Harun Untuk Khaliesah

Harun Untuk Khaliesah
calon makmum


__ADS_3

Dikamar Ica..


Lidya mengikuti langkah putrinya yang baru saja datang dan langsung pamit untuk istirahat.


"Bagaimana sayang bajunya ??" Tanya Lidya ketika sudah duduk di pinggir ranjang.


Bagus kok bunda, bagus banget malah, ngepas gitu di badan aku, apa tadi aku bilang enggak usah fitting pasti bakalan cocok di aku nya.


Syukurlah. Kan bisa sekalian jalan sayang sama Harun. Biar kalian bisa ngobrol, masa iya ketemu nya pas di pelaminan doang.


Gimana Harun ?? Suka enggak jalan bareng Harun??


Ica tersenyum menganggukkan kepalanya. "Suka kok bun, mas Harun baik, aku dan dia juga mengobrol banyak saat makan siang tadi."


Mmm syukurlah nak setidaknya bunda sedikit merasa lega kalau dengar kalian bisa saling mengakrabkan diri, tadinya bunda Khawatir kamu akan merasa terpaksa menjalani pernikahan ini.


Ica menatap bunda Lidya lalu duduk di sisinya dan memeluknya erat. "Bunda kok sedih begitu? Ica enggak terpaksa kok bunda menjalani semua ini, Ica benar -benar ikhlas dan ridho dengan pernikahan ini, jadi bunda enggak usah khawatirkan perasaannya Ica."


"Bunda hanya takut kamu terluka dan merasa terbebani sayang." Lidya mengusap pipi putrinya, menatap manik matanya sendu.


Bunda.., seminggu kemarin Ica memang tampak kacau, tapi itu hanya karena Ica shok, namun setelah Ica berpasrah pada_Nya meluapkan segela beban di hati Ica pada_Nya. Fikiran Ica jadi terbuka. Ica mengambil keputusan ini dengan mengucap Bismillah, jadi semua ini atas izin_Nya. Jadi mulai sekarang Ica harap bunda tidak akan merasa terbebani dengan keputusan Ica ini.


Ica berlutut dihadapan bunda Lidya, menggenggam erat kedua tangannya. "Bunda,.. Ica bahagia, pilihan ini bukan karena keterpaksaan ini tulus dari dalam hati Ica."


Lidya pun memeluk erat tubuh mungil putrinya itu. Tangis mereka berdua pun memecah dalam keheningan.


-----------------


Di kamar Harun..


Harun menghempaskan tubuhnya di atas kasur, menatap lekat dinding - dinding kamarnya, tanpa sadar dia terus saja tersenyum saat mengingat pertemuannya dengan Ica tadi.


Ya Allah dia polos banget, apa iya aku sudah jatuh cinta padanya ?? Masa iyah sih,, Bahkan dulu aku sempat meragukan perjodohan ini. Tuhan.., kenapa aku tak bisa berhenti membayangkan betapa lugu dan apa adanya dia.

__ADS_1


... *Tuhan mengenalkanku padamu dalam situasi yang tak pernah ku duga


Memberiku rasa yang dalam untuk meyakini kaulah pilihan hatiku


... Sebuah Kedekatan yang tak pernah membuatku berfikir untuk dapat mencintaimu


Namun takdir membuat segalanya berbeda.


... Ketulusanmu, keceriaanmu, kekonyalanmu dan PERASAAN ini membuatku percaya akan adanya takdir.


... Tuhan tahu yang terbaik untuk umatnya


Dan ku yakini kaulah yang terbaik untukku.


... Karenamu segalanya kurasa lebih indah


Tawa dan sedih mampu ku bagi tanpa rasa risih


Rasa nyaman yang kurasakan setiap kali berada di sampingmu


Untukmu calon makmumku.


... Kini duniaku, hidupku dan kisahku


Hanya akan tersirat untukmu


Karena hadirmu adalah nafas yang kan selalu berhembus dalam kehidupanku**..


----------------


Chatting..


"Cha... jalan yuk, bosennnn" Dita

__ADS_1


"Malas ahh capek" Ica


"Kamu abis ngapain memangnya ?" Dita


"Fitting baju sama mas Harun" ica


"Cieeeee, hmm hmm hmm" Dita


"Apaan sih ?" Ica


"Sorry sorry, Ehh aku nemu foto di jurnal kamu, siapa ?" Dita


"Ihhh Dita kebiasaan yah suka banget sih ngambil jurnal aku kayak gitu, enggak sopan tahu !" Ica


"Hehhe, maaf, Siapa cha ?" Dita


"Mas Harun"


"Seriusan ?? Cakep gila beruntung banget kamu.. Cieeee kok fotonya bisa nyempil di jurnal sih"


"Tau akhh". Balas Ica singkat ingin mengakhiri perpesanan itu, Ia sangat malas mendengar sahabatnya itu membual tidak jelas.


------------------


Dua hari kemudian..


"Bunda aku keluar sebentar yah sama Dita Aku mau mencari referensi kampus yang bagus," pamit Ica di sela kesibukannya memakai sepatu ketsnya.


"Ehh sayang seminggu lagi kan kamu mau nikah, nanti saja mencari kampus nya kalau kamu sudah nikah." Larang Lidya.


..


..

__ADS_1


..


__ADS_2