Harun Untuk Khaliesah

Harun Untuk Khaliesah
kebersamaan dita, ica dan ayah


__ADS_3

Selamat membaca 😊😊😊


Sesampainya di sebuah mall.


"Kita ke tempat makan dulu saja yah, kalian berdua pasti sangat lapar sehabis ujian tadi". Tanya ayah Ica dengan tetap menyunggingkan senyuman khasnya.


Ica dan Dita menganggukkan kepala dengan semangat. Yahhh sejujurnya dari tadi dua gadis ini memang sangat lapar.


Herman, Ica dan Dita pun memasuki salah satu restoran yang masih berada di mall tersebut.


Dengan semangat Ica dan Dita membaca menu dan segera memesan makanan mereka.


Ayah Ica tersenyum melihat kedua gadis kecil di hadapannya.


"Sekarang apa rencana kalian kedepannya".


Tanya ayah Ica membuka obrolan.


"Ica sih pengennya lanjut kuliah yah, menurut ayah Ica bagusnya daftar dimana yah ayah ??". Tanya Ica sambil menatap ayahnya, berharap sang ayah memberikannya masukan.


Belum sempat ayah menjawab Dita pun ikut menimpali. "Aku juga pengen lanjut sih om, tapi masih mikir mau yang di sekitaran sini saja atau mau kuliah di luar kota".


"Tapi kalau Dita... terserah sama papa saja", lanjut Dita sambil menyunggingkan senyumannya.

__ADS_1


Ayah Herman hanya mengangguk anggukkan kepalanya, mencoba mencerna setiap kalimat yang di sampaikan Ica dan Dita.


"Ayah sih berharap Ica bisa masuk Universitas INDONESIA". Ayah memberi penekanan pada nama kampus tersebut, "tapi ayah nggak maksa juga sih, ayah tidak ingin memaksa kamu mengikuti apa yang ayah inginkan. Ini hidup kamu jadi sebagaimana bahagianya kamu saja, kamu senangnya di kampus mana dan jurusan apa itu terserah kamu, ayah hanya bisa terus mendukung apa yang baik menurutmu". Ringkas ayah Herman di akhiri dengan mengusap lembut kepala putrinya.


Dita hanya tersenyum bangga mendengar setiap kalimat yang om Herman katakan.


"Hem, senangnya jika papa bisa memiliki pemikiran seperti om Herman". Desah Dita yang langsung menyangga wajah dengan telapak tangan. Mulai berkhayal !!


"Semua orang tua menginginkan yang terbaik untuk anaknya, dan mereka memiliki caranya masing-masing untuk mewujudkan harapan itu". Herman mencoba memberi pengertian pada Dita yang terlihat sangat berfikir.


Tak lama pesanan mereka pun datang.


-----------


"Ayah main bentar yuk". Tunjuk Ica ke tempat wahana bermain di mall tersebut dengan sangat antusias.


Ayah Herman pun mengangguk mengiyakan kedua keingann gadis tersebut.


Dengan wajah tersenyum ayah Herman memandangi kedua gadis yang tengah berlari kecil ke arah area bermain tersebut.


Herman sangat bahagia melihat putri kecilnya itu, tak hentinya senyuman terukir di wajah mungil putrinya.


Dita dan Ica pun menikmati beberapa games yang ada di dalam area bermain tersebut, mereka berdua seperti anak kecil yang begitu bahagianya di ajak ke wahana bermain.

__ADS_1


---------------


"Bundaaaa", peluk Ica saat masih saja senyum itu terukir jelas di wajahnya.


"Ehhh anak bunda lagi happy banget yahh". Tanya bunda dengan mengelus lembut kepala Ica yang masih melingkarkankan kedua tangannya di pinggang sang bunda.


Ica mengangguk penuh semangat,


"tadi habis di ajak jalan sama ayah bun dan Dita juga ikut".


"Seru banget tadi bunda, Ica dan Dita asyik bermain seperti anak kecil yang baru pertama kali di ajak ke tempat hiburan sama orang tuanya, hehe". lanjutnya antusias.


Ica begitu antusias, ia terus saja menceritakan kegembiraannya hari ini bisa pergi jalan bersama ayah dan sahabatnya.


Bunda Lidya hanya tersenyum dan nampak antusias mendengar semua yang di sampaikan anak kesayangannya itu.


Herman yang sedari tadi terus memperhatikan istri dan anaknya itu ikut tersenyum bahagia.


..


..


..

__ADS_1


..


..


__ADS_2