He Is Mine

He Is Mine
Eps 48


__ADS_3

Diandra membuka pintu, dan berjalan memasuki rumah.


Dia mengedarkan pandangan nya ke sekeliling, sepi tidak ada tanda tanda keberadaan istri nya.


"Asalamualaikum" Ucap Diandra.


Sunyi, tidak ada jawaban tidak seperti biasanya.


Diandra memasuki rumah, dan berjalan menuju dapur mencari keberadaan istri nya.


"Sayang.." Panggil Diandra.


Diandra celingak celinguk, istri nya juga tidak ada di dapur.


Diandra berfikir mungkin istri nya itu berada di kamar, jadi dia langsung naik ke kamar nya.


"Sayang.." Panggil Diandra kembali sambil membuka pintu kamar.


Sepi, tidak ada tanda tanda istri nya itu ada di kamar juga.


Kemana dia, pikir Diandra.


Diandra memasuki kamar nya, dan berganti pakaian terlebih dahulu.


Selesai mengganti pakaian, Diandra turun untuk mencari kembali istri nya itu.


Padahal baru saja Keisya menyuruh nya untuk buru buru pulang, namun sampai nya Diandra di rumah dia malah tidak menemukan istri nya itu.


Diandra berjalan menuju ruang keluarga, terdengar ada suara tv menyala.


Mungkin istri nya itu ada disana, tapi kenapa saat dia masuk dan mengucapkan salam Keisya tidak menghampiri nya seperti biasa.


"Sayang.." Panggil Diandra pelan, saat melihat ada selimut tergeletak di sofa.


Diandra berjalan semakin mendekati sofa, dan ternyata hanya ada selimut saja.


Tidak ada istri nya disana.


Diandra mengambil remote dan mematikan tv nya.


"Whaaaaa!" Teriak Keisya sambil memeluk suami nya itu dari belakang.


Diandra kaget sampai menjatuhkan remote yang dia pegang.


"Astagfirullah, sayang." Ucap Diandra.


Keisya terkekeh, dan bicara pada suami nya bahwa dia telah berhasil mengerjai suami nya itu.


Diandra membalikan badan nya, dan memeluk istri nya itu.


"Kamu ya, bikin aku kaget saja" Diandra mencubit pelan hidung Keisya.


Keisya kembali terkekeh.


Tanpa berbicara sepatah kata pun, Keisya mengeratkan pelukan pada suami nya itu.

__ADS_1


Diandra semakin heran dengan tingkah laku istri nya ini.


"Kamu kenapa sih sayang?" Tanya Diandra.


Keisya menggelengkan kepala nya.


"Aku suka wangi badan mas" Gumam nya pelan.


Diandra terlihat heran, dan sedikit aneh.


Diandra mencoba untuk melepaskan pelukan istri nya itu.


Namun dengan cepat Keisya menggelengkan kepala nya, dan semakin mempererat pelukan nya, tidak ingin terlepas dari suami nya.


"Masa mau pelukan sambil berdiri begini terus?" Ucap Diandra.


Keisya menengadahkan kepala nya, benar juga apa yang di sampai kan oleh suami nya itu.


Beberapa saat kemudian, Keisya melepaskan pelukan nya.


Diandra duduk di sofa ruang keluarga, lalu menyalakan tv kembali.


Sedangkan Keisya pergi ke dapur untuk membuatkan kopi.


Sambil membuat kopi, tak henti nya Keisya tersenyum senyum sendiri.


Dia sendiri tidak mengerti dengan perubahan yang dia rasakan saat ini, kenapa rasanya dia tidak ingin jauh jauh dengan suami nya itu.


Sejak pagi saat suami nya itu akan berangkat bekerja, tidak seperti biasa nya.


Dan ini lah puncak nya, siang hari Keisya sudah tidak sanggup menahan rasa rindu pada suami nya itu hingga menelpon nya dan merengek meminta suami nya itu untuk pulang.


"Ini mas" Keisya menaruh kopi di meja.


Baru saja Diandra akan meneguk kopi itu, tiba tiba istri nya itu bergelayut manja padanya.


"Tunggu sayang, aku mau minum dulu sedikit" Ucap Diandra.


Keisya tidak memperdulikan ucapan suami nya itu, hingga dengan susah payah Diandra meneguk sedikit kopi itu dengan sangat hati hati, supaya tidak tumpah pada pakaian nya karna Keisya tidak bisa diam.


"Kamu kenapa sih?" Tanya Diandra sambil mengelus pelan rambut istri nya itu.


Keisya saat ini duduk di pangkuan suami nya itu, sambil mengalungkan tangan nya di leher suami nya itu.


Keisya hanya tersenyum, tidak menjawab pertanyaan suami nya itu.


Keisya menyimpan kepala nya pada pundak suami nya.


Merasakan rasa nyaman dari tiap usapan lembut dari suami nya itu, yang mengusap pelan rambut hingga punggung nya.


"Ada apa sayang?" Tanya Diandra kembali mengecup pelan pipi istri nya.


Keisya menatap suami nya itu, lalu mencium bibir nya.


Diandra membalas ciuman istri nya.

__ADS_1


Keisya melepas ciuman nya dan semakin mengeratkan pelukan di leher suami nya itu.


Setiap kali Diandra bertanya ada apa dan kenapa, Keisya hanya menggelengkan kepala nya saja, tidak menjawab pertanyaan tersebut.


Membuat Diandra kesal dan menyerah, membiarkan istri nya berlaku semau nya tanpa bertanya dan berkata lagi.


20 menit berlalu, Diandra tidak bergeming dan


hanya terus mengusap punggung istri nya itu.


Tiba tiba, Diandra merasakan tubuh istri nya itu terasa melemah.


"Sayang?" Panggil Diandra pelan.


Tidak ada jawaban.


Diandra membalikan wajah istri nya itu menghadapnya, Keisya menutup mata nya.


Dan seperti nya Keisya telah tertidur, dan itulah yang membuat pelukan nya melemah.


Diandra tidak tega untuk membangunkan istri nya itu, tapi untuk dalam posisi seperti sekarang lebih lama lagi dia juga merasa tidak mungkin kuat, karna lama kelamaan pasti dia akan pegal sendiri.


Dengan hati hati dan pelan pelan, Diandra berdiri dengan keadaan Keisya di pangkuan nya.


Berjalan secara perlahan dan menaiki satu persatu anak tangga menuju kamar nya.


Setelah beberapa menit yang penuh perjuangan akhirnya Diandra sampai di kamar.


Pelan pelan Diandra menidurkan istri nya itu, namun saat dia akan beranjak tiba tiba Keisya tersadar kembali dan tidak melepaskan tangan nya pada leher suami nya itu.


"Jangan pergi" Gumam nya dengan masih menutup mata.


Diandra tersenyum, lalu mengusap rambut istri nya itu yang berjatuhan di wajah nya.


"Iya sayang" Jawab nya.


Diandra berbaring di sebelah istri nya itu, Keisya menyimpan kepala nya di dada sang suami, lalu memeluk nya.


Walaupun sampai saat ini Diandra tidak mengerti dengan perubahan sikap istri nya ini, namun dia tidak menolak nya dan memposisikan diri nya supaya istri nya itu merasa nyaman.


Diandra menatap wajah istri nya yang terlihat sangat teduh itu.


"Entah apa yang membuat mu menjadi seperti sekarang ini, hingga kamu menjadi sangat manja sekali sekarang ini, tapi aku merasa senang saat ini, aku bahagia melihat kamu seperti ini" Batin nya sambil tersenyum.


Beberapa jam berlalu, Keisya membuka matanya.


Dia langsung tersenyum ketika menyadari bahwa posisi suami nya itu masih di posisi semula dari awal memasuki kamar.


Saat Diandra menggendong nya, sebenarnya Keisya menyadari nya.


Namun dia tidak ingin membuka mata dan membiarkan dirinya tetap di posisi yang sama karna merasa nyaman dengan perlakuan suami nya itu yang menurutnya romantis dan perhatian.


Keisya mengusap pelan wajah suami nya.


"Terimakasih sayang, sudah perhatian seperti ini" Ucap nya.

__ADS_1


__ADS_2