
Aku ini pria normal Ica, jangan bilang selama ini kamu berfikir aku tidak tergoda olehmu ?? Ucap Harun datar menggoda Ica
Ica menelan salivanya susah payah saat mendengar kalimat itu.
Harun tertawa kecil. Aku tidak akan memakanmu, aku hanya ingin memelukmu seperti ini. Tidurlah !! Titahnya
Tak butuh waktu lama Harun sudah tertidur dengan pulasnya. Entah mengapa dengan memeluk Ica selalu saja bisa membuatnya merasa nyaman.
Merasakan nafas Harun yang sudah teratur membuat hati Ica sedikit lega. Ia kemudian ikut terlelap dalam pelukan Harun.
------------------
Cha.. Ica sholat dulu. Panggil Harun mengusap pipi Ica.
Hem ?? Ica mengerjap - ngerjapkan matanya, sayup - sayup ia melihat Harun yang sudah mengenakan peci di kepalanya.
Udah subuh yah mas ?? Maaf .. Sesal Ica, kemudian beralalu ke kamar mandi.
Mereka pun sholat subuh berjamaah.
-------
"Setelah sarapan kita ke gili kedis." Ucap Harun di sela makannya.
Hah ?? serius ?? Ica kegirangan mendengar nama gili kedis. Namun kebahagiaannya memudar dengan cepat. Maaf mas, aku masih capek, rasanya aku hanya ingin tidur seharian dikamar.
Harun mengernyitkan keningnya heran. Bukannya kamu sangat ingin pergi ke sana ?? Besok kita akan pulang, makanya aku mengajakmu ke sana hari ini.
__ADS_1
Hemm iya sih, aku memang sangat ingin, tapi aku benar - benar merada lelah, dan ku rasa pemandangannya akan sama saja.
Kamu benar - benar hanya ingin menikmati liburanmu di dalam kamar ??
Mmm, Ica mengangguk. Sudah dua minggu lebih aku menikmatinya, dan rasanya Saat ini aku hanya ingin tidur, lagi pula besok kita akan pulang pasti melelahkan. Jadi biarkan aku beristirahat hari ini.
Yah sudahlah jika itu yang kamu inginkan.
Kamu tidak marah kan ??
Untuk apa aku marah, hum ??
Ica menggelengkan kepalnya dan kembali menyantap makanan di depannya.
*****
Baru liburan seperti ini saja dia sudah merasa lelah, bagaimana jika aku mengajaknya bertempur di atas ranjang ?? Harun mulai melamun jorok, ahhh bagaimana rasanya yah ?? Kapan aku akan melakukan semua itu ?? Ahhh sudahlah.. Harun mengayun - ayunkan tangannya di udara berusaha mengusir kehaluannya.
Ica bangun dari tidurnya saat merasakan tenggorokannya kering, ia meraih gelas berisikan air di atas nakas kemudian meneguknya sampai habis.
Saat ingin kembali tidur dia melihat Harun yang sedang sibuk dengan laptopnya di sofa. Ia pun berjalan menghampiri Harun.
Enggak istirahat mas ?? Tanyanya merebahkan kepala di pundak Harun.
Kamu benar - benar lelah yah ?? Tanya Harun melihat Ica yang masih menguap.
Mmm, setiap pagi kamu selalu mengajakku jogging dan sore harinya kamu selalu mengajakku pergi bersepeda. Ini benar - benar melelahkan untukku yang hanya selalu berdiam diri di kamar.
__ADS_1
Hah?? dasar pemalas !! Sepertinya aku benar - benar harus lebih sering mengajakmu berolah raga. Masih muda begini kamu sudah gampang lelah, bgaimana jika tua nanti ??
Hemm, Ica hanya berdehem pelan.
Merasa Ica tidak merespon, Harun membalikkan wajahnya. Astaga Tuhan..... Apa dia benar selelah ini ?? Ucapnya kaget saat melihat Ica sudah tertidur pulas di bahunya.
Harun lalu menutup laptopnya dan membaringkan kepala Ica di pangkuannya.
"Kenapa kamu begitu lucu ??" Harun menusuk - nusuk lubang lesung pipi Ica yang masih terlihat meskipun ia sedang tidur.
Mmm, Ica menggeliat merasakan sentuhan di wajahnya.
Harun hanya tersenyum gemas melihat Ica dan terus saja mengganggunya.
----------------
..
..
..
..
..
...
__ADS_1