Gadis Liar

Gadis Liar
Hutan Pribadi


__ADS_3

Setelah meninggalkan Vee dan Lily yang tengah bengong disekolah tadi,Vio saat ini masih dalam perjalanan pulang kerumahnya.


Karena terlalu malas menunggu kalau sedang lampu merah dan juga jalan disiang hari ini sangat pada penggunanya yang menyebabkan macet Vio lebih memilih mengambil jalan pintas melewati hutan Pribadi milik keluarga Axelino.


Sebenarnya tanpa izin dari pemilik hutan, orang-orang tidak bisa seenaknya masuk hm lebih tepatnya saat ini Vio adalah orang pertama yang berani datang dan ingin melewatinya.


Meski Vio bisa saja mengambil jalan pintas lain,tapi entah kenapa dia ingin mencoba melewati hutan Pribadi itu padahal sebenarnya Vio merasa sedikit was-was tapi bukan was-was karena takut pemilih hutan tau dia melewati hutan tanpa izin tapi was-was akan adanya hantu yang bisa saja tiba-tiba mengagetkannya,soalnya hutan ini sangat sepi dan terlihat suram seperti tidak ada kehidupan sama sekali didalamnya.


"Haisss nih hutan serem banget njirrr" ujar Vio berbisik pelan yang hanya dapat didengar oleh dirinya sendiri "Eh eh eh kenapa nih motor!!Anjirr kenapa bisa mogok!!Huaaaaaaa gimana nih?!!!" rengek Vio disaat tau motornya mogok tepat di tengah-tengah jalan dalam hutan.


Vio tidak tau saja kalau saat ini keamanan dalam hutan tengah kacau karena ulahnya yang membuat anak buah dari pemilik hutan memberitahukan masalah ini kepada pemiliknya.


"Permisi saya ingin melaporkan sesuatu kepada tuan muda!" ujar anak buah yang bernama Tristan itu dengan nada hormatnya kepada sekretaris sekaligus teman tuan mudanya yakni Andre.


"Hm masuk saja Tristan, lain kali lu gak perlu pake nada hormat gitu kalau ke gue haisss Sans aja kali!!" ucap Andre yang langsung di angguki sopan oleh Tristan yang membuat Andre yang melihatnya hanya menghela nafas karena kesopanan Tristan yang sudah dianggap saudara sendiri itu.


"Ada apa?" tanya bara dengan suara dingin dan wajah datarnya kepada Tristan yang baru masuk.Yapss bara adalah tuan muda yang dimaksud oleh Tristan.


"Saya ingin melapor kepada tuan muda kalau hutan ini baru saja dimasuki seorang penyusup!!" jelas Tristan dengan hormat.


"Lalu?" tanya bara lagi dengan nada dinginnya sambil mengangkat sebelah alisnya tanpa rasa minat.


"Ini umm" jeda Tristan gugup "Sebenarnya saya tidak tahu apakah penyusup ini bisa dianggap menyusui atau tidak?!!" lanjutnya.


"Maksudmu?" tanya bara lagi masih dengan muka datarnya.


"Mari ikut saya ke ruang CCTV tuan muda" pinta trista mempersilahkan bara keluar terlebih dahulu menuju ke arah tempat CCTV berada agar lebih jelas menjelaskan tentang penyusup tersebut.


"Hm" ujar bara lalu melangkah keluar di ikuti Andre dan Tristan yang berada di belakangnya.


Setelah sampai di ruangan CCTV Tristan langsung memperlihatkan aktivitas dari orang yang katanya penyusup itu .


"Lihatlah tuan muda" ujar Tristan yang membuat bara langsung melihat kearah CCTV yang menampilkan orang yang katanya penyusup itu.


Sambil memperhatikan CCTV itu Bara dapat mendengar apa yang dikatakan orang itu yang terlihat memarahi motornya sambil membuka helm dan memperlihatkan wajah seorang gadis yang tentu sangat dikenali Bara.


"Aisss ini karna kamu yaa red!!" ujar Vio memarahi motornya "Seharusnya kamu itu mogok nya disaat kita sudah sampai rumah,bukanya malah ditengah jalan hutan ini!Halahhh kamu ini minumnya pasti banyak banget Sampe-sampe bensinnya cepat habis!!" geramnya.


Vio terus menggerutu dan memarahi motornya seperti seorang ibu yang sedang memarahi anaknya.Vio terus menyalahkan motornya tanpa tahu di CCTV seberang sana orang-orang tengah memperhatikannya.


Saat ini diruang CCTV Bara tengah terkekeh mendengar gerutuan Vio yang tengah memarahi motornya,Sedangkan Andre dan Tristan yang mendengar bara terkekeh merasa merinding dan mengira kalau bara pasti marah karna ada penyusup yang berani masuk ke hutan miliknya.


"Tuan muda tenangkan diri anda dan jangan terpancing emosi" ujar Tristan yang sudah berkeringat dingin karna melihat bara terkekeh dan mereka malah mengira bara tengah emosi😂.


"Benar apa kata Tristan tuan muda,jangan sampai tuan muda marah biar saya dan Tristan saja yang akan menangani penyusup itu!" sahut Ander menyetujui perkataan Tristan.


Sedangkan bara yang tadinya terkekeh sambil melihat kearah CCTV yang menampilkan Vio langsung saja mengubah kembali wajahnya menjadi datar dan kemudian menatap tajam kearah Andre dan Tristan.


Melihat tatapan tajam dari Bara,Andre dan Tristan langsung saling pandang seolah berbicara lewat pandangan mata dan berkata Apa aku mengucapkan sesuatu yang salah?.

__ADS_1


"Tuan muda?" tanya Andre dan Tristan gugup.


"Bantu gadis itu!" ujar bara datar pada Andre dan Tristan.


"Maksud tuan muda?" tanya Tristan dengan heran,sedangkan Andre yang mengerti ucapan bara langsung melongo.


"Ck,jangan membuat saya mengulangi perkataan saya!!" ujar Bara dengan tatapan tajamnya.


"Ah eh siap tuan muda saya akan laksanakan!" sahut Andre yang sudah tersadar dan dengan cepat menjawab.


"Hm" balas Bara berdehem lalu kembali keruangannya meninggalkan Tristan yang tidak mengerti dan Andre yang masih memiliki banyak pertanyaan dibenaknya.


"Ini!!" ujar Tristan bingung dan kemudian melihat kearah Andre "Maksud tuan muda apa ya??" tanyanya.


"Kita disuruh membantu gadis itu!!" jawab Andre mengatasi kebingungan Tristan.


"Lah sejak kapan tuan muda peduli sama perempuan selain nyonya?" tanya Tristan lagi dengan heran.


"Ya sejak tadi lah lu gak liat apa?!!" ujar Andre memutar bola matanya dengan malas.


"Eh iyh ya hehehe" cetuk Tristan dan terkekeh garing.


"Sudahlah jangan dibahas lagi!!Sekarang lu samperin tuh cewek dan bantu mengisi bensinnya!!Kayaknya tuh cewek kehabisan bensin!" ujar Andre memerintah Tristan.


"Baiklah saya pergi dulu" sahut Tristan lalu keluar dari ruangan CCTV dan pergi untuk membantu Vio.


"Hm" Dehem Andre sebagai balasan dan ikut keluar dari ruangan CCTV menuju keruangan Bara.


"Ini kok bikin bingung yaa" ujar Vio sambil berpikir dan melihat kearah ponselnya "Umm sinyal di ponselnya terlihat baik-baik saja dan malah sinyalnya sangat penuh!!tapi kok saat mencoba menelpon malah kayak terhalang!!hadehhh bikin bingung aja sihh" gerutu Vio.


"Permisi nona muda" sapa Tristan saat sudah berada didepan Vio diikuti oleh dua anak buah dibelakang yang tengah membawa bensin.


"Astagfirullah setannn" ujar Vio setengah berteriak karna kaget.


"Maaf karna mengagetkan anda nona" ucap Tristan dengan nada sopannya dan kepala menunduk.


"Anjayyy ngapain nunduk woyy!!" ujar Vio yang tidak suka melihat orang menunduk padanya apalagi dengan nada sopan padahal orang itu tak berbuat salah.


"Eh maaf nona" ucap Tristan lagi tapi dengan masih menunduk kepala begitu pun dengan dua orang dibelakangnya.


"Haisss k.a.l.i.a.n huh" ujar Vio geram lalu menghela nafasnya "Ada apa?" tanya Vio.


"Kami membawa bensin untuk anda nona!" jawab Tristan seraya melambaikan tangannya agar dua orang dibelakangnya maju dengan membawa bensin itu.


"Lahh siapa yang nyuruh??" tanya Vio heran "Padahal gue gak pernah tuh telepon orang buat suruh bawa bensin!" ujarnya.


"Kami disuruh tuan muda nona!" jawab Tristan


"Hah,tuan muda siapa?" tanya Vio lagi "Gak mungkin kalau Abang yang nyuruh kan" ujar Vio dengan nada pelan.

__ADS_1


"Itu umm" bingung Tristan karna tidak tau harus menjawab apa karna tadi tuan mudanya tidak memberitahu apakah harus memberitahu pada nona ini nama tuan mudanya atau tidak.


"Halahhhh itu aja gak bisa jawab!" ujar Vio memutar bola matanya dengan malas "Kalau gitu cepet gih masukin bensinnya ke motor nih kuncinya lu buka sendiri!" lanjut Vio dengan nada memerintah miliknya tanpa tau malu karna menyuruh orang gitu aja🙄.


"Baik" sahut Tristan melaksanakan perintah Vio untuk memasukan bensin kedalam tangki motor diikuti bantuan kedua anak buahnya.


Setelah selesai Tristan langsung memberikan kembali kunci motor kepada Vio.


"Ini nona" ujar Tristan memberikan kunci motor itu yang langsung diterima oleh Vio.


"Hm Makasih yaaa karna sudah membantu!" ucap Vio dengan nada sopannya karna melihat perbuatan Tristan dengan tulus meski sudah di ketusin olehnya.


"Eh tidak perlu sopan nona,saya hanya melaksanakan perintah dari tuan muda!" ujar Tristan dengan cepat.


"Haisss kamu ini!!" tegur Vio memutar bola matanya dengan malas "Gue bilang makasih ya buat elu sama dua temen lu yaaa bukan buat tuan muda lu!" lanjut Vio.


"Ha" ucap Tristan melongo heran begitupun dengan kedua anak buahnya.


"Huh dasar lembek,Maksud gue ucapan terima kasih gue berikan kepada kalian tapi bukan untuk tuan muda kalian,karna yang bawa bensin itu kalian bukan tuan muda kalian jadi gue ucapin Terimakasih sekali lagi " ujar Vio menjelaskan dengan sabar.


"Ini umm" ucap Tristan bingung sambil saling pandang dengan dua anak buahnya.


"Sudahlah pusing gue bicara sama lu,mana gue dari tadi laper banget hadehhh udah sore juga!!Gue cabut dulu bay" ujar Vio males lalu melajukan motornya dan melanjutkan perjalanannya yang tertunda untuk pulang kerumah.


Masih dengan bingung Tristan dan kedua anak buahnya langsung kembali kedalam markas yang berada di tengah hutan itu yang padahal lebih bisa dikatakan vila tengah hutan.


"Permisi" sapa Tristan pada Andre.


"Hm ayo masuk saja,bareng gue sekalian" ujar Andre lalu masuk bersama Tristan kedalam ruangan Bara.


"Bagaimana?" tanya Bara masih dengan wajah khas nya yakni datar.


"Itu tuan muda umm" ucap Tristan dengan gugup dan juga masih bingung dengan apa yang akan dia jelaskan.


"Jelaskan!" ujar Bara memerintah.


"Tadi saya sudah membantu nona muda mengisi bensin motornya lalu nona muda itu mengucapkan terimakasih,tapi saya heran karna nona muda itu bilang kalau ucapan terimakasih yang di ucapkan nona muda untuk saya dan kedua bawahan saya dan bukan untuk tuan muda!" ucap Tristan menjelaskan dengan polosnya membuat bara terkekeh sedangkan Andre melotot tak percaya.


"Apa kenapa dia tidak berterimakasih pada tuan muda?!Bukankah tuan muda yang memberi perintah untuk membantunya" sahut Andre dengan nada tidak terimanya.


"Sudah Andre,apa masih ada lagi?" tanya bara tidak sedatar tadi.


"Itu saja tuan muda" ujar Tristan sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatel.


"Baiklah kalian boleh keluar" perintah Bara yang langsung dilaksanakan oleh Andre dan Tristan yang kini keluar dari ruangan meninggalkan bara yang masih memikirkan Vio yang menurutnya lucu itu.


**🌹BERSAMBUNG🌹


JANGAN LUPA VOTE DAN KOMEN YAAAA 😌

__ADS_1


TERIMAKASIH 😘**


__ADS_2