Gadis Liar

Gadis Liar
41


__ADS_3

"Kevin..... " batinya menyebut nama mantan kekasihnya. Mata itu milik Kevin, suara itu juga milik Kevin. Ingatanya berputar 360 derajat tentang Kevin.


'Maukah kamu menikah denganku dipertemuan kedua kita. '


"Pertemuan kedua di Indonesia bersamanya diruang yang sangat mencekam ini." Arion menyenggol lengan Adel, membuat Adel bangun dari lamunanya.


Adel menutupkan maskernya, lalu memakai jubah operasi dengan elegant, ia berputar 360 derajat, lalu perawat mengikatkan gaun operasinya. Lihai melihat Adel memakai gamex no 7. Membuat semua orang terpana melihatnya, namun tidak dengan Kevin.


Urutan operasi sesuai SOP dibacakan oleh operator, sampai di tahap inti yaitu pembacaan doa dan tindakan pembedahan "Saya akan melakukan thoracotomy karena drainasenya sangat banyak" jelas dr. Kevin yang melihat drainase mencapai 400ml/jam. Semua anggota menganggukan ucapanya.


Torakotomi adalah operasi pembedahan dinding dada yang sering digunakan untuk diagnosis biopsi maupun pengobatan penyakit tertentu.


Adel memposisikan dalam posisi supinasi diatas meja operasi dengan sisi yang akan dioperasi di tinggikan 30 derajat dari meja. Bahu dan siku diflexikan pada sudut kanan dan lengan bawah diikatkan pada layar anestesi, dilindungi bantalan empuk.


"Pisau bedah. " Adel mengambilkan pisau bedah dengan bisturi yang baru dibuka. "Jantungku seakan ikut dioperasi. " batinya yang saat ini nervous di samping Kevin. Operasi berjalan lancar selama satu jam setengah, dilanjutkan operasi ORIF oleh dr. Arion.


Open Reduction Interna Fixation (ORIF) adalah fiksasi interna dengan pembedahan terbuka untuk mengistirahatkan fraktur dengan melakukan pembedahan untuk memasukkan paku, screw, pen kedalam tempat fraktur untuk menguatkan/mengikat bagian-bagian tulang yang fraktur secara bersamaan.


150 menit selesai, pasien dipindahkan dari ruang operasi ke ruang ICU. Adel melepaskan jubahnya, lalu berjalan keluar dari ruang operasi. Kevin saja sudah tidak ada batang hidungnya. "Kamu sehat Ra? " Arion ikut menjatuhkan badanya didepan ruang ICU. Adel berdehem mengiyakan ucapan abangnya.


"Kenapa abang tidak memberitahuku. " Arion menggidigkan bahunya, lalu memainkan matanya. "Surprice Ra, bagaimana rasanya bertemu mantan kekasih. " Adel kesal terhadap abangnya yang tidak memberitahukan keberadaan Kevin. Ia melangkahkan kakinya menuju ruang pasien yang sudah selesai dioperasi. Tubuhnya menabrak tubuh Kevin yang keluar dari ruang ICU, dan saat ini jaraknya hanya beberapa inci.


Arion mengulum senyumnya melihat Kevin dan Ara yang sedang bertatapan. "Maaf" ucap Adel kepada Kevin, kalimatnya sangat kaku, Kevin menganggukan kepalanya tanpa ekspresi lalu berjalan meninggalkan Adel.


"Ra, ada telvon dari Derrick. " mata Adel membulat, begitu juga Kevin yang menghentikan langkahnya ketika Arion menyebut nama Laki laki. Adel dengan sigap merebut ponselnya dari Arion. "Hampir saja abang mengangkat telvon dari putranya."


📞" hallo sayang." ucapnya membuat Kevin terbakar asmara mendengar panggilan sayangnya, begitu juga dengan Arion yang tertarik mendengarkanya.


📞"mommy bunda kapan pulang. Jangan lupa beliin mainan ya"


Adel menatap jam tanganya yang menunjukan pukul 20.00


📞"mommy bunda 1 jam lagi pulang sayang, minta beliin apa emangnya Derrick. " Kevin mendelikkan matanya, fikiranya campur aduk. Ia coba untuk tidak merespon dengan melajukan langkahnya, begitu juga Arion yang ikut tak percaya seorang Adel mempunyai anak.


📞 "Nanti mobil mobilanya dianter kerumah ya sayang. Emmuach" panggilanya tertutup lalu ia hendak kembali ke ruang IGD namun Arion dengan cepat menariknya.


"Siapa Ra? "


"Anaknya Ayra. " jelasnya, sesaat denyutan di dadanya membuatnya nyeri. Ada seulas senyum yang dipaksakan, mengingat Ayra yang sudah meninggalkanya.

__ADS_1


"Dia di Indonesia? " Adel menganggukan kepalanya, bahkan saat ini Adel ingin sekali memberitahu bahwa Derrick adalah anak abangnya. Tapi mengingat kesepakatan denganya untuk tidak membuka rahasianya.


"Apa dia bahagia. " Arion benar benar merasa frustasi 8 tahun mencarinya sayangnya Ayra sudah menikah. Adel menepukkan tanganya di bahu abangnya, "yang sabar bang. "


*


Pagi ini semua kru rumah sakit dihebohkan dengan pasien semalam yang dioperasi oleh Kevin, Adel dan Arion. Pasalnya dia adalah seorang putra dari pemilik perusahaan Celluler provider. Ayahanda pasien datang dan meminta kru operasi untuk menemuinya.


"Ah sial" umpatnya berjalan menuju ruang khusus di ICU, disana sudah ada Kevin, Arion, dr. Ryan, kru operasi dan perawat IGD yang mendampingi Adel kemarin. Kedatangan Adel lagi lagi membuat semua yang ada diruang tersebut menatapnya.


Sesaat pandangan mata Kevin tertuju pada Adel, membuat Adel mati kutu ditatapnya " kenapa Kevin selalu setenang ini berhadapan denganku, padahal aku saja mati kutu dibuatnya, apa dia amnesia dan tidak mengingatku. " batinya yang mengingat Kevin sangat kaku kepada Adel.


Mereka menatap seseorang yang berada didepan mereka. Seorang lelaki paruh baya ditemani istrinya dan ada para petinggi disampingnya. " Saya selaku orang tua pasien yang kalian tolong mengucapkan banyak terimakasih yang sebesar besarnya. "


"Ini tanda terimakasih saya kepada kalian semoga bermanfaat. " ucap Istri pemilik perusahaan Celluler provyder.


"Maaf bu, kami tenaga medis tidak bisa menerima pemberian apapun. Jika anda memaksa silahkan berikan ke direksi saja " ucap Kevin sungkan.


"Ahh baiklah, saya tidak memaksa, karna aturan tenaga medis memang seperti itu. " ucap sang istri ramah. " Saya ingin mengucapkan khusus untuk dr. Shava karna dengan penanganan pertamanya anak saya selamat, apa na Shava sudah punya pacar. " kalimatnya sedikit kurang formal, mengingat hal ini menguak status pribadinya.


"Maaf bu saya sudah punya anak. " semua yang ada diruang direksi menatap Adel dengan kaget, termasuk Kevin, namun Arion lagi lagi menyenggol Adel. "Apa sih bang. " keluh Adel yang disenggol Arion.


"Oh, sudah punya anak toh, tak kira masih lajang. " Adel tersenyum bahagia dengan akal akalanya terbebas dari perjodohan keluarga pasien.


"Anak saya baik ko dok." Rayu keluarga pasien tersebut. Adel hanya tersenyum dengan sipuan malunya.


Setelah selesai berkumpul mereka kembali ke tempatnya masing masing "Abang gak asik Ah, kenapa mesti bilang Ara jomblo sih. " Adel dan Arion tampak meributkan status Adel. Kevin dan yang lainya hanya menonton perdebatan mereka.


"Biar kamu punya pacar gak jomblo terus Ra. " jelasnya dengan penuh sindiran.


"Jomblo teriak jomblo,"Adel berlalu meninggalkan Arion dengan wajah masamnya.


"Ra mau kemana? " tanya Arion penasaran. Ara berbalik menghadap Arion dan berkata. "Menemui putra kesayanganku. " jelasnya lalu berjalan menuju basmen.


*


"Dok mandi? " lagi pertanyaan Yulia yang selalu diulang ketika Adel berangkat kerja. Adel mengangkat wajahnya jenuh, pasalnya 3 hari ini tenaganya diforsir habis.


"Kagak, mandi sama gak mandi pasien banyak mulu. " rutuknya kesal. Desi yang baru masuk ke ruang IGD mencari dr. Shava. "Dok disuruh menghadap direktur. " jantung Adel berdebar hebat, pasalnya ia dipanggil ke ruangan direkturnya.

__ADS_1


"Cie, yang mau ketemu dokter tertampan di rumah sakit ini. " ledek Desi dan Yulia.


"Ah kalian gak lucu tau, cowo ganteng kaya dia biasanya selalu bikin sakit hati. " ungkapnya lalu berjalan menuju ruang direktur tersebut. Ac nya menampilkan angka 16 membuatnya menggigilkan tubuhnya. Kevin masih diam, sambil memeriksa gawainya. Entahlah Adel tidak mau kepo dengan seseorang yang bukan siapa siapanya lagi.


"Dok, maaf saya disuruh kesini untuk apa ya? "Kevin menatap Adel sebentar lalu kembali sibuk dengan gawainya.


"dr. Shava.... " panggilnya kepada Adel. Adel merasa ada yang aneh kepada Kevin " apa kepalanya terbentur batu, sampai melupakan mantan yang secantik ini. " pujinya dengan sangat percaya diri.


"Mulai hari ini kamu merangkap sebagai dokter bedah sekaligus dr. Umum. " bercanda, dr. Umum saja sudah bikin kepalanya hampir pecah, kenapa ditambah dengan dr. Bedah. Namun apalah daya, Adel saja tidak bisa menolak, dan dia tidak punya kekuatan apapun.


"Sudah dok? " tanya Adel yang memastikan ada hal lain yang akan disampaikan oleh Kevin atau tidak. Kevin mengangguk tanpa melihat Adel. "Apa ia gue mesti tanya kabarnya, gengsi amat, gue yang mutusin jaim dikit donk, toh dia gak bakal inget gue kali. "Adel beranjak keluar dari ruangan Kevin, dan ia berpapasan dengan seorang wanita cantik yang masuk ke ruangan Kevin.


"Hai sayang, katanya mau makan siang bareng. " ucap gadis itu manja, membuat hati Adel sesaat berdenyut nyeri. Matanya berkaca kaca, lalu meninggalkan ruangan Kevin dan kembali ke IGD.


"Dokter nangis? " tanya Yulia. Adel menggelengkan kepalanya, lalu berjalan ke wastafel untuk mencuci muka. Tak lama karna Yulia meneriaki bahwa ada pasien yang nyeri dada.


"Pasien baru masuk dok, nyeri dada. " jelas Desi. Adel menghembuskan nafasnya perlahan menetralkan rasa sakit hati yang sempat menyerangnya.


"Tensi 120/70, respirasi 26, Nadi 120, Suhu normal, GCS 15.Spo2 92%. ”


"Dia mempunyai penyakit jantung koroner dok, anak ini satu minggu yang lalu sudah datang bersama ayahnya namun ayahnya menolak operasi. " Adel mengangguk anak kecil tersebut tampak menangis.


"Ade yang sabar ya, kami akan melakukan yang terbaik. " jelasnya, lalu kembali ke nurse station. "Siapkan tim operasi. " Adel mengetikkan sebuah pesan konsule kepada dr. Anestesi dan dokter BTKV. Setelah selesai dengan angiografi, mereka mulai memeriksa pasien lainya.


"Dok pasien abneu (henti nafas) " Adel berlari lalu melakukan RJP secara bergantian dengan perawat disana. Sesaat ia melihat bahwa pesanya kepada Kevin belum dibalas.


Resusitasi jantung paru-paru atau CPR/ RJP adalah tindakan pertolongan pertama pada orang yang mengalami henti napas karena sebab-sebab tertentu


"Bawa pasien ke ruang operasi. " Adel frustasi, bahkan Kevin tidak ada kejelasan kepada pasien, yang Adel tau Kevin pergi makan bersama tunanganya.


*


Semua kru operasi sudah siap dengan jubahnya masing masing. Pasien sudah terpasang intubasi dan anestesi juga sudah bekerja. Adel frustasi, disaat kritis seperti ini masih belum ada balasan.


"Beritahu saya jika ada balasan dari dokter Kevin. Saya akan melakukan operasi bypass. " jelas Adel membuat semua kru operasi menatap ragu kepada Adel.


Operasi bypass jantung merupakan bedah yang dilakukan untuk bisa meningkatkan sirkulasi peredaran darah pada pembuluh darah di jantung.


"Apa dokter tidak salah? " seorang perawat menanyakan kesanggupanya. Adel menarik nafasnya kuat. Ia juga sangat grogi, tapi Adel yakin ia bisa, karna ia juga sering melakukan operasi bypass.

__ADS_1


"Yang keberatan silahkan angkat kaki dari ruang operasi ini. " Adel menarik nafasnya dalam dalam, dan menatap satu persatu personilnya.


Tidak ada yang beranjak dari sana, mereka tetap stay dan mengikuti operator "Pisau bedah" Adel mulai membuat sayatan di bagian tengah dada dan membuka tulang rusuk agar bisa memiliki akses ke jantung.


__ADS_2