
"Siapa dia? "
"Maaf nona kita tidak dapat melacaknya. " jawab bawahanya, membuat Agni seketika meremas dan membanting vas bunga di meja kamarnya. Ya wanita ini adalah Agni.
"Saya tidak mau tau, cari keduanya, kalau bisa bunuh wanita ****** itu." pinta Agni kepada bawahanya.
"Baik bos."
"Berani beraninya kamu membawa Kevin pergi, seujung kukupun aku tidak akan melepaskanmu.p " batinya yang masih merasa kesal kepada Adel yang pergi bersama Kevin.
*
"Ra yakin besok kita balik ke Jakarta? " Adel menganggukan kepalanya, rasanya sebulan ini menghabiskan waktu bersama itu masih kurang. Sebenarnya dengan kembalinya mereka ke Jakarta berbagai masalah akan muncul.
Mulai dari menghadapi orang tua Adel, orang tua Kevin dan abangnya. Satu persatu harus mereka hadapi. Sudah sangat jelas semua orang yang akan mereka temui akan menentang hubungan mereka.
"Bukanya kamu menginginkan aku untuk melakukan operasi segera. Aku butuh izin dari orang tuaku Kev." ungkapnya dengan tujuanya itu. Mengingat lagi bahwa tujuanya adalah untuk melakukan operasi demi keluarga kecilnya kelak.
"Ra.... " sebenarnya Kevin keberatan ketika pulang, ia takut orang tuanya akan menentang hubungan mereka. Kevin lebih baik hidup terpisah tanpa ada kabar dari keluarganya itu. "Bisakah kita tetap disini Ra? " Adel menatap wajah dengan haru kepada suaminya itu.
Rasa cinta Kevin yang berlebih membuat Adel takut meninggalkan Kevin, inilah salah satu alasan ia ingin hidup lebih lama bersama kekasihnya itu. "Aku sudah menjadi istrimu Kev, jadi apapun yang terjadi kita hadapi bersama. " ungkap Adel meyakinkan Kevin.
"Aku takut akan sulit menghubungimu ketika sampai dirumah. " jelas Kevin. Adel memeluk Kevin dari belakang, dengan rasa sayang yang begitu dalam Adel yakin bisa meyakinkan semua orang bahwa cinta mereka memang tidak dapat dipisahkan oleh siapapun. "Aku tidak akan menyerah seperti masa lalu Kev. " ungkapnya jelas.
"Baiklah ini permintaan kamu sayang, akan aku turuti. " putusnya mempercayakan hatinya kepada Adel kembali. Saat ini ikatan mereka adalah suami dan istri, Kevin berusaha yakin kepada Adel, bahwa Adel tidak akan meninggalkan Kevin apapun yang terjadi.
Kevin membalikkan tubuhnya, dengan singkat ia mencumbuinya hingga waktu menjelanng maghrib. Tidak ada kata lelah baginya, rasanya Kevin selalu ingin mengulang hal indah bersama Adel. Apalagi Adel memberikan umpan service yang baik bagi Kevin, walaupun bagi mereka pengalaman ini sama - sama baru pertama didapat setelah menikah.
Menjelang pagi mereka sudah bersiap dengan kopernya, hidup di sini memang indah, apalagi tidak ada yang mengusiknya, bahkan bisa saja mereka tinggal selamanya disana, tapi lambat hari mereka akan ketahuan oleh salah satu orang tua mereka.Tidak etis rasanya menikah tanpa restu orang tua.
"Sudah menghubungi Arion? " Kevin menganggukan kepalanya kepada Adel yang sedang mematikan ponselnya dikarenakan akan menaiki pesawat.
Setelah 2 jam akhirnya mereka sampai di bandara. Tampak lelaki tampan yang menyandar mobil sambil menyilang kakinya tersenyum bahagia melihat Adel. "Mommy bunda... " Adel menangkap loncatan anak kecil yang ia asuh sejak bayi itu, lalu memutarkan badan Derrick yang masih ringan baginya 360 derajat hingga Arion dan Ayra tersenyum bahagia melihat mereka kembalk bersama.
"Kemana tujuan kita saat ini? " Arion menanyakan arah ia akan melajukan mobilnya. Kevin memainkan matanya kepada Adel. Adel saja bingung, kedua tempat yang akan mereka tuju adalah tempat yang akan menjadi sumber masalah, dan seperti apa penyelesaianya nanti belum terfikir oleh mereka.
"Kerumah loe aja Ar dulu, gue males kalau harus bertengkar dengan salah satu diantara keluarga kita, kita istirahat aja dulu di rumah loe " pinta Kevin yang sebenarnya ia sangat takut akan dipisahkan dari istrinya itu. Adel mengikuti ucapan suaminya itu, baginya itu ide bagus, mengingat ia memang butuh waktu untuk merangkai kata kata dan mengatakan alasan Adel kabur dari pernikahan yang ia minta sendiri.
"Kenapa kalian tidak menetap disana Ra? " tanya Arion kepada adik dan iparnya, Kevin melemparkan senyumnya kepada Adel. Pandangan mata Arion jatuh meneliti jawaban pada wajah Adel.
__ADS_1
"Aku akan melakukan operasi DK bang." ucap Adel dengan penuh senyum dan semangat. Arion menyipitkan matanya karna gerakan bibir Adel yang melebar. Tampak Adel yang lebih semangat menjalani hidupnya.
"Kamu serius Ra? " spontan Arion menghentikan laju mobilnya, membuat mereka semua kaget, Arion mengusap kepala adik kesayanganya itu dengan air mata yang menumpuk dipelupuknya. "Alhamdulillah Ra, akhirnya." ucapnya dengan bahagia, Ayra sendiri sudah meneteskan air matanya.
"Vin makasih karna kamu, ia memutuskan untuk operasi, dulu ia jika disuruh operasi dia hanya bilang kaya gini, hidupku saja sudah tidak ada artinya, bahkan Kevin sudah melupakanku dan mungkin sudah bersama wanita lain, untuk apa aku melakukan operasi, sia sia saja, dan tidak akan membuat Kevin kembali kepadaku." sindir Ayra kepada Adel, membuat Adel menyimpulkan senyumnya.
"Benarkah Adel semelo itu ketika tak bersamaku..? " Adel menganggukan kepalanya malu, karna Ayra membahas masa lalunya di depan suaminya itu. Kevin menatap istri tercintanya itu, lalu menarik pundaknya dan merengkuh kepalanya. Dikecupnya kening wanita yang sangat ia sayangi itu dengan lembut dan penuh dengab sebuah kasih sayang.
Derrick yang sedang tertidur di pangkuan Adel pun bangun mendengar percakapan mereka berempat. "Mommy bunda jangan pergi lagi ya! " Adel mendaratkan ciumanya kepada putranya "tidak sayang, mommy bunda akan disini menemani Derrick. " janjinya dengan menyatukan janji kelingkingnya.
45 menit mereka sampai dirumah Arion, detik waktu menunjukan pukul 21.00. Mereka makan malam bersama, sepertinya keluarga itu sangat bahagia. "Mommy bunda Derrick bobo sama mommy bunda ya. " Ucap Derrick manja, sayangnya Ayra menggelengkan kepalanya membuat Derrick nengurungkan niatnya.
"Gak papa ko kalau Derrick mau bobo sama mommy bunda, " ucapnya kepada Derrick membuat Derrick berjingkrank dengan riangnya.
"Horee.... Akhirnya Derrick bobo sama mommy bunda. " Seperti anak kecil yang mendapatkan apa yang ia inginkan, bahagia tanpa beban. Ya pantas saja Derrick sangat menyayangi Adel membuatnya tak ingin melepaskanya
"Ya sudah Derrick tidurlah, besok harus sekolah. " pinta Ayra. Tak lama mereka beranjak ke kamar tamu, dan Derrick sudah tidur digendongan Kevin.
"Sejak kapan kamu sangat ahli dalam memanjakan anak kecil. " ledek Adel kepada Kevin. Kevin menarik ujung bibirnya lalu meletakkan dagunya dipundak Adel, suranya ia dekatkan di ujung daun telinganya, membuat bulu kuduk Adel sesaat berdiri karna desiran nafas halus di anak rambutnya.
"Bukan hanya anak kecil yang pandai aku manjakan Ra, bahkan kamu akan selalu aku manjakan jika kamu mau" ucap Kevin yang sudah menjelajahi bagian leher Adel, tanganya ia biarkan bergerilya sesuka hati Kevin dan menanggalkan satu persatu pakaianya hingga tak bersisa sehelai benangpun.
"Ayo bangun Kev, nanti dicariin Derrick. "Pinta dan keluh Adel yang kemudian menarik suaminya untuk mandi. Kevin dengan nakal memapah Adel dengan selimutnya memasuki kamar mandi.
Detik waktu menunjukan pukul 11 siang, Adel dan Kevin menuju sekolah Derrick untuk menjemputnya pulang sekolah. Mereka berjalan berkeliling mall dan bermain di taman hingga waktu menjelang siang, Derrick sudah tidur dan dengan cepat Kevin memapahnya ke dalam kamarnya.
Suara ribut terdengar dari teras depan rumah. Tampak seseorang berseragam hitam memaksa menerobos masuk ke dalam rumah Arion. Tidak ada Arion disana, membuat Adel kewalahan menghadapi mereka, jumlahnya cukup banyak membuat Adel menyerah.
Dengan paksa mereka menyered Kevin untuk pulang ke rumah, dam segala kekuatanya Kevin memberontak ingin kabur. Sayangnya mereka kalah jumlah. Sebuah mercy putih melesat di depan mereka mengalihkan perhatian mereka. Suara sepatu hitam khas itu melangkah mendekati Kevin.
"Ayahanda..... " Ya siapa dia kalau bukan Alfa, lelaki yang selama ini bersusah payah mencari Kevin. Ia mendekati Adel dengan tatapan marah. Bahkan Adel sama sekali tidak takut ditatap dengan tatapan penuh kebencian itu. Tapi Alfa urungkan niatnya memarahi gadis itu.
Dia adalah putri dari wanita yang pernah ia idam idamkan, wanita yang selalu memperlakukan Alfa dengan baik, meski Keyla tidak pernah ada perasaanya kepada Alfa, tapi selama Alfa mengenal Keyla, ia memang selalu menjaga tutur katanya, wanita tambatan dalam hatinya yang sempat membuatnya frustasi. Keadaanlah yang memaksa Alfa memisahkan cinta keduanya.
"Bawa dia pergi, dan kurung dia di ruang bawah tanah. " ucap Alfa kepada anak buahnya. Adel saja tidak berani melawan, ia hanya diam, air matanya tertahan, sayangnya cairan itu terjatuh deras dari kelopak matanya yang indah.
Cintanya baru saja ia mulai, tapi sepertinya harus kandas saat ini juga. "Om, Ara mohon lepaskan Kevin om. " pinta Ara memohon di kaki ayahanda Kevin. Kevin berlari menarik Adel yang tertunduk di kaki ayahandanya. Dengan singkat ayahanda Alfa mengibaskan kedua jarinya memerintah mereka menangkap Kevin kembali.
"Aku akan pulang sendiri yah. Jadi tolong lepaskan aku. " jelas dan tekan kalimat Kevin yang tanganya sudah mulai dicekal oleh preman preman suruhan ayahandanya. Ayahandanya meminta pengawalnya melepaskanya. Dengan cepat Kevin memeluk Adel dengan erat. "Aku akan berjuang demi hubungan kita Ra, aku berjanji secepat mungkin kembali padamu, tunggu aku dan jangan tinggalkan aku oke!" ucapnya dengan menghamburkan seluruh ciumanya di wajah Adel.
__ADS_1
Air matanya tak berhenti mengalir, ia berusaha kuat menganggukan kepalanya. "Aku akan menunggumu Kev, dan aku akan berjuang demi kamu. "
Miris itulah ucapan Alfa dalam hatinya, peristiwa ini sangat mirip dirinya sewaktu meminta ijin kepada orang tuanya meminta restu dengan Lea, hatinya tergugah, bahkan rasa iba menyelimutinya.
"Sered dia dan kurung dia di ruang bawah tanah. " teriak seorang laki laki yang sudah berumur turun dari sebuah mobil jeep berwarna hitam. Ia adalah eyangnya Kevin.
"Ra tunggu aku. Aku akan kembali, aku janji. " Adel menganggukan kepalanya, lalu Kevin berjalan berbalik meninggalkan Adel yang menatapnya tak rela. Kevin menaiki mersi putih tersebut.
Tiba tiba ia meminta supirnya berhenti sebentar, dengan cepat Kevin berlari ke arah Adel lalu memeluknya. "Ra aku cinta kamu, kamu dengar itu, jangan pernah pergi dariku, tetap tunggu aku. "
Mohon maaf berhubung author sedang mengikuti pelatihan penanganan gawat darurat sehingga upnya tidak bisa satu hari satu. 🙏🙏
Bonus Visual
Adellaura
Kevin Keyndra
Saka
Arion
Ayra
Kenan
Zela
__ADS_1