He Is Mine

He Is Mine
Eps 98


__ADS_3

Setelah beberapa saat di kamar mandi, Keisya akhirnya keluar. Dengan pakaian yang telah berganti dan terlihat nampak segar juga.


"Kei, Ibu mau melihat dulu kedepan. Kamu tunggu sebentar ya." Ibu keluar dari ruangan.


Keisya menggosok rambut nya yang masih sedikit basah dengan handuk.


"Sayang.." Panggil Diandra.


"Hmmm." Jawab Keisya masih fokus dengan rambut nya.


Diandra meminta maaf kepada Keisya karna telah membuat nya menangis semalam.


Keisya menghentikan sejenak aktivitas nya.


"Siapa yang menangis?" Tanya Keisya pura pura tidak tahu.


"Aku tahu, semalam kamu menangis. Saat di kamar mandi juga." Jawab Diandra.


Keisya mengukir seutas senyuman di wajah nya.


Ternyata suami nya itu dapat mengetahui apa yang terjadi padanya semalam, padahal sudah dengan sengaja Keisya menangis di kamar mandi supaya tidak di ketahui oleh sang suami. Tapi pada akhirnya Diandra mengetahui nya juga.


Diandra mengatakan bahwa dirinya merindukan Keisya, merindukan peluk hangat nya. Sikap manja nya dan segala aktivitas keseharian mereka berdua.


"Aku sangat merindukan semua itu." Ucap Diandra pelan.


Keisya menghela nafas, dengan beberapa butir air mata yang turun ke pipi nya.


"Mas, sebaik nya kita tidak usah membahas hal itu. Sebaiknya mas tetap fokus pada kesembuhan mas, supaya bisa cepat bertanggung jawab pada Rayna." Ujar Keisya.


Diandra berhenti berbicara, selalu saja seperti ini dan mungkin akan seterus nya seperti ini.


Setiap kali dirinya mengungkapkan rasa rindu nya pada Keisya, Keisya akan selalu menyeret nama Rayna dalam pembahasan nya.


Pintu terbuka, Ibu masuk sambil tersenyum.


"Kei, ayo kita ke poli kandungan. Ibu sudah berbicara dengan dokter barusan, dan dokter mengatakan dapat memeriksa kamu sekarang." Jelas Ibu.


Ibu dan Keisya berpamitan sebentar, meninggalkan dirinya sendiri.


Pintu kembali terbuka, kini giliran Ayah yang masuk kedalam ruangan nya dengan wajah yang berseri seri.


Ayah memberi suatu kabar gembira pada putra nya, bahwasanya Diandra bisa pulang hari ini dan melanjutkan perawatan di rumah.


Tentu nya dengan beberapa persyaratan yang harus di patuhi.


"Kemana Ibu mu dan Keisya?" Tanya Ayah menyadari istri dan menantu nya tidak ada.

__ADS_1


"Ibu menemani Keisya ke poli kandungan." Jawab Diandra.


Ayah menganggukan kepala nya, dan kembali membereskan sedikit demi sedikit semua kebutuhan mereka selama disini. Mengemasnya kembali kedalam tas.


"Andra, kamu harus segera menikahi Rayna." Tiba tiba ucap Ayah.


Diandra menatap Ayah.


"Iya Ayah, aku tahu itu." Jawab Diandra datar.


Diandra kembali meminta maaf kepada Ayah, karna telah mengecewakan dirinya dan Ibu juga dengan sikap nya.


"Tidak ada yang salah, semua sudah terjadi. Menyesal pun tidak akan membuat kita dapat mengulang waktu kembali, kini tinggal kamu harus menjalani semua yang harus terjadi dengan perasaan ikhlas." Jelas Ayah.


Ikhlas, rasanya itu tidak akan bisa di lakukan nya. Sampai kapanpun Diandra tidak akan pernah merasa ikhlas jika harus berpisah dengan Keisya.


Beberapa saat kemudian, pintu kembali terbuka.


Ayah dan Diandra menoleh bersamaan ke arah pintu.


"Apa kabar nak?" Ucap seorang pria paruh baya yang tidak jauh berbeda umur dengan Ayah.


"Om.." Gumam nya.


Untuk pertama kali nya, setelah Diandra siuman dan sekarang akan pulang Ayah Rayna datang menjenguk dan bertanya tentang keadaan nya.


Diandra mencium tangan Ayah Rayna sebagai bentuk rasa sopan nya kepada orang yang lebih tua dari nya.


Tidak banyak obrolan antara Diandra dan Ayah Rayna. Hanya sekedar bertanya tentang keadaan Diandra saja.


Ayah Rayna kembali keluar dari ruangan, bahkan tanpa menghiraukan Ayah yang berdiri di samping Diandra.


"Kenapa sikap nya seperti itu?" Gumam Diandra.


Tidak berapa lama, dokter masuk kedalam ruangan nya dengan beberapa orang perawat di samping nya.


Sebelum Diandra dapat pulang. Dokter harus memeriksa kembali semua nya, memastikan bahwa kondisi Diandra telah memungkinkan dirinya untuk melakukan perawatan di rumah.


Karna hanya sebuah permeriksaan saja, Ayah di perbolehkan untuk tidak meninggalkan ruangan.


Sekalian juga dokter memberi penjelasan tentang apa yang boleh, dan tidak boleh di lakukan oleh Diandra selama masa pemulihan.


"Bapak Diandra bisa di bawa pulang hari ini, dengan catatan bapak masih tetap harus melaporkan perkembangan pemulihan bapak kepada kami. Itu semua supaya kami dapat langsung mengambil tindakan jika sewaktu waktu ada sesuatu hal yang tidak di inginkan terjadi pada masa pemulihan bapak." Jelas dokter.


Diandra dan Ayah mengangguk faham, setelah itu dokter kembali meninggalkan ruangan.


***

__ADS_1


Keisya tersenyum bahagia ketika dokter kandungan memberitahu dirinya bahwa kandungan nya dalam kondisi yang sangat sehat. Tidak ada permasalahan pada kandungan nya.


"Untung lah, semua resep obat yang pernah Ibu Keisya konsumsi tempo hari memang di perbolehkan untuk Ibu hamil. Andai saja dokter yang memeriksa Ibu waktu itu salah memberi obat, kemungkinan besar bayi dalam kandungan Ibu kan bermasalah, dan bisa saja sampai mengalami keguguran." Jelas dokter.


Mendengar penjelasan dari dokter membuat Keisya merasa waswas, dan langsung mengusap perut nya.


Setelah semua urusan selesai, Keisya dan Ibu keluar dari ruangan dokter.


"Nak, hari ini kita akan pulang." Ujar Ibu.


"Memang nya mas Andra sudah boleh pulang bu?" Tanya Keisya.


Ibu memberitahu Keisya bahwa Ayah akan mengajukan rawat jalan pada dokter, dalam masa pemulihan Diandra.


"Ibu bisa lebih mengawasi kamu juga, jika Diandra di rawat di rumah." Jelas Ibu.


Keisya mengangguk.


Suami nya akan segera sembuh dan pulih seperti semula, ada rasa bahagia bercampur sedih dalam hati nya.


Bahagia akan pulih nya Diandra, dan sedih karna semakin cepat Diandra sembuh. Semakin cepat pula pernikahan suami nya itu akan di langsungkan.


"Kei.." Ibu menepuk bahu Keisya pelan.


Keisya tersentak, lamunan nya terpecah.


"Iya bu kenapa?" Tanya Keisya.


"Ada apa sayang?" Tanya Ibu.


Keisya tersenyum sambil menggelengkan kepala nya.


Beberapa saat kemudian, Keisya dan Ibu telah sampai di ruangan Diandra.


Ruangan ini telah bersih, dan semua barang bawaan mereka telah siap untuk di angkut ke dalam mobil. Termasuk Diandra yang kini telah berada di atas kursi roda.


Keisya menatap Diandra.


"Kita akan pulang sayang." Ucap Diandra membalas tatapan istri nya.


Keisya mengangguk pelan.


Ayah mulai membawa semua barang bawaan mereka, bersama dengan Ibu. Dan membiarkan Keisya mendorong kursi roda Diandra sendirian.


Ini lah hal yang selalu di lakukan oleh Ayah dan Ibu, Ayah dan Ibu akan dengan sengaja selalu meninggalkan mereka berdua jika ada kesempatan.


Sengaja hal itu di lakukan untuk memberi lebih banyak waktu kepada pasangan yang sedang di ambang kehancuran.

__ADS_1


Yang kemungkinan besar pernikahan mereka berdua tidak akan dapat di selamatkan.


__ADS_2