah my sweet girl, besok pagi aku jemput kesitu *
Adel membaringkan tubuhnya di atas kasur bernuansa putih itu. Bahagia.... satu kata yang terlukis dari wajahnya, yang teringat dalam ingatanya adalah disaat sedang emosi masih terfikir olehnya untuk memeluk dan menenangkan Adel.
"Kekasih.... " batinya kata itu mengingatkan Adel ketika Kevin mengungkapkan perasaanya di tempat basket.
Flash Back On
"Ingin menolak tapi hati ini menginginkanya, ingin tetap seperti ini, rasanya bisa mati aku dibuatnya. " ungkapnya dalam hati.
Tidak ada penolakan dari Adel. Membuat Kevin mencecap ranum bibir milik Adel. Adel memejamkan matanya kali ini dan tidak ada penolakan darinya.
Mereka saling terdiam sesaat, menetralkan jantung yang sejak tadi berdegup kencang "Ra... " Sapa Kevin memanggil Adel . Adel mencoba menatap Kevin.
" jadilah wanitaku satu satunya dan selamanya" kalimat yang selama ini sangat dinanti Adel. "Aku tidak pandai berkata manis, intinya mulai detik ini kamu adalah bagian dari hatiku. " Jelasnya singkat. Adel masih tertunduk malu, hatinya berbunga bunga.
"Apa kamu mau?" Kevin meraih jari jemari Adel lalu meminta persetujuanya, dengan senyumnya saja, Kevin dapat melihat bahwa cintanya tak bertepuk sebelah tangan.
"Ya... " Wajahnya sudah mirip tomat. Yang memerah menahan bahagia dan malu. Namun saat ini rasa bahagia yang mereka berdua rasakan.
Flash Back OF
Masih dengan senyuman indahnya, Adel memandangi langit. Khayalanya pergi entah kemana. "Sayang.... " Panggil momminya membuyarkan lamunanya.
"mommy... Mommy baru pulang? "
"Anak mommy ko belum tidur si? Kenapa mikirin Kevin?" ucapnya penasaran. Adel menganggukan kepalanya.
"Mom... Dulu mommy dan daddy pacaran lama gak? " tanya Adel penasaran. Kali ini Keyla mati kutu ketika ditanya oleh putrinya. Pasalnya mereka menikah karna kecelakaan.
"Ara ... Ko belum tidur, ini sudah pukul 22.00 besok kamu telat. " Axel datang menyelamatkan Keyla. Tampak Keyla bernafas lega.
"Ah daddy.... Gag asik. " Adel langsung merebahkan tubuhnya dan menutup dengan selimutnya. Tak lupa kedua orang tuanya mencium kening putrinya.
*
Pagi ini Adel kesiangan, benar saja tepat pukul 05.45 ia baru saja dibangunkan momminya. Adel dengan kilat melakukan aktifitas mandinya. Bahkan beriaspun tak sempat. "Mom... Adel berangkat. "Adel menyambar kotak makan miliknya. Lalu mencium pipi mommy dan daddinya.
"Putrimu loh ma, yang satu ini bener bener kacau. " Axel mengeluh karna anak gadisnya berbeda jauh dengan Ken. "itu anakmu juga mas. " keluh Keyla.
Adel langsung masuk ke dalam mobil Kevin yang sudah menunggunya sekitar 15 menit. "Mimpi apa si sayang, sampai kesiangan begini. " Adel menatap malu wajah Kevin,"tadi kamu panggil apa? " Adel memastikan pendengaranya.
"Sayang.... " Kevin mengusap rambut Adel sambil memutar kemudinya, sesaat ia menatap wajah aneh kekasihnya itu. "Kenapa ekspresinya begitu? Kalau gak boleh ya gak papa. " jelas Kevin.
"Aku suka. " jawabnya malu. Kemudian Adel mengeluarkan kotak riasnya, beserta kacanya. Wajahnya ia biarkan tanpa polesan, ia hanya mengukir bagian kelopak matanya dengan eyeliner lalu menjepit rambut bulu matanya, mengecatnya dengan maskara.
Kevin menatap heran pada kekasihnya yang sedang asik merias matanya. Setelah selesai Adel berpindah ke bibirnya. Hanya dengan lipp balm. Ia biarkan warna ranum bibirnya mempesona dan menggoda.
"Mau menggoda siapa? " Kevin menatap wajah Adel dengan penuh selidik. Sesaat aktifitasnya terhenti mendapat pertanyaan Kevin.
__ADS_1
"Siapa yang akan tergoda." ungkapnya lirih namun masih terdengar oleh Kevin. Kevin menyentil kening Adel dengan lembut.
Sekolah masih sepi, Kevin mengantarkan Adel sampai didepan kelasnya. "Kamu yakin gak mau makan dulu? " ucap Kevin mengajaknya sarapan pagi.
"Aku makan dikelas aja, jam pertama aku ada ulangan matematika. " jelasnya menolak ajakan kekasihnya dengan halus.
"Baiklah, nanti sepulang sekolah apa kamu ada waktu? " Adel dengan semangat menganggukan kepalanya.
"Belajar yang rajin, nanti pulang bareng, abis itu kita jalan. " Ucapnya lalu mengusap kepalanya dengan lembut. Kevin berjalan kembali kekelasnya.
"Ciee........ Adel, hmmm yang udah baikan. " ledek Ayra dan Ayla
"Iihh kalian rese. " protes Adel lalu berjalan kekursinya menikmati sarapan pagi yang dibawakan momminya.
*
Arion duduk termenung dikelasnya. Tak lama kemudian Saka datang. Ia menatap wajah sahabatnya yang murung. "Kenapa loe... " ledek Saka.
"Gak papa, lagi gak enak badan..... mana Ken? " Saka melihat jam tanganya waktu sudah menunjukan pukul 07.15 namun batang hidungnya belum juga kelihatan. Tak lama Ken masuk dengan raut wajah bad moodnya. "Sak loe berangkat sama adek gue? " terka Kenan yang kemudian melepaskan jaket dan tasnya.
"Sama pacarnya kali. "
"Pacar.... " Ken menatap wajah Saka dengan serius. "Siapa... " Saka menegakkan tubuhnya, lalu mendekati Saka.
"Gue juga gak tau.... " Ken langsung berjalan menuju kelas adiknya. Ingin memastikan kebenaran yang diucapkan Saka.
"Ember loe Sak. "
"Gue kan bilang jujur lagian gue juga gak tau pacarnya siapa. " Pasrah Saka dengan kalimatnya
"Gue mah cukup jagain dari jauh. " ungkapnya pasrah.
"Nanti lama lama Ken juga tau siapa cowonya. " Jelas Arion, yang kalimatnya seakan memancing Saka untuk mengungkapkan siapa kekasih Adel.
"Kaya loe tau aja pacarnya. " jelas Saka.
"Kevin itu udah suka sama Adel lama. Adel juga gitu kayaknya. " jelas Arion.
Saka menjatuhkan tubuhnya lemas. "Jadi benar Adel kemarin cemburu karna Kevin datang bareng Zela, dan seharian dia menghindari Kevin, lalu menjadikan gue pelarianya " batinya
"Loe yakin Adel pacaran dengan Kevin? " Saka menanyakan kebenaranya pada Arion. Namun percakapan mereka terhenti sesaat ketika Ken kembali dengan wajah muramnya.
"Kenapa tu muka, minta disetrika? " ejek Saka pada Ken. Ken berdecak pinggang. Entah Ken sedang memikirkan apa, namun sepertinya ada sesuatu yang mengganjal hatinya. "Adel lagi ulangan. Gue mau ke UKS, ijinin gue, gue mau bolos" ucap Ken yang berlalu cepat meninggalkan kelasnya.
Ken berjalan sambil memainkan ponselnya, Zela datang diarah berlawanan. Entah apa yang sedang Ken tonton, tapi sepertinya mengasikkan sehingga raut wajahnya tampak tersenyum. Namun senyumnya berganti masam ketika mendengar seseorang menegurnya.
"Ken..... " sapanya membuat Ken menoleh kepada suara yang ia anggap familiar. Dengan kejamnya Ken melanjutkan langkahnya seolah olah tak mengenal Zela.
"Apa loe kenal sama gue? " Ucap Ken dengan nada sangar. Air mata Zela lolos begitu saja. Membuat hati Ken ikut merasakan sesak. Zela mendekatkan dirinya pada Ken lalu memukulkan kedua tanganya di dada Kenan.
"Loe jahat Ken.... Jahat.... Jahat. " Ken menggenggam tangan Zela dengan erat, lalu mengajaknya pergi keluar dari area sekolah. Zela hanya menuruti langkah Kenan. Mereka pergi ke belakang sekolah dan keluar lewat pintu rahasia, dimana disana tidak ada seseorang yang akan datang
"Maaf Zel.... Maaf jika aku menyakitimu. " Ken pasrah. Saat ini Ken lah yang bersalah membuatnya pergi meninggalkan Indonesia. Zela memeluk Ken dengan erat.
"Gue kangen banget sama loe Ken. " ucapnya. Tak lain halnya, Ken juga sangat merindukan Zela. Bahkan saat ini Ken ikut memeluk Zela. Cairan kristal dari kelopak mata Ken keluar begitu saja.
__ADS_1
Setelah melepaskan pelukanya secara tidak sadar Ken mendekatkan bibirnya ke bibir Zela. Namun sesaat ponsel Ken berbunyi. Membuat keduanya tersadar. Ken menjauhkan dirinya pada Zela. Lalu mengangkat ponsel dari momminya.
"๐ya mam"
"๐ Ken kamu sakit? " ternyata berita sakitnya Ken sampai ke momminya.
"๐Sedikit mam... Gak usah kawatir, ini juga lagi di UKS. Istirahat sebentar juga nanti sembuh. " jelasnya
"๐ Baiklah... Pulanglah kerumah Ken. " pinta sang mama
"Sori Zel, gue gak sengaja.. Gue.. . " Kenan hendak berlalu meninggalkan Zela, namun ia menghalangi jalanya.
"Katakan kalau kamu tak menyukai ku Ken! " pinta Zela.
"Bagi gue, loe cuma masa lalu Zel, dan bahkan sekarang......" kalimatnya terhenti. " gue punya kekasih, jadi maaf.... " Ken berlalu meninggalkan Zela.
Ken meninggalkan Zela, ia berjalan masuk ke kamar mandi. "Kenapa kamu kembali dan membawa perasaan lama Zel, bahkan luka hati Arion dan Gue masih belum terobati. " ungkapnya frustasi. Ia kembali ke ruang kelasnya dengan wajah berantakan.
"Kenapa loe Ken. " tanya Saka heran melihat penampilan Kenan yang tak seperti biasanya. Kenan tak menjawab ia menyambar tasnya dan berlalu meninggalkan kelasnya. Ia menaiki motornya dengan kecepatan diatas rata rata membuat penghuni sekolah menatapnya heran, jam masih pagi namun Kenan sudah pulang.
* mam pulanglah, Kenan butuh mommy. * pesan singkat dari Kenan.
Sesampainya dirumah Keyla menatap putranya yang berantakan, dan kacau, " Sayang kenapa? " Ken sesaat memeluk momminya, bagi mereka momminya adalah tempat berkeluh kesah. "Apa kamu bertengkar dengan Zela. " Ken menganggukan kepalanya. Keyla memeluk putranya kembali.
"Jika kamu tetap memikirkan perasaan orang lain maka kamu akan selamanya tersakiti sayang. "
"Tapi bagaimana dengan Arion ma? "
"Dia lebih tersiksa jika Ken dan Zela bersama. Dan Ken gak mau merusak persahabatan Ken dan Arion ma. "
"Tapi Ken. "
"Ma.... Ken cuma butuh mama saat ini. " jelas Kenan. Keyla menepuk pundak putranya. Beginilah kedua anaknya, tampak sangar diluar, pemberani, kuat, namun jika sudah dirumah mereka seperti bayi kecil yang selalu penurut pada momminya.
"Sudah sayang, lupakan sejenak masalahmu, istirahatkan hatimu " pinta Keyla mengusap pundak putranya hingga terlelap tidur.
*
Waktu menunjukan pukul 14.00. Deru mobil terdengar di area rumah Adel. Kenan membuka perlahan matanya, ia berjalan menuju balkon. Tampak wajah Adel yang tersenyum bahagia.
Kevin keluar dari mobilnya lalu membukakan pintu mobil untuk Adel. Kenan berkali kali mengucek matanya, ia tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Namun penglihatanya bertambah jelas ketika mereka bercanda bersama.
"Aku masuk ya. " Kevin menganggukan kepalanya ketika Adel berpamitan padanya
"Apa gak ada yang tertinggal? " Adel mengingatkan kejadian semalam ketika Kevin mengatakan ada yang tertinggal. Kevin mengembangkan senyumnya, mengerti akan maksudnya. Adel langsung mendekatkan kepalanya.
"Cupp" Kevin mencium kening Adel. Tak lupa Adel mencium pipi Kevin.
"Nanti aku jemput sekitar pukul 17.00โ ucap Kevin mengingatkan janji mereka.
"Bugh" sebuah pukulan mendarat di pipi Kevin, Adel ternganga melihat abangnya memukul kekasihnya.
"Abang... " teriak Adel kepada Kevin
"Berani sekali kamu mendekati adekku Vin. " Kevin menghapus darah yang mengalir di sudut bibir Kevin. Akhirnya waktu yang ditunggu Kevin datang.
__ADS_1