
"Alhamdulillah, akhirnya kita sampai dirumah." Diandra mengelus punggung tangan Keisya, yang masih dengan setia mendorong kursi roda nya.
"Den.." Bi Lala berteriak, menyambut gembira kepulangan tuan muda nya.
"Alhamdulillah, den sudah bisa pulang ke rumah. Bibi minta maaf karna bibi tidak bisa menjenguk ke rumah sakit." Bi Lala merasa tidak enak.
"Iya tidak apa apa bi, makasih ya bi sudah mengkhawatirkan saya." Jawab Diandra sambil tersenyum.
Sebelum membawa pulang Diandra ke rumah, Ibu dan Ayah sudah terlebih dahulu memindahkan kamar putra nya tersebut ke lantai satu.
Karna kondisi nya sangat sangat tidak memungkinkan untuk Diandra naik turun tangga.
"Ibu sudah pindahkan semua barang barang kalian." Ibu berjalan menuju kamar baru Diandra, di ikuti oleh Keisya dan Diandra.
Ibu keluar dari kamar, membiarkan kedua nya untuk beristirahat.
Dengan sebelah kaki yang berjingjit dan tubuh di topang oleh Keisya, Akhirnya Diandra dapat turun dari kursi roda. Berpindah tempat menuju tempat tidur.
Keisya membereskan semua barang barang mereka berdua, yang di bawa ke rumah sakit.
"Mau kemana?" Tanya Diandra.
"Mau nyuci." Jawab Keisya dengan beberapa pakaian kotor di tangan nya.
"Sayang apa kamu lupa ini dimana?" Tanya Diandra.
Keisya menghentikan langkah nya, benar juga. Saat ini mereka berada di rumah Ibu, dan tidak mungkin Ibu akan membiarkan menantu nya tersebut untuk mengerjakan pekerjaan rumah di sini.
"Permisi.." Bi Lala masuk kedalam kamar, dengan membawa dua gelas susu.
"Ini buat den Andra, dan yang ini khusus untuk nona Keisya. Untuk si bayi juga." Jelas Bi Lala menyimpan dua gelas susu di atas meja kecil.
Keisya tersenyum mengucapkan terimakasih.
"Sini non cucian nya, biar bibi yang cuci." Bi Lala mengambil semua cucian di tangan Keisya.
Diandra tersenyum dan mengatakan kepada Keisya untuk berbaring di sebelah nya, karna percuma saja. Apapun pekerjaan rumah yang akan coba di lakukan oleh Keisya di rumah Ibu itu semua tidak akan dapat di lakukan oleh nya. Karna selain Ibu, bibi juga akan dengan cepat mengambil alih semua pekerjaan.
Diandra menepuk nepuk sebelah nya, memberi kode pada Keisya untuk berbaring.
"Mas, apa tidak sebaik nya kita tidak sekasur dulu." Ujar Keisya.
Diandra menautkan alis nya.
"Kenapa? Kamu tidak ingin tidur dengan ku?" Tanya Diandra heran.
Bukan itu masalah nya, yang Keisya takutkan bila mereka tidur dalam tempat tidur yang sama adalah Keisya bergerak dalam tidur nya, dan secara tidak sengaja mengusik kaki Diandra yang memang masih terasa sakit.
__ADS_1
"Rasanya hati ku akan lebih sakit daripada kaki ku ini, jika kamu tidak ingin tidur dengan ku." Diandra memasang wajah memelas.
Keisya menghela nafas, tidak ada pilihan lain.
Sebelum naik ke tempat tidur, Keisya terlebih dahulu meneguk habis susu yang telah di buatkan oleh bi Lala untuk nya.
"Mas minum dulu susu nya, keburu dingin." Ujar Keisya.
Diandra merubah posisi nya menjadi bersandar, dan meneguk susu terlebih dahulu sebelum kembali berbaring.
Berada di atas tempat tidur membuat Keisya perlahan lahan merasa mengantuk, apalagi belakangan ini dirinya memang kurang tidur.
Perlahan lahan, Keisya mulai menutup mata nya dan kehilangan kesadaran nya, menuju alam mimpi.
***
Waktu menuju siang, Keisya membuka mata nya secara perlahan lahan.
Hangat dan terasa nyaman sekali suasana nya saat ini, itulah yang di rasakan oleh Keisya.
Rasanya tidak ingin bangun dan ingin tetap dalam posisi seperti ini.
"Sayang, kamu sudah bangun?" Panggil Diandra pelan.
Keisya kembali membuka mata nya, yang sempat tertutup.
Keisya mengedipkan mata nya beberapa kali.
Setelah Keisya mendapatkan semua kesadaran nya kembali, kini dia menyadari rasa hangat dan nyaman yang di rasakan nya itu dari pelukan Diandra.
Keisya tidur dalam keadaan memeluk Diandra, dan hal itu tidak di sadari oleh nya. Karna sebelum tertidur, Keisya memang sedikit memberi jarak di antara mereka berdua, takut takut Keisya tidak sengaja mengusik kaki Diandra.
Namun apa yang terjadi saat ini tidak di sadari oleh nya, dirinya dalam keadaan memeluk Diandra dan tidak ada jarak sama sekali.
Keisya buru buru bangun dan sedikit mundur.
"Maaf mas, aku ketiduran." Ucap Keisya dengan suara parau khas bangun tidur.
"Apa tubuhku mengenai kaki mas?" Tanya Keisya memastikan.
Diandra tersenyum sambil menggelengkan kepala nya.
Sama sekali tidak, Keisya tidak menyentuh kaki Diandra. Itulah yang di katakan oleh Diandra.
Diandra kembali mengingatkan istri nya untuk makan, karna hari sudah siang dan sudah waktu nya untuk makan siang juga.
"Oh iya sebentar ya mas, aku ambilkan makan dulu." Keisya akan menyuapi Diandra makan dulu, sebelum dirinya makan.
__ADS_1
Keisya kengucek mata nya yang masih terasa perih, rasanya lelah sekali dan lemas.
Tubuhnya masih menginginkan untuk berbaring di atas tempat tidur saat ini. Tapi suami nya lebih penting lagi bagi nya.
"Non.." Panggil bibi.
"Iya bi?" Jawab Keisya dengan suara yang masih parau.
"Mau kemana non? Kenapa jalan nya sempoyongan begitu, apa non pusing?" Tanya bi Lala khawatir.
Keisya tersenyum.
"Tidak bi, saya baru bangun tidur." Jawab Keisya.
Keisya berjalan menuju dapur, meneguk segelas air dingin untuk menghilangkan rasa haus nya.
"Non. Jangan minum air dingin, tidak baik untuk kandungan non." Bi Lala kembali merasa khawatir.
Keisya tersentak dan baru menyadari nya.
"Astagfirullah bi, Kei lupa.." Jawab Keisya panik.
Dengan sigap bi Lala menuangkan air hangat, dan memberikan nya pada Keisya.
"Ini non, habiskan."
Keisya cepat cepat meneguk air hangat nya hingga habis, untung lah air dingin yang di minum nya belum sempat dia habiskan karna keburu di tegur bi Lala.
Air dingin memang dokter melarang Keisya meminum nya, karna itu dapat membuat perut nya kram.
"Untung lah bibi cepat cepat mengingatkan, makasih ya bi." Keisya berterimakasih.
Keisya berlanjut mengambil makanan untuk suami nya, setelah selesai mengambil makan. Keisya berjalan kembali, melewati ruang utama.
Sebelum masuk kedalam kamar Keisya mengedarkan pandangan nya, sepi sekali. Dan seperti tidak ada orang lain di rumah ini selain dirinya, Diandra dan bi Lala.
"Ini mas, ayo makan dulu." Dengan telaten Keisya menyuapkan setiap sendok nasi pada suami nya.
"Kamu sudah makan?" Tanya Diandra.
Keisya menggelengkan kepala nya.
"Belum mas, aku gampang nanti setelah mas." Jawab Keisya.
Diandra menahan sendok yang Keisya sodorkan padanya.
"Kamu juga harus makan." Diandra mengambil alih sendok tersebut, dan berbalik menyuapi Keisya.
__ADS_1
"Ini untuk mas." Ucap Keisya.
Diandra menggelengkan kepala nya, dia ingin saat ini mereka makan bersama sama.