Gadis Liar

Gadis Liar
99


__ADS_3

"Kamu mau apa Kev" Kevin tetap menarik Adel masuk ke apartemen Kevin.


"Kev.... "


"Aku ingin memberimu pelajaran karna bibirmu yang semakin tajam itu Ra. "


"Aku tidak mau. "


"Aku tidak menerima penolakan Ra. " Kevin menarik Adel masuk ke dalam kamarnya, apartemen ini masih sama dari sejak SMA. Desain dindingnya yang berwarna hitam dan putih sebagai simbol sang pemiliknya adalah lelaki.


"Kev, lepas! Kenapa kamu membawaku ke apartemenmu? " keluh Adel yang merasa bahwa sejak awal memang strategi Kevin membawanya ke apartemenya.


"Kenapa baru tanya sekarang, bukanya tadi jelas arah jalanan ke apartemenku Ra." Adel memanyunkan bibirnya ketika mendengar jawaban Kevin.


Kevin menghentikan langkahnya, lalu mendekatkan dirinya pada Adel yang masih stay di belakangnya. Direngkuhnya pinggang ramping milik Adel hingga tidak ada jarak diantara mereka, bahkan sapuan hangat nafas mereka terhempas hingga anak rambutnya terasa hangat.


"Cup" Kevin mencium dagu Adel membuatnya seketika diam, detak jantungnya yang tak lagi stabil. Deru nafas pun mulai meningkat.


"Ra aku rindu kamu." ucapnya tepat di samping telinganya, membuat telinga dan area leher seketika meremang, bahkan belum sempat ia mencerna apa yang diungkapkan dan akan dilakukan Kevin. Sapuan hangat menyentuh bibir Adel.


"Kenapa kamu terlalu pasrah Ra. " rutuknya kepada dirinya sendiri, tidak dapat dipungkiri bahwa rasa rindu yang begitu tertahan kini menuntut sebuah balasan.


"Ra.... Ijinkan aku..... " Adel menutup bibir Kevin.... Jantungnya sudah berdegup dengan cepat, ia ingin menolak perihal status pernikahanya perlu dipertanyakan. 3 tahun tanpa nafkah lahir dan batin, apakah hubungan seperti ini masih legal di mata pemerintah dan agama.


"Tapi Kev... Kita.... " ucapnya tak dapat ia lanjutkan. Kevin tidak memperdulikan sanggahan Adel, ia mendaratkan kembali bibir lembutnya, membuat Adel menghentikan ucapanya. Disapukan dengan halus olehnya lalu mencecapnya berulang, hingga Adel mengimbangi sapuan lidahnya yang mengabsen satu persatu isi di dalamnya.


Baju yang menempel di tubuh Adel perlahan terlepas, hingga tak ada satupun yang menempel di tubuhnya, tak lain halnya dengan Kevin yang sudah tidak bisa mengontrol keinginanya.


"........ "


Detik waktu menunjukan pukul 18.00 sudah berapa waktu mereka menghabiskan kegilaan yang telah lama dirindukan. "Sayang bangun... " panggil Kevin lalu mendaratkan ciumanya di kening, dan pipi Adel berulang ulang, membuat sang pemilik pipi mengeluh kesal.


"Argghhh... Aku masih ngantuk Kev. " ungkapnya, ia sangat lelah karna semalaman tidak tidur dan seharian juga lelah dan belum istirahat. Kini harus menemani Kevin dengan aktivitas gilanya.


Adel membuka kelopak matanya, yang berhadapan langsung dengan kaca yang terpampang begitu lebar, sesaat ia termenung mengingat apa yang sudah ia lakukan, kemudian Adel terperanjat karna melihat bayanganya dalam kaca yang tidak memakai sehelai benangpun.


"Ahhh...... " Kevin mendadak bangun, ia kaget karna mendengar Adel menjerit.


"Kamu kenapa Ra? " tanya Kevin penasaran. Adel memiringkan lehernya, dadanya dan pundaknya yang penuh dengan tanda kepemilikan.


"Kamu gila Kev.... " keluhnya kesal karna melihat dirinya yang penuh dengan tanda kissmark. Kevin menutupkan lagi selimutnya untuk menutupi badanya.


"Aku fikir ada apa." Kevin memejamkan matanya kembali. "kita itu suami istri, kenapa mesti malu dengan hal begituan" jelasnya


"ihhhhh sebel.... "Adel memanyunkan bibirnya, ia kesal jika arus melihat seseorang akan mengatainya nanti ketika melihat semua tanda kissmark itu.


Kevin bangun ia meletakan tanganya di pundak Adel. "Apa perlu ditambah lagi Ra? " Adel dengan keras menoyor kepala Kevin, ia kesal kepadanya karna melakukan hal bodoh ini.


Adel menatap ponselnya, beberapa panggilan tak terjawab dari putrinya, membuat ia dengan segera melihat pesan yang dikirim olehnya. Dan beberapa pesan dari abangnya meminta untuk kembali ke rumah sakit.


"Kita kerumah sakit Kev, Cila menanyakan kita. " ucapnya membuat Kevin menegakan badanya. Adel sudah dulu berlari ke kamar mandi.


Tak lama mereka sudah membelah jalanan, malamnya kota metropolitan masih sangat ramai, apalagi di jam jam pulang kantor seperti ini, mereka berlomba untuk sampai ke rumah demi bertemu dengan kesayangan mereka.

__ADS_1


"Ra kenapa diam? " tanya Kevin, Adel tak menjawab, hanya menggelengkan kepalanya, Kevin memperhatikan leher Adel yang sudah tak terlihat tanda merahnya. Yah seluruh lehernya sudah tertutup dengan make up sehingga tidak akan membuat mereka curiga tentang apa yang telah mereka lakukan.


Sedari tadi Adel merutuki kebodohanya karna dengan mudah memberikan apa yang diinginkan Kevin. Meskipun Adel tau bahwa Kevin tidak akan melepaskanya, tapi tidak kah ia mengatakan sesuatu tentang hubunganya saat ini.


Sudah menjadi kodratnya jika seorang wanita itu selalu dirisaukam dengan masalah status, dari teman menjadi mesra butuh status pacaran, dari pacaran lebih serius butuh status yang lebih dari pacar, terus kalau udah bener bener mau lanjut ya status pernikahan.


Seperti halnya saat ini juga Adel membutuhkan kejelasan apakah pernikahanya akan dilanjut atau bagaimana.


Adapun 4 janji yang dibacakan suami pada sighat ta'lik adalah:



Tidak meninggalkan istri lebih dari 2 tahun berturut-turut.


Senantiasa memberi nafkah wajib terhadap istri.


Tidak membiarkan atau mempedulikan istri lebih dari 6 bulan.


Tidak menyakiti jasmani/fisik istri.



Mengingat hal ini, bahkan 3 tahun Adel meninggalkan Kevin, dan Kevin tidak dapat menemukanya membuat Kevin tak dapat menafkahi lahir dan batin pada Adel "Entahlah, sebenarnya seperti apa status hubunganku dengan Kevin saat ini. " jelasnya dalam hati. Sejak tadi fikiranya berlarian tak jelas, negtive thinking itulah yang di fikirkan Adel.


"Aku berasa seperti wanita murahan, yang setelah dipakai tidak dijelaskan apa hubungan diantara kita." gumamnya tak terdengar oleh Kevin, Adel hanya menatap jalanan disekitarnya.


Hingga tak berselang lama mobilnya memasuki bassment dimana mesin mobil sudah berhenti. "Kamu mikirin apa si Ra, aku perhatiin sejak tadi kamu diam, seperti banyak beban, mikirin apa? " Adel lagi lagi menggeleng.


"Aku bukan dukun Ra, jadi katakan apa yang mengganjal di fikiranmu! " pintanya, namun Adel tidak mengatakan apapun, ia berjalan menaiki lift di lantai atas.


"Ra.. " Kevin menariknya kasar hingga Adel berbalik menatap Kevin. "Kasih tau aku kamu kenapa. " pintanya, mereka hanya saling bertatap, tidak ada niat untuk menjawab.


"Ting" lift secara otomatis terbuka, sehingga Adel berjalan keluar dari lift tanpa menghiraukan Kevin. Kevin dengan cepat mengikuti Adel dan memanggilnya.


"Ra... "


"Ra... "


"Shiit.... Kenapa perempuan selalu seperti ini si." rutuknya kesal, karna Adel mencuekinya.Tak berselang lama Adel sampai di depan ruang anaknya. Ruangan bernama Flamboyan itu dengan nomor kamar 7A.


Suara ghibah perawat jaga sore bercuat, yah jelas saja kekasih pak bos bersama lelaki lain. "dr. Adel berselingkuh. "


"Ia gak tau malu banget, dr. Saka kan sangat sayang padanya. "


"Itu kalau gue yang jadi dr. Saka udah marah dan tendang wanita ular itu. "


Seperti itulah cibiran mereka, namanya kerja di dunia rumah sakit bahkan tembok saja bisa bicara, bukan hanya mulut, jadi tembok ruangan demi ruangan akan dengan cepat mendengar kabar sekalipun itu hanya kabar lalu lalang yang tidak pasti kejelasanya.


"Ceklek. " semua penghuni kamar menatap kedatangan Adel yang memakai shall rapat di lehernya.


"Sayang... " Adel menjatuhkan tubuhnya pada kursi di dekat Cila Diusapnya kening putrinya, lalu menciumnya perlahan. Membuat sang pemilik mahkota itu membuka matanya dengan sudut bibir yang tertarik sempurna.


Tak lain halnya dengan Kevin yang berada di sebrang Adel, ia memegang jemari putrinya lalu menciumnya. "Sayang"

__ADS_1


"Ayah.... Bunda..... " senyumnya merekah seperti orang yang benar benar bahagia.


"Ia sayang.... " jawab mereka kompak.


"Cila pengin pulang bunda, ayah, " ucap Cila manja Adel menarik ujung bibirnya.


"Sebentar bunda tanyakan dulu ya sama petugas labnya. " ucapnya kepada Cila.


Labu ke dua darah Cila selesai pada pukul 13.00 siang, sehingga pengecekan hb dilakukan 6 jam setelah transfusi dan tepatnya pada pukul 19.00.


Hemoglobin adalah metaloprotein di dalam sel darah merah yang berfungsi sebagai pengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh, pada mamalia dan hewan lainnya.


Waktu menunjukan pukul 19.15. Adel menelfon bagian laboratorium untuk menanyakan hasil hb terakhirnya. "Berapa hb nya Ra? Tanya mommy dan daddy nya yang melihat Adel menutup gagang televon di ruangan VVIP . Adel menarik ujung bibirnya, pasalnya Hb nya sudah naik.


"10.7 g/dl mom. "


Normal HB adalah 11.5-15.5 g/dl. Seseorang yang mengalami anemia biasanya target transfusi bukan nilai normal hb melainkan ketika hb sudah di angka 10 biasanya sudah tidak perlu / sudah cukup mendapatkan transfusi PRC.


"Alhamdulillah " ucap mereka serempak, itu menandakan bahwa Cila diperbolehkan pulang.


"Biar aku urus administrasinya. " ucap Kevin yang berjalan keluar dari ruangan.


Adel melepaskan infus yang terpasang pada tangan Cila, sambil menutup bekas tusukan, sambil bercakap dengan keluarganya. Setelah satu menit ia melepaslan bekas tusukanya.


Yah kalian kalau abis dilepas infusnya tekan dulu bagian tusukanya minimal 1 menit lah, soalnya dari kebanyakan kasus pasien pulang, setelah dilepas infusnya darahnya keluar sangat banyak.


Mereka bersiap untuk pulang sembari menunggu Kevin selesai melakukan administrasi. Setelah Kevin selesai melakukan administrasi dan kembali ke kamar, barulah mereka berdiri dan bersiap siap untuk pulang.


"Yee ayah selesai, akhirnya Cila bisa pulang bareng bunda dan ayah. " Cila menarik kedua tangan ayah dan bundanya untuk berjalan.


"Tunggu sebentar, ayah ada perlu sama bundamu Cila. " Mereka kompak membalikan badanya dan menatap Kevin, apa yang akan dilakukan Kevin sebenarnya. Kevin berjongkok didepan Cila dan semua orang yang ada disana, membuat Adel bingung karena Kevin berlutut didepanya.


"Ra maukah kamu menikah denganku lagi, dan kali ini kita langsungkan atas restu kedua orang tua kita masing masing? " tanya Kevin membuat Adel tersentak kaget dengan ungkapan Kevin.


Sepertinya Kevin sengaja sejak tadi diam dan tidak membahas soal status hubungan. Ternyata bagian dari rencananya, dan Kevin sukses membuat Adel kesal terhadap Kevin seharian.


"Terima..... Terima... Terimaa..... " seluruh sorak sorak meminta Adel untuk menerimanya.


"Bunda, bunda mau kan kembali bersama ayah?" kali ini permintaan putrinya tak dapat ditolak.


Namun teriakan mereka berhenti ketika salah seorang membuka pintu. "Tunggu" mereka menatap kedatangan Saka yang membuat suasana hening seketika.


Kevin juga ikut menatap Saka dengan tatapan anehnya, seperti seorang musuh yang tak suka miliknya diambil orang lain.


Bonus Visual


Kevin Keyndra Markle



Adellaura Shava Arettha


__ADS_1


__ADS_2