He Is Mine

He Is Mine
Eps 85


__ADS_3

Pagi tiba, Keisya melihat jam di dinding yang menunjukan sudah pukul lima pagi.


Keisya mencoba untuk bangun dan berdiri, dia ingin melaksanakan ibadah shalat shubuh karna sudah bolong shalat di hari kemarin.


"Sayang.. Mau kemana?" Diandra ikut terbangun merasakan pergerakan dari Keisya.


"Mau mengambil air wudhu." Jawab Keisya datar.


Dengan cekatan Diandra berjalan ke samping Keisya dan mengatakan akan membantu nya ke kamar mandi, namun dengan cepat Keisya menolak tawaran Diandra dan mengatakan dirinya bisa sendiri.


Di saat yang bersamaan, Zia masuk kedalam ruangan.


"Zia, tolong temani aku ke kamar mandi." Ujar Keisya.


Zia menghampiri Keisya dan menggeser posisi Diandra.


"Pergi lah, biar aku yang merawat Keisya." Ucap Zia datar sambil masuk kedalam kamar mandi.


Dengan berat hati, akhir nya Diandra mengalah dirinya keluar dari ruangan istri nya dan duduk di depan.


Perasaan bersalah benar benar menghantui nya saat ini, keraguan mulai datang kembali menyelimuti dirinya yang kini tidak yakin bisa memperbaiki hubungan nya dengan Keisya.


***


Siang ini Diandra harus kembali meninggalkan rumah sakit untuk sementara, dirinya mendapatkan sebuah pesan dari Rayna yang mengajak nya untuk bertemu di apartemen dan berbicara secara empat mata dengan nya.


Meskipun enggan bertemu dengan Rayna, Diandra tetap memaksakan dirinya.


Saat ini Diandra akan menuruti apa yang Rayna inginkan, dengan harapan Rayna bisa meluluh dan mengubah pendirian nya.


"Hai calon suami ku." Sapa Rayna manis.


"Masuk lah sayang." Rayna mempersilahkan Diandra masuk.


Sebelum memulai pembicaraan yang di katakan oleh Rayna, dirinya pertama tama menawarkan makan dan minum terlebih dahulu pada Diandra.


Sebagai calon seorang istri, itulah yang harus dia lakukan saat suami nya pulang ke rumah. Begitulah pikir nya.


"Tidak, aku tidak lapar." Jawab Diandra.


"Kalau begitu apa mau aku buatkan kopi? Kamu terlihat kelelahan sekali sayang." Rayna bersikap manja.


Diandra menghela nafas nya, dia harus menahan diri untuk tidak bersikap dingin pada Rayna karna ingin rencana nya berhasil.


"Boleh sayang, tolong buat kan secangkir kopi spesial untuk ku." Diandra tersenyum manis.

__ADS_1


Melihat Diandra seperti ini membuat hati Rayna berbunga bunga, dengan cepat dirinya langsung beranjak menuju dapur.


Beberapa saat kemudian, Rayna kembali datang dengan kopi yang telah di buat nya.


"Ini sayang. Kopi spesial dari ku untuk mu, calon suami ku." Goda Rayna.


Diandra tersenyum dan mengucapkan terima kasih.


Sambil meneguk sedikit kopi nya, Diandra memikirkan kata apa yang pertama tama harus dia ucapkan pada Rayna untuk memulai pembicaraan nya.


Diandra harus benar benar memikirkan nya sekarang juga, karna dia tidak ingin salah berucap dan semakin mempersulit dirinya sendiri dengan rencana nya.


"Sayang.." Panggil Rayna.


Diandra menoleh.


"Kenapa sayang?" Tanya Diandra berusaha semanis mungkin.


"Begini, aku ingin pernikahan kita di lakukan di tepi pantai." Ucap Rayna.


Diandra terdiam, dirinya langsung mengerti bahwa dia kalah cepat oleh Rayna.


Jika Rayna menginginkan pernikahan dirinya di lakukan di tepian pantai, itu arti nya Rayna ingin acara di adakan di depan umum dan dihadiri oleh banyak orang.


"Apa tidak sebaik nya di tempat lain saja?" Tanya Diandra.


"Kenapa kita tidak mengadakan pernikahan kita di gedung saja, aku bisa menyewa gedung manapun yang kamu inginkan menjadi tempat pernikahan kita." Ujar Diandra.


Gedung, Diandra berfikiran jika acaranya di lakukan di dalam sebuah gedung acaranya akan sedikit menjadi tertutup.


Terlebih lagi, Diandra bisa membicarakan tentang batasan tamu yang hadir pada panitia acara dan pemilik gedung nya sendiri.


"Bagaimana ya.." Rayna terlihat berfikir.


"Begini sayang, jika acara nya di lakukan di pantai aku khawatir dengan kandungan kamu. Selain itu angin sepoy sepoy dari luar ruangan bisa membuat kamu tidak enak badan. Aku tidak ingin sampai kamu sakit sayang karna pasti acaranya tidak akan sebentar bukan?" Jelas Diandra.


"Iya kamu benar sayang." Jawab Rayna.


Mendengar jawaban dari Rayna, Diandra tersenyum dalam hati nya dan merasa bahwa Rayna saat ini telah masuk dalam rencana nya.


Diandra tinggal meyakinkan Rayna saja, karna sudah pasti jika Rayna setuju. Seluruh keluarga nya pun tidak bisa menolak dan akan mengikuti keinginan Rayna.


"Oh iya, apa kamu sudah makan sayang? Hati hati kamu harus ingat untuk selalu makan. Dan makan lah makanan yang sehat, untuk kesehatan bayi kita juga." Diandra mencoba mengalihkan pembicaraan, karna tidak ingin Rayna merubah pendirian nya kembali.


Rayna tersenyum mendengar semua perhatian yang Diandra tunjukan padanya.

__ADS_1


"Iya sayang, aku sudah makan kok tadi. Kamu tidak usah khawatir, aku akan menjaga calon anak kita dengan baik." Jawab Rayna.


Obrolan yang di anggap Diandra hal penting telah berlalu, namun dirinya tidak bisa langsung pulang saat ini.


Diandra harus tetap menunjukan perhatian nya pada Rayna dan membuat Rayna bersikap manja padanya.


Dengan seperti itu, Diandra dapat lebih mudah mengatur Rayna untuk mengikuti semua ucapan nya nanti.


Beberapa saat kemudian.


Kini Rayna dan Diandra sedang menonton sebuah film, sesuai dengan apa yang Rayna inginkan.


"Maaf sayang, ini semua demi kamu." Batin Diandra di sela sela acara nya.


"Sayang, seperti nya aku ingin makan itu." Rayna menunjuk sebuah adegan di film, dimana ada seorang perempuan terlihat sedang makan.


Diandra memicingkan mata nya, memperhatikan makanan apa yang sedang di makan itu.


"Oh iya sayang, aku pesankan sekarang ya.." Diandra langsung membuka ponsel nya untuk memesan makanan secara online.


***


Waktu menjelang maghrib, akhirnya kini Diandra bisa kembali menuju rumah sakit setelah selama beberapa jam bersama dengan Rayna dan menuruti semua keinginan nya.


Beberapa lama berkendara, akhirnya Diandra kini telah sampai depan ruangan keisya.


Diandra menghela nafas sejenak sebelum masuk kedalam ruangan.


Diandra membuka pintu dan menautkan kedua alis nya.


"Kosong?" Batin nya.


Diandra keluar kembali dari ruangan tersebut dan melihat sekitar nya, hingga dia berpapasan dengan seorang perawat dan menanyakan pasien di ruangan Keisya dirawat.


"Kemana ya sus, ruangan nya kosong." Ucap Diandra.


"Ruangan itu memang telah di kosongkan sejak tadi siang pak, pasien di ruangan itu telah pulang dan melakukan rawat jalan, sesuai dengan permitaan pasien." Jelas perawat.


Diandra terdiam.


Keisya telah keluar dari rumah sakit sejak siang tadi, dan tidak ada yang memberitahu nya.


Diandra membuka ponsel nya, dan mencari notifikasi yang masuk.


Tidak ada, sama sekali tidak ada notifikasi masuk dari istri nya yang mengabarkan bahwa diri nya pulang dari rumah sakit.

__ADS_1


"Kekecewaan mu padaku begitu dalam." Gumam Diandra sambil menyimpan kembali ponsel nya dalam saku celana.


__ADS_2