Gadis Liar

Gadis Liar
96


__ADS_3

"DEG"


Adel menatapkan wajahnya kepada mereka, wajah cantiknya tak berubah, hanya sedikit jelek karna darah di bagian memar tamparan dan goresan pisau. Jantungnya berdenyut keras, seperti dihantam batu besar, sesak di dadanya ketika mendapat lontaran kalimat tersebut dari mommy dan daddy nya.


Air matanya mengumpul di pelupuk mata Adel, bibirnya seperti kelu untuk mengucapkan kalimat. Ingin rasanya memeluk kedua orang tuanya. Tapi kondisinya saja seperti ini, bahkan Cila saja mulai tak sadarkan diri.


"Tidak ada alasan yang kuat untuk Ara membenci kalian." ucapnya dengan jelas, lalu melanjutkan langkahnya bersama Saka.


Mereka menatap kepergian Adel, sekalipun ungkapan Adel tidak marah, tapi perilakunya mengatakan bahwa Adel kecewa kepada orang tuanya. Kevin berjalan menyusul Adel dan Saka, namun langkahnya ditahan oleh Kinan. "Tunggu mas..... "


"Maaf.... Aku tidak punya waktu. " Kevin berlari mengejar Adel, Cila dan Saka. Kinan hendak mengejar Kevin namun lagi lagi hal serupa terjadi padanya, langkahnya di cekal oleh Ayra.


"Ki, biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka terlebih dulu." ucap Ayra memperingati. Arion menarik Ayra untuk kembali ke mobilnya.


"Sejak kapan kamu tahu Ara masih hidup?" tanya Arion penasaran, ia kecewa bahkan istrinya tidak memberitahunya.


"Belum lama, tapi Ara mengancam jika aku memberitahumu, dia akan pergi membawa Cila. "


"Kalau kamu memberitahuku tidak akan begini jadinya Ay."


"Seperti apa jadinya? " tanya Ayra kepada Arion. Arion diam, bahkan ia tak bisa menjawab pertanyaanya.


"Bahkan Cila tak bisa melakukan apapun Ar." ucap Ayra. Kenan dan Zela datang menyusul.


"Jangan bertengkar, semuanya sudah terjadi, kita sekarang ikuti Ara, kemana ia membawa Cila pergi. " pinta Kenan, mereka bergegas menuju mobil Kenan, karna mobil Arion jelas dibawa Kevin.


"Mas... Apa Ara membenci kita? " tanyanya khawatir, ia sedih karna putrinya tidak memandangnya sama sekali.


"Tidak ma, mungkin tadi kondisinya sedang gawat, sehingga Adel belum siap menemui kita." jelasnya membuat Keyla tenang seketika. Mereka ikut melajukan mobilnya menuju rumah sakit yang sedang diikuti Kevin.


Sesampainya di mobil Saka, Saka dengan cepat memutar kemudinya. Adel menidurkan Cila di kursi belakang. Lalu mencari kotak p3k di mobil Saka.


Ia mengambil seperangkat infus dan cairan NACL serta RL. Ia menusukan dua jalur infus di kedua tanganya, untuk mengurangi syok hipovolemiknya.


Perjalanan 30 menit sampai di rumah sakit milik Saka. Sesampainya disana Cila langsung mendapatkan perawatan intensive, dan Cila dirawat di ruang ICU.


"Mana edta nya? " tanya Saka kepada Adel. Adel memberikan tabung kecil berwarna ungu yang berisi darah milik Cila.


Edta adalah botol sample darah


"Priksa darahnya... Cito! " pinta Saka. Mana ada yang melawan, perawatpun berlari menuju laboratorium.


"Siapkan darahnya Cito juga." ungkap Saka yang kemudian menyusul Adel ke ruang ICU.


Sesampainya diruangan Cila diganti bajunya dan dipasang dengan elektroda untuk menyambungkan kabel ke tubuh Cila.

__ADS_1


"Pasang pasien dengan BSM! " pinta Adel kepada perawat. Semua yang berjaga mengangguk dan langsung melakukan apa yang diperintahkan oleh Adel. Siapa yang tak kenal Adel, wanita yang setiap waktunya diperlakukan baik oleh pemilik rumah sakit ini.


Bedside Monitor (BSM) adalah suatu alat yang digunakan untuk memantau vital sign pasien yang berupa detak jantung, nadi, tekanan darah, temperature, dan bentuk pulsa jantung secara terus menerus.


Cila sudah mendapatkan transfusi darah, karena hemoglobinya hanya 7.6 gr/dl. Untung saja golongan darahnya AB positif sehingga dengan mudah. Diluar ruangan, keluarganya menunggu, termasuk Kinan juga menunggu.


Saka memasuki ruang ICU lewat pintu belakang menemui Adel. "Ra..... " panggil Saka pada Adel, membuat Adel terbangun dari tidurnya.


"Sak... "


"Kevin ingin masuk, bergantianlah. " ucap Saka meminta Adel untuk keluar. Lalu Saka juga ikut keluar dari ruangan tersebut.


Adel berjalan keluar lalu membuka pintunya untuk memanggil Kevin, ia belum mengganti gaunya yang penuh dengan darah, dan hanya memakai baju khusus ICU. "Kev masuklah....." Kevin masuk kedalam ruangan lalu berganti dengan baju khusus ICU. Namun sesampainya di ruangan Adel sudah keluar.


Adel berjalan menuju ruanganya, ia merebahkan dirinya di kamar kecil yang tersedia di ruangan tersebut. Tak lama sebuah ketukan datang. "Masuk.... " pintanya, jelas saja itu Saka siapa lagi, mana mungkin Kevin sampai disini.


"Ra.... " Saka berjalan menuju sofa, dimana Adel sudah duduk disana.


"Aku bawakan ganti untukmu." ucapnya meminta Adel untuk berganti. Tidak ada jawaban ataupun sanggahan lalu Adel memasuki kamar mandinya, dan mengganti bajunya.


Setelah selesai ia keluar dari ruanganya, Saka masih disana menunggunya. "Makanlah! " pinta Saka kepada Adel, ia membukakan kotak makan untuk Adel. Adel dengan lahap memakanya hingga tak bersisa.


Setelah selesai makan Saka menatap Adel dalam dalam. Ia melihat kegundahan dihati Adel. "Bagaimana kamu tahu aku disini? " tanya Adel.


"Aku tahu setelah kamu bertemu dengan Kevin, kesempatanku untuk dekat denganmu bahkan bisa dibilang akan hilang Ra." batinya menatap lekat wajah Adel.


"Aku lelah Sak." ucapnya, Saka menarik kepala Adel dan merengkuhnya dalam pelukanya.


"Tidurlah jika kamu lelah. " pinta Saka kepada Adel. "Lupakan semua yang mengganjal Ra, lepaskan semua yang menahanmu, dan ungkapkan isi hatimu." pintanya kepada Adel.


"Aku belum siap menghadapinya Sak." Saka mengusap rambutnya perlahan dengan lembut dan penuh kasih sayang. Hingga membuat seseorang yang berada di luar ruangan merasa cemburu terhadap perlakuan Saka kepada Adel.


"Sejak kapan kamu menjadi sepengecut ini Ra...?" tanya Saka, membuat Adel melepaskan rengkuhan tangan Saka dikepalanya. Air mata Adel mengalir, ada beban yang tak terlihat di hati Adel sehingga membuat Adel seperti ini.


"Aku belum siap, bukan pengecut Sak." Saka mengusap air mata Adel, lalu berkata "hadapi semampumu, jika lelah maka ada aku yang akan jadi sandaranmu. Sudah terlalu lama kamu menunda menyelesaikan masalah ini Ra " Adel terdiam, tidak ada percakapan diantara mereka.


"Aku keluar. " ucap Saka kepada Adel, Adel masih terdiam, ia masih belum tau bagaimana cara menghadapi mereka.


Saka keluar dari ruangan Adel, diluar ruangan ada Kevin yang disusul oleh Kinan. Lalu Saka menghentikan langkahnya " Kalau boleh aku kasih saran jangan temui Ara sekarang Kev, dia belum siap bertemu dengan siapapun dari keluarganya karena emosinya masih belum stabil " Kevin mengangguk, ia tidak mau bersiteru dengan Saka.


Membawa Adel dalam keadaan hidup, adalah hal yang tidak dapat Kevin tebus darinya. "Baiklah aku tinggal. " ucapnya lalu menepuk pundak Kevin.


Setelah Saka pergi barulah Kinan mengatakan apa yang ingin ia ucapkan. "Mas apakah kamu menggagalkan pernikahan kita karena wanita itu? "


"wanita itu....maksud kamu.... " Kevin ingin tahu apa yang ingin Kinan ucapkan.

__ADS_1


"Wanita itu yang merusak pernikahan kita." ucap Kinan menyalahkan Adel atas gagalnya pernikahan mereka.


"Dia istriku Ki, dia ibunda Cila. " jelasnya dengan kesal karena mengatakan Adel dengan nada tak sukanya.


Mendengar suara ribut dari dalam ruanganya, Adel bergegas keluar, ia menguping dari daun pintu di ruanganya.


"Mas.... Wanita itu berselingkuh dengan Saka, apa masih pantas kamu kembali padanya? " ucap Kinan menjelekan Adel. Karna beberapa kali Kinan bertemu dengan Saka dan Adel dalam keadaan mesra.


"Jaga bicaramu Ki." pinta Kevin yang wajahnya mulai marah.


"Memang benar mas, aku sering bertemu mereka berdua, mereka sangat mesra, dan wanita itu sangat matre, dia cuma memanfaatkan Saka mas, dan sekarang mas akan kembali padanya, padahal dia sudah berselingkuh dengan Saka." sudah cukup kesabaran Ara kali ini.


"Ceklek"


Mereka berdua menatap Adel yang keluar dari ruanganya."Ra.... " Kevin menatap Adel dengan penuh harap, berharap ia akan berbicara padanya.


Sayangnya Adel berjalan tanpa menggubris Kevin, hingga Kevin menarik tangan Adel." Ra.... "


"Selesaikan masalahmu denganya Kev, aku tidak mau menjadi perusak hubungan orang lain." ucapnya berbalik tanpa menggubris Kevin, namun lagi lagi tanganya dicekal oleh Kevin.


"Aku sudah selesai Ki." ucapnya membuat Kinan melongo mendengar Kevin dengan cepat menyudahi percakapanya dengan Kinan. Adel sesaat menghentikan langkahnya, senyum tipisnya ia kembangkan, ia pikir Kinan gadis baik baik, tapi kenapa malah seperti ini.


"Usir dia...." pinta Adel dengan jahat. Sungguh Kinan membangunkan macan yang sedang tidur, jelas jelas Saka mengatakan bahwa Adel belum mau bertemu dengan siapapun, karna emosinya belum stabil. Kenapa malah membangunkan emosinya dengan kemarahan.


"Ki... Pergilah, aku sudah meminta maaf karna pernikahan kita harus dibatalkan, jadi tidak ada yang perlu dibicarakan. "


"Mas.... Dia itu berpacaran dengan Saka." Ucap Kinan keras. Adel mendekatkan dirinya kepada Kinan, ia ingin membuat Kinan mati kutu didepan Kevin.


"Kalaupun benar aku pacar dan selingkuhan Saka, percayalah Kinan.... Mantan calon pengantinmu ini " Adel menunjuk Kevin dengan telunjuknya " akan melakukan segala cara, meskipun cara itu hina dan kotor, untuk mendapatkanku kembali disisihnya. " jelasnya, tatapan matanya jahat, Adel sengaja membuat Kinan patah hati.


"Apa benar itu mas? " tanya Kinan kepada Kevin. Kevin menganggukan kepalanya "aku memang akan mengikatnya kembali disisihku. " ucapnya dengan pasti.


"Mas dia itu matre." ungkap Kinan yang tak bosan menjelekan Adel. Adel menyedekapkan tanganya. Ia ingin membalasnya dan mempermalukanya sekali lagi.


"Apa kamu tau Ki.... Bahkan sekalipun aku meminta nyawa Saka dan Kevin, mereka menyerahkanya dengan senang hati, apalagi hanya harta, Mereka berdua akan memberikan segalanya untuku. " jelasnya membuat Kinan benar benar marah dan berlari menjauh dari Adel dan Kevin.


Wajah Adel kembali murung, ia berjalan meninggalkan Kevin, sayangnya Kevin menarik Adel masuk ke dalam ruanganya. Adel hanya mengikuti Kevin, jujur ia sangat rindu terhadap Kevin, tapi ia kesal terhadap Kinan karna mengusik pribadinya "Apa lagi.... Belum bosan mengganggu istirahatku." tanya Adel kesal.


Kevin mendekatkan dirinya kepada Adel, membuat Adel menatap Kevin serius. "Kamu mau apa?" Kevin tak menjawab tapi langkahnya terus maju untuk mengunci Adel yang berjalan mundur hingga mentok di tembok.


"Merealisasikan ungkapan kamu Ra." Adel mendelikan matanya, sepertinya ia termakan omonganya sendiri.


"Maksud kamu? "


"Mengikatmu dengan cara terkotor dan terhina agar kamu kembali kesisihku Ra. "

__ADS_1


__ADS_2