Gadis Liar

Gadis Liar
Kenakalan


__ADS_3

Setelah sampai di lapangan basket Vio,Vee,dan juga Lily langsung mengambil bola basket yang ada disamping ring basket,lalu mereka memainkan masing-masing satu bola dan saling melempar kedalam ring.


"Haiss kalau cuman masukin bola ke ring sih gak asik banget kan yah?!!" ujar Vio smabil sesekali memasukan bola ke ring.


"Bener banget!" ucap Vee menyetujui.


"Andai aja ada yang lebih anti mainstream gitu" sahut Lily ikut menyambung pikiran Vio dan Vee.


"Hmm" pikir Vio lalu seperti ada bola lampu menyala dikepalanya dia "Aha gue ada ide" ujar nya.


"Apa idenya?" tanya Lily Penasaran.


"Sini kalian mendekatlah" ujar Vio melambaikan tangannya agar Vee dan lily mendekat.


"Jadi..????." tanya Vee dan Lily bersamaan


"Jadi gimana kalau kita pecahin semua kaca yang ada disekitar lapangan ini,lihat disana masih ada banyak bola lainnya!!" ucap Vio menjelaskan seraya menunjuk kearah bola basket yang ada di keranjang bola Deket ring.


"Ehm" dehem Vee lalu berkata "Gimana kalau nanti kita dikeluarin dari sekolah karna punya kasus lagi?" tanyanya.


"Bener kata Vee!! bukankah kemarin kita juga sudah diberitahu oleh kepala sekolah kalau gak boleh buat masalah lagi!?" sahut Lily menambah.


"Halah itumah masalah gampang!!kalau kita dikeluarin juga gak masalah masih banyak sekolah yang bisa kita masuki!!" ujar Vio memperjelas.


"Bener juga yaaa lagian saat kita SMP waktu diluar negeri juga sering gonta-ganti sekolah hahaha" ucap Vee terta mengingat masa SMP-nya bersama Vio dan Lily.


"Hahhaha bener apalagi kita sampai dikeluarin juga bukan masalah sepele kayak gini!!" ujar Lily ikut tertawa bersama Vee.


"Iyh kalau diingat-ingat lagi malah saat diluar negeri perbuatan kita juga parah😂Untung keluarga kita punya koneksi jadi kita gak masuk penjara" sahut Vio dan tertawa bersama Vee dan Lily.


"Jadi..." jeda Vee dan Lily saling pandang lalu melihat kearah Vio.


"KITA BUAT KEKACAUAN DAN DIKELUARKAN DARI SEKOLAH YEYYYYY HAHAHAHAH" sambung mereka bertiga dengan berteriak lalu tertawa bersama.


"Ayo kita pindahin keranjang bolanya,terus kita simpan disini" ajak Vio dan diangguki oleh Vee dan Lily.


Merekapun menuju ke tempat keranjang bola basket lalu membawanya ke tengah-tengah lapangan basket lalu kemudian melemparnya agar mengenai kaca jendela ruang rapat,ruang sekolah,dan berapa kelas yang berada didekat lapangan basket.


PRANG!


PRANG!


PRANG!


Bunyi kaca jendela yang pecah dan bahkan sudah berhamburan kemana-mana untung saja Vio,Vee,dan juga Lily berdiri jauh dari tempat mereka memecahkan kaca itu kalau tidak mereka mungkin akan terluka.


"Astagfirullah suara apa itu!!" ujar kepala sekolah dengan kaget saat mendengar suara pecahan yang tidak berhenti dan malah bertambah parah apalagi pecahan kaca itu hampir mengenainya


"Entahlah pak, sebaiknya kita segera pergi melihatnya!!" pinta pak Bondan.

__ADS_1


"Ayok kita keluar,kayaknya ada yang memecahkan kaca jendela coba lihat ini!!Bukankah jendelanya mengarah ke lapangan basket?!!" jelas kepala sekolah sambil melangkah keluar diikuti oleh guru-guru.


"Ada apa ini" tanya Bu Mega pada para siswa yang tengah berkerumunan.Yaps usaha Vio,Vee,dan juga Lily dalam membuat kekacauan berhasil malah saat ini dipinggir lapangan semua murid tengah menonton aksi Vio,Vee,dan Lily yang membuat kekacauan besar itu.


"Itu Bu,liat sendiri saja" jawab salah satu murid pada Bu Mega yang membuat Bu Mega langsung melihat kearah lapangan basket diikuti kepala sekolah beserta guru-guru yang lainnya.


"Ini" bingung Bu Mega sambil menengok kearah kepala sekolah yang sedang menahan amarahnya.


"APA YANG KALIAN LAKUKAN HAHHH" teriak kepala sekolah kepada Vio dan kedua sahabatnya membuat mereka bertiga melihat kearah kepala sekolah.


"Lah bapak buta apa gimana!Masa gak liat apa yang kita lakuin sih" ujar Vio santai dan jangan sampai kalian meniru ucapan Vio ok.


"Viola mana sopan santun kamu kepada kepala sekolah!" ucap Bu Mega memperingati.


"Lah ucapan saya emang benar kan buk lagian emang Bu Mega juga buta kayak kepala sekolah jadinya gak bisa liat apa yang saya dan kedua sahabatnya saya lakuin" ujar Vio dengan nada meremehkan.


"Kamu" geram Bu Mega tertahan oleh tangan kepala sekolah yang mengisyaratkan untuk tetap diam.


"Fiuh" helaan napas kepala sekolah "KALIAN SEMUA SEGERA PULANG SEKARANG JUGA!!DAN UNTUK VIO,VEE,DAN LILY KALIAN IKUT KERUANGAN SAYA" ujar kepala sekolah dengan berteriak dengan marah kepada semua siswa yang langsung disambut patuh semua siswa yang langsung bubar menuju kelas masing-masing untuk mengambil tas lalu pulang.


Sedangkan Vio dan kedua sahabatnya yang mendengar perintah kepala sekolah untuk mengikuti kepala sekolah keruangan nya langsung patuh dan ikut sambil bertos ria karna berhasil membuat kekacauan yang mereka inginkan.


"Masuk" ucap kepala sekolah,menyuruh Vio dan kedua sahabatnya untuk masuk kedalam ruangan.


"Meskipun kalian berprestasi selama satu tahu bersekolah disini,saya tetap tidak bisa memberikan toleransi terhadap tindakan kalian yang sudah melebihi batas ini!!" jelas kepala sekolah kepada Vio dan dua sahabatnya.


"Jadi..." jeda Vio mengangkat alisnya menunggu ucapan kepala sekolah.


"Baiklah" ujar Vio enteng begitupun dengan kedua sahabatnya.


"Itu saja?" tanya pak kepala sekolah dengan heran.


"Tentu saja hanya itu,memang bapak mau saya dan kedua sahabat saya melakukan apa?" tanya Vio "Mau saya membuat kekacauan yang lebih parah dari ini sebagai kenang-kenangan gitu?" lanjutnya sembari terkekeh diikuti Vee dan Lily.


"Eh tidak-tidak" jawab kepala sekolah dengan cepat.


"Hm kalau begitu kami permisi mau pulang dulu,ah sampai lupa memberi tahu sesuatu Vee saja yang akan memberitahu nya!!" ujar Vio menyuruh Vee memberitahu sesuatu sebelum mereka pulang.


"Oke" sahut Vee "Jadi untuk kepala sekolah yang terhormat,bapak tidak perlu khawatir soal biaya ganti rugi untuk semua kaca yang pecah karna kami akan menyuruh orang untuk mengganti semuanya!" jelas Vee.


"Eh padahal tadi saya akan membicarakan itu kepada orang tua kalian!" ujar kepala sekolah..


"Tidak perlu membahas pembayaran kepada kedua orang tua kami karna kami yang aka bertanggung jawab atas kekacauan yang kami buat!" sahut Lily yang sedari tadi diam.


"Baiklah,terima kasih" ujar kepala sekolah yang membuat Vee dan Lily menatapnya heran sementara Vio mengangkat alisnya.


"Bapak berterimakasih kepada kami karna kami membuat kekacauan?" tanya Vio dengan geli begitupun dengan Vee dan Lily yang sudah terkekeh pelan.


"Ah maksudnya terimakasih karna mau bertanggung jawab hahaha" jawab kepala sekolah dengan tawa garingnya dan menggaruk tengkuknya yang tak gatel.

__ADS_1


"Hm kami permisi dulu!" ujar Vio lalu berlalu keluar diikuti kedua sahabatnya.


"Iyh" sahut kepala sekolah.


Setelah keluar dari ruangan kepala sekolah Vio dan kedua sahabatnya langsung menuju kelas untuk mengambil tas Mereka masing-masing.


"Gila sih tadi seru banget hahaha" ujar Vee sambil tertawa saat mereka sudah masuk kedalam kelas.


"Bener banget" sahut Lily menyetujui.


"Iyh,lain kali kita buat kekacauan lagi pas di sekolah baru hahaha" ucap Vio mengambil tasnya sambil tertawa bersama dengan kedua sahabatnya.


"Yok lah kita pulang" ujar Vee sambil menenteng tas dipundaknya diikuti Vio dan Lily.


Mereka bertiga pun berjalan beriringan sambil membuat lelucon dengan bahasan dari kekacauan yang mereka buat.


"Kita bahas lanjut di GC aja deh" ucap Lily.


"Oke" jawab Vio dan Vee bersamaan.


"Kalau gitu gue duluan yaaa dadah" ujar Vio menaiki motornya tapi sebelum menyalakan motornya Vio membuka kaca helmnya dan melihat ke arah Vee dan Lily yang menatapnya heran karna tidak jadi pergi.


"Kenapa" tanya Vee dan Lily heran.


"Gue salah ucap dadah padahal bukan dadah ehm" jawab Vio berdehem.


"Lalu?" tanya mereka lagi.


"Vee Lily!!" ujar Vio menggantung nama mereka lalu berkata "Tata Titi tutu" sambungnya dengan nada Upin Ipin kemudian tertawa dan menutup kaca helmnya lalu melaju meninggalkan Vee dan Lily yang terbengong karna ulahnya.


"Gila sarap kali tuh anak" ujar Vee heran yang masih didengar Lily.


"Halahhh Lo juga sarap kaliiii!" sahut Lily yang berada disebelah nya


"Lah kok gue sih!!" tanya Vee kesal.


"Lah Lo juga kan sahabatnya si sarap jadi Lo juga sama kayak Vio, sama-sama sarap hahhaha" jawab Lily sambil tertawa terbahak-bahak akibat ucapannya sedangkan Vee langsung mendatarkan wajahnya.


"Sudah?" tanya Vee agar Lily menghentikan tawanya.


"Ehm sudah" Dehem Lily menghentikan tawanya.


Vee yang melihat Lily sudah tidak tertawa lagi langsung mendekat ke telinga lily lalu kemuadian "Kalau gue sarap karna jadi sahabatnya Vio jadi lu itu harus di bilang apa sirip atau surup" bisik Vee ditelinga Lily kemudian menaiki motornya dan melaju sambil tersenyum melihat keterdiaman Lily karna ulahnya.


"Lah jadi gue juga sarap dong kan gue sahabatnya Vio sama Vee,anjirrr" ujar Lily berbicara sendiri sambil mengacak-acak rambutnya "ANJIR VEEE WOYY TUNGGUIN GUEE,ANJIM GUE DITINGGAL LAGI!!" teriak Lily sambil menaiki motornya dan menyusul Vee yang sudah jauh.


🌹**BERSAMBUNG🌹


JANGAN LUPA VOTE DAN KOMEN YAAAA 😌

__ADS_1


TERIMAKASIH DAN SELAMAT MEMBACA NEXT CERITA SELANJUTNYA 😌**


__ADS_2