Harun Untuk Khaliesah

Harun Untuk Khaliesah
hati ini yang memilihmu


__ADS_3

*Aku ingin marah Saat kau abaikan rasa ku.


Aku benci kenapa bukan aku yang kau cinta.


Aku tak pernah mengerti kenapa Tuhan memberiku rasa untuk cintaimu


Membuatku terhanyut dalam rasa yang teramat dalam.


Bila akhirnya hati ini hanya akan terluka


Aku bahkan sangat benci pada diriku,,


Kenapa hati ini harus memilihmu


Kenapa rasa cinta ini hanya tersirat untukmu


Kenapa aku harus mencintai seseorang yang bahkan tak pernah menganggapku ada. *Danu


Haeii. Kok kamu malah melamun ?? Tanya Ica yang melihat Danu hanya mematung di hadapannya.


Hahh, emm sorry. Lalu kenapa kamu ada di tempat ini, atau kamu sedang.... Belum sempat Danu selesai berkata Ica sudah menganggukkan kepalanya, seolah sudah tau apa yang akan di sampaikan nya.


Ooo Danu mengangguk, dadanya begitu sesak mengetahui tujuan Ica ke tempat ini, bahkan Danu sudah tidak sanggup mengangkat sudut bibirnya untuk sekedar tersenyum pada Ica.


Ohh iya kenapa kamu sendiri, suamimu kemana ?? Tanya Danu celingak celinguk mencari sosok Harun.


Mas Harun tidak di sini, ia sedang ada meeting di luar.


Lalu apa yang kamu lakukan di sini ??


Aku ingin ke tempat ini !! Ica menunjukkan ponselnya pada Danu.

__ADS_1


Ohh, aku baru saja dari sana, apa kamu ingin ku antar ?


Terima kasih atas tawaranmu, tapi aku tidak ingin menimbulkan fitnah ..


Ayolah Ica aku ini hanya teman sekolahmu, aku tahu batasanku, aku hanya ingin menolongmu.


Ica mengiyakan ajakan Danu dia tidak tega menolak niat baik temannya.


Danu mengajak Ica mengunjungi semua tempat yang ingin di datanginya. Dan ini tempat terakhir kita. Ucap Danu membentangkan tangannya ke arah jembatan kayu yang tidak terlalu besar, pemandangan laut yang terbentang luas terlihat begitu indah dari ujung jembatan itu.


Masha Allah ini bagus banget Nu'.. Kata Iqca mengagumi ciptaan Tuhan yang begitu indahnya.


Mereka berdua berdiri berhadapan menyenderkan sedikit tubuh disisi jembatan.


Danu menatap sendu separuh wajah Ica yang sedang menikmati hamparan lautan.


Tuhan terima kasih, setidaknya aku bisa melihat senyuman itu.


Senyuman yang dulunya hanya mampu ku lihat dari kejauhan.


Aku bisa jalan, bercengkerama dan berdiri di dekatnya seperti ini.


Walaupun ini akan menjadi yang pertama dan juga yang terakhir.


Aku bersyukur akan hari ini.


Setidaknya aku memiliki kenangan bersamanya ..


Danu... Panggil Ica memecah keheningan,


Danu tersentak dan mengakhiri lamunannya. Hem ??

__ADS_1


Masih komunikasi dengan Dita ??


Danu mengangkat kedua alisnya merasa aneh dengan pertanyaan Ica.


Tentu.. Dia adalah teman yang baik untukku ??


Teman ?? Hehh.. Ica tersenyum getir. Danu semakin merasa heran.


Ada apa ??


Belajarlah membuka hatimu,


Belajarlah memahami segala hal yang ada di sekelilingmu.


Jangan hanya terpaku pada perasaanmu saja.


Maksud kamu ?? Bukankah seharusnya kalimat itu kutunjukan padamu Ica.


Ayolah Danu, kamu tau aku tidak tertarik padamu, lalu untuk apa kamu berusaha begitu keras ?? Aku ini sudah menjadi milik orang. Belajarlah menghapus rasa itu, kamu harus Belajar membuka hatimu untuk orang lain.


Aku cukup tahu diri akan perasaanmu, tapi aku harus apa saat hati ini yang memilihmu. Danu menepuk pelan dadanya.


Kamu tidak tahu betapa terlukanya hati ini saat melihat mu bersanding dengan pria lain di atas pelaminan.


Tapi aku cukup sadar diri. Aku menyimpan semua rasa ini untukku sendiri.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2