
"Bagaimana keadaan Ara Ar? " tanya Kevin, hatinya berdenyut antara kabar baik dan buruk yang akan ia dengar.
"Operasinya sukses, tapi..... " Kenan menaikan alisnya dan melebarkan pandanganya. Ia tidak mau ada kata tapi, namun kalimat ini keluar bagai duri yang akan menusuk hati mereka semua yang ada di sana menanti kabar Adel.
Kenan mencengkeram bahu Arion, ia sangat ingin tau bantahan apa yang membuat Arion mengeluarkan kata tapi. "Tapi apa Ar? " Kenan memperjelas kalimat Arion.
"Kita harus sabar menanti Adel kembali, melihat kondisinya yang begitu parah, tidak hanya mempertimbangkan hasil operasi, bahkan jantung dan ginjalnya rusak, dan cideranya mengakibatkan Adel tidak dapat merespon apapun dari kita "
Yah... Jika ia tidak bangun setelah operasi maka presentase kehidupanya sangat kecil. Kondisi Adel dipastikan sejak saat ini jika bertambah parah akan menjadi pasien vegetatif permanen.
Sayangnya Kevin sudah tau jawabanya. Wajahnya memucat, ia harus sabar menanti Adel kembali, dan ia juga harus rela jika Adel akan diambil oleh yang maha kuasa.
Kondisi vegetatif persisten (persistent vegetative state, PVS) adalah kelainan kesadaran di mana pasien dengan kerusakan otak serius berada dalam kondisi sadar secara parsial namun tidak menunjukan persepsi dan reaksi kognitif terhadap rangsangan yang ada di sekitarnya.
Vegetatif adalah kondisi di mana pasien tidak sadarkan diri, namun sebenarnya mereka masih terjaga dan bisa menerima rangsangan. Pada umumnya, vegetatif disebabkan oleh cedera otak akibat kecelakaan lalu lintas dan serangan jantung parah. Meski terjaga, pasien tidak dapat merespon kondisi sekitar.
"Jantung Ara bekerja sangat ekstra akibat ginjalnya yang rusak." Jelas Arion kepada Kenan. "Ini adalah salah satu faktor selain dari cidera otaknya yang membuat ia tidak bisa merespon apapun."
"Aku akan menunggu, meski itu 28 tahun bahkan 50 tahun, aku akan menunggunya." mereka menatap haru Kevin, cintanya benar benar utuh untuknya. Bahkan ketika ia hanya bisa memandang wajahnya yang setiap hari cantik dengan riasan sederhananya.
"Banyak kasus...... "Isaknya terdengar dengan senduhanya " di dunia ini pasien PVS setelah 18 tahun, 28 tahun, 13 tahun bangun dengan sendirinya." ucapnya dengan air mata yang deras. Ia tidak dapat membendung kelenjar lacrimalisnya. Yah memang ada banyak contoh pasien PVS kembali dengan normal tetapi itu hanyalah 5% prosentase.
Kelenjar air mata atau kelenjar lakrimalis adalah kelenjar di mata yang mengeluarkan air mata. Kelenjar lakrimalis terletak pada bagian lateral atas mata yang disebut dengan fossa lakrimalis.
Arion menepuk pundak Kevin, yang saat ini pandangan matanya kosong. Ia tidak tau lagi mesti bagaimana. Sesaat dadanya menyesak. "Gue masuk dulu. " ucapnya meninggalkan Kenan dan Arion. Kenan hendak mengejar Kevin, namun Arion dengan cepat mencegahnya.
"Biarkan dia sendiri Ken, dia pasti butuh waktu berdua dengan Ara. " jelasnya, Kenan menganggukan kepalanya. "Lebih baik kita beri penjelasan kepada yang lain." mereka berjalan menuju luar ruang perawatan khusus untuk menjelaskan keadaan Adel yang sebenarnya.
Berita ini seperti sengatan listrik, yang membuat seseorang merasakan sakit, dan menggoncangkan jiwanya. Awalnya mommy dan daddy Adel pun tak terima, tapi apalah daya ini adalah hasil finish dari operasi.
"Kita hanya bisa berdoa dan berusaha. " jelas Arion kepada keluarga Adel dan keluarga Kevin, disana ada orang tua Arion juga.
*
Setelah beberapa hari operasi, kondisi Adel masih seperti biasa, matanya bisa berkedip, jarinya juga bisa bergerak, dan bahkan ia bisa menarik ujung bibirnya namun tidak bisa berpindah.
Berbeda dengan pasien koma, pasien vegetatif bisa membuka matanya. Jantung dan paru-paru pasien pun bisa berfungsi layaknya orang sehat. Selain itu, pasien juga memiliki siklus tidur, memiliki refleks, dan bisa berkedip, mendengus, atau tampak tersenyum seperti orang sehat pada umumnya.
Setiap pagi Kevin akan menyeka Adel, mengganti bajunya dan merias wajahnya. Terkadang ia menarik ujung bibirnya. Bahkan terkadang air matanya mengalir ketika bertemu dengan Cila.
Setiap dua jam, fisioterapis akan melakukan pergerakan otot ototnya agar tidak mengalami kontraktur dan atrofi tulang. Memijat, dan memberikan kenyamanan kepada Adel sudah jelas diberikan kepadaya layaknya memanjakan orang yang sehat.
Kontraktur atau kekakuan otot
__ADS_1
Atrofi otot adalah kondisi di mana terjadi penurunan massa otot. Hal ini biasanya akibat dari cedera atau adanya suatu penyakit, sehingga bagian tubuh tertentu tidak digerakkan dalam jangka waktu yang cukup lama.
Setiap jam, perawat akan memberikan diit dengan nutrisi yang cukup, semua makanan berbentuk cair karena akan diberikan melalui selang NGT.
Diit atau makanan
Pemasangan nasogastric tube (NGT) adalah prosedur yang menggunakan selang dan tabung menuju lambung untuk masalah medis tertentu.
"Na Kevin.... " panggilnya kepada menantunya. Keyla yang sedang duduk setelah mengunjungi putri dan cucunya menyempatkan dirinya untuk bertemu dengan Kevin.
"Ya mom? " jawabnya dengan penuh santun.
"Kembalilah bekerja, mommy akan ada disini merawat Adel." ucapnya, Kevin ingin menolak namun mommy nya tidak menerima penolakan. "Bukalah lembaran baru Kev, kamu lulusan kedokteran yang handal, pasti sangat dibutuhkan jika melanjutkan pekerjaanmu. Mungkin saja nanti pasien yang kamu tolong mendoakan istrimu, dan akan mengabulkan doa mereka" bujuk mertuanya kepada Adel.
"Benar Kev, lagian rumah sakit lamamu juga masih membutuhkan dr. BTKV. " timpal Anes yang baru datang untuk mengajak Cila berjalan jalan.
dr. BTKV adalah dr. Bedah thorak kardio vaskuler.
"Tapi bun, Kevin hanya ingin menemani Ara, memanjakanya setiap waktu dan menghabiskan waktu bersamanya " ungkapnya menolak perintah mommy dan bundanya halus.
"na..., Ara juga pasti sependapat dengan kita. Hidupmu akan berlanjut na, tidak berhenti sampai disini, apalagi kamu punya Cila." jelasnya dengan berbagai alasan yang menguatkan Kevin untuk bekerja.
"Aku akan pamit kepada Ara terlebih dulu mom, bun " ungkapnya jelas. Kevin berjalan meninggalkan mereka berdua yang keseharianya memang datang kesini khusus untuk memberikan terapis musik dan berbagai cerita kepada Adel.
Kevin memasuki ruangan tersebut, tampak Adel yang sedikit menarik ujung bibirnya. Kevin menjatuhkan tubuhnya di depan Adel, lalu memegang jemarinya.
Setiap tiga hari sekali Kevin meminta seseorang untuk melakukan lulur terhadap Adel. Sehingga tubuhnya akan tetap terawat.
Ia lalu menceritakan permintaan kedua mommy dan bundanya yang meminta Kevin untuk bekerja " Ra bolehkah jika aku melanjutkan bekerja? " tampak Adel yang menarik ujung bibirnya. Lalu mengedipkan matanya.
Mendapat jawaban ini, Kevin merasa bahagia lalu mengecup kening Adel dengan lembut. "Makasih banyak Ra." ucapnya bahagia. "Ra bahkan jika kamu akan seperti ini seumur hidup, aku akan tetap bahagia memilikimu. " ungkapnya dengan penuh syukur.
"Sampai kapanpun aku, Cila, bahkan semua keluarga aku dan kamu akan menantimu untuk kembali Ra." jelas Kevin kepada Adel menguatkan, lalu memberikan pelukan hangat kepadanya.
*
Pagi ini Kevin berjalan menyusuri lorong rumah sakit, dan berangkat menggunakan mobil kesayanganya kembali menuju rumah sakit lamanya. Rumah sakit pertama di Indonesia yang menyimpan sejuta kenangan manis dirinya dengan Adel.
Langkahnya terhenti ketika di depan ruangan operasi, ia menjumpai Adel yang saat itu menjabat sebagai asisten operasi, masuk ke dalam ruang operasi polos tanpa masker. Saat itu juga jantungnya berdetak hebat.
Bahkan setelah sekian lama berpisah mereka dipertemukan kembali di ruangan yang sangat dingin dan mencekam. Memorinya tak lepas dari wajah cantik istrinya.
Ia masih menjabat sebagai direktur rumah sakit, dan merangkap sebagai dr. BTKV.
__ADS_1
Sesekali ia membawa Cila ke rumah sakitnya. Ia menyewa seorang baby sister lelaki, karna ia sama sekali tidak ingin terikat dengan seorang perempuan. Mengingat bahwa ia memang tidak ingin menggantikan Adel dengan siapapun.
*
4 tahun kemudian
"Bunda..... " panggilanya kepada Adel, gadis kecil ini sudah berusia hampir 5 tahun, gayanya yang lincah, wajahnya yang ayu dan gesitnya seperti bundanya.
Gadis kecil ini keseharianya menemani bundanya. Baginya bundanya seperti boneka cantik yang selalu ia bangga banggakan. Sesekali Cila memberikan makanan melalui selang NGT, menceritakan semua kejadian kejadian kecil kepada bundanya.
Namun saat ini keadaan Adel sudah tidak seperti dulu. Ia bahkan sudah dibilang seperti mayat hidup, matanya terbuka, namun tidak dapat berkedip, menarik ujung bibirnya, atau menggerakan jarinya. Kondisi ini sudah dialaminya hampir 1 bulan yang lalu.
"Bunda ayo main mobil mobilan... " pintanya yang duduk di samping bundanya. Gayanya seperti lelaki, namun penampilanya sangat anggun.
Melihat bundanya yang tidak lagi tersenyum seperti biasanya ia mulai menangis, ia mulai takut kehilangan. "Ayah...... " teriaknya membuat alarm ruangan tersebut berbunyi.
Kevin dengan terburu buru hanya merangkap bajunya dengan jubahnya saja. Ia kaget mendengar teriakan anaknya. "Sayang ada apa? " tanya Kevin khawatir. Lalu melihat monitor yang terpampang di layar kaca.
"Kenapa bunda sekarang tidak bisa tersenyum ayah. " Kevin menatap Adel, yah hatinya juga ikut sedih melihat kondisi Adel yang memburuk. Ia ingin menangis, tapi didepan putrinya ia tak akan bisa menangis.
"Bundamu lelah sayang, biarkan bunda istirahat dulu ya, nanti kita main lagi? " jelasnya yang kemudian memapah Cila keluar dari ruangan tersebut.
"Ayah.... " Kevin menatap wajah Cila dengan serius dan menjawab dengan deheman. "Apa bunda akan pergi meninggalkan kita semua? " kalimatnya sesaat membuat hati Kevin seperti terhujam batu runcing. Sakit itulah yang ia rasakan.
"Tidak sayang, bunda hanya lelah, ia hanya akan istirahat sebentar." di luar ruangan sudah ada mommy mertua Kevin dan bundanya. Mereka yang mendengar percakapan itu langsung mendekat kepada Cila.
"Cila sayang kenapa? " tanya kedua oma Cila. Cila mengusapkan tanganya di kedua matanya. Lalu menangis dengan tersedu.
"Oma.... Bunda Cila sekarang tidak mau tersenyum sama Cila, apa karena bunda Cila akan pergi meninggalkan Cila oma? " lagi lagi mereka yang mendengarnya seperti terhujam runcingan bambu.
"Tidak sayang, benar kata ayah kamu, bunda hanya lelah. Jadi biarkan bundamu istirahat sebentar." jelas mereka berdua.
Namun belum selesai mereka menjelaskan kalimat tersebut sirine code blue terdengar dari ruangan, membuat semua dokter yang mempunyai jadwal di ruangan tersebut, dan petugas code blue berlarian menuju ruangan Adel.
Code blue adalah kode isyarat yang digunakan dalam rumah sakit yang menandakan adanya seorang pasien yang sedang mengalami serangan jantung (cardiac arrest), atau mengalami situasi gagal nafas akut (respiratory arrest), dan situasi darurat lainnya menyangkut nyawa pasien.
"Mom... Bun, bawa Cila keluar terlebih dulu lewat lift khusus. " pinta Kevin yang berlari menuju ruangan Adel dengan cepat.
Sirine monitor berbunyi sangat nyaring dan cepat. Menandakan keadaan yang buruk. "Code blue... Code blue. "
Bonus Visual Adellaura
__ADS_1
Kevin Keyndra