Gadis Liar

Gadis Liar
21


__ADS_3

Kevin mendekati Adel, berusaha ingin menjelaskan kesalahpahaman itu. Dengan cepat Adel menghentikanya. "STOP Kev.... Berhenti disitu. Jangan pernah mendekati aku lagi Kev."


"Kamu salah paham sayang. Dengerin aku dulu. " Kevin lagi lagi meminta Adel untuk memberinya kesempatan menjelaskan.


"Gak Kev.... Cukup anggap aja kita udah PUTUS Kev. " Rasanya bibir ini kelu mengatakan kalimat putus, bahkan hatinya ikut melara.


Lemas satu kalimat yang membuat Kevin seketika tertunduk didepan wanita yang ia pikir tidak akan pernah mengucapkan kata putus. "Semudah itu kah Ra? "


Air mata Adel sesaat mulai berjatuhan. Membuat keduanya hanya saling diam ditempat. "Jika sesakit itu, haruskah kalimat putus menyakiti kita berdua Ra? "


Air mata Adel bertambah deras, sesak di dada membuat isaknya semakin keras. Kevin mendekat ingin menghapus air mata Adel. Dengan cepat Adel memundurkan dirinya "Pergi dari sini Kev! " usir Adel pada Kevin.


"Dengerin aku dulu Ra. Setelah itu kamu bebas...... "Kalimatnya menggantung terpotong oleh bentakan Adel.


"PERGI kataku Kev..... Pergi.... Pergi dari sini, aku gak mau lihat kamu lagi. " Adel membalikkan wajahnya tak mau menatap Kevin yang saat ini masih setia memandang wajahnya.


"Sia sia membawa Kenan pergi ke Rumah Sakit Jiwa, toh tetap saja hubungan gue dan Adel berakhir tragis seperti ini. " Kevin berjalan keluar dari balkon kamarnya.


Langkahnya berhenti ingin mengucapan sebuah kalimat. "Keluarlah Ra, mommy kamu sangat khawatir, jika putus denganku membuatmu lega, jangan sakiti keluargamu dengan cara membuat mereka cemas. Cukup aku saja yang kamu sakiti. "


"Itu bukan urusanmu. " jelas Adel pada Kevin. Membuat Kevin gemas terhadap gadis ini. "Ingat Ra, aku tidak akan pernah menyerah sampai disini, bagiku kata putus adalah awal dari perjuanganku mendapatkan hatimu. Ingat itu! " Kevin menuruni pepohonan yang menyatu di samping kamar Ara. Rasa kecewa pasti ada tapi kesalah pahaman ini, sepertinya tidak pantas menjadi alasan putus.


Sebelum pergi ia menemui mommy Adel terlebih dulu. "Tant, Kevin mau pamit pulang, sepertinya Ara masih belum mau keluar. Maaf kalau Kevin tidak bisa membawa Ara keluar dari kamarnya. " jelas Kevin kepada mommy Adel.


Keyla menggelengkan kepalanya "Anak tante memang bebal, nanti tante yang bicara padanya. Terimakasih Vin setidaknya kamu sudah berusaha. "


"Sama sama tan, Kevin pamit Assalamualaikum" Kevin mencium pucuk jari mommy Adel. Lalu berjalan keluar dari rumah Adel yang bak istana itu.


*


"Loe ngapain masih disini si Ken? " keluhnya pada Kenan yang sedang asik bermain game di apartemen Kevin. Wajah Kevin ditekuk, tidak ada keceriaan yang terlihat oleh Kenan.


"Gara - gara loe nie.... " Kevin mendesah kesal karna usahanya semuanya gagal. Kenan tertawa melihat Kevin yang pasalnya wajahnya saat ini cemberut.


"Loe diputusin adek gue beneran? " Ledek Kenan pada Kevin. Kevin tidak menjawab, ia membuka jaket dan seragamnya lalu mengganti bajunya. Ia berjalan menuju dapur, namun dapurnya berantakan seperti kapal pecah.


"Loe.... " tunjuk Kevin pada Kenan. "Bener bener kaya benalu. " umpat Kevin pada Kenan, dengan telaten Kevin membersihkan dapurnya, lalu memasak mie untuk dimakan. Kenan hanya memperhatikan Kevin yang sibuk memasak mie.

__ADS_1


"Pulang sana! "Usir Kevin pada Kenan yang siap menyantap mienya. Lalu Kenan mendekati Kevin, ikut menyantap mie yang dimakan Kevin. Bahkan mienya dihabiskan oleh Kenan.


"Sial.... " Kevin mendorong bahu Kenan dari belakang untuk mengeluarkan Kenan dari apartemen, lalu Kenan menahan langkahnya tidak mau pergi dari apartemen Kevin, membuat mereka saling dorong kedepan dan kebelakang.


"Kev.... gue minta maaf" kalimat Kenan sesaat membuat Kevin berhenti mendorong. Ia mencoba menajamkan telinganya, takut takut ia salah dengar apa yang diucapkan oleh Kenan. "Loe bilang apa? " spontan Kevin melepas tanganya dari bahu Kenan.


"Gue minta maaf. "Kenan berbalik lalu memeluk tubuh Kevin. Kevin merasa ada yang aneh dengan sikap Kenan. Lalu menempelkan tanganya di kepala Kenan.


"Waras loe Ken? " Kevin ingin memperjelas perilaku aneh yang dilakukan oleh Kenan. "Jangan jangan loe ketularan gila gara gara ketempelan roh di rumah sakit jiwa. " ledek Kevin yang mengabaikan permintaan maaf Kenan.


"Sialan loe Kev, gue serius" ungkapnya dengan wajah serius. Mereka sadar masih dengan posisi berpelukan. Spontan mereka melepaskan tangan yang sedari tadi merangkul tubuh mereka masing masing.


"Hiiihh najis" ucap mereka kompak. Lalu menjauhkan badanya. "Gak akan gue maafin, sebelum Adel balikan sama gue. " jelas Kevin pada Kenan.


"Ya baiklah, gue pulang. " pamit Kenan pada Kevin. Kenan menyambar buku diari milik Citra lalu bergegas pergi.


"Mau dibawa kemana tuh buku diari? " teriak Kevin pada Kenan. Kenan berbalik mendengar teriakan Kevin, bukunya diperlihatkan pada Kevin. "Loe bilang gue disuruh bawa Adel kesini, wanita bebal kaya dia, gak akan percaya jika ucapan itu tanpa bukti. " jelas Kenan kemudian berlalu meninggalkan apartemen Kevin.


Langkahnya kembali masuk, mengingat ia tidak membawa mobil. "Kev, anterin gue pulang. " pinta Kenan memelas kepada Kevin. Kevin mendesah panjang mendengar permintaan Kenan.


"Ngrepotin aja loe. " keluhnya kemudian menyambar kunci mobil beserta jaketnya. Mereka saling diam di dalam mobil. Bahkan hanya suara deru mesin mobil yang mereka dengar.


Flash Back On


Sepeninggalan Kevin, mereka masih saling diam. Bahkan tidak ada yang membuka percakapan satu pun. Hingga Zela berpamitan kepada Kenan untuk pulang.


"Gue pulang dulu. " Zela beranjak dari duduknya. Rasa malas berada disamping Ken yang sejak kepergian Kevin hanya diam membisu. "Zel tunggu. " namun Zela tetap pergi, bukanya sudah jelas diantara mereka memang mempunyai perasaan yang sama dan diminta untuk saling jujur. Namun Kenan tetap bungkam, dan bahkan tidak ingin repot repot menjelaskanya.


"Zel tunggu. " Kenan beranjak dari duduknya lalu meraih tangan Zela. "Zel sebentar! " pinta Kenan kepada Zela.


"Arion sangat mencintaimu Zel, bahkan sampai saat ini. Dia tidak pernah berhenti mencintaimu " kalimat yang pertama muncul dari bibir Kenan adalah membahas perasaan orang lain. "Dimana hati nurani kamu Ken. " batin Zela kesal kepada Kenan


"Lalu bagimana dengan perasaanmu kepadaku. " Zela mempertanyakan perasaan Kenan padanya. Kenan menggelengkan kepalanya pertanda bahwa ia sudah tidak mencintai Zela.


"Sudah tidak ada perasaan sedikitpun yang tersisa di hatiku untukmu. " Ungkap Kenan pada Zela. Masih saja Kenan bersikeras membohongi dirinya sendiri.


"Bukankah jelas yang diucapkan Kevin, tidakah kamu ingin mencari korban lain seperti Citra jika kamu membohongi dirimu sendiri? "

__ADS_1


"Tidak Zel, dulu aku memang mencintaimu, tapi sekarang, sudah ada orang lain dihatiku. Jadi yang perlu loe tau, Arion masih sangat mencintaimu, dan berhenti berharap padaku, karna hatiku sudah milik orang lain. " sekali lagi Kenan menghancurkan perasaan Zela.


"Baiklah, kalau itu maumu. Aku akan membuka perasaanku untuk Arion, dan aku ingin tau wanita mana yang membuatmu melupakanku. " Zela dengan kesal membanting pintu apartemen Kevin. Lalu pergi meninggalkanya.


Flash Back Of


"Loe masih aja bohongin perasaan loe. Mau berapa wanita lagi yang akan bernasib sama seperti Citra yang akan loe permainin? " Kevin dengan entengnya mengatakan seolah Citra gila akibat perbuatan Kenan.


"Loe nyalahin gue atas inside Citra? " Kenan menatap Kevin yang sedang serius mengemudi.


"Siapa lagi, kalau bukan loe dan Zela. Akar permasalahan nya itu loe, dan penyebab akhirnya tetap saja loe dan Zela. Jadi loe masih mau sia siain Zela setelah apa yang sudah terjadi? Mikir Ken! " jelas Kevin panjang lebar.


"Loe tau sendiri gue masih suka sama Asha. " sesaat Kevin teringat pada Asha. Memang Kenan sangat memanjakan Asha, gadis yang selama 1 tahun ini menyandang kekasih Kenan. Namun Asha adalah wanita ular bagi Kevin. Karna perilakunya yang memang tidak bisa ditoleransi.


"Terserah loe lah, sebagai teman, gue udah nasehatin loe, untuk tidak mengulang kesalahan yang sama. Jika ini pilihan loe, gue bisa apa. " ungkapnya kesal.


"Loe anggap gue temen Kev? " tawanya seketika pecah mendengar Kevin menyebutnya teman.


"Terserah loe lah, turun loe. " Kevin tambah kesal pada Kenan yang mengganti topik pembicaraan.


"Yaa yaa yaa gue turun. " Kenan membuka pintu mobilnya. Lalu mendekat ke jendela mobil Kevin. "Yakin gak pengin ketemu adek gue yang cantik jelita? " goda Kenan pada Kevin.


"Pastiin aja gue kesini dia udah mau balikan ama gue. " Kevin mengancam Kenan untuk membujuk Adel menerima perasaan Kevin kembali. Kenan memberikan hormat pada Kevin.


"Siap bosku laksanakan. " hangatnya melihat Kenan dan Kevin akur kembali. Entah berapa lama kesalahpahaman itu membuat sosok Kenan dan Kevin tidak ada tutur kata.


Sesampainya di kamar adeknya, Kenan mengetok pintu kamar sang adik kecil. "Araaa.... Ara sayang" Kenan masuk lalu berjalan mendekati Adel. "Ra.... " sapa abangnya yang kemudian duduk di samping adeknya.


"Abang mau lurusin sesuatu sama kamu. " Kenan menepuk punggung adeknya yang saat ini sedang menonton Tv di kamarnya.


"Dibayar berapa abang sama Kevin sampai abang mau menjilat ucapan abang kemarin. " Kenan menelan ludahnya. Bahasanya sangat kasar, membuat Kenan kekurangan nyali untuk meluruskan permasalahan yang sudah ia buat.


Apa boleh buat, Kenan sudah sangat merasa bersalah karna ucapanya kemarin membuat adeknya dan sahabatnya putus cinta. Sahabat, semenjak permasalahan itu lurus, bagi Kenan Kevin kembali menjadi sahabatnya.


"Kevin gak salah Ra" bela Kenan pada Kevin. Adel tetap fokus pada layar datar yang sedang menampilkan film kartun tom dan jerry


"Ra, Ra dengerin abang si, abang baru tau kalau Citra gak meninggal, dan bukan Kevin yang menghamili Citra. " Adel membelalakkan matanya menatap Kenan dengan marah.

__ADS_1


"Maksud abang, semua yang dikatakan abang salah? " Syok, jelas saja syok, Kenan seperti orang kesetanan kemarin memastikan Adel membenci Kevin sebenci bencinya, dan fiks, semua itu sudah membuat Adel mematahkan hatinya dan hati Kevin. Bahkan ia sudah memutuskan hubunganya dengan Kevin.


__ADS_2