
Harun menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang, menggeliat berusaha merilekskan seluruh tubuhnya.
“Mas.... mandi dulu," protes Ica.
Aku sangat lelah, biarkan aku istirahat sebentar.
Ica mengangguk meninggalkan Harun dan segera membersihkan tubuhnya.
Ica keluar dengan kimono yang membalut tubuhnya, ia menghentikan aktifitas nya mengeringkan rambut dengan handuk kecil di bahunya, menatap ibah pada suaminya yang sudah terlelap dengan masih mengenakan pakaian kerjanya.
Perlahan ia berjalan menuju ranjang, membuka pelan sepatu dan kaos kaki Harun, lalu membalut tubuh suaminya itu dengan selimut.
"Kasian, kamu pasti sangat lelah," gumam Ica membelai lembut wajah suaminya.
--------
Mas Harun, hari ini tidak usah menjemputku yah, aku ingin pergi jalan dengan Dita.
Harun tak menjawab, ia hanya mengangguk dan kembali menyendok makanan ke mulutnya.
Seperti biasa setelah sarapan Harun mengantarkan istrinya ke kampus sebelum ia berangkat ke kantor.
"Kamu yakin tidak ingin mas mengantarmu ??" Harun kembali meyakinkan Ica yang sudah ingin membuka pintu mobilnya.
Ica menggeleng, "Dita bawa mobil kok mas."
"Hem, baiklah !! Kamu hati - hati yah, jangan pulang terlalu larut " pinta Harun lalu kembali mengecup kening istrinya.
Ica tersenyum menganggukkan kepala.
**
Setelah pulang kuliah, Dita melajukan mobilnya ke salah satu Mall di kota itu, Ica hanya diam, tak menyuarakan apapun, kepalanya di penuhi pikiran tentang apa yang harus di belinya.
Ica berjalan pelan memfokuskan pandangannya melihat - lihat toko yang di laluinya, mungkin dengan begini ia bisa segera tahu apa yang harus di belinya.
__ADS_1
Dengan setia Dita menemani sahabatnya itu, sesekali ia memberi pendapat ketika Ica memintanya.
Tujuan terakhir mereka hari ini adalah toki kue, Ica begitu antusias saat melihat deretan kue di etalase toko tersebut, setelah memilih salah satu ia kemudian ke kasir untuk membayarnya.
Setelah semua yang di inginkan Ica sudah di belinya, ia dan Dita lalu masuk ke salah satu Cafe untuk mengisi perut.
"Kamu yakin enggak ada yang mau di beli lagi ??"
Ica mengangguk lalu kembali memeriksa kantong berisi belanjaan kebutuhan dapurnya, lalu mengecek paperbag yang berisikan sebuah kotak.
"Yakin cuma beli satu ??" tanya Dita kembali memastikan.
Satu saja sudah cukup, ini saja aku harus berfikir keras untuk memutuskan.
Dita mengangguk lalu segera menyantap makanan yang baru saja di antarkan waiter ke mejanya.
"Thank you yah Ta', sudah menemaniku hari ini," peluk Ica saat Dita sudah memarkirkannya mobilnya di pekarangan rumah Ica.
"Apaan sih kamu, kita kan sahabat," Dita mengusap punggung Ica dalam pelukannya.
Jangan lupa yah besok.
"Thank you, enggak akan lupa lah kan bakalan dapat makan gratis lagi, hehe !!" Dita menyambut sekotak kue dengan bahagia lalu segera melaju meninggalkan Ica yang masih berdiri melambaikan tangannya.
-----
Ica menunggu Harun dengan tidak sabar, ia mondar - mandir di depan pintu, sesekali ia menatap jam digital di ponselnya.
Ceklek, suara knop pintu yang terbuka.
Dengan senyum yang mengambang Ica berdiri di balik pintu itu.
Harun tersenyum bahagia mendapat sambutan hangat itu, ia langsung meraih tubuh Ica ke dalam pelukannya.
"Kok belum tidur sayang? "
__ADS_1
Hem, kan nungguin kamu, kok telat banget sih mas pulangnya ??
Maafkan aku sayang, ada sedikit kendala tadi.
Ica mengangguk dan langsung mengambil tas yang di pegang Harun, menuntun suaminya itu untuk segera ke kamar.
"Kamu sudah makan mas ??" tanya Ica saat Harun akan masuk kamar mandi, Harun hanya mengangguk.
Ica ikut mengangguk dan membiarkan suaminya masuk ke kamar mandi, ia lalu menyiapkan pakaian suaminya, lalu segera berlari ke dapur untuk membuat secangkir kopi hangat.
"Kerja lagi ??" Ica menghampiri Harun yang sudah sibuk dengan laptopnya dan meletakkan secangkir kopi yang di bawanya di samping Harun.
"Makasih sayang !!" Harun mengelus lembut pipi Ica.
Apa kamu tidak lelah mas, seharian ini kamu sudah bekerja dan sekarang kamu masih melanjutkan pekerjaanmu.
Maaf sayang, aku hanya tidak ingin mengganggu weekand kita besok, jadi aku akan menyelesaikan pekerjaan ini sekarang.
Ica hanya mengangguk pasrah dan segera menuju tempat tidurnya, ia lalu merebahkan tubuhnya menghadap ke arah Harun, menatap suaminya sendu di balik laptop itu hingga matanya terpejam.
Harun masih sibuk dengan pekerjaannya, ia melirik sesat ke arah istrinya, tersenyum lembut menatap wajah polos istrinya yang sudah terlelap lalu beralih melirik jam di dinding, waktu menunjukkan pukul 12 : 05 malam, Harun menarik nafas panjang. "Sedikit lagi, semangat! "gumamnya menyemangati diri sendiri, kemudian kembali melanjutkan pekerjaannya.
Ica terbangun saat ponsel di sampingnya bergetar, ia sengaja memasang alarm malam itu.
Hehh, Ica mendesah mendapati Harun masih di tempat yang sama, dengan langkah gontai ia beranjak dari ranjangnya.
"Mau kemana sayang ??" tanya Harun saat menyadari istrinya ingin keluar kamar.
"Ke dapur sebentar mas, aku sangat haus." Ica memegang lehernya yang terasa kering. Harun lalu mengangguk mengiyakan.
Harun melirik ke arah pintu lalu beralih melihat jam di tangannya, "sudah sepuluh menit, kenapa dia belum juga kembali."
..
..
__ADS_1
..