Gadis Liar

Gadis Liar
20


__ADS_3

Sekejap Kenan tersadar, ia mencoba melihat siapa gadis yang ada didepan matanya. "Apa gue mimpi? " keluhnya yang kemudian mencubit pipinya dan nengucek matanya.


"Liat Ken, apa perlu gue guyur lagi dengan 3 ember air. " ancam Kevin pada Kenan. Kenan mencoba menyadarkan dirinya, setelah 100% sadar barulah ia melihat secara teliti wajah didepanya, yang sedang berbicara dengan boneka.


"CITRA.... " matanya ia bulatkan. Ia pastikan lagi wanita didepanya adalah Citra. Kenan berdiri mendekati Citra yang sedang menimang bayi dari boneka. Dengan sigap Kenan memeluk Citra.


"Kamu siapa? Kamu siapa... Pergi kamu... Jangan dekat dekat anaku " Citra mendorong lelaki yang menurutnya asing. Lalu memeluk bayinya dengan rasa takut. Rasa takut kehilangan.


"Cit ini gue Cit Kenan? " jelas Kenan kepada Citra. Citra menggelengkan kepalanya. Matanya menyorot tajam pada Kenan, seolah sedang mengingat nama Kenan dalam fikiranya.


Bayangan Kenan tiba - tiba muncul dihadapanya, tawa canda saat bersamanya seketika berterbangan dalam ingatanya, membuat kepalanya pening.


"Aku tidak kenal Kenan, pergi kamu pergi.... Pergi " Citra hilang kendali ia terjatuh di atas lantai lalu menarik - narik rambutnya sendiri, melihat kejadian ini Zela pun ikut memeluk Citra.


"Zel, lepaskan Citra Zel. " Kevin meminta Zela melepaskan Citra, disaat halusinasinya berubah menyakitkan seorang dengan skizofrenia (gangguan jiwa) dapat melakukan perilaku kekerasan. Citra mencekik Zela dengan kuat. Membuat Zela ketakutan dan mengalami sesak akibat cekikannya.


"Cit... Citra lepas Cit...." Kevin mencoba melepas cekikan Citra pada Zela. Citra melepas Zela lalu mendorong Kevin kuat kuat. Kemudian perawat mulai berdatangan. Citra berteriak teriak dan mengamuk. Akhirnya Citra dibawa perawat dan dilakukan restrain.


Restrain adalah tindakan langsung dengan menggunakan kekuatan fisik pada individu yang bertujuan untuk membatasi kebebasan dalam bergerak.


"Maaf kondisi pasien sedang tidak stabil na Kevin. " ucap perawat yang membawa Citra.


"Kami tau sus, kami pamit pulang saja, titip Citra, tolong jaga dia dengan baik. " Kevin berpamitan kepada suster tersebut dan meninggalkan amplop berwarna coklat untuk perawat disana.


Mereka keluar dari ruang Perkutut. Banyak pasien anak anak dibawah 17 tahun yang mengalami gangguan jiwa. Bahkan ada juga yang mengalami waham sebagai aktor korea ternama.


Waham adalah suatu keyakinan seseorang yang tidak sesuai dengan kenyataan, yang tetap dipertahankan dan tidak dapat dirubah secara logis oleh orang lain. Misalnya seseorang merasa dirinya seperti Lee Min ho dan akan bergaya seperti Lee Min ho.


Melihat Citra yang terikat dengan kassa, mereka merasa prihatin. "Sebenarnya apa yang terjadi padanya Kev?" Kenan membuka suaranya. "Jangan menanyakan apapun, nanti ada saatnya gue ceritakan semuanya. " jelas Kevin kepada mereka ketika mereka berada di dalam mobil.


"Gue mau selesaiin ini sama Ken dulu, ini masalah serius menyangkut hubungan gue sama Adel. " ungkap Kevin setelah sampai disekolah.


"Maksud loe, kita gak perlu tau gitu? " Saka mulai naik darah karna Kevin hanya ingin berbicara dengan Kenan.


"Bukan begitu, gue akan critain detail sama kalian, tapi gue perlu Adel dalam hal ini, jadi lebih baik gue selesaiin dulu masalah gue sama Kenan. " Sanggah Kevin kepada Arion dan Saka. Arion menepuk pundak Saka lalu mengajak Saka keluar dari mobil.


Kevin kembali melajukan mobilnya menuju apartemenya. Bertahun tahun mereka tidak pernah bertutur sapa, namun hari ini demi hati yang sedang sama sama terluka. Kevin menjelaskan segala kesalahpahaman ini. "Loe butuh Adel lalu kenapa loe ajak gue kesini! " protes Kenan.


"Turun dulu. " Kenan dan Zela turun dari mobil. Lalu masuk ke dalam apartemenya. Mereka duduk bertiga, namun Kevin belum juga membuka mulutnya. "Zel, critain! " pinta Kevin


"Loe aja Kev! " tolak Zela. Kevin mengangguk. Lalu menarik nafasnya berat.

__ADS_1


"Hari itu loe ingat waktu loe menolak ungkapan perasaan Zela ke elo? " tanya Kevin kepada Kenan.


"Gak inget. " jawab Kenan cuek dan malas membahas masalah tersebut.


"Terserah loe lah, intinya gue akan buka rahasia loe, dan setelah ini kalian selesaikan masalah kalian berdua. " jelas Kevin. Kenan mulai bingung dengan ucapan Kevin.


"Hari itu loe nolak perasaan Zela ke elo, dan dengan entengnya loe bilang kalau loe suka sama Citra. Dan hari itu juga Zela menceritakan semuanya kepada Citra. " Kenan menatap tajam kearah Zela.


"Ini urusan loe Ken, loe buat seolah loe membenci Zela, hanya demi Arion. Tapi kenyataanya....... " kalimatnya menggantung tidak ia teruskan.


Flash Back On


Zela datang ke rumah Citra bertepatan dengan Kevin yang datang ke rumah Citra. Tepat pada hari itu, Arion yang ditolak sebelum mengungkapkan perasaanya ke Zela. Dan Zela yang ditolak perasaanya oleh Kenan "Zela kenapa nangis? " Citra memeluk sahabatnya itu. Mereka masih di depan rumah sehingga dengan sangat jelas Kevin mendengarnya.


Seorang Citra pasti akan sangat marah ketika melihat sahabatnya bersedih. Melihat Zela yang terisak membuat Citra tidak tahan kepada orang yang membuat Zela sedih. "Siapa yang membuatmu menangis? "


"Kenan Cit. " ungkap Zela. Dengan gegabah Citra berjalan ingin menemui Kenan, namun langkahnya ditahan oleh Zela. Zela menggelengkan kepalanya untuk tidak menemuinya. "Dia mencintai wanita lain Cit. "


"Brengsek Kenan, beraninya dia membuatmu menangis. " lagi lagi emosi Citra menculat.


"Wanita mana yang lebih ia cintai melebihi dirimu Zel? " Zela terdiam.


"Enggak Zel itu gak mungkin. " Citra menolak semua ucapan Zela. Namun Zela meyakinkanya.


"Pulanglah Zel, aku akan memastikanya sendiri kepada Kenan." pinta Citra, ia berjalan meninggalkan Zela. Namun langkahnya di hentikan oleh Zela. "Gue mohon Cit, jangan tanyakan ini pada Kenan, Please! " pinta Zela pada Citra. Citra mengangguk, lalu membawa Zela masuk ke rumahnya.


Kevin hanya diam, ia tak percaya bahwa Kenan menyukai Citra, seolah itu mustahil, karna Kevin tau Kenan sangat mencintai Zela. Bahkan didompet Kenan ada foto Zela. Kevin yakin itu adalah suatu trik Kenan agar Zela tidak menaruh harapan pada Kenan.


Malam itu Citra frustasi mendengar Zela pergi ke Inggris meninggalkan kita semua. Bahkan bukan hanya Arion dan Kenan yang sakit hati. Citra lah yang sangat merasa bersalah karna seseorang yang membuatnya pergi tidak lain adalah Citra, itu pikirnya.


Citra menceritakan semuanya kepada Kevin. Citra bahkan pamit kepada Kevin untuk menenangkan diri semenatara waktu. Kevin tidak pernah tau kalau Citra mempunyai sisi buruk pergi ke club ketika dirinya sedang kacau.


Flash Back Of


"Setelah malam itu gue gak pernah ketemu Citra Ken. " ungkap Kevin. Kenan terbelalak mendengar ucapan Kenan.


"Setelah hampir satu minggu dia menghindariku. Bahkan disekolah. Dia masih baik baik saja pikirku. Sampai pada suatu saat dia memutuskan hubunganya denganku. " lagi lagi Kenan kaget mendengar ucapan Kevin


"1 bulan setelah kami putus. Dia bunuh diri. " air mata Kevin berjatuhan menceritakan kisah kekasihnya itu.


"Apa yang kamu fikirkan setelah aku menceritakan ini? " Kevin menanyakan hal tersebut pada Kenan. Kenan masih berfikir bahwa hubungan Kevin dan Citra memang kurang sehat, melihat Citra memang sedikit bebas dalam bergaul.

__ADS_1


"Menyentuhnya saja aku tidak pernah Ken. Dia diperkosa di club pada malam saat Citra ingin menenangkan diri bertepatan dengan Zela yang pergi meninggalkan kita semua ke Inggris. " suaranya meninggi, ia tampak emosi. Entah siapa yang harus disalahkan, Zela atau Kenan atau Arion.


"Bukan salah siapa siapa. Ini salah Citra yang mempunyai pergaulan sedikit bebas." air matanya terus bercucuran mengingat waktu itu orang tuanya menceritakan kepada Kevin.


"Mereka melarangku menceritakan ini semua. Karna Citra diperkosa oleh bapak bapak yang sudah mempunyai cucu. Bagi keluarganya itu adalah aib."


"Setelah orang tuanya mengetahui bahwa Citra hamil, mereka murka, bahkan Citra terkena marah oleh ayah dan bundanya. Lalu Citra memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. " Memang Citra terlahir dari keluarga ningrat, putri satu satunya dari 4 bersaudara. Keluarganya sangat keras kepada Citra sehingga terbentuklah kepribadian Citra yang keras.


"Ini buku diari Citra. Semuanya ia tulis lengkap disini. Tentang siapa yang membuat Citra menjadi seperti ini, tanyakan sama hati kalian sendiri. Kalian akan tau jawabanya. " Kevin melangkahkan kakinya hendak keluar dari apartemenya. Langkahnya terhenti karna mungkin ada sesuatu yang ia lupa katakan.


"Kalau boleh memberikan saran, jujurlah sama perasaanmu Ken, jangan karna kamu takut Arion terluka. Kamu menjadikan Citra sebagai perisaimu, agar Zela pergi dari hidupmu. Kelak akan ada korban seperti Citra lagi jika kamu masih tidak jujur dengan perasaanmu." nasihat Kevin pada Kenan yang spontan membuat Kenan dan Zela terbelalak mendengar ucapan Kevin.


"Gue mau cari Adel dulu. Berdamailah, jangan seperti anak kecil lagi, kalau kalian sama sama mencintai, jangan kalian saling menyakiti. " lagi nasihat Kevin pada Kenan. Lalu meninggalkan mereka berdua.


Kevin melajukan mobilnya menuju rumah Adel, hatinya bimbang karna


dari semalam ia tak bisa dihubungi. Tak butuh waktu lama untuk Kevin sampai di rumah Adel. Ia disambut ramah oleh Keyla. "Assalamualaikum tant"


"Waalaikumsalam, masuklah Vin, Ara masih di kamar, mungkin kamu bisa membuat Ara keluar dari kamar, dari kemarin sore ia belum makan. " jelas Keyla kepada Kevin.


"Baiklah tant Kevin naik ke atas. " Kevin menuju arah kamar Adel tapi Keyla menyarankan agar Kevin tidak lewat pintu, karna percuma saja, Adel mengunci kamarnya dari dalam dan tidak bisa dubuka dari luar.


"Fiks gue masuk lewat garasi depan rumah dimana ada pepohonan yang menjulang tinggi mengarah ke kamar Adel." Tidak butuh waktu lama Kevin telah sampai di balkon kamarnya.


Kevin berjalan seperti maling, menuju jendela kamar Adel, lalu memeriksa jendelanya, untung saja tidak terkunci. Perlahan Kevin masuk ke dalam kamar Adel. Tampak ia sedang menonton TV kesukaanya yaitu Tom and Jery.


"Ara....... " sapa Kevin dengan lembut. Ara menengok ke arah sumber suara yang sangat familiar itu.


"Kevin..... " Dengan cepat Kevin memeluk Ara. Bisa ia rasakan hangatnya sebuah pelukan itu. Namun sesaat ingatanya kembali pada ucapan abang nya.


"Kevin mengahamili seorang wanita dan wanita itu bunuh diri karena Kevin tak mau bertanggungjawab, apa alasan itu belum cukup untuk menghentikan perasaanmu pada Kevin Ra? "


Dengan kuat Adel melepaskan pelukan Kevin, namun Kevin mengeratkan pelukanya. "Kev... Lepas! Lepasin! " Kevin melepas pelukanya. Sudah ia duga bahwa Adel termakan ucapan Kenan.


"Aku benci sama lelaki yang sudah menghamili seorang perempuan, tapi tidak mau bertanggung jawab. " kalimatnya sama dengan apa yang Kenan tuduhkan.


Kevin mendekati Adel, berusaha ingin menjelaskan kesalahpahaman itu. Dengan cepat Adel menghentikanya. "STOP Kev.... Berhenti disitu. Jangan pernah mendekati aku lagi Kev."


"Kamu salah paham sayang. Dengerin aku dulu. " Kevin lagi lagi meminta Adel untuk memberinya kesempatan menjelaskan.


"Gak Kev.... Cukup anggap aja kita udah PUTUS Kev. "

__ADS_1


__ADS_2