Gadis Liar

Gadis Liar
35


__ADS_3

"Bang.. bisakah abang rahasikan hal ini? " pinta Adel kepada abangnya. kalau dilihat dari tingkah laku dan sifatnya, ia adalah lelaki yang akan menutup rapat masalah. Namun kali ini, berbeda masalahnya.


"Tidak semua hal bisa kamu sembunyikan Ra, hadapilah, jika meyakinkanku saja, kamu tidak sanggup, apalagi meyakinkan mereka semua. " jelas Arion kepada Adel yang tak mau merahasiakan apa yang baru saja ia lihat. "Turun Ra. "


Adel belum mau beranjak dari duduknya. Perasaan takut akan diadukan kepada daddy nya, apalagi abangnya yang sangat protektif, Arion saja bisa marah seperti ini, apalagi bang Ken. "Bang Ar. " tampangnya memelas, merajuk kepada Ar agar dia tutup mulut. "Bang Ar..... Ara mohon. " dengan manja Adel meminta Ar agar merahasiakanya.


"Baiklah, awas saja kamu bohongi abang, akan aku hajar Kevin, dan kupastikan akan kubunuh kalau dia gak mau bertanggung jawab. " jelasnya dengan nada kesal. Lalu berjalan meninggalkan Adel.


*


Seperti biasa Adel menjalani sekolahnya. Sepi yang ia rasakan, sudah 1 minggu ini Kevin belum mengabarinya. Tampang Adel saja seperti manusia yang tidak diberi makan. "Kenapa loe Ra? " Ayra bertanya dengan menatap wajah kusam Adel.


"Paling belum di kabarin pangeran tampanya. " timpal Ayla. Ayla sedari tadi sibuk dengan ponselnya, pasalnya memang Ayla sudah punya pacar. Membuat Ayra gemas saja kepada saudara kembarnya. Padahal kalau dipikir pikir Ayra lebih cantik, namun karna karakter tomboi dan sifat kelaki lakianya membuatnya lebih tertutup kepada laki laki.


"Ntar malem gue mau kencan. " Celetuk Ayla membuat mereka berdua memelototkan matanya. Ayra yang merasa diabaikan memanyunkan bibirnya. "Ra, gue nginep rumah loe ya. " pinta Ayra memohon kepada Adel.


"Boleh " Ayra dengan semangat memeluk Adel, hingga ia mengerang karna sesak dipeluk Ayra. Pasalnya besok adalah hari Minggu dan hari Senin mereka menghadapi Ujian Akhir semester.


"Jangan pacaran terus Ay, nanti nilai kamu jeblog. " ucap Ayra mengingatkanya, karna Ayla memang setiap hari kencan dengan pacar barunya.


Sepulang sekolah, Arion menjemput Adel. Adel masuk ke pintu belakang, sedangkan Ayra disuruh duduk didepan oleh Adel. "Kenapa dia?" Arion bertanya pada Ayra. Ayra hanya memainkan matanya. "Nanya gue? " Jawab Ayra sewot sambil menunjuk wajahnya dengan telunjuk.


"Ya loe lah siapa lagi. " Arion gemas kepada Ayra yang sok bego. Ayra bukanya menjawab malah memainkan ponselnya. "Heh.... " Arion memanggilnya kembali. Ayra ikutan gemas sama Arion. Lalu menarik nafasnya dengan cepat dan di hembuskan kasar.


"Mana gue tau, tanya aja sendiri. " lagi lagi Ayra memainkan ponselnya. Membuat Arion ingin memukul gadis ini. "Untung loe cewe. " Arion mendelikkan matanya dan merasa emosi.


"Anggep aja gue cowo. " ucapnya tanpa memperhatikan ekspresi Arion yang sudah mulai kesal. Lalu ia lajukan mobilnya dengan cepat. Sesampainya dirumah, Arion memapah Adel yang tertidur menuju kamarnya.


"Ara kenapa bang? " tanya mommy Adel. Arion memperlambat jalanya untuk menyalimi mommy Adel. "Gak tau dari tadi kaya gini ma. " panggil Arion kepada mommy Adel. Memang Arion memanggil mommy Adel dengan sebutan mama, karna sedari kecil Arion dan Kenan bersama.


"Oh baiklah, paling lagi kesal sama Kevin karna belum dikabarin. " Celetuk mommy Adel. "Ini Ayra kan? " tanya mommy Adel, Ayra dengan santun mencium pucuk jari mommy Adel. "Ya tan, mau nginep sini. " mommy Adel mengusap lembut rambut Ayra. "Masuklah, ganti bajumu dengan baju Ara "


Arion membaringkan Adel ditempat tidur, ia panik apakah Adel sakit atau kenapa. "Ra bangun Ra. " Arion menggoyangkan tubuh Adel. Membuat Adel menggeliat dan membuka matanya. "Kamu sakit, atau kamu hamil." Adel memebelalakan matanya mendengar ungkapan Arion.


"Iiiih.... abang" teriaknya membuat Arion menutup telinganya dengan kedua tanganya. Adel mencubit Arion dengan keras membuat Arion mengerang kesakitan. "Ah sakit Ra. "


"Lagian abang, gimana mau hamil, Ara aja masih virgin. " jelas Adel dengan kesal. Lalu Arion menjatuhkan tubuhnya di bad tempat Ara tidur. "Yakin masih virgin. " ledek Arion memainkan matanya.


"Serius abang. Ara cuma kesal udah seminggu Kevin gak kasih kabar. " jelasnya, membuat wajahnya kembali cemberut. Ayra yang sedari tadi dikamar mandi hanya mendengarkan percakapan mereka dan tertawa tawa sendiri dengan ledekan Arion kepada Adel.


"Gag usah mikirin Kevin mulu si Ra " larang Kenan kepada Adel yang baru datang ke rumah. Kesanya dua sejoli ini memang tidak menyetujui hubunganya dengan Kevin.

__ADS_1


"Kalian gak suka sama Kevin atau.... " ucapnya kemudian terpotong oleh Kenan yang menjelaskan keadaan Kenvin disana. "Ra, Kevin itu keturunan darah biru, bahkan kehidupan keturunan anak raja akan sangat ribet, sebelum terlambat, kamu masih bisa memutuskan hubungan dengan Kevin. "


"Aku si setuju setuju aja Ra, kamu sama Kevin, tapi liku liku perjalanan kamu akan lebih kacau, dan kamu harus siap bahwa kehidupan kerajaan sangatlah mewah dan penuh aturan yang menggila disana. " Adel hanya menganggukan kepalanya.


"Abang kapan berangkat ke sana? " tanya Adel mengalihkan pembicaraan mereka. "Bulan depan, jangan mengganti topik pembicaraan Ra. " keluh Kenan. "Siapa juga yang mengganti topik pembicaraan. " Adel beranjak dari duduknya meraih baju untuk mengganti seragamnya.


"Ay... Keluarlah, jangan berdiam di kamar mandi. " kali ini mengalihkan topik pembicaraan lebih efektif dari pada tadi. Ayra keluar dari kamar mamdi, lalu menyambar baju yang sudah disiapkan oleh Adel. Ayra begitu cantik menggunakan dres mini milik Adel, sesaat membuat Arion bertanya siapa gadis ini. Namun rasa ingin tahu itu kembali sirna ketika mengingat gadis tersebut sangat jutek, tomboi pula.


"Kita ke Bandara sekarang. " ucap Kenan dengan tergesa gesa setelah mendapatkan pesan. Arion dan Adel tampak bingung. "Ada apa Ken? "Seru Arion kepada Kenan.


"Jam penerbangan Saka 30 menit lagi. " jelasnya membuat Adel memelototkan matanya. "Saka gak bilang apa apa sama aku. " keluhnya kesal yang kemudian menyambar baju dari dalam lemari.


"Emangnya loe siapanya si Ra. " Arion mengejek Adel yang sedang berganti pakaian di ruang gantinya. "Ya gag gitu bang, Saka kan sahabat Ara. Masa hal kaya gini gak kasih tau Ara dulu. " ucapnya sedih.


Setelah beberapa menit mereka sudah bersiap untuk pergi ke Bandara. "bang Ar, kamu bareng Ayra ya. " jelas Adel pada Ayra. Arion protes kenapa tidak Ken saja yang sama Ayra. Arion menarik tangan Adel untuk masuk ke dalam mobil, sedangkan Ayra bersama dengan Kenan.


"Ay... Kenapa tuh Arion gak mau satu mobil sama loe? " ucapnya sambil mengemudi. Ayra hanya menatap wajah Kenan malas. "Penting yah? " Kenan memelototkan matanya, "gila nie cewe cueknya kebangetan, pantas saja Arion malas sama cewe ini " batinya sambil menggelengkan kepalanya.


Sesaat mereka sampai di bandara, sudah ada Saka yang menunggu, jam keberangkatanya tersisa 10 menit lagi. "dateng juga kalian. " ucap Saka. Adel menekukan wajahnya, membuat Saka gemas melihat Adel. "Kenapa Ra? " tanyanya kepada gadis yang sangat dicintainya itu.


"Kamu jahat, kenapa gak kasih kab..... " Saka langsung memeluk Adel dengan erat. Tanganya ia usapkan di rambut panjangnya yang terurai indah, membuat suasana tegang seketika karena Saka memeluk Adel.


"Jangan nakal, sekolah yang bener, dan jangan balapan liar lagi. Kalau ada waktu main ke Singapure Ra, dan kalau ada masalah hubungi aku, aku orang pertama yang akan datang menemuimu. " jelasnya dijawab dengan anggukan kepalanya.


"Siap bro. " mereka berpisah ala ala anak jaman sekarang. Sebelum Saka melangkahkan kakinya, ia berbalik untuk mengecup kening Adel.


"Cup. " satu kecupan membuat Adel dan Ayra melototkan matanya. Saka berjalan meninggalkan mereka berempat. Arion dan Kenan hanya tersenyum melihat kelakuan sahabatnya tanpa ingin memprotesnya.


Kenan berganti pasangan saat ini dengan Adel, Ayra dengan Arion. "Kenapa Saka tadi nyium Ara bang? " Kenan menatap wajah Adel serius. "Beneran kamu gak tau alesanya Ra? " Adel menggelengkan kepalanya.


"Bego apa pura pura oon si Ra, bukanya semua orang tau, termasuk pacar kamu itu si Kevin, juga tau kalau Saka suka sama kamu." Adel mencerna kalimat demi kalimat yang keluar dari bibir abangnya. Ia diam memikirkan apa yang baru saja ia ketahui. "Loe gak papa kan Ra? " Adel menganggukan kepalanya. "Gak apa apa bang" jelasnya yang sesaat menjadi pendiam.


"loe mau naik kagak" Arion membentak Ayra. Ayra langsung masuk kedalam mobil Arion di belakang. "Gue bukan supir ya, pindah kedepan kalau loe dibelakan mending naik taksi aja!" pinta Arion. Ayra dengan penurut berpindah tempat duduknya dari bekakang ke depan membuat posisi mereka sangat dekat ketika Ayra berpindah posisi namun melompat dari kursi belakang ke depan.


Sesaat jantung Arion berdetak tak beraturan akibat posisi mereka yang sangat dekat. Arion menarik nafasnya perlahan untuk mengatur dan menetralkan kan irama jantungnya. Mereka tampak diam dan tidak ada percakapan apapun sampai dirumah.


Sesampainya dirumah Adel menjatuhkan tubuhnya di kasur, ia masih teringat ucapan abangnya kalau Saka menyimpan perasaan sukanya untuk Adel. Dilihatnya ponsel Adel yang beberapa panggilan tak terjawab dari Kevin.


Adel mengerjapkan matanya. Apakah halusinasi atau nyata ia melihat nama Kevin diponselnya. Hatinya berbunga bunga lalu menggeser tombol hijau dengan semangat. Wajah Kevin sangat tampan hingga membuat Adel sesaat terpana oleh parasnya.


📞"Assalamualaikum Ra, gimana kabar kamu"

__ADS_1


📞"Waalaikumsalam Kev, kurang sehat" jawabnya meledek


📞"kamu sakit Ra? "


📞" ia sakit hati, kelamaan nunggu kabar kamu." Kevin tersenyum mendengar penuturan Adel.


📞"Kamu cantik banget Ra, abis dari mana, pakai baju formal lagi? " Kevin mengalihkan pembicaraanya.


📞" emang biasanya gak cantik apa? " Adel memanyunkan bibirnya


📞"kamu selalu cantik, meskipun bangun tidur seperti waktu bersama juga tetap cantik. " ledek Kevin yang mengingat wajah Adel sesaat ketika bangun tidur bersama.


📞"Dasar mesum. "


📞" haa haa bukan mesum Ra, tapi memang kamu sangat cantik dan menggoda." Jelasnya nembuat Adel salah tingkah. " Maaf Ra aku baru kasih kabar, soalnya ponsel aku disita oleh oma dan opa. " Adel menganggukan kepalanya malas.


📞" ia gak papa sayang " panggilan mesranya membuat Kevin melebarkan senyumnya.


📞" kamu dari mana Ra? "


📞" nganter Saka ke bandara


📞" sendiri? "


📞"sama abang lah Kev, memangnya aku siapanya harus nganter ke sana sendiri


📞"Apa Saka mengungkapkan perasaanya sama kamu"


📞"perasanan apa maksud kam.... " kalimatnya terputus karna mengingat ucapan Kenan bahwa Saka mencintai Adel


📞"Ra..."


📞"Apa kamu tau sesuatu tentang perasaan Saka Kev? "


📞"apa kamu tidak sadar bahwa selama ini Saka memang menyukaimu? "


Bonus Visual


Adellaura


__ADS_1


Kevin



__ADS_2