
Kamu sudah tahu akan mendaftar di universitas mana ?? Tanya Harun memecah keheningan.
Ummm, Ica mengetuk - ngetuk bibirnya dengan jari telunjuk, mulai berfikir !!
Pengennya sih di Universitas yang Negeri mas, tapi kan lumayan jauh dari sini. Jadi masih mikir lagi, tapi... kalau mas punya usul boleh. Jawab Ica tanpa melihat Harun ia kembali fokus pada ponselnya.
Heii.. Kalau lagi duduk santai sama suami begini jangan main handphone enggak sopan. Tegur Harun melirik sinis Ica.
Mereka berdua sedang duduk di balkon kamar Ica, menikmati semilir angin sore yang membuat daun pepohanan menari dengan indahnya.
Mendengar nada suara itu Ica spontan menaruh ponsel di sampingnya. Hehe, maaf mas. Ica cengengesan menggaruk kepalanya, merasa bersalah karena memang bersikap tidak sopan.
Lagi chatingan sama siapa ??
Ica menyodorkan ponselnya. Tidak mungkin menyembunyikan apapun darinya kan, begitu fikirnya.
..whatsapp..
"Jalan yuk Cha.. Udah lama banget tauk kita enggak jalan. Jangan nolak 😒" Dita.
"Lihat nanti yah, sorry enggak janji🙏" Ica
" Ica.... Tuh kan jawabannya gitu, mentang -mentang udah nikah aku dilupain😭😭" Dita
Harun tersenyum kecil membaca pesan singkat itu.
Boleh enggak mas ?? Tanya Ica pelan, kepalanya tertunduk takut akan penolakan.
__ADS_1
Hem,, hanya itu respon Harun lalu mengembalikan ponsel Ica.
Maksudnya ??
Terserah kamu. (tetap saja singkat dan ngambang)
Ihh apaan sih nih orang. kasih ijin enggak sih ?? apa enggak boleh yah makanya jawabannya gitu. Batin Ica
Harun menatap Ica yang tertunduk, jelas terlihat guratan kecewa di wajahnya.
Kok malah sedih gitu ?? Kan sudah ku izinkan pergi ?? Fikir Harun heran.
Kenapa lagi ?? Suara Harun melembut.
Heh ?? enggak kok mas. Ohh iya menurut mas bagusnya Ica kuliah dimana ??
Jangan mengalihkan pembicaraan, kamu kenapa lagi mukanya sedih gitu ??
Siapa yang sedih, sotoy kamu mas. Ica cengengesan merasa terciduk.
Perasaan gigiku sudah kering dari tadi tidak pernah berhenti tersenyum lebar padanya, kenapa dia bisa tahu kalau aku sedang kecewa ?? Ica
Sudahlah jangan memperkeruh suasana, aku sedang tidak ingin berdebat denganmu hanya karena masalah sepeleh. Please, jangan bahas ini lagi. Ica berusaha menghindari perdebatan yang tidak penting.
Harun menarik tangan Ica yang sudah ingin beranjak meninggalkannya.
Apa seperti ini cara mu berbicara pada suami ?? Siapa yang memeperkeruh suasana ?? Jangan selalu menyimpulkan sesuatu seenakmu. Harun mulai terbawa emosi.
__ADS_1
Deg, Ica kaget mendengar ucapan Harun. "Pelan tapi nusuk".
Maaf !! Ica kembali mendudukkan tubuhnya di samping Harun. merasa bersalah karena lagi -lagi dia bersikap tidak sopan.
Melihat Ica yang sedikit ketakutan Harun merasa bersalah.
Heii, lakukan apapun yang bisa membuatmu bahagia, sesekali keluarlah dari zona nyaman mu. Harun menangkup wajah Ica dengan kedua tangannya. Berkata dengan lembut.
Maksud mas zona nyaman ??
Hahaha, berhentilah mengurung dirimu di kamar, jangan selalu berkutat dengan buku -buku itu apalagi novel - novelmu. Tunjuk Harun pada rak buku Ica yang terlihat dari pintu kaca balkon.
Sesekali keluarlah bersenang - senang dengan teman - teman mu itu lebih baik dari pada membaca Novel yang membuatmu selalu membatin.
Jadi maksud kamu aku selalu membatin, heh ?? Ica menjawab dengan sinis.
Bukan seperti itu, aku hanya tidak mau kamu kehilangan masa mudamu hanya karena sibuk membaca buku.
Kedua alis Ica terangkat, melirik sinis ke arah Harun. Bukannya aku memang sudah kehilangan masa mudaku ?? Ucapnya datar.
..
..
..
..
__ADS_1
..