Harun Untuk Khaliesah

Harun Untuk Khaliesah
candu


__ADS_3

Setelah menyelesaikan sarapannya Harun membawa Ica ke kamar, ia terus saja menggelayut pada istri kecilnya itu, membuat Ica merasa sangat kesal.


"Mas apa kamu tidak lelah terus melakukan ini ??" kesal Ica saat Harun lagi - lagi ingin melanjutkan permainannya.


"Kenapa ?? kamu tidak suka ??“ Harun memicingkan mata.


"Ini sudah sore mas, harus berapa kali aku mandi dalam seharian ini ?? apa kamu ingin membuatku tidak bisa berjalan, heh ??"


Harun semakin memeluk gemas tubuh istrinya, "maafkan aku sayang, aku benar - benar sudah di buat candu dengan tubuh kecilmu ini." bibir Harun tak hentinya menciumi wajah dan tubuh Ica.


Ica mendengus kesal, mau bagaimana lagi, ia pun hanya bisa pasrah membiarkan Harun berbuat semaunya pada tubuh polosnya itu.


Heh, memang dasar kodrat lelaki tuh yah udah kayak gini, mau terlihat kalem dan baik hati sekalipun tetap saja otaknya mesum, hadehh !!


***


Setelah menunaikan sholat maghrib Ica memutuskan meninggalkan Harun yang masih Tadarusan, ia mengenakan gaun muslimah yang di belinya kemarin bersama Dita.


"Mau kemana sayang ?? Cantik banget !!“ tegur Harun yang melihat istrinya sedang berdandan di depan cermin.


"Ganti baju gih, !!" Ica tidak menjawab pertanyaan Harun, ia malah menunjuk ke arah Kemeja yang di letakkan nya di atas ranjang.


"Memangnya kita akan kemana ??“ Harun mengulang pertanyaannya.


"Makan malam mas, kak Tama dan keluarganya ngajakin kita dan ayah, bunda buat dinner."


Tama !! Dia lagi, aku bahkan belum memaafkan Ica soal itu, kenapa aku harus bertemu dengannya lagi, hehhh dia sungguh merusak mood baikku hari ini.

__ADS_1


"Harus yah, kamu dandan secantik itu cuma buat ketemu sama dia, heh ??" Harun menyindir dengan nada dingin.


"Apaan sih kamu mas, siapa coba yang dandan cantik, kamu enggak lihat apa, aku cuma pakai BB cream sama liptint doang.


Kamu selalu saja melebih - lebihkan."


"Ngesselin banget sih nih cewek, pengen gua jitak, sumpah !! untung aja gua cinta." gumam Harun.


"Maksud kamu apa ?? Siapa yang melebih - lebihkan, heh ?? Aku itu suami kamu yah, tidak sepatutnya kamu melontarkan kata kasar seperti itu." Harun berkata dengan sinis membuat Ica terdiam seketika.


Ica... Kenapa kamu harus membuatnya kesal sekarang, bisa gawat kalau dia menolak untuk pergi.


"Astaga apa dia benar - benar marah ??“ gumam Ica menatap wajah Harun yang begitu kesal, kedua tangannya sudah ia letakkakn di atas pinggang.


Perlahan Ica mendekat, berdiri menghadap Harun, Ica meraih tangan Harun, dan memindahkan tangan itu melingkari tubuhnya.


"Ahhh, kenapa dia begitu manis ??" Harun berpura - pura menatap Ica dengan kesal lalu membuang pandangannya.


"Mas, maafkan aku !!" Ica kembali merengek dengan manja, ia menatap Harun dengan sedih.


Membuat Harun jadi merasa bersalah, “aku tidak marah kok." katanya dengan lembut lalu mengecup kening istrinya.


"Serius ??" mata Ica sudah berbinar mendengar jawaban itu.


Harun menganggukkan kepala membenarkatan perkataannya.


Mas juga harus janji, lain kali jangan membuatku kesal, aku kan jadi sulit mengontrol kata - kataku.

__ADS_1


"Iya iyah cerewet" Harun mencium gemas bibir Ica, "ya Tuhan kamu itu sungguh sangat cerewet, seharusnya aku yang kesal bukannya kamu.“ Imbuhnya.


Ica terkekeh melihat bibir Harun yang terus saja menggerutu sambil mengganti pakaiannya.


*****


"Selamat malam Tuan dan Nyonya Assegaff, selamat datang di Hotel xx." sapa beberapa staff dengan sopan saat melihat Harun dan Ica turun dari mobil.


Harun hanya membalas dengan anggukan dan senyum simpul di bibirnya.


"Kok mereka tahu ?? apa papa dan mama yang memberitahu yah ??" Ica terlihat bingung melihat kehadirannya sudah di kenali para staff hotel.


Entah dia yang memang tidak kepo, atau memang dia malas bertanya seputar pekerjaan pada suaminya.


"Kamu yakin, janjian sama keluarganya tuh orang di sini ??" tanya Harun dengan nada yang kesal.


"Iyah mas, setahuku bunda bilangnya yah di sini."


"Silahkan !!" menejer hotel itu menuntun Harun dan Ica ketempat pertemuan.


Harun mengernyitkan keningnya heran, "kamu yakin keluargaku menunggu di sini??"


...


..


..

__ADS_1


..


__ADS_2