Gadis Liar

Gadis Liar
47


__ADS_3

"Pasien apa Sak? " Adel berdiri disamping Saka. Matanya meneliti hasil rontgen cranium, laborat milik pasien


" Cidera otak traumatik Berat, pasien post kll mobil dengan mobil 3 tahun yang lalu. "


Mendengar diagnosa medis tersebut Adel membulatkan matanya, lalu terhuyung ke belakang, seakan nadinya meningkat. Sesaat kilatan cahaya, suara klakson dan hantaman mobil yang begitu kencang hingga membuat seluruh kaca mobil hancur berterbangan dimemorinya.


"Ra... Ra kamu tidak apa apa? "Saka begitu panik melihat Adel yang sesaat seperti hilang kesadaranya. Saka menggoyangkan pundak Adel hingga ia mengrjap dan kesadaranya berangsur pulih.


"Aku gak papa Sak, hanya sedikit lemas. Aku ke toilet sebentar" Adel berjalan menuju toilet. Ia biasa mengikuti operasi DK namun tetap saja membuatku goyah jika memikirkan aku yang sedang berbaring di meja operasi itu.


DK atau Kraniektomi dekompresi adalah sebuah prosedur bedah saraf yang mengangkat suatu bagian tengkorak, untuk memungkinkan otak yang membengkak mendapat ruang untuk mengembang, sehingga terjadi pengurangan tekanan di dalam tengkorak (dekompresi).


"Ra kamu harus bisa, jangan lemah Oke. " ucapnya menyemangati diri sendiri.


Flash Back On


Malam itu setelah bertemu dengan ayahanda dan eyang Kevin, pendirianya mulai goyah, yang semula ingin menuju jenjang yang lebih serius, ternyata hubunganya ditentang oleh orang tua Kevin.


"Meninggalkan Kevin" laju mobilnya meningkat, fikiranya terfokus pada ucapan orang tuanya yang meminta Adel meninggalkan Kevin. Air matanya juga mulai berjatuhan.


Dipejamkan matamya sekedar untuk meredakan hatinya, sayangnya situasi jalanan sangat ramai, tepat pukul 11 siang, bersamaan dengan jam istirahat orang kantor dan anak sekolah. Sesaat Adel membukanya perlahan sayangnya ada anak kecil di depan mobilnya. "Aaaaaaahhhhhhhh"


Adel menginjak rem dengan kuat, lalu membelokkan stirnya ke arah lain membuat laju mobilnya tak stabil, kilatan cahaya dan suara klakson membuatnya hilang kendali karna ia keluar dari jalur lalu lintasnya menyebabkan ia menghantam mobil lain.


Tidak bisa ia ingat lagi kejadian tersebut, seingatnya ia sudah berada di ruang perawatan umum. Ia hanya tau dari Ayra kejadian yang sebenarnya bahwa ia tak sadarkan diri hampir 2 hari di ICU.


Ia mengalami cidera kepala Berat, muntah secara menyembur, dengan nilai GCS (tingkat kesadaran) 8 normalnya 15, tindakan kraniotomy juga dilakukan karena otaknya terdapat sumbatan.


Kraniotomi adalah prosedur pembedahan pada kranium, atau bagian tengkorak yang melindungi otak.


Untung saja keadaanya cepat membaik dan tidak ada patah tulang lainya. Kesadaranya berangsur membaik dan dalam hitungan 10 hari Adel diijinkan pulang dengan catatan tidak boleh berfikir yang membuat beban otak memberat, istirahat yang cukup dan kontrol rutin.


Flash Back Of


"Kamu siap? " Saka menanyakan kesiapan Adel yang memang sedari tadi seperti banyak pikiran. Ia bisa menangkap ada hal yang disembunyikanya. Ini bukan tentang Kevin, dia hanya bisa menangis ketika memikirkan hidupnya dengan Kevin, tapi kali ini berkaitan dengan masalah lain.


"Ya, aku sering melakukan operasi ini. " jawabnya yang tanganya mulai gemetaran. Setelah melakukakan operasi DK yang menyebabkan pasienya meninggal, traumanya tak bisa dihentikan.


"Kembalilah menjadi asisten Ra, aku tidak mengijinkanmu memimpin operasi jika tanganmu saja gemetar seperti itu." cegah Saka yang melihat Adel mengalami agitasi.


Agitasi adalah perasaan gelisah, jengkel, dan marah yang umumnya bisa membuat Anda mondar-mandir atau *******-***** tangan tanpa henti.

__ADS_1


"Baiklah" Adel kembali memposisikan dirinya menjadi asisten. Ditariknya nafas dalam dalam untuk mengurangi kegelisahanya.


"Messer" Adel mengambilkan pisau bedah dan memberikanya kepada Saka. Sesaat Adel kembali gemetar. Untung saja Adel mampu mengatasinya. "Mundurlah jika kamu tidak mampu Ra. " Adel dengan cepat menggelengkan kepalanya dan menarikan nafasnya kuat.


"Aku bisa Sak." ucapanya diikuti stimulus yang bagus, gemetar di tanganya berkurang dan Adel mampu menguasai dirinya lagi.


"Kita harus membuat sayatan di bagian pembengkakan dan juga perdarahanya. Setelahnya kita harus menyingkirkan kulit dan juga jaringan lunak agar kita dapat mencapai tengkorak. "Adel menganggukan kepalanya.


"CCH" Adel memberikan alat yang diminta oleh Saka. Tanganya kembali bergetar, Saka memegang tangan Adel dan memberi semangat. "Kamu harus yakin kamu bisa. "


CCH adalah Coupling Cros Head adalah alat untuk mengebor tulang tengkorak yang disambungkan dengan gergaji bedah untuk menbuat lubang besar dan melepaskan tulang tengkoraknya


Tanda vital masih normal, dengan santainya Saka mengoperasi pasien tersebut. "Perdarahan Sak.


" ucap Adel yang sedikit panik. Lagi Saka menganggukan kepalanya santai pada Adel.


"Yakinlah kamu bisa, hanya trauma kamu harus melawanya Ra." Adel ikut menganggukan kepalanya, seakan crew operasi bagaikan lalat yang sedang menonton drama.


Setelah menghentikan perdarahan Saka mengambil flap tengkorak pasien tersebut dan meminta Adel meletakkan flap tersebut. "Giliranmu Ra, pasang helm pasien untuk melindungi kepalanya dari cidera yang lebih parah.


Setelah 6 jam operasi selesai, untung saja Adel mampu diajak kompromi dan bisa bertukar posisi. Jika tidak Saka akan kewalahan, mengingat senior bedah syaraf disini yang tua tidak mau berbaur dengan yang muda.


*


"Hai mommy bunda? " Derrick sedang disuapi makanan oleh Arion. Dengan bahagia Adel memeluk dan mencium Derrick.


"Derrick, siapa dia? " Adel menanyakan kepada Derrick tentang Arion. Hanya ingin mengetes apakah Ayra sudah menjelaskan tentang silsilahnya terhadap Derrick.


"Dia daddy aku mommy bunda dan ini ayah daddy." Derrick menunjuk Kevin dengan sebutanya. Membuat Adel menelan ludahnya. "Dia? " Adel menunjuk Kevin dan diangguki oleh Derrick.


"Sekarang Derrick punya daddy, apa Derrick suka? " Derrick dengan semangat menganggukan kepalanya. "Tiba tiba punya anak sebesar ini apa kamu bahagia bang? " Arion menganggukan kepalanya dan tersenyum bahagia pada Adel. "Aku berhutang nyawa kepadamu Ra. "


"Maka balaskan dengan nyawamu." Adel tersenyum bahagia, lalu memeluk Arion. "Selamat bang, akhirnya aku bisa menyatukan kalian, kapan abang akan menikahinya?"


Arion tersenyum mendengar ucapan Adel. " tunggu Ayra pulang, aku akan menanyakanya." Tak lama Kenan dan Zela datang membuat ruangan tersebut ramai.


"Hai om." sapa Derrick kepada Kenan


"Hai jagoan om, ini untukmu. " Kenan membawakan mobil mobilan yang sangat besar untuknya. Dalam sehari Derrick mampu bersosialisasi dengan keluarga Arion dan Ayra. Rasanya masih seperti mimpi, tiba tiba mempunyai anak sebesar ini, jika harus mengingat perjuangan Ayra, rasanya seumur hidup Arion tidak akan sanggup menebusnya.


Tak lama Ayra pulang dan disambut hangat oleh Arion. Dengan cepat Arion berlutut didepanya dan menunjukan sepasang cincin dengan kotaknya. "Maukah kamu menikah denganku Ay? " Ayra kaget dengan perlakuan Arion, dan wajahnya mulai memerah saat ditanya terang terangan oleh Arion didepan semua temanya. Bukan temanya, melainkan keluarga, karna Adel sendiri sudah ia anggap saudara.

__ADS_1


"Apa harus dijawab didepan semua orang? " Ayra merasakan hawa panas disekujur tubuhnya menatap semua yang ada diruangan tersebut.


"Ayolah Ay, demi Derrick apa kamu tidak mau?" Rayu Arion dan disambut teriakan demi teriakan teman temanya. "Terima.... Terima... Terima. "


"Tunggu dulu, aku mau tanya Derrick, apa Derrick mau punya papa seperti dia atau mau ganti yang lain. " ucap Ayra nakal karna menyebut pria lain.


"Apa kamu becanda Ay? " Arion menatap jengkel kepada Ayra karna ia benar benar pandai menggoda dan memancing emosi Arion. Membuat mereka yang melihat adegan ini tertawa dengan jahat kepada Arion.


"Sayang apa kamu mau menerima papa Arion sebagai daddy kamu? " Pertanyaan macam apa itu, Arion tidak habis pikir dengan Ayra yang sangat jail dan nakal.


"Awalnya bunda bilang dia laki laki berbahaya" Arion membulatkan matanya mendengar pengakuan Derrick yang menyebutkan bahwa ia berbahaya.


"Haii sayang, dari mana kamu menyebutku berbahaya, sedangkan kita saja baru bertemu kemarin? " Arion memastikan kembali ingatanya bahwa ia tidak pernah bertemu Derrick. Lagi lagi Adel, Kenan, Kevin dan Zela menertawai Arion.


Tapi tidak dengan Kevin, ia mencuri pandanganya pada Adel yang begitu bahagia. Digapainya jari Adel, hingga membuat Adel sesaat menatap Kevin. Untungnya tidak ada penolakan darinya membuat Kevin bahagia.


"Derrick melihat daddy mengantarkan mommy malam itu, dan mommy bilang daddy laki laki berbahaya." tawa mereka pecah kembali akibat Derrick mengatakan Arion cowo berbahaya.


"Ya yaa, mommy kamu memang kelewatan, dia bilang sama daddy katanya ayah kamu seorang cowo brengsek dan yang dimaksud cowo brengsek itu daddy Rick, sekarang bilang sama kamu daddy laki laki berbahaya. Memang seperti itu daddymu dimata mommy kamu. "


"Tapi mommy bunda bilang, daddy Derrick itu laki laki yang baik, bertanggung jawab, hanya saja daddy tidak tau kalau ada Derrick yang dibesarkan oleh mommy. " jelasnya yang membuat Arion tertawa lebar. "Terimakasih Ara, kamu memang adik terbaik abang. " kemenangan di tangan Arion.


"Lalu jawaban kamu apa sayang? " tanya Adel kepada Derrick. Derrick menganggukan kepalanya. Membuat Arion terperanjat kaget, lalu menciumi Derrick.


"Makasih sayang." ucap Arion kepada Derrick, sekarang berganti menatap Ayra yang masih menimang nimang jawaban. "Sekarang giliran mommy kamu sayang." ucap Arion.


"Terpaksa bilang ia, karna Derrick yang minta. "Arion menatap Ayra dengan tatapan haru, ada desiran bahagia di dadanya. Dadanya mampu mengembang sempurna, dan bernafas lega, mendapatkan jawabanya.


"Tanggal dan waktu kita barengin aja." ide Kenan tiba tiba muncul, membuat Arion melirik Kenan. "Ide bagus Ken, kita nikah bersama. "


Adel dan Kevin sudah membelah jalanan, mereka sesaat tampak diam, tidak ada satu patah kata pun yang keluar dari bibir Adel. "Ra...., "Adel menatap Kevin yang sedang berkonsentrasi menyetir.


"Pulang kemana? " Adel hampir lupa, ia selalu pulang ke rumah Ayra dan jarang pulang ke rumah." Rumah Ayra, snelliku disana, dan besok pagi harus mengantarkan pakaian bersih dan makanan untuk Derrick dan Ayra. "Kevin menganggukan kepalanya. Lalu memutar jalanan, menempuh jarak yang lumayan jauh, membuat Adel menutupkan matanya yang sangat mengantuk.


Mobil telah terparkir di depan apartemen Ayra, lalu memapah Adel ke dalam apartemenya, untung saja apartemenya dikunci dengan sistem finger, sehingga Kevin tidak perlu membangunkan Adel.


Dibaringkanya badan milik Adel yang semakin ringan, wajahnya masih sangat cantik bagi Kevin.Tangan kiri Kevin tertindih oleh bahu Adel. Ketika Kevin hendak menarik tanganya, Adel menarik baju Kevin membuat mereka dalam posisi sangat intim.


"Ra.... " panggilnya lirih


"Mommy help mom. " Kevin teringat masa lalu dimana Adel terkadang mengigau minta tolong karna bermimpi tentang sesuatu yang membuatnya trauma.

__ADS_1


"Ra ini aku Ra, jangan takut." Kevin memeluk Adel dan seketika Adel terdiam. Rindu, jujur saja Kevin sangat rindu suasana seperti ini, 8 tahun, bahkan sebelum mereka bertemu Adel sudah memutuskanya.


__ADS_2