Harun Untuk Khaliesah

Harun Untuk Khaliesah
warteg


__ADS_3

"Tidak masalah kok mbak, namanya juga manusia." Jawab Ica mengambil gaun yang ada di tangan pelayan dan segera kembali ke kamar ganti.


Lagi - lagi Harun hanya bisa tersenyum melihat tingkah calon istrinya itu.


"Dia benar-benar baik dan apa adanya, bahkan Ica tidak terlihat canggung berbicara denganku meskipun ini pertama kalinya aku mengobrol dengannya. Ucapan papa mengenai Ica memang benar", batin Harun.


"Nahhh, kalau begini kan bagus, ihhh Ica cantik deh pakai ini, hihi", ucap Ica sembari memainkan gaunnya di depan cermin.


"Mas Harun, bagaimana ??" Tanya Ica setelah keluar dari ruang ganti tersebut, ia masih memainkan gaunnya.


Harun mengangkat alisnya Heran, "Apa tadi ? Dia memanggilku mas ? memangnya aku nih mas mas tukang bakso apa.. Ehh tapi bagus deh terkesan romantis hehe". Fikir Harun.


"Mas, bagaimana menurutmu ?" Desak Ica membuyarkan lamunan Harun.


Ehh iya bagus kok, Cantik!


"Seriusan??, thank you mas."


----


Di dalam mobil..


Mm kamu ada acara enggak habis ini ??


"Tidak ada sih kenapa memangnya ?? Ehh mas mas mampir ke situ dulu yuk, aku laper banget soalnya enggak sempat sarapan tadi, hehe". Lanjut Ica menunjuk sebuah warteg di pinggir jalan.


Harun pun mengangguk dan menepikan mobilnya. Ya Allah kalau tahu bakalan di ajak makan kayak gini, ngapain tadi aku nanya basa - basi begitu, kan jadi malu sendiri.


"Mau makan apaan mas ?" Ica membolak balikkan menu di atas meja.

__ADS_1


Samakan saja dengan kamu.


"Ehhh iya mas, tadi kenapa ?" Tanya Ica saat sudah memesan makanannya.


Apanya ?


"Tadikan mas Harun bertanya, aku ada acara atau tidak". Jawab Ica dengan polosnya.


Ummm enggak kok, hanya ingin mengajak kamu makan siang saja.


Mmm Ica menganggukkan kepalanya.


"Kok jadi hening begini sih, heii ngomong dong". Gumam Ica melirik Harun yang dari tadi hanya duduk manis tanpa berkata apapun.


"Yehhhh akhirnya datang juga," Ica bertepuk tangan kecil menyambut makanannya, sejak pagi dia sudah merasa lapar. Dan tanpa basi-basi Ica langsung menyantap makanannya.


"Heheh maaf yah mas, aku lapar banget soalnya". Ica merasa malu karena sedari tadi Harun terus memperhatin dirinya yang hanya sibuk makan.


"Mmm kamu sering makan di luar seperti ini ?" Tanya Harun membuka obrolan.


Ica tesenyum dan menganggukkan kepalanya, mulutnya masih di penuhi makanan.


Sama cowok juga ?


Tidak, sama Dita doang.


Hmm Harun menganggukkan kepalanya .


"Sama pacar memang enggak pernah ?"

__ADS_1


Hehe, enggak, adanya si Dita doang tuh, jadi kemana mana pasti Dita lagi Dita lagi yang menemani aku.


Mmm akrab banget dong sama Dita.


Ehemm. Dari awal masuk sekolah aku langsung akrabnya cuma sama Dita doang soalnya. Jadi aku sudah nyaman banget sama Dita.


Pacar kamu enggak marah kamu sama Dita terus ??


Haaaa bwahahaha Ica terbahak mendengar pertanyaan Harun.


"Kamu kok ???"


"Hehe maaf mas keceplosan, aku enggak punya pacar kok, ini juga pertama kalinya aku makan sama cowok kayak gini". Jawab Ica polos menatap Harun.


Harun tersenyum lega mendengar jawaban Ica.


-----------------


"Ehh aku boleh minta nomermu enggak ?" Tanya Harun saat Ica akan turun dari mobil.


Ica tersenyum dan menyodorkan handphonenya. "Mas save saja nomer mas nanti aku misscall".


"Oke makasih yah," Kata Harun saat Ica menghubungi nomer yang di ketik Harun. "selamat istirahat". imbuhnya


Ica pun menutup pintu mobil dan menunduk mensejajarkan posisinya dengan kaca mobil. "Makasih yah mas Harun traktirannya".


Harun mengangguk dan menatap punggung Ica hingga ia masuk ke dalam rumah. .


"Yahh ampun imut banget sih tuh anak, keliatan enggak yah aku grogi tadi, semoga saja enggak". Gumam Harun.

__ADS_1


--------


Selamat membaca 😘😘


__ADS_2