
"Jujurlah pada Kevin, dia masih sangat mencintaimu. " Paksa Saka kepada Adel. Bodohnya, padahal Saka juga sangat mencintai Adel, dengan mudahnya Saka meminta Adel kembali kepada Kevin. Adel menggeleng menolak permintaan Saka. "Dia sangat mencintaimu Ra. "
"Lalu bagaimana dengan perasaanmu kepadaku Sak? Bukan kah sama seperti perasaan Kevin terhadapku. " Saka mati kutu ditunjuk balik tentang perasaanya kepada Adel.
"Apa kamu ingin mencoba hidup bersamaku? " Saka menarik kesimpulan dari arah pembicaraan Adel terhadapnya. Adel kembali ikut terdiam, apa dia bisa hidup bersama orang yang tidak ia cintai.
"Aku serius Ra? Apa kamu mau menikah denganku? Jika ia aku akan melamarmu Ra " Tiba tiba atmosfer menjadi berubah, suasana mulai panas meskipun Ac tersetting dengan angka 16. Adel pucat pasi ditanya soal pernikahan dengan wajah Saka yang serius.
"Lupakan aku hanya becanda Ra. " Saka membuka pintu poliklinik kembali. Adel beranjak keluar dari sana, dan hendak kembali ke IGD.
"Saka... " Saka berbalik memandang Adel. "Akan aku fikirkan jawabanya. " Saka terkekeh mendengar jawabanya. Padahal ia hanya bercanda, dan kalaupun ia serius, Saka akan sangat bahagia. Tapi tidak mungkin Adel bisa melupakan Kevin, karna cinta keduanya masih utuh, hanya alamlah yang bercanda dan belum mau mempersatukan mereka.
Adel melepaskan snellinya berganti dengan baju tindakan berwarna hijau yang menurutnya lebih elegant dari pada baju lainya, "Dok pasien. " teriak Bella kepada dr. Shava, ia lalu meraih stetoskop dengan kepala barbie, pasalnya pasienya seorang anak anak yang datang dengan neneknya.
"Dok pasien kejang, lemas tidak mau makan sejak semalam, suhunya 40.7 derajat celcius, nadi 110 kali permenit, pernafasan 30 x/menit, Diare 3x cair, ampas, tidak darah. BB 17 kg" lapor Bella padanya. Adel bergegas mendekati anak tersebut, dengan lihai Bella memberikan tong spatel pada mulut anak tersebut.
Tongue spatel atau tongue depressor adalah sebuah alat yang memiliki kegunaan untuk memeriksa lidah dari seorang pasien.
Alat ini biasa digantikan dengan sendok ketika seseorang kejang, atau kecelakaan untuk menahan agar lidah tidak jatuh kebelakang menutupi jalan nafas. Jika pasien kejang lalu lidahnya nenutyp jalan nafas, pasien tersebut akan meninggal karena tidak ada suplai O2 yang masuk akibat jalan nafas tertutup.
"Oksigen 3 lpm, pasang infus D5 1/4 Ns, Diaz 5 mg iv pelan, dan dumin supp. " Advice dr. Shava. "Ibu apa anak ini pernah punya riwayat kejang? " ibu itu mengangguk. "Waktu masih umur 4 bulan pernah seperti ini, dan tadi pagi juga kejang " jelasnya.
Lpm :liter permenit
D5 1/4 Ns adalah jenis cairan infus
Diazepam obat untuk mengatasi kejang
Dumin supp obat untuk mengatasi demam yang dimasukan lewat anus.
"Dok pasien muntah. " teriak Bella yang kemudian memiringkan spontan anak tersebut dengan kasar. Membuat sang nenek tidak terima dan marah kepada perawat tersebut.
"Bu mohon maaf jika cucunya tadi diperlakukan kasar, kami hanya takut muntahnya masuk ke dalam saluran pernafasan, karna akibatnya bisa asipirasi, dan dapat menyebabkan kematian.
Aspirasi adalah kondisi masuknya benda asing ke dalam saluran pernapasan akibat tertelan atau terhirup. Kondisi ini menyebabkan beberapa gangguan pernapasan, seperti batuk dan kesulitan bernapas serta peradangan di paru-paru.
Jadi untuk ajaran makan tidak sambil berbicara itu bagus ya, soalnya ketika makan sambil berbicara kedua saluran yaitu saluran pencernaan dan pernafasan terbuka dan beresiko makanan atau cairan bahkan minuman masuk kedalam saluran pernafasan. Nah hayo gimana kalau masuknya sampai ke paru paru, bisa menyebabkan kematian. Apalagi untuk anak yang masih kecil atau menyusui, setelah minum susu disendawakan dulu biar gak tersedak ya!
__ADS_1
"Berikan ondancentron 1mg. " Setelah kembali ke ruang nurse station ibu dari anak tersebut muncul. "Ara? " panggilnya dengan semangat membuat Adel berbalik menatap si pemanggil namanya.
Nurse station : ruang perawat
"Ayla..."Sapa Adel pada wanita yang seumuran denganga. "Ara... Apa kabar kamu? " Mereka saling berpelukan dan menjadi pusat perhatian perawat di IGD. "Makin cantik aja kamu Ra duh ya ampun mirip artis korea" Adel berdecak karena pujian Ayla. "Ishhh kamu bisa aja La. "
"Gimana kabar Kevin, kalian udah nikah atau udah punya anak, berapa anaknya? " Ayla cerewed banget beda dengan Ayra ya. Wanita satu ini crewed, ramah, tidak seperti Ayla yang cuek dan kalem.
Adel merasa malu mendengar pertanyaan yang lagi lagi menjadi pusat pendengaran crew IGD karna menyebut nama Kevin. "Gue udah putus sama Kevin, jangan bahas dia La, please " pintanya kepada Ayla.
"Siapa yang sakit la? " Adel mencoba mengalihkan pembicaraan. Sayangnya tidak berhasil karna Ayla memang sangat rese dan kepo.
"PUTUS..... " teriaknya kepada Adel " Ko bisa si Ra, bukanya Kevin sayang banget sama loe, ini pasti yang nyeleweng elo ya " Lagi Adel membelalakan matanya lalu membekam mulut Ayla yang gak ada remnya, apalagi menuduh yang bukan bukan dan menurunkan derajatnya sebagai wanita paling elegant di rumah sakit.
"Loe... Ishh bisa gak si jangan bahas Kevin disini, please La. " jelasnya. Ayla tersenyum masam, "loe ngapain disini? " Ulang pertanyaanya, membuatnya ingat tujuan sebenarnya.
"Putriku dimana putriku " Dengan nada panik membuka satu persatu ghorden pasien. "Ya ampun Ra, dia putriku. " jelasnya sambil memeluk putrinya yang tertidur di bad, membuat Adel kembali masuk ke ruang perawatan anak tersebut.
"Sebaiknya dia dirawat La, takutnya nanti kejangnya berulang, oh ia Ayra juga bekerja disini. " Sesaat kabar tersebut mematungkan mereka berdua. Ia ingat Ayra diusir karena hamil diluar nikah.
"Ngapain dia disini? "Ayla menanyakan kabar saudara kembarnya itu, walau bagaimanapun hubungan darah lebih kental dari hubungan apa saja. Meskipun bertahun tahun berpisah ia akui sangat merindukan Ayla.
"Dia seorang dr. spesialis anestesi La, dan dia juga sebentar lagi akan menikah. " lagi mereka membulatkan matanya maksimal mendengar profesinya saat ini, dan sebentar lagi akan menikah.
Setelah dirasa cukup berbincang bincang, Adel mengakhiri shift paginya. Ia mendapatkan sebuah pesan dari nomor tidak dikenal.
*Bisakah kita bertemu* sebuah pesan dari nomor 085812xxxxxx
*Maaf ini dengan siapa* balas Adel
*Agni tunangan Kevin*
*Searc location*
Seperti dugaanya, bahwa bukan hanya orang tuanya, tapi sekarang tunanganya yang merusak moodnya. "Sungguh hidupku sudah sesedih ini, masih saja orang orang menggangguku. " ucapnya kesal kepada orang orang yang masih saja mengganggunya.
Terlebih akhir akhir ini Ervan sang anak pemilik Celluler provider selalu menelvonya, mengajaknya bertemu dengan orang tuanya, namun selalu ia tolak. Belum lagi Saka yang mengajaknya hidup bersama, Kevin yang lengket seperti permen karet.
__ADS_1
15 menit ia sampai di sebuah mini cafe, sepi tanpa pengunjung, karena mereka berjanji untuk bertemu di meja nomor 2. Tetap saja Adel selalu tampil cantik, meskipun make up tipis yang ia gunakan, dan snelli kebanggaan yang ia pakai. "Agni?" sapanya kepada gadis yang duduk dengan anggun, keturunan darah biru jelas saja berbeda dari Adel yang hidup mandiri sejak kecil.
"Agni. "Agni mengulurkan tanganya kepada Adel. Sayangnya Adel dengan angkuh menolaknya. Membuat jarak permusuhan diantara mereka semakin jelas. Agni menarik kembali tangan kanan yang diulurkan. "Mau minum apa? " tawar Agni kepada Adel.
"Langsung saja ke intinya Ag... Ni, ya nama kamu Agni kan, calon istri Kevin? " kalimatnya ditekan membuat Agni sedikit marah.
"Maaf kalau saya kurang ramah, memang saya tidak terlalu suka berteman dengan orang baru. " tangkisnya dengan nada sombong.
"Bisakah kamu jauhi Kevin. " Adel seperti dukun, ia tau kalimat yang akan diucapkan oleh Agni.
"Sepertinya kamu bisa meminta kepada Kevin karna saya tidak pernah mendekatinya, dia yang mendekati saya, dan selalu lengket kepada saya seperti permen karet. " ucapnya tegas.
"Saya bisa saja membuat kamu dan keluarga kamu menderita jika kamu masih mendekatinya. " ancam Agni pada Adel.
"Kamu pikir saya takut? Mati saja saya tidak takut, saya bukan wanita cengeng yang bergantung kepada orang tua seperti anda. " Tekan Adel padanya. Nyawa saja sudah diambang pintu hanya digertak seperti itu tidaklah mudah, toh orang tua, abang, dan kerabatnya memang hidup mandiri. Jadi tidak ada seseorang yang berani mengancam keluarganya.
"Lalu bagaimana kalau saya menyakiti keluarga Kevin? " Agni memperalat Kevin sebagai tameng untuk membuat Adel mundur.
"Sedikit rasa bahkan sudah tidak ada untuk Kevin, kalaupun dia akan hidup dijalanan, aku gak peduli. " Adel berdiri lalu dan dengan angkuhnya ia menantang Agni "orang seperti anda yang tidak tau arti hidup dan hanya bisa meminta kepada orang tua, tidak akan tau rasanya perjuangan. " Adel meninghalkan Agni yang tersulut emosi akibat ejekan Adel. "dia kalau diberi hati pasti minta jantung." Batinya kesal kepada wanita itu.
Adel berjalan kembali ke rumahnya yang sudah dihias cantik dengan dekor pernikahan. Besok adalah pernikahan kedua abangnya Ar dan Ken, hari istimewa yang ditunggu tunggu banyak orang. Ia berjalan masuk ke dalam kamar yang sudah ada Arion dan Kenan.
" Bang Ar, tumben disini? " keluhnya yang langsung melepas snellinya. Kedua abangnya sedang membicarakan hal pernikahan. Membuatnya sangat ingin menggodanya.
"Asik yang bentar lagi malam pertama. Bobo ada yang nemenin juga" ledek Adel kepada kedua abangnya. Arion melebarkan senyumnya pasalnya ia sudah pernah merasakanya. "jadi pengin deh "
"Nikah lah, biar tidur ada yang ngajakin oleh raga malam. " Adel memanyunkan bibirnya diledek Arion, membuat kedua abangnya terkekeh kepada Adel.
"Menikahlah Ra, pangeran kamu masih jomblo. " mendengar kata menikah, Adel teringat ajakan Saka tadi pagi.
"Bang kalau Adel nikah juga, kalian setuju gak? " ucapnya asal kepada kedua abangnya.
"Dengan siapa Ra? " spontan kedua abangnya menanyakan siapa calonya kepada Adel. Adel menatap kedua abangnya yang tampak kompak dan penasaran. "Saka.... " ungkapnya menyebut nama Saka. Membuat mereka terbelalak.
"Tidak boleh Ra. " lagi ucapan mereka kompak juga membuat Adel heran, ada apa dengan kedua abangnya dan Saka.
"Daddy dan mommy juga gak setuju Ra" Ucap daddy dan mommy nya yang tiba tiba masuk kamar bang Ken.
__ADS_1