
Ayah...
Maaf jika sering ku lukai hatimu..
Memberi begitu banyak beban yang harus kau pikul di pundakmu.
*Terima kasih karena kau selalu ada untukku.
Kau selalu bisa menghapus dukaku..
Kau selalu mengerti isi hatiku..
Ayah ..
Senyummu begitu berarti untukku
Bahagia mu adalah duniaku..
Jadi kumohon tetaplah bahagia seperti ini..
Jangan biarkan duka menyelimuti wajahmu..
Karena duka mu adalah kepedihan untukku.. *ica
Setelah berbincang cukup lama dengan putrinya akhirnya Herman kembali ke kamarnya.
----------
Assalamu alaikum.
Wa'alaikum salam. Jawab Herman dan Lidya, sudah pulang nak ??
__ADS_1
Iyah bun, mmm Ica mana bun ? Tanya Harun melirik ke lantai atas.
Mungkin sudah tidur nak, soalnya tadi habis ngobrol banyak sama ayah.
Mmm. Harun menganggukkan kepala.
Sudah makan ?? Mau bunda siapkan ??
Enggak usah bun makasih.
Mm ya sudah bunda pamit duluan yah ke kamar. Lidya berlalu meninggalkan ke dua lelaki itu.
Harun, ayah boleh bertanya sesuatu. Kata Herman setelah menyeruput kopi di tangannya.
Jangan sungkan seperti itu yah, Harun kan anak ayah juga sekarang. Jelas Harun sopan dengan senyum yang tak pernah hilang dari wajahnya.
Herman tertawa kecil mendapat jawaban seperti itu dari menantunya.
Harun mengernyit menatap penuh tanya pada Herman.
Maaf, bukan maksud ayah ingin mencampuri rumah tangga kalian. Tapi...
Jangan meminta maaf yah. Potong Harun.
Aku tidak pernah berniat mengambil Ica sepenuhnya dari ayah. Kita akan sama - sama menjaga dan mencintai Ica. Jadi ayah jangan pernah merasa salah untuk ikut campur urusan kami. Karena Harun tahu ayah tidak akan menjerumuskan kami dalam hal yang salah.
Ayah bangga padamu nak, bang Wirawan mendidikmu dengan sangat baik. Ayah beruntung memilikimu sebagai menantu ayah.
Harun yang beruntung yah, karena ayah dengan tulusnya memberikan harta yang paling berharga dalam hidup ayah untuk Harun.
Herman sangat bahagia melihat kedewasaan Harun, Harun bahkan memperlakukannya seperti orang tua kandungnya sendiri.
__ADS_1
Apa ada yang membuat hati ayah resah ??
Herman diam tak menjawab. Pikirannya saling beradu entah harus dari mana dia menyampaikan kegundahannya.
Ayah jika ini soal Ica maka tolong sampaikanlah.
Sebenarnya ayah hanya takut jika Ica harus mengandung di usianya yang masih rentan. Akhirnya kalimat itu yang keluar dari mulut Herman.
Harun tersenyum mendengarnya. Herman malah mengernyit heran melihat senyuman itu.
Ayah tidak usah khawatir itu tidak akan terjadi.
Maksud nak Harun ??
Sampai sekarang Harun bahkan belum melakukannya yah. Harun menggaruk tengkuknya merasa malu.
Hahaha apa maksudmu nak ? Jangan bercanda, Kalian bahkan sudah sebulan lebih tidur bersama bahkan kalian sudah bulan madu. Herman tertawa kecil. Apa anak ayah yang menolakmu ?? Lanjutnya.
Tidak yah. Aku hanya tidak ingin memaksakan kehendakku padanya sedangkan ia tidak bahagia. Aku tidak ingin Ica nantinya justru tertekan. Aku akan menunggu sampai hatinya benar - benar ia serahkan untukku.
Terima kasih nak, ayah begitu terharu dengan pemikiranmu. Sungguh ayah sangat beruntung memilikimu. Jika saja pria lain, pasti tanpa sungkan ia akan menggauli Ica. Dengan pemikiran ia adalah suaminya tanpa perduli pernikahan itu karena di jodohkan ataupun tidak.
Harun sangat menghargai dan mencintai mama dan hal yang sama akan Harun berikan untuk Ica yah.
Herman memeluk erat tubuh Harun. Ia benar -benar sangat bersyukur memiliki Harun sebagai penggantinya menjaga zica. Harun adalah pria yang tulus, begitu fikirnya.
.
..
..
__ADS_1
..