
Hehhhhhh aku bahkan tidak menyadari kedatangannya, Ica menatap lekat wajah Harun yang sedang tidur dengan pulasnya.
Mas.. Sholat dulu. Ica mengusap lembut kepala Harun.
Mmm. Mata Harun menyipit menahan kantuk menatap Ica, sudut bibirnya mulai terangkat.
Maaf yah aku tidak menyadari kepulanganmu.
Harun menganggukkan kepala.
Sholat dulu ?? Tanaya Ica kembali.
Harun kemudian mendudukkan tubuhnya mencoba mengumpulkan kesadarannya.
Setelah selesai sholat Ica menyuruh Harun untuk kembali tidur, Harun mengiyakan karena memang dia masih sangat lelah.
Setelah selesai membaca al-Qur'an Ica memutuskan untuk ke dapur membantu bik Ipah menyiapkan sarapan.
-------
Masak apa bi ??
Ehh non Ica kok turun.
Mau bantuin bibi. 😊
Ohh lagi belajar jadi ibu rumah tangga yang baik yah non ??
Apaan sih bibi, Ica kan emang sering bantuin bibi dan bunda saat masak. Protes Ica
Hehe iyah maaf non, bibi hanya bercanda.
Wah wah wah serunya, bunda ikutan dong. Tegur Lidya saat melihat bik Ipah tertawa.
__ADS_1
Bun, bik Ipah ?? Adu Ica memonyongkan bibirnya.
Lidya dan bik Ipah pun terkekeuh melihatnya.
Mereka bertiga pun menyiapkan sarapan, dengan perbincangan ringan yang di penuhi gelak tawa.
Bun Ica ke kamar dulu yah, pamit Ica dengan secangkir cappuccino di tangannya.
Ica membuka pintu pelan, meletakkan kopi di atas nakas.
Kasihan, pasti dia sangat lelah. Gumamnya menatap ibah pada Harun.
Ica ?? Ngapain ?? Tanya Harun saat baru saja membuka mata dan melihat Ica berdiri mematung di samping nya.
Heii ?? Harun menggenggam tangan Ica.
Ha ?? Ehh, mas sudah bangun ?? Konyol banget sih ngapain pake acara melamun. Batin Ica
Mikirin apa ?? Tanya Harun yang sudah duduk lalu menarik Ica agar duduk di sampingnya.
Maaf jika membuatmu khawatir. Tapi aku tidak punya pilihan lain memang ada banyak hal yang harus aku kerjakan.
Yah sudah, minumlah ?? Ica menyodorkan secangkir cappucino ke Harun.
Makasih sayang, Harun tersenyum bahagia menyeruput kopi pemberian istrinya.
Degdeg degdeg
Jantung Ica berdetak tak karuan mendengar kata sayang keluar dari mulut Harun. Sayang ?? Gumamnya yang masih bisa di dengar oleh Harun.
Harun tersadar dan melepaskan cangkir dari bibirnya. Maaf keceplosan, kamu gak suka yah ?
Ica tak menjawab, wajahnya memerah.
__ADS_1
Melihat wajah manis Ica bersemu malu membuat jantung Harun ikut - ikutan berontak.
Apa kamu tidak keberatan jika aku memanggilmu seperti itu !? Tanya Harun kembali.
Ica menggeleng lalu bangkit dari duduknya. Mandilah, nanti kamu terlambat.
Makasih sayang kopinya. Harun mengacak -acak rambut Ica lalu berjalan menuju kamar mandi.
Ica makin salah tingkah dengan perlakuan Harun, ia terus menatap punggung Harun hingga hilang di balik pintu kamar mandi.
Ahhh Tuhan, perasaan apa ini ?? Gumamnya
-------------
Maaf mungkin mas Harun akan pulang telat lagi malam ini. Kata Harun saat sudah berada di depan mobilnya.
Lagi ?? Ica manyun sedikit kecewa.
Maaf, mas akan usahakan untuk makan malam dirumah.
Ica mengangguk lalu mencium punggung tangan Harun. Hati - hati di jalan mas.
..
..
..
..
..
Terimakasih untuk kalian semua yang sudah membuang waktu berharga kalian untuk membaca novel ini.
__ADS_1
selamat membaca dan semoga kalian bisa menikmati.
thank you 😘😘