Harun Untuk Khaliesah

Harun Untuk Khaliesah
pergi jalan


__ADS_3

Aku tidak mendiami mu, istirahatlah, aku masih banyak pekerjaan.


Harun bangkit dari duduknya, berjalan menjauh dari Ica.


Brukkk,,


Harun tersentak, langkahnya lalu terhenti saat Ica menubruk tubuhnya dari belakang, Ica memeluk tubuh tegap itu dengan sangat erat.


"Maafkan aku !!" Lirih Ica di balik punggung Harun.


Ahhh, “pelukan seperti ini“ mengapa aku merasa begitu di cintai.


Harun merenggangkan pelukan itu lalu membalik tubuhnya, kini tangannya sudah melingkar di pinggang Ica, "mas Harun tidak marah padamu,“ ucapnya sendu lalu menciumi pucuk kepala istri kecilnya itu.


-------


Ica berjalan menghampiri Harun yang masih sibuk dengan setumpukan berkas di depannya.


Mas, sungguh kamu hanya ingin di rumah seharian ini ??


Jika banyak pekerjaan, kenapa kamu tidak kembali saja ke kantor.


"Aku bisa memantau kondisimu jika bekerja di sini," melirik Ica sesaat lalu kembali fokus pada berkasnya," lagi pula untuk apa aku ke kantor jika semua pekerjaanku sudah ada di sini."


Hemm, iya juga sih. Ica lalu kembali rebahan di atas kasurnya.


Heh, ini sungguh membosankan.Apa gunanya dia ada di sini tapi hanya sibuk dengan pekerjaannya, menyebalkan !!


Sesekali Harun melirik ke arah istrinya, memastikan apa yang di lakukannya.


"Apa yang dia lakukan, kenapa dia terus saja menghempas dan kembali mengambil ponsel itu, hehh dasar gadis aneh." Senyum tipis tergambar di wajah Harun.

__ADS_1


Merasa tidak tega dengan istrinya yang terlihat bosan, Harun menutup laptop dan merapikan semua berkasnya. Ia lalu berjalan menghampiri Ica.


"Kenapa ?? kamu bosan ??" Ica mendongakkan kepala saat merasakan sentuhan di kepalanya.


Hah ?? tidak kok mas, apa pekerjaanmu sudah selesai.


Harun mengangguk lalu mendudukkan tubuhnya di sisi Ica. "Apa kamu mau pergi jalan ??"


"Mas serius ??" mata Ica sudah berbinar, membayangkan akan segera keluar dari rasa bosannya.


Harun kembali menganggukkan kepala dengan seulas senyum yang membuatnya terlihat begitu tampan.


Tanpa aba - aba, Ica segera berlari menuju lemari untuk mengganti pakaiannya. Harun terlihat bahagia melihat betapa antusiasnya istrinya itu ingin pergi dengannya.


-------


Di salah satu mall..


"Terserah mas Harun saja." Jawab Ica datar.


Mendengar jawaban yang ambigu seperti itu, Harun lalu menoleh menatap istrinya. "Kenapa dia tidak terlihat seantusias tadi, apa dia sedang tidak ingin menonton yah ??"


"Kamu ingin kemana ??" tanya Harun dengan lembut.


"Heh ?? mau nonton kan, mas Harun pergi beli ticket gih, Ica akan menunggu di sini." Jawab Ica polos dengan senyum yang nampak di paksakan.


"Mas Harun sedang tidak ingin nonton, “ ucap Harun lalu menarik tangan Ica menjauh dari bioskop itu.


Ica menatap penuh selidik. "Apa kali ini dia bisa membaca fikiranku lagi, kenapa dia tiba - tiba tidak ingin menonton, bukannya tadi dia yang mengajak ??" pertanyaan akan perubahan sikap Harun terus saja menghantui kepala Ica.


Namun tidak bisa ia pungkiri, ada rasa bahagia yang bergelayut di hatinya, karena memiliki Harun yang selalu saja mengerti apa yang di inginkannya.

__ADS_1


Ica menghentikan langkahnya saat berada di depan toko buku.


Kenapa, kamu ingin membeli novel ??


"Ehh, tidak kok mas." Ica menarik tangan Harun dan segera menjauh dari toko buku itu.


"Lalu kita akan kemana ?? kenapa dari tadi hanya berjalan tidak jelas seperti ini ??" Harun mulai jengah, tidak mengerti apa yang di inginkan istrinya, sudah lima belas menit berlalu dan mereka hanya berjalan menyusuri toko - toko yang ada di dalam mall tersebut.


Ica tiba - tiba menghentikan langkahnya. "Yah sudah kita pulang saja, " ucapnya dingin.


Hehh, wahai wanita apa lagi ini ??


Kenapa pulang, kamu bahkan belum membeli apapun.


"Aku sedang tidak ingin berbelanja." Masih menjawab dengan nada dingin.


"Kamu kenapa ??" Harun meraih dagu Ica lalu mendongakkan kepala itu agar menatapnya.


"Sepertinya mas Harun tidak suka jalan denganku, baru beberapa menit saja mas sudah merasa bosan." Ketus Ica menepis tangan suaminya.


"Heii, siapa yang bosan, aku sangat bahagia bisa jalan seperti ini denganmu." Harun lalu menciumi punggung tangan Ica yang berada dalam genggaman nya.


"Heh, tidak usah menghiburku," Ica kembali menghempas genggaman itu lalu berjalan meninggalkan Harun.


..


..


..


..

__ADS_1


__ADS_2