Harun Untuk Khaliesah

Harun Untuk Khaliesah
mau nikah ??


__ADS_3

Harun sesekali tersenyum saat melihat Ica tertawa lepas dengan teman - temannya.


Dia benar - benar memilki pribadi yang ceria.


"Haii Ica", sapa Danu yang tiba - tiba saja berdiri di hadapan Ica.


Ica melirik Danu sekilas. "Wa'alaikum salam". Jawab Ica dengan expresi datarnya.


"Hehe maaf lupa", Danu menggaruk tengkuknya merasa malu karena lupa mengucapkan salam.


"Aku boleh gabung kan ?", tanya Danu menunjuk bangku kosong di hadapan Ica.


"Silahkan", jawab Ica singkat tanpa melihat ke arah Danu.


Kenapa sikapmu selalu saja dingin seperti ini terhadapku? Danu.


Di kursi lain..


"Siapa sih itu cowok, kok kayak sok akrab begitu sama Ica, apa itu pacarnya? atau seseorang yang menyukainya?" Gumam Harun mengepalkan tangannya, ia mulai terlihat kesal melihat Danu yang terus - terusan mengajak calon istrinya itu mengobrol.


Tiba - tiba Dita menyenggol lengan Ica dan melirik ke arah Harun. "Kasian itu anak orang di anggurin, mukanya sudah bete begitu", bisik Dita pada Ica


"Ehhh iyah lupa", Ica cengengesan merasa bersalah karena mengabaikan Harun dan malah asyik mengobrol. "Aku ke sana dulu yah Ta'", bisik Ica lalu beranjak dari duduknya.


Dita hanya mengacungkan jempolnya, lalu kembali mengobrol bersama temannya.


"Mas Harun maaf yah, Ica lupa kalau mas Harun sedang menunggu. " Ucap Ica merasa bersalah.


Tidak apa - apa kok, kalian kan baru ngumpul lagi, pasti saat ini kalian lagi asyik - asyiknya melepas rindu. .


Hehe tidak kok mas, kita semua hanya membahas sesuatu yang tidak jelas tadi. Maaf yah mas sudah membuatmu menunggu.

__ADS_1


Harun hanya mengangguk mengiyakan.


Di sisi lain..


Danu Terus memperhatikan Ica, ia bahkan sengaja pindah duduk di samping Dita, agar bisa memperhatikan Ica dengan jelas.


"Ta' siapa sih itu cowok, akrab banget kayaknya sama Ica," tanya Danu mengarahkan dagunya ke Ica dan Harun.


"Ohhh itu, mas Harun kenapa ?" Dita menjawab dengan malas, ia kesal Danu selalu saja tidak bisa bersikap pada tempatnya.


Hatiku terluka bang, melihatmu hanya melirik padanya saja. Dita.


"Kamu kenal ??" Tanya Danu antusias


"Hmmm. Calon suaminya Ica", jawab Dita santai, seolah itu adalah hal yang biasa baginya.


Danu dan teman - temannya pun sontak teriak bersamaan.


Dita membulatkan matanya, melirik manusia - manusia yang ada di sekitarnya. "Ikhhhh apaan sih biasa saja kaleee", kesal Dita karena terkejut.


Harun dan Ica pun menoleh karena kaget. "Apaan sih ???" Tanya Ica sedikit teriak mendengar suara gaduh teman - temannya.


Teman - teman Ica langsung lari berhamburan mengerumuni Ica dan Harun.


"Apaan sih kalian malah nyamperin lagi, memangnya aku lalat di kerubuti kayak begini sama kalian", Ica kesal melihat temannya yang bersikap aneh.


"Seriusan cha kamu mau nikah?" Celetuk salah satu teman Ica menunjuk Harun.


"Hhm," Ica hanya mengagguk sambil menyeruput jus alpukatnya.


Harun sudah merasa tidak nyaman, karena teman - teman Ica menghujaninya dengan banyak pertanyaan. Ia sudah sangat kesal, namun sangat tidak lucu jika ia harus membentak para abg di hadapannya ini.

__ADS_1


Ica yang melihat ekspresi Harun pun merasa tidak tega.


"Heii sudah sudah, cukup !" teriak Ica menggebrak meja bermaksud agar temannya akan diam.


"Apaan sih kalian, kasian tuh anak orang jadi bingung seperti itu, Awas - awas ...", usir Ica melambaikan tangannya, ia lalu beranjak dari duduknya dan berdiri di samping Harun.


"Kenalkan ini mas Harun calon suamiku", jelas Ica memegang pundak Harun.


Harun pun bangkit dari duduknya dan dengan tersenyum ramah dia menyodorkan tangannya.


"Harun!"


Teman - teman Ica lalu bergantian membalas uluran tangan Harun, saling memperkenalkan diri.


Sementara Dita hanya senyum - senyum melihatnya dari kejauahan.


"Kenapa tuh muka ?? Serremm amat", ucap Dita melihat wajah Danu yang terlihat sangat kesal.


"Haa ? enggak kok. Pantes saja Ica terus menolakku, ternyata dia sudah punya calon sendiri toh," ketus Danu. Tatapannya sudah seperti ingin menerkam Harun.


"Jangan salah paham, mereka di jodohkan". Jawab Dita tenang, sambil mengaduk aduk minumannya.


"Aku ngaduk minuman kok berasa mengaduk - aduk hati sih, hhhuuuffthh," gumam Dita.


"Haaaa serius ? Kok dia mau saja di jodohkan begitu ?" Kaget Danu merasa tidak percaya.


"Hhmm, awalnya dia juga terpukul, tapi setelah melalui pergulatan hati yang cukup panjang Ica akhirnya menerima perjodohan itu. Kamu enggak akan pernah ngerti nu' gadis lugu yang kamu liat itu, dia adalah wanita berhati malaikat", ucap Dita lirih, matanya kini menatap ke arah sahabatnya itu sambil tetap mamainkan sedotan di gelasnya.


--------------


Selamat membaca 😘😘

__ADS_1


__ADS_2