He Is Mine

He Is Mine
Eps 38


__ADS_3

Hari ini adalah hari terahir mereka berlibur, besok Diandra sudah harus masuk ke kantor.


Untuk mengurus beberapa dokumen penting yang tidak bisa di wakilkan.


Diandra dan Keisya baru saja selesai melaksanakan shalat shubuh.


Walaupun dalam keadaan mengantuk, Diandra memaksakan diri nya sendiri untuk shalat berjamaah dengan sang istri.


"Mas kalau mau tidur kembali tidak apa apa." Ucap Keisya sambil merapihkan peralatan shalat nya dengan milik suami nya.


Diandra menguap, memang rasanya dia ingin tidur kembali saat ini.


"Memang nya kamu tidak tidur lagi?" Tanya Diandra.


Keisya tersenyum, dia selalu ingin tidur bersama suami nya.


Namun Keisya tidak ingin tidak membantu sama sekali pekerjaan di rumah ini.


"Aku mau masak." Jawab Keisya.


Diandra merebahkan badan nya.


Keisya menghampiri suami nya itu.


"Nanti kalau sarapan sudah siap, aku bangunin." Ujar nya.


Diandra tersenyum sambil mengangguk.


Keisya keluar dari kamar dan langsung menuju dapur.


Di dapur terlihat sudah ada sang nenek yang


sedang memasak air.


"Nek.." Panggil Keisya.


Nenek menoleh.


"Nanti sore Keisya harus pulang karna ada pekerjaan mas Andra di kantor yang harus di selesaikan." Jelas Keisya.


Terlihat dari raut wajah nya saat ini, Keisya ingin bisa lebih lama lagi untuk tinggal disini.


Namun apalah daya, Keisya harus tetap berada di samping suami nya itu.


"Iya sayang, tidak apa apa." Jawab nenek.


Nenek memegang tangan cucu nya itu.


"Kamu bisa kesini lagi nanti kalau ada waktu luang." Lanjut nenek.


Keisya yang sempat menundukan kepala nya


karna merasa sedih, kini tersenyum.


Walaupun tidak tahu kapan waktu itu akan datang.


Beberapa saat kemudian.


Keisya mengambil alih semua pekerjaan di rumah untuk hari ini, walaupun nenek sudah melarang namun dia bersikeras ingin membantu nenek untuk hari ini.


Di mulai dari menyapu lantai, hingga ngepel.


Dan di lanjutkan menanak nasi sambil memasak, Keisya melakukan semua nya


sendirian.


Waktu sarapan telah tiba.


Keisya baru saja selesai menata lauk dan nasi di meja makan.


"Nek, Kei mau panggil suami Kei dulu" Ujar Keisya.

__ADS_1


Nenek menangguk, lalu Keisya berjalan menuju kamar.


Keisya membuka pintu kamar, terlihat sang suami masih nyaman dalam balutan selimut.


"Mas, ayo sarapan" Keisya mengguncang pelan tubuh suami nya.


Tidak seperti sebelum nya, baru satu kali di panggil Diandra langsung membuka mata nya.


Keisya tersenyum menatap wajah suami nya itu.


"Sudah pagi ya" Ucap Diandra sambil menggeliat.


"Iya, ayo kita sarapan. Nenek sama kakek sudah menunggu" Ujar nya.


Diandra mengangguk, lalu pergi ke kamar mandi terlebih dahulu. Sedangkan Keisya langsung kembali ke dapur.


Beberapa saat kemudian, Diandra datang menyapa kakek dan nenek bergatian sambil duduk.


Keisya mengambil satu piring, dan mengisi nasi sambil bertanya lauk apa yang suami nya inginkan.


Tidak banyak lauk yang tersedia di meja makan, hanya lauk sederhana saja.


Namun itu sama sekali tidak menjadi masalah bagi Diandra, dia tetap memakan masakan istri nya itu dengan lahap.


Selesai makan, Diandra menyempatkan waktu untuk membantu istri nya membereskan meja makan.


Sedangkan nenek dan kekek pergi ke sawah.


"Mas, nanti siang kita main ke sawah mau ga?" Tanya Keisya.


Diandra mengangguk.


"Tentu saja" Jawab nya.


Selesai dengan meja makan, Diandra pergi ke halaman rumah untuk sekedar menghirup udara pagi hari yang begitu sejuk, walaupun sinar matahari sedang naik.


Tidak berapa lama, Keisya datang membawa segelas kopi hitam kesukaan suami nya itu.


nya.


Memberi isyarat agar Keisya duduk di sebelah nya.


"Maaf ya, liburan nya jadi di percepat." Ucap Diandra.


Memang seharus nya liburan ini mereka beberapa hari kedepan lagi, namun apalah daya Diandra sendiri tidak mungkin meninggalkan pekerjaan penting nya.


Keisya tersenyum.


"Tidak apa apa mas" Jawab nya.


Diandra menangkap ada raut kesedihan pada wajah istri nya ini.


"Tapi aku janji kita akan kesini lagi secepat nya jika aku cuti" Ucap Diandra.


Keisya kembali tersenyum, dan mengulurkan kelingking nya sebagai sebuah janji dengan sang suami.


Tidak terasa waktu sudah sore.


Keisya dan Diandra baru saja pulang dari sawah bersama dengan kakek dan nenek yang juga ikut pulang, karna Keisya dan Diandra akan pulang ke kota saat ini juga.


Semua pakaian telah di packing, kini hanya tinggal membersihkan diri terlebih dahulu dari keringat matahari siang yang begitu terik.


Diandra masuk terlebih dahulu kedalam kamar mandi, hingga beberapa saat kemudian Keisya bergantian.


Selesai mandi kini kedua nya telah bersiap siap untuk pamit, Diandra membawa barang barang ke dalam bagasi.


"Nek, kek, aku pamit pulang dulu ya" Keisya bergantian mencium tangan nenek dan kakek.


Lalu memeluk kedua nya cukup lama.


Selesai menyimpan barang Diandra menghampiri, ikut berpamitan dan mencium tangan kedua nya bergantian seperti Keisya.

__ADS_1


"Hati hati di jalan ya nak, bawa mobil nya tidak usah ngebut. Biar pelan yang penting selamat sampai rumah" Ucap kakek.


Diandra menangguk.


"Tentu saja kek" Jawab nya.


Selesai berpamitan kedua nya memasuki mobil.


Setelah mengucapkan bismillah, Diandra mulai melajukan mobil nya.


Satu jam berlalu, Diandra melirik istri nya yang kini tengah tertidur.


Sebelum sampai ke rumah, Diandra mencari restoran terlebih dahulu karna dia dan istri nya memang belum makan lagi.


Sampai pada salah satu restoran Diandra membangunkan istri nya.


"Sudah sampai mas?" Tanya Keisya mengusap wajah nya.


"Belum sayang, kita makan dulu ya" Ucap Diandra.


Keisya mengedarkan padangan nya, lalu mengangguk.


Kedua nya masuk kedalam restoran.


"Sayang mau apa?" Tanya Diandra.


Keisya melihat lihat menu yang tersedia.


"Ini mas" Ucap Keisya sembari menunjuk beberapa makanan.


Waiter yang menuliskan pesanan mereka berdua pun pergi setelah semua pesanan selesai.


"Cape ya?" Tanya Diandra menatap Keisya.


Keisya mendengus.


"Tidak mas, hanya mengantuk saja" Jawab nya tersenyum kecil.


Diandra memegang punggung tangan istri nya itu.


"Sabar ya, sebentar lagi kita sampai rumah" Ucap nya mengusap pelan punggung tangan Keisya.


Beberapa saat kemudian.


Makanan telah datang, Keisya dan Diandra berdo'a bersama sebelum menyantap makanan tersebut.


Hening. Tidak ada obrolan sama sekali selama proses makan, hingga cukup lama waktu berlalu semua makanan telah habis.


"Kamu tunggu di mobil ya, aku bayar dulu" Ucap Diandra.


Keisya menangguk dan berjalan menuju mobil.


Dalam mobil Keisya kembali menyandarkan tubuh nya, lalu kembali menutup mata.


Beberapa jam kemudian.


Keisya membuka mata nya.


"Eh eh.." Keisya kaget ketika dia menyadari bahwa diri nya sedang di bopong oleh Diandra.


"Sudah tidur saja sebentar lagi sampai kamar" Ucap Diandra santai.


Saat Keisya menunggu suami nya itu membayar makanan, tanpa Keisya sadari setelah menutup mata dia langsung kembali tertidur.


Diandra sampai di kamar.


Perlahan dia menurunkan tubuh istri nya itu dengan pelan dan hati hati.


Kedua bola mata suami istri ini saling terkunci.


"Selamat tidur sayang" Diandra mengecup kening Keisya.

__ADS_1


Keisya terdiam kembali memejamkan matanya setelah mendapat kecupan dari orang yang dia cintai itu.


__ADS_2