He Is Mine

He Is Mine
Eps 67


__ADS_3

Diandra memacu mobil nya dengan kecepatan yang lumayan tinggi, ini adalah sebuah kesempatan baginya.


Kesempatan untuk membicarakan bagaimana jalan keluar dengan sang kekasih.


Selain itu, setelah mengantarkan Kakek barusan, istri nya meminta izin untuk tidak ikut pulang terlebih dahulu karna ingin mengurusi kebutuhan Kakek selama pemulihan.


Cukup lama waktu berlalu, akhirnya Diandra tiba di loby apartemen Rayna.


Diandra menekan bell, tidak lama Rayna


membuka pintu.


"Sayang.." Rayna kegirangan dan langsung memeluk Diandra.


Diandra memalingkan wajah nya, dan terlihat acuh.


"Lepaskan." Ucapnya datar.


"Engga, aku kangen banget sama kamu." Rayna menggelengkan kepala nya.


"Lepas!" Ucap Diandra lagi.


Rayna kembali menggelengkan kepala nya, dia tidak ingin melepaskan pelukan pada kekasih nya tersebut sekalipun mereka berdua sekarang masih di depan pintu.


Diandra sedikit merasa jengah dengan sikap kekasih nya ini, hingga dengan terpaksa Diandra harus melepaskan pelukan.


"Ko kamu kasar banget sayang." Rayna terkejut dengan tindakan Diandra.


Diandra tidak menghiraukan nya, dan langsung masuk kedalam.


"Aku kesini karna ada yang harus kita bicarakan." Ucap Diandra duduk di sofa.


Rayna tersenyum, lalu duduk di sebelah dirinya.


"Jadi, kapan kita menikah sayang?" Tanya Rayna antusias.


Diandra sontak menatap kekasih nya tersebut dengan sedikit keheranan, karna bukan pernikahan lah yang akan menjadi jalan keluar dari permasalahan ini.


"Kenapa?" Tanya Rayna polos.


"Siapa yang bilang kita akan menikah?" Tanya Diandra balik.


Kali ini Rayna yang merasa kaget dengan pertanyaan dari Diandra.

__ADS_1


"Maksud kamu apa?" Tanya Rayna.


Diandra menghela nafas, dan mengatakan bahwa dirinya tidak bisa menikah dengan Rayna.


"Kamu bisa urus anak kita sendiri, untuk biaya berapa pun kamu minta aku akan penuhi setiap bulan nya." Ucap Diandra pelan.


Rayna menutup mulut nya, tidak percaya dengan apa yang baru saja dirinya dengar.


"Maksud kamu apa, aku tidak butuh uang mu aku hanya ingin menikah dengan mu!" Rayna menarik kerah kemeja Diandra, dengan air mata yang mulai mengucur.


Diandra memalingkan pandangan nya, tidak ingin melihat buliran air mata dari kekasih nya tersebut.


Walaupun Diandra merasa tidak tega untuk berkata demikian, namun seperti nya Diandra memang harus mengatakan nya.


Karna tidak mungkin jika dia harus menikah dengan Rayna, selain status nya yang telah menikah Diandra juga tidak ingin melukai hati istri nya.


Egois, itulah Diandra saat ini.


Diandra harus menghancurkan harapan kekasih nya dan memilih untuk setia kepada istri nya, setelah kini dia menyadari semua kesalahan nya.


Rayna memegangi perut nya.


"Ini anak kamu, ini anak kita berdua dan kita saling mencintai. Lalu apa yang membuat mu berfikir demikian?" Rayna menangis tersedu sedu.


"Tidak, aku tidak mencintai mu." Jawab nya sambil menunduk.


"Oh jadi selama ini kamu tidak mencintai ku, dan sengaja membuat ku sebagai pemuas hawa nafsu mu saja?" Rayna tersenyum miris sambil menyeka sisa sisa air mata nya.


Diandra semakin menundukan kepala nya, tidak tahu harus menjawab apa.


"Aku tidak percaya kamu seperti ini, Diandra yang selama ini aku kenal sudah tidak ada lagi." Kata Rayna.


"Siapa yang membuat ku seperti ini? Kemana kamu dulu di saat aku benar benar sedang mencintai mu?" Diandra mengungkit kembali kejadian dimana dirinya di tinggalkan tanpa kabar oleh Rayna.


"Maaf, aku harus pergi sekarang." Diandra berdiri dan hendak keluar, namun dengan cepat Rayna memegangi tangan nya.


"Aku mempunyai seribu satu cara supaya kamu bisa menikahi ku, dan salah satu nya dengan cara memberitahu Ayah mu tentang kabar kehamilan ku ini. Kamu pasti sudah tahu bahwa saat ini Ibu telah mengetahui hal ini, aku merasa tidak sabar ingin memberitahu Ayah juga yang aku yakini sekarang Ayah memang belum mengetahui nya. Aku tidak sabar ingin melihat reaksi Ayah tentang ini." Jelas Rayna panjang lebar dengan senyuman sinis nya.


Diandra terdiam, hati nya sedikit merasa ciut mendengar ancaman dari kekasih nya tersebut.


Bagaimanapun Ayah pasti akan sangat marah dengan apa yang telah di perbuat oleh dirinya.


Reaksi dari Ayah langsung terbayang di benak nya.

__ADS_1


"Pikirkan baik baik." Rayna tersenyum dan melepas tangan nya.


Diandra tidak berbicara kembali dan memilih untuk keluar dari apartemen kekasih nya tersebut.


***


"Anya, kenapa bisa sampai Rayna mengadukan hal ini kepada Ibu? Katamu saat itu kamu telah mengurus nya?" Tanya Diandra yang saat ini sesang berada di kantor Anya.


Anya tersentak kaget dengan penuturan Diandra.


"Kamu tidak sedang bercanda kan?" Tanya Anya.


Diandra menggelengkan kepala nya, bagaimana mungkin dirinya bercanda dalam situasi seperti sekarang ini.


"Aku tidak menyangka, dia akan nekat seperti itu." Ujar Anya.


Saat itu, waktu dimana Anya mengatakan bahwa dirinya telah mengurus Rayna untuk nya Anya memang telah bertindak.


Dengan cara mendatangi Rayna dan berbicara dengan nya, banyak sekali hal yang mereka berdua bicarakan.


Termasuk Anya mengajak Rayna untuk membuat kesepakatan.


Saat itu, sulit sekali untuk meyakinkan Rayna untuk bisa mencapai kesepakatan tersebut. Namun Anya tidak menyerah begitu saja, demi menyelamatkan rumah tangga sahabat nya, Anya menawarkan beberapa keuntungan


kepada Rayna.


Hingga akhirnya Rayna menyepakati tawaran dari dirinya.


Anya mulai bercerita kepada Diandra, tentang bagaimana hari dimana dia bertemu dengan Rayna.


"Aku menawarkan sejumlah uang dan beberapa keuntungan untuk nya, jika dia mau meninggalkan mu." Kata Anya sambil menunduk.


Diandra tersentak kaget, dia tidak menyangka Anya melakukan hal tersebut.


"Kamu tahu, Rayna itu memang keras kepala. Sulit sekali bagiku untuk meyakinkan nya bahwa dengan meninggalkan mu hidup nya akan terjamin bahagia, tentu nya dengan beberapa keuntungan yang aku tawarkan. Seperti rumah mewah, uang bulanan untuk kebutuhan dirinya dan bayi nya dan berbagai hal lain nya yang tentu saja dapat menguntungkan dirinya." Jelas Anya panjang lebar.


"Ya, walaupun sebenarnya jika aku berada di posisi Rayna, aku juga akan menolak tawaran tersebut. Aku mengakui status nya sekarang sangat penting untuk masa depan nya. Dan aku mengakui diriku saat ini sedikit jahat dan tidak memikirkan perasaan nya, tapi tidak apa lah ini semua aku lakukan demi menyelamatkan rumah tangga mu." Lanjut nya.


Diandra terdiam sambil menundukan kepala nya.


Apa yang telah di katakan oleh Anya memang benar, dan mungkin saat ini dirinya juga sudah kelewat batas.


Namun apa yang harus dia lakukan, tidak mungkin bagi dirinya untuk memberitahu status nya yang telah menikah.

__ADS_1


Dan kalaupun Rayna kengetahui hal tersebut dan bersedia menikah sebagai yang kedua, Diandra tidak menginginkan hal itu.


Keisya, sudah lebih dari cukup dalam hidupnya.


__ADS_2