
"Bagaimana saksi sah? "
"Tidak sah" semua orang menatap Zela yang mengatakan bahwa pernikahanya tidak sah.
"Ada apa ini Zel? " tanya Kenan kepada Zela, Zela dengan cepat mengatakan dengan lirih kepada Kenan. Lalu Kenan membisikan kepada Axel dan Keyla.
Mereka tak percaya dengan apa yang mereka dengar. "Pernikahanya tidak sah. " timpal Kenan dan daddy nya. Keyla tampak cemas, ada apa gerangan yang membuat mereka menjadi pucat dan panik seperti ini.
Semua tamu undangan berdiri, mereka ingin mendengar penjelasan dari pihak mempelai pria yang membatalkan pernikahan. "kenapa pernikahanya dibatalkan". Bahkan semua tamu berbisik bisik tentang Kinan yang dinikahi hanya untuk menjadi ibu angkat Cila.
"Ada apa ini?" tanya Kinan mereka tidak dapat menjawabnya disini.
"Maaf tapi pernikahanya tidak bisa dilanjutkan, dan harus dibatalkan, jadi kami mohon maaf yang sebesar besarnya kepada keluarga mempelai, dan nak Kinan kami minta maaf. " ucapnya, kali ini Kevin sangat takut terjadi sesuatu kepada Cila.
Mengingat kembli bahwa Kevin meminta Zela mencari Cila dan Kean sebelum acara ijab dan qabul dimulai.
Flash Back On
10 menit sebelum akad Kevin mondar mandir mencari Cila. Ia berjanji kepada Cila, jika sampai ia tidak datang atau muncul di pernikahanya dengan Kinan, maka Kevin akan membatalkan pernikahanya.
"Kev.. Dicari daddy." cari Kenan pada Kevin. Kevin tampak panik, ia meneliti seluruh ruangan namun tidak menemukan Cila.
"Aku mencari Cila." ucapnya masih khawatir, ia khawatir bahwa Cila tidak menyetujui pernikahanya dan akan kabur dihari ijabnya.
"Sudahlah nanti Zela yang cari." ucap Kenan dengan janjinya.
"Tidak, jika Cila tidak muncul, maka aku tidak akan mengikrarkan ijab dan qabul. " ungkapnya.
"Kamu gila.... Alasan kamu tidak logis Kev. " teriak Kenan, hingga Zela mendekatinya karna pertengkaran keduanya.
"Tapi Ken... "
"Jangan bikin malu Kev. "Potong kalimat Kevin yang keras kepala tidak mau melakukan ijab. "Zela, cari Cila dan Kean, tadi mereka bersama. " pinta Kenan lalu menarik Kevin.
"Ken... " tepisnya kepada Kenan
"Kev... Fikirkan perasaan Kinan dan orang tua kita." ucapnya membuat Kevin mati kutu. Mau tidak mau ia harus melakukan ijab saat ini juga mengingat detik waktu sudah pukul 20.00 WIB
"Cila akan datang, tadi ia hanya bermain dengan Kean, Derrick dan teman-temanya." jelas Kenan membujuk Kevin.
Langkahnya berat, ia harus berjalan menuju tempat ijab dan qabul. Disana sudah ada orang tua dan keluarganya, ia meneliti satu persatu anggota keluarganya, namun tak terlihat Cila disana. Hatinya memanas, dan cemas karna ia pernah mengatakan kepada Cila, bahwa ketika Cila tak datang itu tandanya ia tidak merestuinya. Dan Kevin secara otomatis akan menggagalkan pernikahanya dengan Kinan apapun yang terjadi.
Flash Back Of
Kevin mendekat kepada Kenan, ia menanyakan keadan Cila kepada Zela dan Kenan. Kevin sangat takut Cila kenapa kenapa. "Zel kenapa dengan Cila? "
Mereka diam, tidak ada yang memberitahunya. Suasananya sedang gaduh, ia tidak mau membuat Kevin khawatir terhadap keadaan Cila.
__ADS_1
"Sekali lagi kami minta maaf karna pernikahan ini harus dibatalkan. " ucapnya kepada semua tamu undangan. Membuat semua tamu undangan berseru riuh, ada yang mengolok olok dan kecewa, dan banyak yang mengatakan hal hal yang tidak masuk akal.
Setelah semua tamu undangan bubar barulah Zela dengan leluasa menceritakan masalah apa yang membuat pernikahan harus bubar. "maaf Kinan pernikahanya harus dibatalkan, dan mungkin memang tidak dapat dilanjutkan." Kinan meneteskan air mata, ia sedih karna pernikahanya harus dibatalkan, namun kedua orang tuanya tak terima.
"Sebenarnya apa yang membuat pernikahan ini batal? " tanya bapak Kinan, mereka sangat marah karna merasa dipermainkan.
"Bapak... Jangan marah marah. " pinta ibu Kinan kepada bapaknya.
"Zel... Apa yang terjadi pada Cila" tanya Kevin langsung, hatinya begitu tak tenang sejak tadi tidak melihat putrinya.
"Cila... " ucapanya terhenti, Kenan dan Axel tidak mengatakan sepatah katapun, yah, karena Zela hanya menceritakan intinya saja, hanya Zela yang tahu cerita detailnya.
"Cila diculik Kev. " ungkapnya dengan terbata. Ia tidak bisa menceritakan detailnya kepada siapapun tentang ia melihat Adel yang ikut diculik oleh seseorang.
Flash Back On
Zela berjalan mengelilingi gedung, ia tidak menemui Cila, ia hanya bertemu Kean, Dilan, Derrick, dan Abi. "Derrick dimana Cila?" Tanya Zela khawatir.
"Cila tadi menerima telvon tan, lalu ia menuju arah taman. " jelasnya kepada Zela.
"Bunda mau kemana? " tanya Kean kepada bundanya. Zela mensejajarkan tubuhnya pada Kean
"Sayang, bunda cari ka Cila dulu ya, kamu sama ka Derrick dan teman temanya." pintanya kepada Kean. Kean mengangguk dengan patuh.
"Derrick... Ajak teman temanmu ke dalam, dan tante nitip Kean ya. Kalian masuklah, acaranya akan segera dimulai " pintanya kepada Derrick dan teman - temanya.
"Baik tante." jawab mereka kompak lalu menggandeng Kean untuk masuk ke dalam gedung.
Mata Zela terbelalak melihat Cila yang sedang bercakap dengan seseorang wanita. Yah dia adalah Adel. Berkali kali Zela mengucek matanya karna tak percaya dengan apa yang ia lihat. Zela mendekat kepada kedua orang itu.
"Bunda akhirnya datang juga." ucap Cila memeluk Adel dengan erat. Mereka memakai baju senada dan warna yang sama. Yah Saka yang membeli gaun sama antara Adel dan Cila. Begitu juga dengan Saka yang warnanya senada dengan Adel dan Cila.
"Datang donk." ucap Adel dengan riang. lalu mengecup Cila yang masih dalam pelukanya.
"Hai om? " sapa Cila pada Saka. Lalu menyatukan kelima jarinya ala ala tos, tampaknya mereka sangat kompak.
"apa selama ini mereka menyembunyikan semua ini dengan rapat, sampai sampai tidak ada yang tahu keberadaan Adel" Fikirnya berkelana tak jelas.
Tak lama Saka menerima telepon sehingga ia pamit untuk pergi terlebih dulu. "Cila sayang, masuk sama bunda ya, om ada perlu sebentar." ungkapnya lalu diangguki oleh Adel dan Cila. Saka berjalan meninggalkan Adel dan Cila masuk ke dalam gedung.
"Sayang kamu cantik banget." Pujinya kepada putrinya.
"Bunda lebih cantik, tau gak bunda itu wanita paling cantik yang pernah Cila temui. " ucapnya mereka saling memuji dan bercerita, hingga Zela akan menegurnya, namun Zela melihat 4 lelaki berada di belakang Adel dan Cila.
"Akhhh... " teriak mereka berdua. Adel dihempaskan hingga jatuh ke paving di gedung tersebut. Lututnya memar, dan ia merasa kesakitan.
Mereka menarik Cila, dan memasang senjata di lehar Cila, membuat Adel bertekuk lutut, lalu mereka hendak membawa keduanya di dalam mobil berbeda.
__ADS_1
Zela berlari dan berteriak, membuat mereka berbalik melihat Zela. "Adel.... Cila.... "
"Mba Zela..... " ucap Adel. Ia berharap kepada Zela agar meminta pertolongan kepada seseorang.
"Kebetulan kamu disini. Sekarang hentikan pernikahan itu, jika tidak maka kedua orang ini akan mati. Jika pernikahanya berhasil dihentikan kami akan membebaskan kedua orang ini." ancam mereka
"Mba Zela tolong Cila mba, tolong hentikan pernikahan itu, Adel mohon mba " serunya kepada Zela, ia berharap Zela menuruti permintaanya.
"Baiklah, aku akan membatalkan pernikahan mereka. " ucapnya berbalik dan berlari untuk membatalkan pernikahan mereka.
Flash Back Of
Zela tidak berani membawa Adel dalam kondisi ini, ia masih bungkam dan tak berani mengatakan tentang Adel. Dirinya saja masih belum tau ceritanya, bagaimana Adel bisa ada disini dan hidup kembali.
Mata Zela menatap Saka yang juga berada disana. Saka yang sedari tadi memperhatikan perbincangan mereka terbelalak. Ia membuka ponselnya melihat lokasi ponsel milik Adel. Benar kata Zela kalau Cila diculik.
Saka berbalik lalu berjalan meninggalkan kerumunan, namun langkahnya terhenti mendengar panggilan dari Zela. "Saka..... " Teriaknya keras membuat sang pemilik nama berbalik manatap Zela. Zela berjalan meninggalkan kerumunan, ia mendekatkan dirinya pada Saka. Membuat mereka semakin bingung.
"Apa kamu tahu dimana Cila? " tanyanya kepada Saka dengan berbisik. Saka mengerti ucapan Zela yang berbisik itu, bahwa ia sudah mengetahui keberadaan Adel. Saka lalu menjawabnya juga dengan berbisik. "Cila bersamanya? " Zela mengangguk pelan, ia tidak mau membuat seseorang salah paham dan mengartikan sesuka mereka.
"Ikuti aku." pinta Saka kepada Zela. Zela dengan cepat menarik Kenan, namun mereka bingung apa yang sebenarnya terjadi kenapa harus mengikuti Saka.
Ayra yang sedari tadi menangkap keanehan dari Zela, mulai paham, bahwa ada Adel bersamanya, "Ar kita ikuti Saka." ucap Ayra, Arion juga heran kenapa dan ada apa dengan Saka.
"Ikut saja akan ada kejutan besar nanti. " ucap Ayra. "Ajak Kevin bersama kita. " pinta Ayra kepada Arion, dengan cepat Arion menarik Kevin.
"Ada apa ini? " tanya Kevin penasaran, "sebenarnya apa yang terjadi Ay? "Heran Kevin pada Ayra. Ayra tak berani menjelaskan. Mereka akan tau nantinya, setelah mengikuti Saka.
Saka meminta anak buahnya memblokir jalan dan menghimbau agar tidak melapor pada polisi. Ia takut akan keselamatan Adel, karna baginya tidak ada yang lebih berharga dibanding nyawa Adel.
Saka meneliti lokasi Adel yang sudah sangat jauh. Bahkan saat ini Zela dan Ayra masih bungkam dengan keadaan. Kinan dan kedua orang tuanya mengikuti rombongan itu menuju tempat yang bahkan tidak ia ketahui.
Axel, Keyla, Attala dan Lea juga mengikuti arah kemana mobil Saka berjalan. Saka sangat cemas, kenapa hal ini bisa tidak terprediksi olehnya. Bahkan ini terjadi setelah Saka meninggalkan mereka berdua.
Setelah menempuh waktu 45 menit mereka sampai di sebuah rumah. "Kenapa posisinya masuk ke dalam si." keluh Saka, ia berlari masuk ke dalam hutan, namun langkahnya dihentikan oleh Kevin.
"Tunggu Sak..... " Saka berhenti, rasanya ia ingin menonjok orang yang menghalanginya. Saka berbalik menatap Kevin, ia jengah melihat Kevin yang selalu bertentangan denganya.
" Tidak bisakah kamu ikut saja, tanpa harus protes di saat genting seperti ini Kev " pinta Saka padanya.
"Gue cuma pengin tahu apa yang loe cari. "
"Kev... Ikuti saja Saka, kita akan jelaskan nanti. " ucap Ayra menyela perdebatan mereka.
Zela menatap Ayra, " apakah Ayra juga tahu kalau Adel masih hidup? " Ayra menatap Zela dan mengangguk, seperti sebuah kode yang membuatnya kompak.
"Ia Kev, kamu akan tahu nantinya dan nyawa Cila sekarang yang lebih penting." timpal Zela, kenapa dengan wanita wanita ini, kenapa mereka seperti kompak namun tidak ada yang menjelaskan keambiguan ini.
__ADS_1
"Ia benar sebenarnya ada apa ini? " timpal Arion dan Kenan yang ikut bingung.
Saka membalikan tubuhnya, ia lagi lagi kesal kepada mereka semua. "Jika kalian ingin Cila cepat selamat maka diam dan ikuti aku! "