He Is Mine

He Is Mine
Eps 49


__ADS_3

Pagi tiba.


Keisya beranjak dari tempat tidur ketika mendengar suara kumandang adzan shubuh.


Ia akan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah apa yang terjadi semalam dengan nya dan suami nya itu.


Keisya menatap suami nya yang masih tertidur itu.


Tiba tiba, Diandra memegang pergelangan tangan nya.


"Mau kemana?" Ucap nya masih menutup mata.


"Mau mandi, mau shalat" Jawab Keisya.


Diandra membuka matanya perlahan lahan.


"Ayo mandi bareng" Diandra tersenyum menggoda.


Keisya sedikit kaget lalu mencubit hidung suami nya itu.


"Ish, sudah pagi ini mas sudah waktu nya shalat." Kata Keisya.


"Iya, kita mandi bersama dan shalat berjamaah" Ucap Diandra.


Keisya menarik nafas.


"Yasudah ayo bangun, tapi hanya mandi saja ya!" Pinta Keisya.


Diandra mengangguk, lalu beranjak ke kamar mandi bersama dengan istri nya.


Tidak sesuai dengan ucapan nya, ketika di kamar mandi Diandra benar benar tergoda oleh tubuh istri nya itu.


Yang sebelum nya hanya akan mandi saja, pada akhirnya pasangan suami istri itu akhirnya kembali bercinta di dalam kamar mandi.


Waktu berlalu cukup lama, dengan sedikit buru buru Keisya mengenakan mukena dan menggelar sejadah nya.


Diandra tertawa melihat tingkah istri nya yang amat terburu buru, hingga Keisya tidak memakai pakaian dan hanya mengenakan pakaian dalam saja dan langsung mengenakan mukena.


"Ayo mas cepet, nanti waktu nya keburu habis" Ucap Keisya.


"Iya sayang"


10 menit kemudian.


Diandra dan Keisya telah selesai shalat dan berdo'a bersama.


Keisya melipat dan membereskan kembali peralatan ibadah nya dan suami nya.


"Sayang" Panggil Diandra yang kembali berbaring.


"Hmmm" Jawab Keisya.


"Aku mau punya anak" Ucap Diandra.


Keisya yang hendak menyimpan sejadah kedalam lemari menghentikan langkah nya sejenak.


"Iya mas, aku juga mau" Jawab nya.


Keisya duduk di tepian tempat tidur.


"Mungkin rumah ini akan terasa lebih hangat jika kita mempunyai seorang anak" Keisya menengadahkan kepala nya sambil tersenyum.


Diandra menggeser badan nya.


"Semoga yang semalam atau yang barusan jadi ya sayang" Diandra memeluk perut istri nya sambil berbaring.

__ADS_1


Keisya meng amin kan ucapan suami nya itu.


"Mas aku mau masak dulu" Ucap Keisya.


Diandra mengangguk lalu melepaskan pelukan nya, membiarkan istri nya keluar dari kamar untuk membuat sarapan untuk mereka berdua.


Seperti biasa, sampai nya di dapur Keisya langsung mengambil beberapa bahan makanan dari kulkas.


Sambil menanak nasi, Keisya memasak.


Keisya bersenandung kecil sambil membayangkan jika seandai nya dia memiliki seorang anak.


Pasti saat ini di meja makan telah ada anak nya dan sang suami yang menunggu sarapan mereka yang tengah di masak oleh dirinya.


Keisya tersenyum geli.


Beberapa saat kemudian.


Menu sarapan telah siap, kini hanya tinggal memanggil suami nya yang belum turun untuk sarapan.


Keisya melangkahkan kaki nya menaiki tangga memasuki kamar.


"Mas.." Panggil nya sambil membuka pintu.


Terlihat Diandra sedang memainkan ponsel nya sambil bersadar di tempat tidur.


"Iya sayang" Jawab Diandra.


Keisya tersenyum lalu mengatakan pada suami nya itu bahwa sarapan telah siap.


Diandra beranjak lalu menyimpan ponsel nya, dan langsung keluar kamar menuju dapur untuk sarapan.


Karna tadi telah mandi, Diandra hanya perlu berganti pakaian saja nanti saat dirinya akan pergi ke kantor.


"Ini pasti enak, karna masakan istri ku ini memang selalu enak" Puji nya.


Pipi Keisya sedikit bersemu merah mendengar pujian itu.


Tidak lama, kedua nya telah selesai sarapan.


Karna semalam habis menabur benih, saat ini Diandra sedikit merasa mengantuk.


"Sayang aku minta kopi ya" Ucap nya sambil menguap.


Keisya tersenyum.


"Tunggu sebentar ya mas" Jawab nya.


Diandra masih duduk di meja makan, dan seperti nya akan meminum kopi di dapur juga.


Selesai membuat kopi, Diandra menyuruh istri nya itu untuk duduk di sebelah nya menemani nya meminum kopi.


Walaupun Keisya sudah bilang masih ada pekerjaan yang harus dia lakukan namun Diandra bersikeras supaya istri nya itu menemani nya terlebih dahulu.


Dan mengatakan biar nanti saja dia melanjutkan pekerjaan rumah nya setelah diri nya berangkat bekerja.


Sambil meneguk kopi, Diandra celingak celinguk.


"Kenapa mas?" Tanya Keisya.


"Hp ku dimana ya?" Tanya Diandra.


"Kan tadi mas taruh di meja kamar" Jawab Keisya.


Diandra lupa bahwa ponsel nya itu berada di kamar.

__ADS_1


Keisya beranjak dari duduk nya, dan menuju kamar untuk mengambil ponsel milik suami nya itu.


Sampai nya di kamar, baru saja memegang ponsel suami nya itu tiba tiba ponsel nya berdering.


Ada sebuah panggilan masuk disana.


Keisya menatap layar ponsel suami nya itu.


Tertera nama Rayna disana.


Karna takut itu adalah panggilan penting, Keisya mempercepat langkah nya menuruni tangga dan buru buru memberikan ponsel itu pada suami nya.


"Mas ini ada telpon, takutnya penting." Keisya menyerahkan ponsel yang masih berdering.


Diandra menatap layar ponsel nya yang menunjukan nama kekasih nya disana.


"Untung lah kamu tidak menjawab nya" Batin Diandra.


Diandra pamit sebentar kepada istri nya itu untuk pergi ke depan dan menjawab panggilan telpon.


Keisya yang memang tidak mengetahui siapa Rayna hanya mengangguk saja dan duduk kembali menunggu suami nya di dapur.


Berbeda dengan Diandra yang sedikit gugup.


Sekitar 15 menit akhirnya suami nya itu kembali.


"Sudah?" Tanya Keisya tersenyum.


"Sudah sayang" Jawab nya sambil kembali meneguk sisa kopi nya.


"Dari kantor ya?" Tanya Keisya.


Diandra tahu saat ini dia hanya bisa kembali berbohong kepada istri nya itu untuk menjawab pertanyaan nya.


Hanya itu yang bisa dia lakukan saat ini, walaupun dia merasa bersalah.


***


Diandra memarkir mobil nya dan berjalan keluar.


Saat ini Diandra sedang berada di apartemen Rayna dan tidak langsung pergi ke kantor.


Sampai nya di depan pintu apartemen nya, Diandra mengetuk pintu dan tidak berapa lama Rayna membuka pintu.


Melihat sang kekasih, Rayna langsung berhamburan memeluk kekasih nya itu.


"Aaaa kangen" Ucap nya sambil mengalungkan tangan pada leher Diandra.


Diandra berjalan pelan memasuki apartemen.


"Kemana kemarin?" Tanya Rayna.


Diandra menghela nafas lalu meminta maaf pada kekasih nya itu, karna kemarin diri nya tidak jadi datang kesini.


Walaupun sempat merasa bad mood Rayna kini kembali ceria dengan kedatangan Diandra.


"Ya udah tidak apa apa, tapi hari ini kamu harus temani aku ya" Pinta Rayna.


Diandra tersenyum lalu mengatakan bahwa diri nya tidak bisa bolos dari kantor.


Mendengar itu Rayna memanyunkan bibir nya dan seketika terlihat bad mood kembali.


Diandra tahu, jika Rayna sudah seperti ini dia akan susah untuk di bujuk.


Dan hanya ada satu cara, yaitu memberi nya uang untuk belanja apa yang dia inginkan.

__ADS_1


__ADS_2