
10 menit kemudian.
Harun berniat untuk pergi mandi setelah merapikan bajunya dan Ica ke dalam lemari, namun baru saja dia berbalik langkahnya sudah terhenti.
Harun menatap nanar ke arah Ica yang sedang tertidur pulas di balik selimut. Ia berjalan mendekat ke arah kasur, berdiri mematung menatap separuh wajah yang kini sedang memeluk guling. Seulas senyum terukir di wajah Harun.
Harun membaringkan tubuhnya, memeluk tubuh Ica dari belakang.
Hehh,, nyamannya sebentar saja ku mohon biar aku memelukmu sebentar saja, "gumam Harun." kini matanya terlelap, pertama kali baginya tidur dengan memeluk tubuh istrinya, memberi rasa nyaman yang begitu menenangkan fikirannya.
Ica mengerjap-ngerjapkan matanya, ia merasakan perutnya tertindih sesuatu, dan nafas hangat yang terasa menggelitik tengkuknya.
Ica mencoba menoleh ke belakang, dan mendapati Harun yang tertidur dengan pulas.
Astaga.... Ngapain nih orang tidur meluk - meluk, "gumamnya" ia pun berusaha mengangkat pelan tangan Harun, namun usahanya sia-sia.
Harun justru menggeliat dan semakin mengeratkan pelukannya.
Huuffthhh sessak. Ica terus menggerakkan tubuhnya mencoba merenggangkan pelukan Harun yang telah membuatnya tidak bisa bernafas.
Harun membuka matanya pelan saat merasakan gerakan Ica. Hemm, ohh maaf. Maafkan aku, aku sangat lelah jadi tidak sadar telah memelukmu. " ucap Harun terbata menyingkirkan tangannya dari tubuh Ica".
Tidak apa - apa mas, aku hanya kesulitan bernafas karena pelukanmu terlalu erat. Aku mandi dulu, ucap Ica berlalu meninggalkan Harun.
Harun terus menatap punggung Ica hingga hilang di balik pintu kamar mandi.
Senyum sumringah tergambar jelas di wajahnya. Gila, bisa pulas begini tidurku, ahhh tapi memeluknya seperti itu benar - benar sangat nyaman. Harun tersenyum memeluk sebuah guling mengingat betapa nyaman nya memeluk tubuh istrinya.
__ADS_1
---------
Restorant.
Harun, Ica dan Dito kini tengah menikmati makan siang di restoran hotel tempat nya menginap.
Dito, tolong lho siapkan semua berkas yang di butuhkan, besok siang kita meeting. Ujar Harun di sela makannya.
Ok sob, lho beresin deh semuanya besok, mau pecah ni kepala ngurusin tuh proyek.
Lho mau ninjau lokasi ??
Harun melirik Ica, besok saja habis meeting. Hari ini gua mau ngajak istri gua jalan - jalan.
Yah sudah ok, di gili Trawangan banyak spot spot ok, pasti istri lho bakalan senang. Ujar Dito melirik ke arah Ica
Ok, terserah lho.
------
Di kamar hotel..
Kita pergi jalannya habis ashar yah ?? Mmm, Ica mengiyakan dengan anggukan. Tidak menatap Harun, ia sibuk mengotak atik ponselnya.
Lagi chating sama siapa ?? Tanya Harun mendongakkan kepala berusaha melihat layar ponsel Ica.
Ica berbalik, tersenyum ! Dita mas.. Katanya mengangkat ponsel di tangan. Harun membulatkan mulut seraya mengangguk.
__ADS_1
Sudah mengabari orang rumah ?? Ica kembali menganggukkan kepalanya.
Mas boleh minta sesuatu gak ?? Tanya Ica yang sudah meletakkan ponsel di nakas.
Apaan ??
Kita ke gili Kedis boleh gak ?? Pinta Ica menatap sendu manik mata Harun.
Harun tertegun menatap tatapan yang begitu hangat itu.
Tapi itu sangat jauh dari sini, di sana juga belum banyak penginapan. Ada kemungkinan kita akan pulang pergi jika kesana.
Satu jam juga tidak masalah bagiku, aku sangat ingin melihat pulau itu. Pinta Ica lirih.
Harun menatap Ica yang kini tertunduk. Ohh jadi kali ini dia benar - benar pergi karena keinginannya, dia berkata jujur. Syukurlah...
.
.
.
.
.
.
__ADS_1