
Di kamar hotel..
"Mas ??" Panggil Ica pada Harun yang sedang sibuk dengan laptopnya.
"Hem, tidur gih !! Kamu pasti capek habis jalan tadi !!" Jawab Harun tanpa melirik Ke arah Ica, tangannya masih sibuk mengetik.
Ica tak menjawab malah mengangkat tangan Harun dan menyusup tidur di pahanya.
Harun menghentikan pekerjaannya, menatap lembut mata istri kecilnya. "Ada apa ??"
Kita kapan pulang mas, Ica bosen ada di sini !!
"Kamu nggak suka yah berduaan begini sama mas Harun ??" Tanya Harun membelai lembut anak rambut yang ada di wajah Ica.
Ica menatap Harun lamat - lamat kemudian mendudukkan dirinya menghadap Harun. "Kok Ngomong gitu ?? Bukannya sama saja yah entah di hotel ataupun di rumah kita kan bakalan sama - sama terus kayak gini. Lagian memangnya mas Harun tidak kerja ??"
Harun tersenyum tipis mendengar jawaban Ica. "Mas di kasih cuti sebulan sama papa."
"Sebulan ??? Lama amat mas ??"
"Kata mama dua minggu lagi kita akan pergi honeymoon." Jawab Harun singkat.
Oo Ica membulatkan bibirnya mengangguk.. "Hahhh... Honeymoon ???" Tanyanya kaget mencerna ucapan Harun.
Ica mengangkat bahunya bergidik ngeri membayangkan kata honeymoon.
Harun terkekeh melihat ekspresi istrinya, seringai jahil muncul di wajahnya.
Perlahan Harun melingkarkan tangannya di pinggang Ica, lalu berbisik lembut di telinganya.. "Kenapa ?? Lagi ngelamun jorok yah ??" bisik Harun.
"Issss apaan sih mas..." Ica mendorong tubuh Harun sehingga tangan suaminya itu terlepas dari pinggangnya.
__ADS_1
Ha ha ha muka kamu merah tuh !!
Ica memanyunkan bibirnya lalu memalingkan wajahnya dari Harun. "Apaan sih nih cowok es, ihh bulu kuduk aku merinding sumpah !! Dasar messum." batin Ica.
Mas, memangnya kita akan kemana ??
kamu maunya kemana ??
Ica menggerakan bahunya ke atas, "entah !! enggak kepikiran."
Mas, memangnya harus banget yah kita pergi ?? enggak boleh apa yah kalau kita di rumah saja ??
Ini keinginan bunda dan mama.
Mendengar kata bunda, Ica mengangguk paham. seketika Hening !!
"Ica, mas Harun boleh nanya ??" lirih suara Harun memecah keheningan.
Ica berbalik menatap Harun menganggukkan kepalanya.
Ica mengangkat kedua alisnya, heran !
"Itu cowok yang sama yang duduk berhadapan denganmu di kantin sekolah waktu itu bukan ??" lanjut Harun.
Ica memutar matanya berusaha mengingat, setelah mengingatnya ia lalu menganggukkan kepala. "Danu ?? dia teman sekolahku, kenapa ??"
Kalian pacaran ?
Hahaha Ica terkekeh mendengar pertanyaan Harun. "Maaf mas keceplosan, atas dasar apa mas Harun menyimpulkan seperti itu ??" tanya Ica yang masih tertawa.
Mas lihat matanya begitu sedih dan kecewa menatap kamu kemarin, dia lebih terlihat seperti orang yang di tinggal kawin sama pacarnya. Mas juga lihat Dita berusaha menenangkannya.
__ADS_1
Ica membulatkan mulutnya mengangguk.
Aku kan sudah pernah bilang sama kamu mas, kalau aku ini enggak punya pacar. Kamu lupa??
Harun menatap mata Ica sejenak lalu menggelengkan kepalanya. "Tidak, mas Harun hanya merasa heran dengan adegan kemarin."
"Mmm, kata Dita sih dua tahun ini Danu suka sama aku." Jelas Ica setelah melihat kebingungan dalam tatapan Harun.
Harun menaikkan satu alisnya, kaget mendengar ucapan Ica. "Terus ??"
"Hemm, kalau di pikir - pikir omongan Dita ada benarnya juga sih.. Danu sering ngajak aku jalan dan... yahh... mungkin memang sangat perhatian sama aku saat di sekolah." ucap Ica dengan sedikit mengingat.
"Jadi kamu juga ada rasa sama dia ??" tanya Harun sinis, terbesit rasa cemburu di hatinya.
"Enggak sih.. " jawab Ica polos.
"Enggak baper gitu ?? dia kan selalu kasih perhatian lebih sama kamu." Nada suara Harun mulai dingin.
Aku sih biasa ajah, aku menganggap semua yang ada di sekolah itu sama. Mereka semua adalah teman untukku, lagi pula yang ku lihat sepertinya Dita suka sama Danu. Tapi entahlah, aku sendiri tidak pernah bertanya padanya.
Aku juga tidak ingin mengganggu privasi orang lain.
Atas dasar apa kamu berfikir seperti itu ??
Dita sahabat aku mas, dia begitu dekat denganku, aku tau kapan dia merasa sedih dan bahagia, aku bisa membaca semua dari matanya, dan tatapannya pada Danu... !! Aku melihat ketulusan cinta dari manik mata itu.
.
.
.
__ADS_1
.
.