
"Lalu kita akan kemana? " tanya Adel penasaran. Benar kata Kevin, jika ia ke luar negeri, sudah pasti akan sangat mudah ditemukan, tapi kalau di Indonesia mereka tidak akan berfikir untuk mencarinya.
"Jogja. " jawabnya santai sambil menarik koper Adel menuju taxi online yang sudah dipesan. 30 menit mereka sampai di bandara. Mobil Kenan keluar dari bandara menuju alamat yang sempat disebutkan Arion, sedangkan taxi online yang dipesan Adel masuk menuju lobi di bandara.
Setelah 30 menit mereka sampai di apartemen Kevin dan Adel yang sempat mereka sewa. Kenan meminta bawahanya untuk mengecek apartemen tersebut, sayangnya tidak ada orang disana. "Tidak ada orang bos. " jelas pengawal yang sedari tadi mengikuti Kenan.
Kenan memperhatikan keadaan apartemen tersebut, sepertinya belum lama pemilik apartemen ini meninggalkanya. "Tempat sampahnya saja masih baru, dan sepertinya keadaanya cukup bersih menandakan bahwa sebelumnya ada yang tinggal disini.
"Aden, ada yang bisa saya bantu? " tanya seorang perempuan paruh baya dengan nada sopan dan santun. Kenan menatap wanita tersebut dengan penuh harap, berharap dapat mengorek informasi dari wanita tersebut.
"Maaf bu, apa akhir akhir ini ada yang tinggal diapartemen ini? " Tanya Kenan tak kalah santunya. Ibu itu tampak memperhatikan lelaki itu, pasalnya wajahnya sedikit mirip dengan perempuan yang tinggal disini.
"Ya tuan kemarin memang ada, tapi belum lama, paling 1 jam yang lalu mereka pergi membawa koper. " jelas ibu tersebut yang masih meneliti wajah Kenan dan Adel yang mirip. "Mmmm wajahnya hampir mirip seperti tuan. " Kenan menatap wajah ibu tersebut, lalu mengeluarkan sebuah foto adiknya kepada ibu tersebut. "Ya benar tuan, gadis ini yang tinggal disini. "
"Maaf bu, apa dia bersama seorang laki - laki? " tanya Kenan penasaran, ia yakin adiknya pergi bersama Kevin, dan benar saja ibu tersebut mengiyakan pertanyaan Kenan."Kira kira, kemana mereka pergi bu? " ibu tersebut menggelengkan kepalanya, tanda ia tak mengerti.
Kenan memutar kemudinya menuju bandara, bahkan ia melacak kepergian adiknya itu. Sayangnya tidak ada riwayat penerbangan Adel dan Kevin, entah dihapus atau meminta seorang hacker terkenal untuk menutup riwayat perjalananya.
Hanya ada data tulisan, dan itu menunjukan kepergianya ke luar negeri. Ya akhirnya Kenan menemukan tujuan Adel dan Kevin, sayangnya itu hanyalah tujuan palsunya, ia mengubah pemberangkatanya, dan hanya meminta seseorang untuk mengurusnya.
*
"Kita kemana? " Adel lagi lagi menanyakan tujuanya. Kevin memesan taxi online dan menuju tempat gunung merapi tepatnya desa Sleman. Yah lumayan jauh dari kota, dibawah kaki gunung Merapi. Daerahnya sejuk, air nya jernih, dingin, keadaanya sangat Asri.
Sesampainya di rumah yang bisa dibilang sederhana, mereka masuk ke dalam. "Bagaimana kamu suka? " tanya Kevin kepada Adel, karna rumah yang mereka sewa sangat sederhana, jauh dari kata elit. Adel dengan cepat menggelengkan kepalanya.
"Bersamamu bahkan hidup dirumah kardus aku rela dan akan berjuang bersama." Kevin merasa geli mendengar Adel yang alay. Bagaimana tidak, karakter Adel yang angkuh, sombong, dan ugal bisa sealai ini. "Kenapa dengan senyummu? "Kevin menggelengkan kepalanya, lalu menatap istrinya dengan penuh sayang.
"Gadis seperti kamu mengatakan hal alai seperti tadi rasanya aneh." Adel menarik ujung bibirnya dengan senyum tipisnya. Lalu menangkupkan kedua tanganya di wajah Kevin.
"Karna kamu adalah hal terindah yang aku miliki saat ini, dan karna hatiku sudah ditakhlukan olehmu. Bahkan saat ini aku sudah menjadi milikmu." jawabnya dengan mantap, seolah hidupnya seserius ini. Kevin kembali memeluk erat tubuh istrinya.
"Kamu tinggalah di rumah, besok aku ada interview di rumah sakit Ra." jelasnya mengingat ia meminta kepada temanya untuk mencarikan pekerjaan baru di daerah Jogja.
"Kapan melamarnya, kenapa aku tidak tau kamu sudah melamar pekerjaan?" Adel tersenyum melihat kegigihan Kevin. Padahal baru 1 hari mereka libur, masih ingin rasanya bermanja manjaan dengan Kevin. Tapi ia sudah meminta temanya untuk mencarikan pekerjaan.
"Nanti disana banyak wanita cantik yang tertarik sama kamu." goda Adel pada Kevin, yah Adel akui ketampanan Kevin diatas rata - rata, wajar saja ia khawatir suaminya dilirik wanita lain.
__ADS_1
"Aku beru melihat sisi lembut mu selama hampir 11 tahun kita bersama Ra, dan aku menyukai kamu yang seperti ini" Bahkan ketika Kevin berpacaran dengan Adel, Kevin lah yang sering cemburu melihat kedekatanya dengan lelaki lain. Mulai dari kedua abangnya, Saka dan banyak laki laki lain disisinya yang selalu membuat Kevin memata matai Adel dan bersikap protektif.
Mata Adel melirik Kevin yang sedari tadi menatapnya dengan rasa sayang. "Dulu memang aku kenapa? " tanyanya, kali ini ia ingin lebih terbuka apalagi dengan tambatan hatinya.
"Dulu kamu itu wanita yang cuek, bahkan aku belum pernah mendengar ungkapan perasaanmu padaku." Adel terkekeh dengan jawaban Kevin. Ya memang benar dulu sewaktu masa berpacaran, Adel tidak pernah mengungkapkan rasa cinta, dan sayangnya kepada Kevin.
Ingin rasanya Adel tertawa lepas, melihat ungkapan Kevin, ia tau betapa besar rasa sayang lelaki didepanya kepada Adel, bahkan sampai nekad menculiknya dan menikahinya.
"Bukankah jelas bahwa aku hanya mencintai kamu seorang." ungkapnya yang kemudian merengkuhkan tanganya melingkar di tubuh Kevin, kepalanya ia letakkan di dadanya, sehingga dengan jelas suara degupan jantung Kevin menjadi melodi di telinganya.
"Bagaimana kabar Saka? " Adel terdiam mendengar pertanyaan Kevin mengenai Saka. Begitu dalam ia melukai lelaki itu, lelaki yang sangat baik baginya. Air matanya mengalir begitu saja membuat Kevin menatap wajah istrinya itu. "Ra kamu kenapa."
Adel menceritakan kejadian kemarin, dimana ia bertemu dengan Saka namun ia tak menyapanya. "Begitu banyak luka yang aku berikan kepadanya Kev." Kevin mengusap kepala Adel, berusaha menenangkanya.
"Dia memang lelaki yang baik Ra, bahkan aku saja tak akan bisa melakukan apa yang ia lakukan kepadamu, dan semoga Saka akan mendapatkan wanita yang jauh lebih baik." ungkap Kevin benar adanya bahwa Saka memang sangat mencintai Adel dan tanpa pamrih memberikan pertolongan itu.
"dr. Gean juga sangat baik, bahkan dia mengijinkan Saka untuk mengejar cintanya." Kevin tidak mengerti arah pembicaraan Adel. Kemudian Adel menceritakan kepada Kevin.
Flash Back On
"Dokter Gean sudah menikah? " tanyanya kepada dr. Gean setelah dr. Gean mendengarkan cerita Adel sewaktu Adel menceritakan kisahnya.
"Ragu.....?" Seorang gadis yang alim, cantik, dan sudah jelas dapat menjaga martabatnya, apa yang membuatnya Ragu, laki laki itu benar - benar bodoh fikiranya. Tidak taukah bahwa lelaki yang bodoh itu pergi karna mengejar cinta Adel.
"Ya, saya membatalkan pertunangan dan memintanya untuk mengejar cintanya, cinta sejak SMA yang tidak pernah terungkapkan, sayangnya gadis tersebut tidak menyukai calon suami saya. Gadis itu hanya membutuhkanya ketika sedih."
"Jahat sekali gadis itu. " ucap Adel menjudge wanita yang hanya memanfaatkan seorang lelaki. Padahal gadis itu adalah Adel sendiri.
"Dan dokter masih mau menerima calon suami dokter kembali. " Gean menganggukan kepalanya.
"Dia lelaki yang baik, dan dari keturunan baik baik. Mungkin Alloh memberikan jalan berliku kepada takdir jodohku." jelasnya dengan senyum yang tenang, bahkan tidak ada rasa sedih ketika menceritakan bahwa calon suaminya mencintai orang lain.
Flash Back Of
"Kamu tau dr. Gean sangat lembut, cantik, dan aku jamin lelaki manapun akan suka kepadanya ketika melihatnya. " yah Adel menyamaratakan semua laki laki akan menyukai dr. Gean.
"Kecuali aku. " jelasnya membuat Adel menaikkan alisnya, dan tertawa mendengar ucapan Kevin. "Dihatiku hanya kamu Ra, sampai kapanpun. " Adel menganggukan kepalanya, percaya dengan ucapanya.
__ADS_1
"Akupun begitu. "
"Aku tidak percaya buktinya kamu kemarin akan menikah dengan Saka, dan meninggalkanku. " Kevin meragukan penuturan Adel, bahwasanya ia mau menikah dengan orang lain.
"Bukanya kamu juga tunangan dengan orang lain ketika tak bersamaku." Ya Kevin kalah ketika dibalikkan dengan kata katanya.
"Terpaksa.... " jawab Kevin enteng.
"Kalau gitu aku juga terpaksa." Ucap Adel yang ikut menjawab dan meyakinkan Kevin.
"Ya aku percaya, sudahlah, itu masa lalu, kita bahagia saat ini. " Kevin mengecup kening Adel lalu mengajaknya untuk istirahat.
*
Kenan kembali ke Jakarta, ia frustasi karna tidak bisa menemukan Adel dan Kevin. Tapi ia lega setidaknya Adel bersama Kevin. Lelaki yang menjadi tambatan hatinya. "Bagaimana Ken? " tanya papanya kepada Kenan. Kenan menggelengkan kepalanya dengan berat, jawabanya memberikan sebuah kekecewaan. Bahkan mamahnya masih sedih dan tidak berdaya.
"ma... " Kenan menemui mamahnya yang termenung sendiri di sofa ruang santai. Zela sedang bekerja, hanya mamahnya sendiri dirumah, ketika Kenan dan papanya bekerja. "Tenanglah ma, Ara pergi bersanya Kevin, dia aman bersamanya. " Keyla menganggukan kepalanya mendengar penuturan putranya.
"Yah, mamah hanya bisa berdoa, semoga Ara dan bayinya akan baik baik saja bersama Kevin."mamahnya mencoba mengeluarkan senyumnya, kasian jika suaminya dan putranya juga harus memikirkan kesedihan mamahnya.
Deringan ponsel Kenan terdengar, ia menatap ponselnya yang bertilkan nama Saka, dengan cepat Kenan menggeser tombol hijau.
📞 " Assalamualaikum hallo Sak, apa kabar. "
📞 "Waalaikum salam, gue baik, bisa ketemu sebentar Ken, di tempat biasa, ada Arion juga disini. " pintanya kepada Kenan.
📞" oke, tunggu gue disana. " jelas Kenan, kemudian Kenan berpamitan dengan mamahnya untuk pergi bertemu dengan temanya.
Setelah menempuh waktu 15 menit mereka bertemu di sebuah cafe kecil tempat tongkrong mereka bersama. "Hai Sak, apa kabar loe? " tanya Kenan kepada Saka.
"Gue baik loe dan Zela apa kabar Ken? " Ucap Saka, yang sedari tadi tidak memulai percakapan dengan Arion.
"Baik donk. " Kenan menjatuhkan tubuhnya pada sofa di samping Kenan dan Arion.
"Ar gimana kabar Derrick dan Ayra? " Sapa basa basi Saka kepada Arion. Arion mengangkat kepalanya yang sedari tadi sibuk dengan ponselnya.
"Baik Sak, main lah kalau gak sibuk, loe tumben balik gak kabar kabar. " tanya Arion yang memang ingin tau tujuanya ia balik ke Indonesia.
__ADS_1
"Gue mau nikah. " ucapnya membuat mata mereka berdua sesaat melebar, tidak percaya dengan kabar yang dibawa Saka.
"Hah.... Nikah? " ucap Kenan dan Arion secara kompak. Pergi kurang lebih 2 bulan pulang membawa kabar bahagia.