
Diandra tidak henti nya mengusap lembut wajah istri nya yang baru saja tertidur itu.
"Kenapa seperti ini, bagaimana bisa ini terjadi padaku? Aku tidak mengerti dengan perasaan ku sendiri saat ini" Batin nya sambil menatap Keisya.
Ada sedikit rasa bersalah karna telah berbohong pada istri nya, tentang dia yang mengatakan ada meeting sampai malam dan akan pulang telat.
Padahal pada kenyataan nya, dia pulang lebih awal dan menghambiskan waktu hingga larut
malam bersama dengan Rayna.
"Aku mengakui nya, bahwa aku telah jatuh cinta pada istri ku ini. Tapi kenapa tiba tiba saja, saat bersama dengan Rayna aku benar benar lupa pada Keisya" Batin nya kembali.
Tanpa Diandra sadari, kini Keisya telah membuka mata nya dan menatap nya.
Keisya menggenggam tangan Diandra, hingga membuat nya tersadar dari lamunan.
"Sayang" Ucap Diandra.
Keisya tersenyum.
"Kenapa belum tidur" Tanya Keisya dengan suara yang parau, sambil memeluk suami nya itu.
"Aku lagi jagain kamu" Jawab Diandra asal.
"Aku tidak akan kemana mana" Ucap Keisya.
Diandra memeluk Keisya lalu memejamkan mata nya.
Adzan shubuh berkumandang.
Keisya beranjak dari tempat tidur.
"Mas, ayo shalat bareng" Ajak Keisya.
Diandra yang memang sudah terbangun karna merasakan gerakan dari istri nya itu hanya tersenyum saja.
Ingin rasanya dia menjadi imam bagi istri nya itu.
Namun dia ingat, bahwa dia belum melakukan mandi wajib setelah berhubungan dengan Rayna kemarin.
"Aku sedikit pusing." Ucap Diandra berbohong.
Keisya langsung mendekati suami nya dan memegang kening nya dengan punggung tangan nya.
"Nanti minum obat ya setelah makan, kalau begitu aku shalat sendiri tidak apa apa. Mas tunggu sebentar ya, nanti aku buatkan makanan secepat nya" Ucap Keisya sambil tersenyum.
Diandra mengangguk sebagai jawaban.
Keisya beranjak menuju kamar mandi, dan beberapa saat kemudian setelah mengambil air wudhu Keisya langsung menggelar sejadah nya dan mengenakan mukena.
Selesai shalat, Keisya mengaji sebentar.
Hingga 15 menit berlalu, Keisya menyudahi nya.
"Kenapa berhenti?" Tany diandra.
Keisya beranjak dan mencium tangan suami nya.
"Tidak apa apa, aku masak dulu sekarang. Tunggu sebentar ya mas" Ucap Keisya.
__ADS_1
Keisya merapihkan kembali mukena, sejadah dan Al qur'an nya.
Setelah itu langsung keluar dari kamar menuju dapur.
Sampai di dapur Keisya langsung menanak nasi, dan membuka kulkas nya.
Mengambil beberapa bahan makanan untuk sarapan suami nya.
Pagi ini Keisya tidak akan membuat makanan dengan ada nya rasa pedas di salah satu masakan nya.
Dia akan membuat sayur bening dan beberapa makanan lain yang terbuat dari sayuran, karna mengingat kondisi suami nya.
Satu persatu makanan Keisya siapkan di atas meja makan.
Hingga semua nya telah siap, Keisya langsung berjalan keluar dapur.
Untuk memanggil suami nya.
"Eh mas?" Keisya sedikit kaget karna baru saja akan menaiki tangga Diandra ternyata sudah turun dan hendak menuju dapur.
Dengan pakaian yang sudah rapih untuk berangkat ke kantor.
"Wangi masakan kamu sampai ke atas sayang" Ujar Diandra.
Keisya terdiam beberapa saat.
"Mas, kalau tidak enak badan padahal tidak usah pergi bekerja" Ujar Keisya.
Diandra tersenyum kecil. Dan mengatakan pada istri nya itu bahwa diri nya sudah merasa lebih baik saat ini.
Apalagi mencium wangi masakan istri nya, Diandra langsung merasa sembuh dan ingin segera makan.
Diandra hanya mengangguk saja, lalu memegang tangan istri nya itu.
"Sudah ayo, kita sarapan. Aku sudah lapar." Diandra langsung membawa Keisya menuju dapur.
Sebetulnya Keisya sendiri merasa sangat senang jika memang kondisi suami nya itu sudah menjadi lebih baik.
Apalagi sudah sehat sepenuh nya.
Namun Keisya hanya merasa hawatir saja.
Seperti biasa Keisya melayani suami nya terlebih dahulu sebelum dia mengambil nasi untuk dirinya sendiri.
"Nambah sayang" Diandra memberikan piring nya yang sudah kosong.
Tanpa bertanya apa apa, Keisya langsung mengisi piring milik suami nya itu kembali.
Keisya tersenyum memperhatikan suami nya yang makan begitu lahap.
Kali ini dia merasa lega karna dia yakin bahwa suami nya itu memang telah sembuh.
Beberapa saat kemudian.
Kini kedua nya telah selesai makan.
Diandra masih duduk di kursi meja makan, menunggu istri nya yang sedang membuatkan teh manis hangat untuk nya.
Diandra sempat meminta kopi, namun Keisya menolak untuk membuatkan nya karna ini masih sangat pagi.
__ADS_1
"Ini mas." Keisya menaruh secangkir teh manis di meja.
Diandra melirik istri nya itu, memberikan senyuman dan mengucapkan terimakasih.
"Padahal aku hanya berpura pura saja tadi shubuh saat aku bilang sakit kepala. Tapi kamu terlihat sangat hawatir dengan kondisi ku tadi hingga kamu membuat menu makanan yang berbeda hanya untuk kesembuhan ku" Batin nya.
Selesai menghabiskan teh manis nya, Diandra beranjak untuk pergi ke kantor.
Keisya mengantarkan suami nya itu sampai kedepan.
"Mas hati hati ya, ingat selalu pesan aku untuk selalu mengucap bismillah sebelum melakukan aktivitas apapun." Kata Keisya.
Diandra mengangguk dan mencium kening istri nya itu, lalu masuk keadalam mobil.
Sepergi nya Diandra, Keisya langsung menuju kamar nya.
Untuk membereskan tempat tidur nya dan mengambil baju kotor untuk di cuci.
Selesai membereskan kamar, Keisya menuju kamar mandi di bawah untuk memasukan semua pakaian kotor nya dalam mesin cuci.
Sambil menunggu cucian, Keisya melakukan aktivitas yang lain.
Keisya mengambil sapu, dan menyapu seluruh lantai rumah nya.
Hingga mengepel.
Cukup lama waktu berlalu, semua pekerjaan nya telah hampir selesai.
Hanya tinggal menjemur pakaian saja.
Keisya menuju halaman depan, dan menjemur satu persatu pakaian milik nya dan milik suami nya itu.
Hingga tiba Keisya pada kemeja milik suami nya.
Keisya menatap kemeja tersebut. Ada sesuatu yang lain dari kemeja suami nya itu.
Terdapat sebuah noda merah pada kerah nya.
Keisya memperhatikan nya dengan lebih seksama, dan mencoba mengucek nya.
Namun noda itu tidak hilang.
Keisya memisahkan kemeja itu terlebih dahulu dan menjemur sisa pakaian yang lain.
Selesai menjemur Keisya kembali masuk kedalam, dengan membawa kemeja milik suami nya itu.
Dan berniat akan mencuci nya ulang dengan tangan nya sendiri, tanpa mesin cuci.
"Ini apa ya" Keisya memperhatikan kembali noda merah tersebut sebelum mulai mencuci nya kembali.
Entah kenapa, saat ini timbul rasa curiga pada suami nya itu.
Karna baru kali dia mendapati ada noda seperti itu pada pakaian kerja suami nya.
Apalagi noda itu terlihat seperti sebuah, noda lipstik.
Keisya beranjak dari kamar mandi, dan mengambil ponsel nya.
Setelah mengambil ponsel nya, Keisya kembali menuju kamar mandi.
__ADS_1
Dan memotret noda tersebut. Lalu mengirimkan foto nya pada suami nya.