He Is Mine

He Is Mine
Eps 106


__ADS_3

Hari ketiga. Kini hanya terisa waktu 4 hari lagi, sebelum Diandra menepati janji nya untuk menikah dengan Rayna.


Sementara itu, sampai ini juga dia belum mengetahui bagaimana kabar dari istri nya Keisya.


Nomor nya masih belum aktif dan tidak ada satu orangpun yang dapat memberitahu nya bagaimana kabar Keisya saat ini.


Diandra sudah mencoba untuk meminta tolong pada orangtua nya untuk mencoba lagi pergi ke kampung Keisya dan membawa nya pulang kembali kesini, karna Diandra yakin istri nya itu ada di kampung.


"Bu, tolong bawa Keisya pulang.." Pinta Diandra.


Ibu mengusap lembut kepala putra nya tersebut.


"Iya nak, ibu akan mencoba untuk membawa Keisya pulang kesini." Jawab Ibu.


Siang ini ibu dan ayah memang berniat untuk kembali ke kampung, setelah di hari kemarin di saat Diandra meminta tolong ibu dan ayah masih dalam keadaan yang sibuk.


Diandra melihat mobil yang di kendarai oleh kedua orangtua nya mulai meninggalkan halaman rumah. Dia berdo'a dalam hati nya, semoga kali ini ayah dan ibu nya dapat membawa Keisya kembali.


Saat ini Diandra cukup merasa tenang, karna tidak ada Rayna di rumah nya.


Dengan ibu yang mengucapkan kepada Rayna bahwa dia sebaiknya pulang karna waktu pernikahan yang telah semakin dekat dan Rayna juga harus mempersiapkan dirinya akhirnya Rayna mau tidak mau harus pulang.


Bukan nya merasa sedih. Saat pagi tadi Rayna berpamitan pulang padanya, Diandra malah tersenyum dan terlihat sangat senang.


"Bi.." Panggil Diandra.


Tidak lama, bi Lala datang menghampiri nya, dan bertanya pada Diandra. Tuan muda nya itu membutuhkan apa.


Diandra tidak membutuhkan apa apa, dia hanya ingin di bantu sebentar oleh bi Lala untuk mendorong kursi roda nya ke halaman depan. Karna Diandra merasa bosan dengan suasana di dalam rumah.


Baru saja Diandra sampai di depan, tiba tiba ada seorang security yang bertugas menghampiri nya. Dan mengatakan bahwa ada seorang lelaki yang ingin bertemu dengan nya.


Diandra merasa heran, siapa lelaki yang ingin bertemu dengan nya itu. Karna setelah dia bertanya pada security, security itu pun tidak mengenali pria itu.


"Bagaimana den?" Tanya security.


"Biarkan dia masuk pak.." Jawab Diandra.


Kemudian security membuka gerbang, dan terlihat ada seorang lelaki masuk dengan pakaian yang sangat sederhana.

__ADS_1


Diandra memicingkan matanya, mencoba untuk mengenali siapa orang itu. Namun percuma, karna dia memang tidak mengenali nya.


"Ada apa ya?" Tanya Diandra.


Saat ini, Diandra dan tamu nya masih ada di halaman depan, tidak jauh dari pos security. Karna Diandra ingin memastikan terlebih dahulu apa kepentingan dari orang yang sedang mencari nya ini sebelum dia membawa tamu nya masuk kedalam rumah untuk berbicara lebih lanjut.


"Benar andra Diandra?" Tanya tamu nya.


Diandra mengangguk.


"Iya, benar. Saya sendiri." Jawab Diandra.


Tamu itu mengulurkan tangan nya, dan memperkenalkan diri nya.


"Perkenalkan, saya Rian." Ucapnya.


Dengan ragu Diandra menjabat tangan lelaki yang bernama Rian itu.


"Saya perlu berbicara empat mata bersama kamu, ini tentang Rayna.." Ucap nya kembali.


Mendengar nama Rayna di sebutkan, kini Diandra mulai merasa penasaran. Apa hubungan lelaki ini dengan Rayna, dan kenapa dia mengenali Rayna. Akhirnya Diandra mempersilahkan orang itu untuk masuk kedalam rumah.


"Ada apa dengan Rayna?" Tanya Diandra setelah kedua nya berada di ruang tamu.


Diandra mengangguk dan menjawab bahwa dia memang akan menikah dengan Rayna 4 hari lagi.


Diandra di buat penasaran dengan sosok lelaki di hadapan nya ini karna dia belum bercerita tentang kenapa dia mengenali Rayna dan apa tujuan nya ingin bertemu dengan dirinya.


"Kalau boleh tau, maksud kedatangan anda kesini ada perlu apa ya?" Tanya Diandra penasaran.


Rian tersenyum.


"Saya tunangan Rayna." Rian memperlihatkan sebuah cincin di jari manis nya dan mengatakan bahwa ini adalah bukti dia dan Rayna memang telah bertunangan.


Diandra seketika terkesiap mendengar nya.


"Apa maksud mu?" Tanya Diandra semakin penasaran, dia tidak langsung mempercayai ucapan lelaki bernama Rian itu.


"Begini, akan ku ceritakan semua nya dari awal.." Ucap Rian.

__ADS_1


Rian mulai menceritakan awal mula hubungan nya dengan Rayna, yang terjadi pada saat mereka berkuliah di universitas yang sama.


Universitas yang sama dan kelas yang sama membuat kedua nya selalu bertemu, dan hal itu membuat mereka berdua semakin lama semakin dekat satu sama lain.


Hingga akhirnya mereka berdua resmi berpacaran, dan sampai kedua nya lulus kuliah Rian memutuskan untuk melamar Rayna.


Dengan di saksikan oleh seluruh anggota dari kedua belah pihak keluarga, Rayna dan Rian resmi bertunangan.


Setelah bertunangan, kedua nya tinggal dalam apartemen yang sama. Kedua orangtua mereka tidak merasa keberatan mereka tinggal bersama karna hari pernikahan pun telah di tentukan.


Dan pada suatu hari, tanpa angin dan hujan. Rayna pergi meninggalkan dirinya, dan Rian mendapat kabar dari teman nya bahwa Rayna pulang ke bandung.


Beberapa kali Rian mencoba untuk menghubungi Rayna namun nomor nya tidak aktif. Dan di hari kemarin Rian kembali mendapatkan kabar bahwa Rayna akan menikah dalam waktu dekat ini.


Hal itu lah yang membuat Rian saat inu datang menemui Diandra. Untuk memastikan kabar itu.


"Aku sempat bertemu dengan Rayna, tidak lama setelah dia pindah lagi ke bandung."


Jelas Rian.


"Kapan waktu itu?" Tanya Diandra.


"Belum lama ini, sekitar satu bulan lebih yang lalu. Hubungan kami berdua kembali menghangat dan aku juga sempat meminta Rayna untuk tinggal bersama ku lagi."


"Tapi entah kenapa, Rayna yang waktu itu sudah setuju untuk pindah dan tinggal bersama lagi dengan ku tiba tiba menghilang lagi tanpa ada kabar. Dan itu sampai saat ini." Jelas Rian.


Diandra terdiam mendengar cerita dari Rian, pantas saja dulu Diandra sangat susah untuk mendapatkan kabar dari Rayna. Kini Diandra tahu, bahwa di waktu dirinya sama sekali tidak mendapatkan kabar dari Rayna, mungkin Rayna saat itu sedang bersama dengan Rian.


"Lalu, maksud pertemuan ini apa?" Tanya Diandra yang masih penasaran.


Rian mengeluarkan sesuatu dari saku jaket nya.


"Ini.."


Diandra melihat sebuah tespek di keluarkan oleh Rian, dan tespek itu menunjukan garis dua.


"Apa maksud nya?" Tanya Diandra tidak mengerti.


"Begini, kamu mungkin sudah bisa menebak dengan apa yang akan terjadi jika perempuan dan lelaki tinggal dalam satu atap?" Tanya Rian.

__ADS_1


"Itulah alasan ku kemari, aku ingin bertanya apakah Rayna saat ini tengah hamil?" Tanya Rian lagi.


Diandra tersentak, dia kini menyadari apa maksud dari ucapan Rian..


__ADS_2