Harun Untuk Khaliesah

Harun Untuk Khaliesah
pamrih ??


__ADS_3

Apa kamu lelah ?? Tanya Harun di sela - sela makannya.


Ica hanya menatap Harun,


Jika tidak, sehabis sarapan aku ingin mengajakmu melihat penyu.


Ica tersenyum lebar mengiyakan ajakan Harun.


***


Penyu - penyu kecil berenang dengan lucunya di pinggiran pantai saat baru saja mereka di lepaskan. Bahkan masih ada beberapa penyu kecil yang berjalan di pasir berusaha memasuki air. Ica begitu antusias menyaksikan momen pelepasan penyu tersebut, ia bahkan terlihat tidak tega melepas penyu kecil yang berada di tangannya.


"Good bye penyu, kamu jaga diri yah di lautan sana." Ucap Ica menirukan suara anak kecil, mengusap lembut cangkang kecil penyu itu dengan telunjuknya.


Harun yang sedang berdiri dengan kedua tangannya yang terlipat tersenyum menggeleng - gelengkan kepalanya melihat keluguan Ica.


Setelah selesai mengejar penyu - penyu kecil Harun mengajak Ica menyusuri keindahan gili meno dengan menggunakan delman.


Seharian ini Harun benar - benar memanjakan Ica, mengajaknya ke tempat - tempat yang indah dan berbelanja beberapa souvenir.


***


Villa...


Setelah selesai membersihkan badan, Ica merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, sesekali ia merenggangkan tubuhnya berusaha menghilangkan sedikit rasa pegal karena seharian berjalan.

__ADS_1


Capek banget yah ?? Harun menghampiri Ica saat baru saja keluar dari kamar mandi.


Harun duduk di sisi Ica dan mulai memijat lembut kaki Ica.


"Enggak kok mas," Ica menarik kakinya pelan dan mendudukkan tubuhnya bersandar di punggung ranjang.


"Enggak apa - apa, biar mas pijitin, kamu pasti sangat lelah." Ucap Harun yang kini meletakkan kaki Ica di pangkuannya dan kembali memijatnya.


Enggak usah mas, kamu juga sama lelahnya denganku.m, kita kan pergi bersama.


Melihat Ica yang mencoba menahan tangannya, membuat Harun menatapnya tajam.


"Kenapa sulit sekali untuk menolaknya, dia selalu saja menatap seperti itu setiap kali ku tolak." batin Ica.


Apa aku membuat kamu merasa tidak nyaman ?? Harun menghentikan pijatannya, setelah beberapa menit ia dan Ica hanya membisu.


"Heh ? Tidak kok mas," Ica tersenyum kikuk menggelengkan kepala. Nah itu lho tau pake nanya lagi !! Batin Ica


Lalu kenapa kamu jadi diam seribu bahasa tadi ??


Yah, karena aku sedang menikmati pijatanmu, hehe. Jawab Ica menggaruk - garuk kepalanya yang tak gatal.


Benarkah ?? Harun tersenyum bangga.


Ica menganggukkan kepalanya. Sini gantian aku yang memijat kaki mas Harun, mas juga pasti sangat lelah. Kata Ica menepuk pahanya yang kini sudah duduk bersimpuh di samping Harun.

__ADS_1


Tidak usah, lagi pula aku tidak merasa lelah. Sebaiknya kamu tidur. Jawab Harun lalu membaringkan tubuhnya.


Jangan menolak !! Jangan membuatku merasa berhutang terlalu banyak padamu. Ica membalikkan tubuhnya lalu memijat kaki Harun.


Harun menahan tangan Ica. Berhutang ?? Tanyanya menaikkan alis dan menatap kesal pada Ica.


Hem, selama ini mas Harun terlalu baik padaku, jadi aku merasa tidak enak. Jawab Ica polos.


Jadi kamu menganggap semua yang ku lakukan selama ini adalah sesuatu yang harus kamu bayar ?? Ucap Harun kesal menghempas tangan Ica dari genggamannya.


Ica menatap Harun dengan heran. Kenapa lagi sih nih orang, aku salah ngomong yah ?? Batinnya


Apa salah jika aku ingin membalas semua kebaikanmu ??


Aku suami mu Ica, apa dengan memanjakan dan memberikan perhatian padamu aku harus pamrih ??


Bukan seperti itu maksudku....


..


..


..


..

__ADS_1


__ADS_2