
Syukurlah... Mungkin dengan pergi ke tempat itu akan mengobati hatinya yang memendam kesedihan atas terjadinya pernikahan ini. "Batin Harun".
Baiklah kita akan pergi. Ica mendongakkan kepalanya. Serius ?? Tanyanya memastikan. Harun menganggukkan kepalanya. Melihat anggukan itu Ica langsung menghempaskan tubuhnya memeluk Harun. Makasih mas.. Ucapnya berulang.
Tapi kita tidak pergi sekarang. Jelas Harun membelai lembut kepala Ica.
Ica menganggukkan kepalanya yang masih menempel di dada Harun. Tidak masalah, kita bisa pergi jika mas Harun sudah tidak sibuk.
Harun sangat bersyukur memiliki Ica sebagai istrinya. Mungkin terkadang Ica bersikap sangat manja. Namun ia adalah gadis yang begitu pengertian Ica tidak pernah memaksakan kehendaknya. Bahkan Ica tidak pernah mengeluh saat Harun hanya sibuk dengan urusan pekerjaannya di kamar.
--------------
Ke esokan harinya ..
Kamu serius tidak ingin ikut denganku ??
Iya mas, aku tidak ingin mengganggumu.
Tapi kamu akan sendirian disini. Kamu ikut saja, mas janji rapatnya hanya sebentar setelah itu kita bisa pergi jalan.
Sudahlah mas Harun, jangan khawatirkan aku. Bukannya setelah rapat mas Harun harus meninjau lokasi proyek ??
Harun terdiam, membenarkan ucapan Ica. Ahh tapi aku sangat berharap kamu bisa ikut. "Batin Harun"
__ADS_1
Baiklah. Apa kamu ingin berkeliling pulau atau pergi berbelanja ?? Mas akan menyiapkan supir untukmu.
Tidak perlu mas, aku hanya akan berkeliling hotel ini saja. Aku sudah searching ada beberapa spot yang indah di hotel ini.
Baiklah kalau begitu,
Mas Harun berangkat, jaga dirimu, kalau ada apa - apa segeralah hubungi mas Harun. Ica menganggukkan kepala lalu mencium punggung tangan Harun.
Harun membalas mengecup pucuk kepala Ica setelahnya. Harun pun melangkah keluar dengan berat hati. Sejak menikah, ini pertama kalinya dia meninggalkan Ica seorang diri.
Yah sudahlah.. Mungkin aku dan dia harus membiasakan diri, jika masa cuti ku habis. Aku pasti akan sering meninggalkannya sendiri di rumah untuk pergi bekerja.
------------
Setelah bosan menonton tv di kamar, Ica memutuskan keluar untuk berkeliling. Setelah bosan berkeliling dan tidak menemukan yang ia cari, Ica menghampiri meja receptionis.
Wanita itu pun menjelaskan ke arah mana Ica harus pergi.
Tadi pagi Ica memang sudah searching tentang hotel yang ia tempati sekarang. Lalu menscreenshoot Beberapa gambar yang di anggapnya menarik untuk ia datangi Saat Harun akan meninggalkannya untuk rapat pagi ini.
Ica berjalan sesuai arah yang di tunjuk sang receptionis..
Brukk,,
__ADS_1
"Awww.." pekik Ica saat bertabrakan dengan seseorang. Maaf, maaf aku tidak lihat jalan tadi. Katanya sambil memegang bahunya yang sedikit sakit.
Sorry sorry gua yang salah. Gua..... Ica ....? Ucapan pria itu terhenti saat melihat sosok yang ia tabrak.
Kamu ngapain di sini ??
Ica mengangkat wajahnya saat pria itu menyebut namanya.
Danu ...... Tunjuk Ica. Kamu yang ngapain di sini ??
Tiap liburan aku dan keluarga memang selalu ke sini. Kamu pasti pernah lihat aku beberapa kali mempostingnya di media sosial.
Humpp begitukah ?? maaf aku tidak pernah memperhatikannya. Ucap Ica polos. Dia memang tidak begitu aktif di media sosial sehingga tidak pernah memperhatikan media sosial Danu.
Hahhh sebegitu tidak dianggapnya diriku ini ?? Bahkan untuk sekedar melihat sosial media ku pun dia tidak sudi.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.