Harun Untuk Khaliesah

Harun Untuk Khaliesah
adem


__ADS_3

Harun menatap Ica yang kini kembali muram. "Ada apa ??" Tanya Harun memegang buku di tangan Ica.


"Hehh ,, enggak kok mas, enggak ada apa - apa." Ica menarik buku itu sehingga terlepas dari pegangan Harun.


Ica duduk bersandar di kasur mulai membaca buku yang di pegang nya.


"Kamu masih belum bisa yah terima mas Harun ??" Tanya Harun yang kini duduk di samping Ica.


Ica menutup bukunya menatap lekat mata Harun, "mas... Kamu itu adalah suamiku, aku tidak punya alasan untuk tidak menerima mu." ucap Ica lirih menggenggam tangan Harun.


Sesaat Harun terenyuh mendengar jawaban itu,,


"Maafkan Ica mas, jika sikap Ica melukai hati mas Harun. Perubahan sikap Ica hari ini bukan karena mas Harun, jadi jangan pernah merasa bersalah," lanjut Ica yang mengerti kebingungan suaminya.


"Sudah yahh.,. sekarang mas Harun istirahat saja Ica mau lanjut baca," pinta Ica dengan senyum cerianya sambil menggoyangkan buku di tangannya.


Harun menatap Ica yang kembali fokus pada bukunya.


"Heii mas...." Ica kaget saat Harun


Tidur di pangkuannya.


"Sebentar saja, biarkan seperti ini mas tidak akan mengganggumu," ucap Harun yang sudah memejamkan matanya.


Ica mengangguk dan kembali fokus membaca buku dengan tangan kirinya, sementara tangan kanannya di sibukkan dengan membelai lembut kepala Harun.


Sudut bibir Harun terangkat merasakan usapan lembut istrinya..


.. ***Khaliesah latifah mencintaimu membuatku mengerti banyak hal.

__ADS_1


Membuatku paham akan arti dari kedewasaan.


.. Mungkin memang benar umur tidak menjamin sebuah kedewasaan.


Karena Belajar untuk tidak menjadi egois adalah cara tercepat untuk membuatmu menjadi bijak.


.. Ketulusan mu untuk bisa memahami orang lain,


Selalu bisa membuat hatiku terenyuh..


.. Ica, ku harap akan ada waktu dimana hatimu akan menerimaku.


Dan Mencintaiku tanpa rasa beban*.


*********


Ica duduk di sofa merebahkan kepalanya dengan lengan sebagai bantalnya, menatap teduh ke arah Harun yang dengan khusyu.nya sedang beribadah...


"Heii kamu kenapa ??" Tanya Harun mengusap pucuk kepala Ica.


"Hehh ? ehh mas Harun, sudah selesai ??" Ica gelagapan melihat Harun yang sudah duduk di sampingnya.


Melamun lagi ??


Ahh enggak mas, adem aja liat mas sholat tadi, hehe.


Berarti lagi ngelamunin mas Harun dong ??


Hehh ??

__ADS_1


Mas Harun bercanda, mas malah lebih adem lihat kamu tidak murung lagi.


Hem, Ica menaikkan kedua alisnya dan kembali tersenyum.


Mau makan di bawah atau ......


"Bosen mas, kalau makannya di luar hotel boleh enggak 😆😆??" usul Ica penuh harap.


Tapi... Mas kan enggak pakai mobil ke sini !!


Jalan kaki saja mas, yang di sekitaran hotel ini saja pasti banyak kok. Yah... Yah... Please .....


Melihat Ica yang begitu bersemangat Harun pun mengiyakan..


---------


Harun dan Ica berjalan menyusuri trotoar yang di padati pedagang kaki lima dan warung - warung makan kecil di pinggir jalan.


"Mau makan apa ??" Ica tidak merespon, matanya masih sibuk berputar menjajali setiap makanan yang ada, berbagai macam aroma masakan yang di buat oleh para pedagang begitu menggoda sehingga Ica bingung untuk memutuskan.


"Mas maunya makan apa ?? Kalau sate itu suka nggak ??" Tunjuk Ica pada warung sate yang sekarang ada di hadapannya.


Harun mengangguk, senyum lebar kembali tersungging di wajah Ica.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2