
Sudahlah lupakan saja. Harun memotong kalimat Ica dan kembali merebahkan tubuhnya memunggungi Ica.
Kenapa kamu selalu saja seperti ini, berdebat denganku lalu kemudian menyuruhku melupakannya. Kamu fikir setelah kamu bangun nanti semua masalah akan hilang ?? Teriak Ica meluapkan kekesalannya.
Harun tersentak mendengar perkataan Ica, dengan cepat ia mendudukkan tubuhnya saat Ica teriak dengan isakannya.
"Maaf !!" Harun merengkuh tubuh Ica dalam pelukannya. Bodoh banget sih lho Harun, bagaimana dia bisa terbuka kalau lho selalu saja membuat dia tertekan seperti ini. Batin Harun mengutuk kebodohannya.
Maaf, maafkan mas. Please jangan nangis. Bujuk Harun mengusap butiran air bening di pipi Ica.
Aku enggak kuat mas, aku benar - benar tidak sanggup menjalani semua ini. Aku tidak tahan dengan sikapmu yang seperti ini. Ucap Ica lirih di sela tangisnya.
Maafkan aku Ica, please jangan bilang seperti itu. Aku tidak ingin kehilangan kamu.
Maaf, aku hanya merasa kecewa karena kamu menganggap semua ketulusanku ini sebagai hutang.
Ica tidak menjawab ia hanya larut dalam tangisannya, begitu sesak memendam semua ini seorang diri.
Aku mohon Ica jangan berkata seperti itu. Aku sangat takut kehilanganmu jangan tinggalkan aku Ica...
Kumohon aku sangat mencintaimu. Harun terus saja berucap, dia benar - benar sangat takut Ica akan meninggalkannya.
__ADS_1
Degdeg degdeg
Aku enggak salah dengar ?? Apa tadi dia bilang ?? Dia cinta aku ?? Tidak, tidak dia pasti hanya berusaha menenangkanku !!
Melihat Ica yang tidak berhenti menangis membuat dada Harun semakin sesak, Harun tidak tega melihat wanita yang di cintai nya terisak karena kebodohannya.
Maafkan aku, jangan tinggalkan aku Ica.. Ucap Harun lirih, kini air yang menggenang dipelupuk matanya dengan tidak tahu malunya mulai bercucuran.
Ica tesentak seketika tangisnya terhenti saat merasakan tengkuknya yang mulai basah, ia lalu merenggangkan pelukan Harun dan melihat wajah Harun yang sudah basah karena air mata.
Heii beraninya kamu mas, kenapa kamu malah ikut - ikutan nagis. Ica mengusap wajah Harun, ia jadi merasa bersalah melihat Harun yang sangat memelas padanya.
Aku hanya takut kemu akan men......
Sudah.. Maafkan aku, tadi itu aku hanya kesal kenapa setiap kali ada masalah kamu selalu saja tidur memunggungiku. Ucap Ica memanyunkan bibirnya kesal.
Kenapa kamu selalu terlihat menggemaskan dengan wajah manyun seperti ini. Senyum Harun kembali mengambang melihat rengekan manja Ica, Harun kembali mencubit gemas kedua pipi Ica.
Sshhhh sakit !! Ica menggembungkan pipinya menatap sinis pada Harun.
Maaf !! jangan memasang ekspresi seperti itu, aku sungguh tidak tahan melihatnya. Harun mengusap wajah Ica dengan satu tangannya.
__ADS_1
Kenapa dengan ekspresiku ?? Ica memicingkan matanya.
Harun meraih tangan Ica lalu meletakkannya di dadanya. Dia berdetak tidak karuan saat melihat wajahmu yang menggemaskan.
Seketika wajah Ica merona. "Apaan sih mas !" Ica menepis tangannya dan menatap ke sembarang arah.
Aku sangat lelah sebaiknya kita tidur. Ica lalu menarik selimut merebahkan tubuhnya.
Harun terkekeh melihat Ica yang salah tingkah. Sebelum membaringkan tubuhnya Harun mengangkat kepala Ica pelan lalu menjadikan lengannya sebagai bantal Ica dan memeluk tubuh mungil istrinya.
Mas mau ngapain ?? Tanya Ica saat Harun mengangkat kepalanya.
Aku ini pria normal Ica, jangan bilang selama ini kamu berfikir aku tidak tergoda olehmu ?? Ucap Harun datar menggoda Ica
Ica menelan salivanya susah payah saat mendengar kalimat itu.
..
..
..
__ADS_1
..
..