
"Jangan pernah merahasiakan apapun dariku lagi Ra! " pinta Kevin tulus kepada Adel. Adel hanya menjawab dengan anggukan kepala.
"Aku berjanji Kev, aku minta maaf karna telah membohongimu menyakitimu, meninggalkanmu dalam waktu yang sangat lama. " ucapnya tulus minta maaf.
"Sudah aku maafkan. " mereka kembali mengukir senyum indah di bibirnya. "Bersediakah kamu menerima pernikahan ini Ra? " Adel menggelengkan kepalanya kepada Kevin. Alisnya ia tautkan menandakan ia tak percaya dengan jawaban Adel yang saat ini tersenyum padanya.
"Aku ingin menolakmu, tapi hati ini tidak bisa." Senyum jailnya ia perlihatkan kepada Kevin. Dengan sigap Kevin memapah Adel menuju apartemenya. Sudah takdirnya mereka bersama buktinya setelah 8 tahun mereka dipertemukan kembali, dan nasi sudah menjadi bubur, secara negara pernikahan itu sah, dan apapun yang akan terjadi Adel bertekad menghadapinya bersama Kevin.
"Dasar nakal. " ucap Kevin yang menghamburkan ciumanya di pipi Adel. Ditatapnya mata hazel milik Kevin yang membuat Adel selama ini tak bisa berpindah kelain hati. Begitu juga dengan Kevin yang sampai detik ini hanya namanya yang tersebut dalam hatinya.
Kevin memeluk Adel yang tidur membelakangi Kevin. "Ra I love you. " ucap Kevin yang berbisik ditelinga Adel, swrta tanganya merengkuh Adel.
"Apa aku perlu menjawabnya? "Ucap Adel menggoda Kevin. Dibalikanya pundak Adel sehingga mata mereka saling bertemu dengan mata Kevin. Lengan kekarnya ia cengkeramkan di pergelangan kecil milik Adel, " jangan menantangku Ra, kamu akan menyesal jika bermain main denganku. " ungkap Kevin yang tanpa sadar bibirnya berpaut mesra memberikan sensasi hangat dan nafas menyisir kulit wajahnya.
Adel menyesap bibir Kevin dan Kevin pun melakukan hal demikian, gigitan gigitan kecil membuat bibir Adel terbuka. "Ughhh" leguhan leguhan yang terdengar di telinga Kevin, tidak ada yang terlewat, bahkan setiap jengkal leher Adel penuh dengan tanda kepemilikanya.
"Ra, bolehkah? " kalimat ini bahkan sering terucap sejak mereka duduk dibangku SMA. Untung saja masih bisa mengontrol, mengingat sekarang hubunganya telah sah, apapun jawabanya Kevin tetap meminta haknya. Adel menyimpulkan senyumnya, ia membuka kancing baju milik Kevin lalu menyusupkan tanganya di kemejanya.
Tidak perlu jawaban, hanya dengan melihat Adel lebih berinisiatif, ia membalas hal yang sama. "Ughhh" leguhanya membuat Kevin tersenyum bahagia.
"Ini apa? " tanyanya polos kepada Kevin sambil merasakan ada sesuatu yang berbeda.
"Jangan pura pura bodoh Ra, nilai anatomimu sangat tinggi, mustahil kamu tidak mempelajari bagian ini" Kevin dengan sengaja menggigit dagu Adel yang baginya sangat menggoda "Kev.... " Teriaknya membuat Kevin menatapnya dan mendaratkan ciumanya kembali.
"Ra i love you. " ucap Kevin kemudian membungkam bibir Adel lagi dengan kecupan. Juniornya dipimpin menerobos memasuki kepemilikan Adel. "Ahhh... Kev sak... " bibirnya terbungkam oleh tautan bibir Kevin. Dengan 3 kali hentakan Kevin berhasil menerobos masuk. Ada sedikit air mata yang mengumpul di pelupuk matanya.
Adel menatap wajah Kevin yang masih terbaring lemas diatas tubuhnya. Setelah itu Kevin menyudahinya. Ia tidak tega melihat gadisnya merasa kesakitan.
"Ra... masih sakit? " Adel mengangguk dan tersenyum. Rasa sakit yang membahagiakan, itu bukan sakit melainkan kebahagiaan yang ia jaga demi suaminya.
"Sedikit, kenapa? Mau lagi?" Tawarnya kepada Kevin.
"Tidak, kasian kamu. " jawab Kevin yang kemudian menjatuhkan tubuhnya disamping Adel. Adel terkekeh mendengar jawaban Kevin. Bagi Adel kekasihnya sangat lembut memperlakukanya.
"Aku akan menyiapkan air hangat. " ucapnya yang kemudian menegakkan tubuhnya lalu berjalan menuju kamar mandi hanya dengan boxer sexinya. Menambah nilai plus karena tubuhnya terlukis indah bagi Adel.
__ADS_1
Setelah mandi Kevin membelikan bubur kepada Adel. "Memangnya aku sakit? " Kevin menggeleng lalu menyuapkan makananya ke mulut Adel. "Aktivitas hubungan suami istri akan menurunkan imun ketika mereka melakukanya pertama kali. " Itulah kenapa seorang yang akan menikah harus diberikan imunisasi. Adel menganggukan kepalanya mendengar penjelasan dari suamuinya.
Setelah selesai makan barulah Kevin memberikan antibiotik dan antinyeri dosis ringan. "Kamu lebai banget Kev, bahkan orang di Amerika setiap hari melakukan hubungan suami istri tanpa meminum antibiotik. " ungkap Adel heran kepada Kevin.
"Jawabanya tergantung lelaki mana yang menidurinya. Kalau wanita seistimewa kamu memang pantas diperlakukan seperti ini. " jelasnya memainkan alisnya kepada Adel. "Ishh... dasar gombal kamu. " tegur Adel pada Kevin.
"Ra selama 8 tahun di Amerika tidakkah kamu tertarik terhadap lelaki lain? " Adel memggeleng. Apa yang ia cari, hanya memperhatikan penyakitnya sekolahnya anak Ayra dan Ayra, itu sudah sangat menyibukkan.
"Aku menyesal telah menjudgemu sesuka hati ketika kamu memutuskanku. "Adel hanya menganggukan kepalanya. Rasanya hatinya ikut sakit mengingat Kevin yang berpura pura tak mengenalinya.
"Kenapa kamu pura pura tak mengenalku sewaktu kita pertama kali bertemu di rumah sakit? " Tanya Adel tampak ingin tau.
"Karna aku pikir kamu juga akan melakukan hal demikian. " jawabnya kaku.
"Mau sampai kapan rencanamu pura pura lupa padaku? " Adel tampak ingin tau
"Siapa yang pura pura, jelas tatapan mataku kepadamu penuh dengan kebencian. Apalagi ketika kamu masih dengan lengketnya bersama Saka. " ungkap Kevin yang mengatakan bahwa ia sangat cemburu ketika Adel bersama Saka.
"Perasaan tidak bisa dipaksakan, walaupun jujur aku kasian sama Saka dan merasa bersalah. " Sesal Adel karna ia tega meninggalkan Saka.
"Sebenarnya ia, saya sangat menyesal. "Godanya kepada Kevin, membuat Kevin memanyunkan bibirnya.
"Ya ampun becanda sayang. " Adel mendaratkan ciumanya di pipi Kevin.
"Jangan suka menggodaku Ra, atau... " pintanya
"Apa...? "
"Tidak ada.... "
Lama mereka mencurahkan kasih sayang, rindu dan ceritanya, hingga waktu menunjukan pukul 19.00. "Kita harus membeli keperluan kita Ra. " ucap Kevin. Adel hanya mengiyakan keinginan Kevin.
Mereka menuju mall besar yang ada di Bali. Sebenarnya mengingat kota Bali adalah kota dimana eyangnya tinggal, sayangnya Adel tidak berani berkunjung mengingat sekarang Adel sedang gempar gemparnya dicari karna dilaporkan hilang, atau kabur dari pernikahan.
"Uangnya kenapa kes semua Kev? " tanya Adel heran. Kevin mengingatkan kembali bahwa posisi mereka saat ini kabir, sudah pasti atm mereka akan dibekukan.
__ADS_1
"Karna kita tak mungkin memakai ATM, atm kita pasti sudah dibekukan, dan kalau mereka tau kita disini, hidup kita tidak akan tenang Ra" Adel mengangguk, ia mengeluarkan 3 Atm yang tidak ada satu orang pun yang tau karna uang itu berasal dari balapanya.
"Jangan dipakai Ra, aku tidak mau kita akan terpisah lagi. " ungak Kevin khawatir.
"Atm ini miliku, tidak ada yang tau, karna tidak pernah mengirim atau dikirim uang dari daddy di rekening ini. " jelas Adel meyakinkan Kevin.
"Uang yang kamu peroleh dari balapan? " Adel mengembangkan senyunya. Setelah berputar putar cukup lama mereka kembali ke apartemen. Lelah satu kata yang ia rasakan 1x 24 jam Kevin tidak tenang karna Adel.
*
Saka berjalan menuju rumah Adel. Rumah yang penuh dekor sudah bersih kembali, tidak ada sisa bunga di rumahnya. Sepi sangat sepi rumah ini tanpa adanya Adel. Bahkan setelah Adel meninggalkanya.
Tok
Tok
Tok
Assalamualaikum
Seorang Art yang mengenal baik Saka membukakan pintu dan menyuruhnya masuk. "Waalaikumsalam den Saka mari masuk. "Pinta Art tersebut. Saka melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah tersebut. Ada Arion, Ayra, Derrick, Kenan dan Zella yang sedang berkumpul di ruang tamu. "Saka... " sapa Kenan. Ia heran terhadap sahabatnya sudah sejauh itu Adel menyakitinya Saka masih mau datang repot repot ke rumahnya.
"Ken, Ar, .... "Sapa balik Saka. Lalu Saka menjatuhkam badanya di sofa ruang keluarga. Kenan menatap iba wajah sahabatnya itu yang gagal menjadi ipar.
"Sak ada apa? " tanya Arion santun.
"Ada kabar dari Ara? " mereka menggeleng, bahkan saat ini Saka ikut panik melihat Adel belum kembali. Kenan memberanikan diri menceritakan bahwa Adel pergi bersama Kevin.
"Dia berasama Kevin. " jelas singkat Arion kepada Saka. Betapa sakitnya Saka mendengar jawaban itu. Bahkan setelah Adel mengatakan bahwa ia tidak berniat mengambil jalan untuk menggagalkan pernikahanya, kini malah ia kabur bersama Kevin.
"Syukurlah kalau dia bersama Kevin. " ucap Saka tanpa ada rasa sakit dari bibirnya. Lain dengan hatinya, remuk tak bersisa. "Gue mau pamit Ar, Ken. " ucapnya mengakhiri percakapanya.
"Kemana Sak? "Kenan tampak penasaran kemana Saka akan pergi, apa ia kembali lagi melanjutkan pertunanganya yang sempat tersinggung tadi pagi oleh ibundanya.
"Ke Singapure. "
__ADS_1
"Apa kamu akan menikah dengan wanita yang pernah dijodohkan denganmu lagi seperti yang ibundamu katakan tadi Sak? "