Harun Untuk Khaliesah

Harun Untuk Khaliesah
kerumah dita


__ADS_3

"Dita please.... Sekali ini saja, aku hanya ingin bisa ngobrol lebih lama dengannya. Please!!!!" Ucap Danu memohon agar Dita ingin membantunya. .


Dita menatap dalam mata Danu, yang begitu terlihat penuh harap. Dita tak tega melihat orang yang di sukainya nampak sedih dan kecewa.


"Yahh sudah ntar sore kamu ke rumahku saja. Soalnya aku dan Ica janjian belajar bareng," ucap Dita lirih. Ada perasaan tak rela di hatinya jika dia harus melihat Danu dan Ica bersama.


"Seriusan ??" ucap Danu menggenggam tangan Dita penuh semangat.


"Hemmmmm." Dita hanya berdehem dan mengangguk, jantungnya berdegup kencang saat Danu menggenggam tangannya erat tapi Dita berusaha membuang perasaan itu.


"Thank you Dita, kalau gitu aku balik dulu yah. Mau siap-siap buat ntar sore," ucap Danu dengan senyuman lebarnya, Danu benar-benar bahagia karena akhirnya bisa bertemu


Ica saat di luar sekolah.


Dita hanya tersenyum tipis ada perasaan sedih di hatinya.


--------------


"Bunda bentar sore aku mau ke rumah Dita yah buat belajar bareng," izin Ica di sela makannya,


Bunda Lidya hanya membalas dengan anggukan dan tersenyum.


"Oh iya bun, Ayah kapan pulang ? " tanya Ica karena sudah tiga hari sejak kepergian ayahnya keluar kota.


"Besok ayah sudah pulang, Kenapa ?? Kangen yahh." ucap bunda Lidya menggoda putrinya.


"Iyalahh kangen, kan sunyi banget nggak ada ayah. Liat aja meja makan ini terasa sepi, hanya ada bunda dan aku," ucap Ica menatap ke arah kursi yang selalu di tempati ayah Herman.


----------------


"Assalamu alaikum. Dit, Dita." panggil Ica setelah memencet bel rumah Dita.

__ADS_1


"Ehhh Ica kamu udah datang," Dita berlari menghampiri Ica dan merangkul nya masuk kedalam rumah.


Sesampainya di ruang tamu.


"DANU !!" Kaget Ica melihat Danu yang sudah sibuk dengan bukunya.


Danu pun hanya tersenyum.


Kamu ngapain ?


"Hehe tadinya aku mau ngajak Dita keluar tapi dia bilang dia lagi mau belajar. Jadi aku ikut belajar bareng saja sama Dita." jelas Danu dengan tersenyum canggung.


Ica menoleh menatap Dita.


"Hehe Iyah gak papa kan biar belajar nya makin seru." ucap Dita sambil tersenyum kikuk seolah tau Ica minta penjelasan.


"Hmmmm," Ica hanya mengangguk dan tersenyum.


Ketiganya duduk di ruang tamu dan mulai belajar dalam keadaan hening.


Sedangkan Danu tak hentinya menatap sang pujaan hati yang sangat serius berkutat dengan bukunya.


"Cha yang ini gimana yah aku enggak ngerti," tanya Dita yang seketika memecah hening.


Danu hanya tersenyum menatap Ica yang begitu bersemangat menjelaskan pada Dita.


"Hemmm, " Dita berdehem melirik Danu yang sedari tadi hanya sibuk melihat Ica dan tak hentinya tersenyum.


"Heheh. " Danu tersenyum kikuk menggaruk tengkuknya yang sama sekali tak gatal.


Ica hanya melirik Danu dan kembali fokus pada bukunya.

__ADS_1


"Mmmmm Cha." Ucap Danu yang ingin memulai percakapan, tapi tak dia lanjutkan saat ia melihat Ica meliriknya dengan ekspresi yang tak suka.


Ica menunggu Danu menyelesaikan kalimatnya, tapi Danu malah hanya terdiam menatapnya.


"Apaan sih nih orang, nggak penting banget." fikir Ica dan ia memilih melanjutkan kegiatan belajar nya dan tak lagi memperhatikan Danu.


"Dita aku pulang dulu yah," ucap Ica sambil merapikan bukunya.


"Yahhh Cha kan belom kelar," rengek Dita.


Danu hanya mengernyitkan keningnya melihat tingkah Dita dan kembali melirik ke arah Ica.


"Sudah hampir maghrib Dita, kamu lanjut belajar sendiri saja," jawab Ica sambil terus membereskan bukunya.


Dita pun hanya memanyunkan bibirnya karena merasa kecewa.


"Dita aku juga balik yah." ucap Danu saat memastikan Ica sudah benar-benar pulang. "Thanks yah Dit untuk hari ini."


Dita hanya tersenyum dan mengangguk.


Meski tak bisa banyak mengobrol dengan Ica, Danu tetap senang karena bisa menatap Ica begitu lama dalam jarak yang cukup dekat, itu sudah cukup membuat hati Danu bahagia.


..


..


..


..


..

__ADS_1


__ADS_2