
Hmm, ya sudah kita akan makan malam di luar. Seru Ica berbalik menuju lemari.
Namun langkahnya terhenti saat Harun memeluk tubuhnya dari belakang.
Please jangan berubah !! Bisik Harun.
Ica melepaskan tangan Harun dan membalikkan tubuhnya. Kamu kenapa ??
Maafkankan atas sikap ku malam itu, maaf jika aku terlalu berlebihan. Ucap Harun lirih menundukkan kepalanya.
Mas.. Kenapa bahas soal itu lagi ?? Kenapa kamu harus minta maaf ??
Tidak ada yang salah dengan sikapmu, aku membenarkan semuanya. Sudah sewajarnya jika suami marah melihat istrinya bersama pria lain. Sudahlah mas jangan bahas ini lagi.
Lantas kenapa sikapmu berubah ??
Berubah ?? Ayolah mas aku ini masih Ica yang sama.
Jangan bohong Ica. Aku bisa melihat semua kepedihan di matamu.
Ica terdiam.
Ica jika kamu terbebani dengan statusmu sebagai istriku kumohon abaikanlah status itu. Sekarang Anggap aku sebagai temanmu, agar kamu bisa dengan leluasa bercerita padaku.
Maki aku jika itu bisa mengurangi beban di hatimu.
Harun mendekap tubuh Ica. Please jangan nangis lagi !! Pinta Harun menenangkan Ica yang sudah di banjiri air mata.
*Tuhan.. ajari aku menerima semua ini dengan keikhlasan.
__ADS_1
Aku tahu ini bukan salahnya,
Lalu mengapa hatiku begitu sulit menerimanya.
Terkadang hatiku begitu lemah melihat ketulusan dan kebaikannya.
Tapi mengapa ego ku menolak menerima semua itu.
Tuhan ku mohon hilangkan kebimbangan di hatiku* . ~ica~
Maafkan aku mas, maaf !! Ucap Ica sesenggukan.
Harun menuntun Ica naik ke atas tempat tidur, membaringkan tubuh Ica perlahan.
Tidurlah .. mas akan selalu sabar menunggu sampai kamu bersedia membagi beban dihatimu. Ucap Harun lirih membelai lembut kepala Ica dalam pelukannya.
Aku akan melakukan apapun Ica, agar kamu bisa belajar menerimaku. Batin Harun.
Mas..... mau ngapain ?? Teriak Ica kaget saat Harun mengangkat tubuhnya padahal ia masih tidur.
Ke sautu tempat, ucap Harun dengan senyum polosnya.
kamu tidur lagi saja, mas akan membangunkanmu jika kita sudah sampai.
Tidak !! turunkan aku mas.
Harun tidak menghiraukan dan tetap menggendong Ica.
Mas, aku belum memakai jilbabku. lagi pula aku malu jika keluar hanya mengenakan baju tidur ini.
__ADS_1
Ohh iya, mas Harun lupa. Harun cengengesan menyadari kebodohannya, lalu menurunkan Ica perlahan.
-----------
Sesampainya di jetty bar, Harun menuntun Ica berjalan ke arah jembatan kecil. Harun melepas tangannya dari mata Ica. sekarang kamu boleh buka mata.
Ica membuka matanya perlahan. Ica membulatkan matanya, menutup mulutnya yang menganga dengan kedua tangannya. Takjub!!
Suka ??
Ica mengangguk kencang, kini matanya mulai berkaca - kaca, "Terharu". Harun menuntunnya berjalan di jembatan kecil yang sudah di hiasi bunga - bunga dan lampu. Suasana pagi buta ini nampak begitu indah oleh kerlap kerlip lampu - lampu kecil yang terhias di sepanjang jembatan.
Ica memeluk Harun saat mereka berdua sudah duduk di ujung jembatan menatap hamparan laut.
Makasih mas, ini sangat indah. Harun tak menjawab, tangannya sibuk mengusap kepala Ica.
Matahari yang merangkak malu - malu membuat langit di warnai semburat biru dan oranye membuat suasana menjadi semakin romantis.
Harun tak hentinya memandangi Ica yang sedang fokus mengagumi keindahan sang pencipta. Harun yang sedang terbawa suasana meraih dagu Ica mendongakkan wajah itu ke arahnya dan tanpa aba - aba Harun mendaratkan bibirnya ke bibir Ica, mengecup singkat bibir itu berulang, kemudian ia mulai ******* lembut bibir tipis Ica.
ica tersentak saat Harun mencium bibirnya, refleks ia ingin menarik wajahnya namun Harun kembali menarik dagunya dan semakin bermain - main dengan bibir tipisnya.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.