Gadis Liar

Gadis Liar
66


__ADS_3

"Ar, apa maksud kalimat operasi yang diucapkan dalam surat ini? " Arion mengusap wajahnya dengan kasar, ia saja tidak kuat menceritakan semua yang dilalui oleh Adel. Arion hanya menyerahkan lembaran demi lembaran yang mungkin setelah dibaca akan membuat mommy Adel syok dan tak kuat menahan sesal.


Mommy Adel membuka lembaran pertama laporan pemeriksaan kesehatanya. Matanya membulat bibirnya ikut bergetar, bahkan air matanya ikut mengalir.


"Tidak.... "Teriaknya histeris "Tidak mungkin.... " tubuhnya mulai kekurangan keseimbangan dan terhuyung ke belakang. Kenan semakin penasaran dengan isi kertas tersebut, hingga ia berjalan mendekati mommy nya.


"Sayang.... " dengan sigap Axel menahan tubuh istrinya agar tidak tumbang. Axel begitu penasaran terhadap apa yang dibaca istrinya.


"Mah Ara kenapa? " Kenan dan daddy nya memegang kedua lengan mommy nya, menyangga agar keseimbanganya berangsur pulih. Daddy Adel menatap kertas yang sedari tadi di pegang istrinya.


"Gak ini gak mungkin" Axel menyanggah semua yang dibacanya. Berharap itu semua hanya mimpi. Kenan yang sedari tadi memperhatikan orang tuanya yang langsung mengubah moodnya menjadi sedih ikut membaca diagnosa yang diderita adiknya.


"Maksudnya apa ini Ar? " Kenan melepaskan sanggahanya di tangan mamahnya, lalu meraih kerah milik Arion, ia seolah marah kenapa Arion baru mengatakanya sekarang.


"Kenapa kamu sembunyiin ini dari kita Ar? " tarikan kerahnya hampir mencekik leher belakang Arion, membuatnya semakin menahanya sesak di leher dan mencoba melepaskan tangan Kenan di kerahya.


Axel menjatuhkan tubuhnya di sofa, ia usap kasar wajah yang mulai mengeluarkan air mata, serta ia pijit pelipisnya, hatinya sesak mengingat perlakuan tidak adil yang ia lakukan terhadap putrinya. Tidak digubrisnya Kenan dan Arion yang sedang saling marah, berteriak dan saling menyalahkan.


Zela dan Ayra mencoba memisahkan keduanya, sayangnya Kenan kembali menarik kerahnya membuat sesak di bagian lehernya. "Ini salah loe Ar, kalau aja.... " kalimatnya belum selesai, Ayra mencoba melepaskan tangan Kenan yang berada di kerah Arion, Kenan menepisnya dengan kuat, membuat Arion mengeratkan giginya karena kesal kepada Kenan yang memperlakukan istrinya seperti itu.


"Jangan kasar sama istri gue Ken! " teriak Arion kesal. "Kalau loe bisa ngertiin sedikit aja adek loe, gak kaya gini keadaanya. " ucapnya kembali menyalahkan kepada Kenan.


"Loe nyalahin gue. " Kenan mendelikkan matanya seolah semua kesalahan dilimpahkan kepada Kenan dan orang tuanya.


"Ia yang salah kalian, karna kedatangan Ara kesini memang ingin menceritakan semuanya, meminta ijin dan doa untuk melakukan operasi. " Arion terdiam, mengingat janji Adel sewaktu baru pulang kemarin.


Padahal ia akan menceritakan semuanya termasuk pernikahanya kepada kedua orang tuanya, berharap mereka berdua mau memberikan restunya kepada Adel dan Kevin, seandainya harus dinikahkan kembali agar pernikahanya sah dimata agama dan negara bersama Kevin, Adel saja bersedia.


"Lalu kenapa Ara gak crita, harusnya ia menceritakan semuanya, dan masalah seperti ini tidak terjadi. " Bela Kenan kepada dirinya sendiri. Sepertinya Kenan masih tak terima saat Arion menyalahkan dirinya ataupun orang tuanya.

__ADS_1


"Bagaiana mau crita kalau baru pulang saja ia diusir pergi, tanpa ada niat dari kalian untuk mendengarkan ceritanya." Arion masih menyalahkan keluarganya, hingga Ayra menyenggolnya, agar menyudahinya. Tujuanya kemari adalah untuk mencari Adel, bukan untuk saling menyalahkan.


"Sudahlah aku minta maaf, sejujurnya aku sangat ingin menceritakan semuanya, tapi Ara melarang, karna ia sendiri yang akan mnceritakanya setelah suasnanya lebih baik. " Melihat daddy Kenan yang begitu terpukul saja sudah cukup membuatnya lebih bersalah.


"Sekarang dimana Ara Ar? " Rasa bersalah daddy nya kepada Adel membuatnya benar benar menyesal, dan rasanya benar benar ingin menebus kesalahanya kepada putrinya itu.


"Maaf om, Arion gak tau, terakhir kali ia ke Bali, sekarang Arion tidak tau. " jawabnya pendek. Kalau ia tau, mungkin saat ini ia tidak perlu datang ke sini. "dan satu lagi..... Ara sudah menikah dengan Kevin," lagi lagi Arion membuat mereka terbelalak, kaget, dan tidak percaya dengan ungkapan Arion.


"Apa maksud kamu Ar? " Axel menegakkan tubuhnya dan menatap Arion penuh dengan selidik. Ayra saja memegang tangan Arion, ia takut Kenan akan emosi mendengar kebenaranya dan berkelahi lagi.


"Malam itu Kevin membawa Ara pergi, dan memintaku untuk menjadi wali nikahnya, makanya dia kembali berharap kalian memberikan restu kepada...... " kalimatnya belum selesai, sebuah pukulan mendarat di pipi Arion.


"Bugh"


"Jadi dalang penculikan Ara waktu itu loe. " Kenan naik darah, habis rasanya sedari tadi dibuat kesal oleh Arion. Feelingnya selama ini benar bahwa dalang dari kepergian Adel adalah Arion. Sayangnya ia tidak punya bukti.


"Ken... Cukup. " Zela melerai keduanya, sebenarnya ia tau bahwa Kevin pergi bersama Adel dan Arion, karna Zela memergoki Ayra dan Arion tengah malam diluar gerbang rumahnya.


"Ayo Ar kita pulang." ajak Ayra kepada Arion. Dengan cepat Keyla berdiri dan mencegah Arion. Air matanya berderai seperti seorang ibu yang sedang berharap sesuatu kepada putranya.


"Ar.... Bisakah kamu temukan Ara, tante mohon sama kamu, cari dia dan bawa pulang adikmu." ucap Keyla, kali ini ia merasa bersalah, dimana ketika kepergian putrinya saja mommy nya tak berhenti menangis. Tapi apalah daya daddy nya lah yang mengusir Adel. Keyla saja tidak berani membela putrinya.


"Arion usahakan tan. " ucap Arion kepada mommy Adel. Axel bahkan belum mengucapkan satu patah katapun, ia berjalan meninggalkan kegaduhan. Rasanya dua berita yang baru saja ia dengar membuatnya sesak, menyesal dan sedih. Putri satu satunya yang ia judge sebagai gadis nakal, tak bermoral, dan liar bahkan tidak melakukan satu kesalahpun.


Ia menatap langit, duduk di kursi yang berada di balkon kamarnya. Merenungi setiap kata yang begitu melukai putrinya. Bahkan sebaik apapun putrinya selalu ia salahkan. "Mas... " suara Keyla mencairkan lamunanya, dilihatnya tangan yang menyangga wajahya, air matanya masih mengalir deras, Keyla mendatangi suaminya lalu menghapus air mata suaminya.


"Key maaf.... Maaf karna...... " bibirnya kelu untuk melanjutkan kalimatnya, ini salahnya semua salahnya karna tidak mendengarkan pembelaan putrinya. Kelopak matanya memejam dan turunlah air matanya kembali.


"Sudah mas, rasa sedih ini tidak akan mengembalikan putri kita. Suruh saja seseoang untuk mencari Ara sampai ketemu " usul Keyla kepada Axel. Ia sangat takut terjadi sesuatu kepada Ara, mengingat ia sedang hamil, terlebih lagi ia dalam keadaan tidak baik baik saja.

__ADS_1


"Mas janji akan menemukan putri kita. " ucapnya menenangkan istrinya, yang mungkin jauh dilubuk hatinya kejadian ini begitu menggores luka atas kepergian putrinya.


Sedangkan Kenan masih dengan emosinya. Ia marah karna kejadian tadi. "Ken... " Zela mengikuti langkah Kenan yang memasuki kamarnya.


"Kenapa, apa kamu juga mau menyalahkan aku. " Kenan masih belum bisa mengendalikan emosinya. Baginya kelakuan Adel memang salah, dan ia terlalu gegabah mengambil segala keputusan tanpa meminta pertimbangan orang tua ataupun keluarganya.


"Ken.... " Zela meraih pundak Kenan dan menyatukan matanya, berharap ia sadar dengan emosinya yang meluap. "Buka mata kamu, buka hati kamu juga Ken, Ara adik kamu, saudara sedarah kamu, bahkan saat ini kesehatanya sedang buruk dan sedang melawan penyakitnya demi bayi yang ia kandung " rasanya Zela ingin menampar suaminya agar sadar bahwa egonya yang terlalu tinggi membuat ia tidak bisa membedakan mana yang perlu diperdebatkan saat ini.


"Kenan, yang harus kamu lakukan sekarang adalah mencari adek kamu, bukan mencari siapa yang salah. " Kenan mengusap wajahnya kasar, air matanya kini berlinang, benar kata Zela, Adel adiknya saudara sedarahnya. Tidak pantas rasanya saat saat seperti ini menyalahkan adiknya atas perilakunya.


Kenan berjalan menuju kamar orang tuanya, dan berpapasan dengan daddy nya. "Ken.... " sapa daddy nya. "Bisakah kamu cari Ara Ken? " ucap daddy nya kepada Kenan.


"Ia pa, Kenan akan berangkat ke Bali untuk mencari Ara. " jelasnya yang kemudian dilanjut berpamitan kepada kedua orang tuanya.


*


"Sayang.... " Adel mengecup pipi Kevin berulang, membuatnya menggeliat dan membuka matanya perlahan. "Ayo bangun, aku udah masak." ucapnya sekali lagi sambil membawa makanan rica rica ayam disampingnya.


"Sekali lagi... " Kevin mengacungkan telunjuk di bibirnya, membuat Adel mendesah kesal. Namun dengan senang hati ia mengecup bibir suaminya, dengan cepat Kevin menegakkan badanya lalu mengecup perut Adel. "Hai jagoan ayah, selamat sore. " sapanya didepan perut Adel membuat Adel tersenyum dengan kelucuan suaminya.


"Ra, makasih karna memberikanku waktu seindah dan sebahagia ini. " jelasnya lalu mengecupkan bibirnya di kepala Adel. Adel manganggukan kepalanya. Setelah itu mereka makan dan bersiap untuk meninggalkan kota ini.


"kita mau kemana? " tanya Adel kepada Kevin. Kevin menggeleng pelan, ia belum tau tujuanya akan kemana.


"Apa kita harus ke luar negeri Ra? " Adel ikut menggelengkan kepalanya, seolah ada dua jawaban dari gelengan kepalanya. "Kalau kita hanya pergi untuk menjauh dari keluarga kita, tidak perlu ke luar negeri Ra. " Adel menatap wajah Kevin sesaat, ia mencerna kalimatnya yang mengatakan untuk tidak pergi ke luar negeri.


"Persembunyian terbaik adalah di kandang musuh itu sendiri Ra. " jelas Kevin kepada Adel. Sesaat sudut bibirnya mengembang. Ia tahu maksud Kevin, bahwa persembunyianya akan aman ketika mereka berada di kandang musuhnya.


"Lalu kita akan kemana? " tanya Adel penasaran. Benar kata Kevin, jika ia ke luar negeri, sudah pasti akan sangat mudah ditemukan, tapi kalau di Indonesia mereka tidak akan berfikir untuk mencarinya.

__ADS_1


"Jogja. " jawabnya santai sambil menarik koper Adel menuju taxi online yang sudah dipesan. 30 menit mereka sampai di bandara. Mobil Kenan keluar dari bandara menuju alamat yang sempat disebutkan Arion, sedangkan taxi online yang dipesan Adel masuk menuju lobi di bandara.


Mohon maaf untuk keterlambatan upnya dikarenakan author kemarin mempersiapkan ujian tes SKD🙏🙏🙏


__ADS_2