
Mas dipanggil mama.. Makan malamnya sudah siap.
Hem, bentar lagi yah Cha, kalau kamu sudah lapar duluan saja nanti mas menyusul.
Lagi ada masalah yah mas ?? Tapi bukannya mas cuti yah, kok aku lihat dari kemarin mas sibuk terus ??
Maaf yah Ica, ada sedikit kendala sama proyek yang lagi mas kerjakan. Dari kemarin Dito terus menghubungi mas, jadi mas hanya sedikit membantunya.
Dito ??
Iya dia sahabatku sekaligus asistenku di kantor.
Hemm, yah sudah Ica akan menunggu sampai mas selesai saja, kita akan makan bersama.
"Makasih..." Harun mengusap lembut pipi Ica, lalu kembali larut dalam pekerjaan nya.
*******
"Haii ma, pa maaf Harun dan Ica telat banget yah." sapa Harun yang berjalan cepat ke arah meja makan.
"Tidak kok sayang papa juga baru turun. Ohh yah nak, Dito sudah menghubungimu?? " tanya Wirawan saat Harun sudah duduk di kursinya.
Sudah pa, Harun sudah merevisi dokumen yang di kirim Dito.
Ohh syukurlah, maaf masih merepotkan kamu di masa cuti kamu ini.
__ADS_1
Yahh enggak lah pa, proyok ini kan Harun yang menangani sejak awal.
"Hemm, kok malah bahas kerjaan yah di meja makan,l protes Sinta
"Maaf sayang, urgent !! Papa kan baru ketemu Harun di sini," jelas Wirawan.
Ohh iya Sayang, kamu sudah memutuskan akan bulan madu di mana ??
Harun melirik Ica sejenak, " bagaimana kalau Harun dan Ica bulan madunya di Lombok mah? "
"Pilihan yang bagus. Bagaimana, Ica setuju ??" Tanya Sinta pada Ica yang dari tadi hanya diam mematung.
"Lombok ??" Ica mengangguk mengiyakan. "Wahh dari dulu kan aku pengen baget kesitu, pengen banget lihat danau berbentuk hati itu dari dekat." fikir Ica
Wirawan mengernyitkan dahi, "Harun... Ini moment bahagia kamu dan Ica jangan merusaknya."
"Sebenarnya ada apa ini, ada apa dengan Lombok ? Kenapa kamu berkata seperti itu ? " tanya Sinta heran melihat sikap anak dan suaminya.
Proyek yang tadi papa bahas ada di Lombok ma, sekarang Dito ada di sana menggantikan Harun mengurus proyek itu.
"Harun... " Sinta menatap tajam ke arah putranya.
Tidak apa-apa kok pa, ma, Ica setuju untuk bulan madu di Lombok. Percuma juga kalau Ica dan mas Harun pergi ke tempat lain, tapi fikiran dan hati mas Harun tidak tenang,
Setidaknya dengan berbulan madu ke Lombok mas Harun juga bisa mengurus pekerjaannya. jadi mas Harun tidak akan terlalu terbebani dengan masa cuti yang membuat pekerjaannya terbengkalai.
__ADS_1
"Makasih..." Harun tersenyum mengusap lembut punggung tangan Ica.
"Dengar tuh!! istrimu sudah sangat memperdulikanmu, jandi jangan sekali - kali membuatnya kecewa, jangan hanya terus sibuk dengan pekerjaanmu," Kesal sinta.
*******
Di dalam kamar.
Ica maaf yah mas tidak membicarakan ini dulu sama kamu.
Seminggu saja, mas janji, setelah itu kita akan bulan madu ke tempat yang kamu inginkan.
Sudahlah mas, Ica menerima bukan karena ingin menyelamatkan mas dari amukan mama dan papa. Tapi Ica benar-benar mau ke pergi ke Lombok.
"Please, jangan lagi memikirkan kebahagiaan orang lain, pikirkan kebahagiaanmu. Belajarlah untuk jujur pada mas Harun," ucap Harun lirin memegang wajah istrinya.
Mas.... Aku serius, aku sedang tidak memikirkan kepentinganmu, aku benar - benar sangat ingin pergi ke sana, tatap mata aku baik-baik apa mas lihat ada kebohongan ??
Harun menatap lamat - lamat manik mata itu. "Arrgghhh apa kali ini kamu bersandiwara lagi ? Apa kali ini demi diriku ? Ahh sudahlah setidaknya aku harus belajar untuk mempercayaimu," Harun bertarung dalam pikirannya.
.
.
.
__ADS_1
.