He Is Mine

He Is Mine
Eps 31


__ADS_3

Diandra duduk di meja makan sambil memperhatikan istri nya bolak balik menaruh makanan di depan nya.


Baru pertama kali, Diandra melihat istri nya memakai celana pendek sampai memperlihatkan mulus nya paha istri nya itu.


Selama ini Keisya memang lebih sering menggunakan celana panjang, walaupun di dalam rumah.


Namun berbeda dengat saat ini, dengan rambut yang di ikat asal dan celana pendek.


Cukup membuat nafsu Diandra naik kembali, dan ingin menyentuh istri nya itu lagi.


Keisya tersenyum, sambil mengisi piring milik suami nya itu.


"Kenapa sih sampai segitu nya" Ucap Keisya.


Diandra menghela nafas.


"Jika bukan akan berangkat ke kantor, aku pasti akan membawa mu ke kamar saat ini" Ujar nya.


Keisya tersenyum, lalu sedikit mendekatkan wajah nya.


"Kalau pagi hari saat nya mas kerja di kantor" Ucap Keisya.


"Aku akan menunggu sampai bagian ku tiba, malam nanti" Goda Keisya genit.


Diandra terkekeh mendengar penuturan istri nya.


Baru kali ini dia melihat Keisya bisa genit seperti itu.


Sarapan telah selesai.


Keisya mengantarkan suami nya sampai pada halaman depan.


"Hati hati ya mas, jangan lupa berdo'a dulu." Ingat Keisya.


"Iya sayang, aku akan selalu berdo'a." Jawab Diandra.


Keisya mencium tangan suami nya.


***


Diandra terlihat sangat bahagia saat ini.


Tak henti nya dia menyapa orang orang yang berpapasan dengan nya.


Sesekali dia bergumam ria, hingga akhirnya dia sampai di ruangan nya.


Diandra duduk lalu menekan nomor bagian depan.


"Tolong panggilkan Desi." Ucap Diandra.


Baru saja menyimpan telpon, pintu ruangan nya di ketuk.


Desi masuk sambil tersenyum pada bos nya itu.


"Cepat sekali" Kata Diandra.


Desi terlihat heran.


"Kenapa pak?" Tanya Desi.


Diandra lalu menceritakan bahwa dia baru saja menyimpan telpon, dan Desi sudah datang dalam waktu sepersekian detik.


Desi kurang paham dengan ucapan bos nya itu.


"Maksud bapak bagaimana?" Tanya Desi.

__ADS_1


"Loh, memang nya kamu tidak di beri tahu oleh bagian depan bahwa saya memanggil kamu?" Tanya Diandra.


Desi menggelengkan kepala nya.


Ternyata Desi sedang di pentri saat bos nya itu menelpon ke bagian depan.


Dan mungkin hanya sebuah kebetulan saja, selesai menelpon dan baru saja menyimpan nya. Desi datang ke ruangan nya.


Pembahasan tidak di lanjutkan kembali.


Kini Diandra bertanya tentang jadwal nya hari ini.


Desi memperlihatkan beberapa berkas, sambil menjelaskan nya.


Ternyata hari ini lebih lenggang dari hari kemarin.


Jadwal nya hanya ada pada siang hari saja, dan itu pun hanya sekedar meeting di kantor menjelaskan produk baru yang akan mereka pasarkan.


"Kebetulan sekali." Gumam nya.


Diandra saat ini memang sedikit mengantuk, karna sudah pasti dia semalam kurang tidur karna bercinta dengan istri nya.


Setelah selesai, Desi izin untuk keluar.


Namun sebelum itu, Diandra meminta Desi untuk tidak menganggu nya.


Karna saat ini dia akan tidur, dan meminta untuk di bangunkan nanti di siang hari saat akan melakukan meeting.


Diandra berjalan menuju sofa, setelah mengunci ruangan nya.


Dia merebahkan badan nya, dan mulai menutup mata nya.


***


Ibu sedang bersiap siap untuk pergi ke rumah menantu nya saat ini.


"Ayo ayah.." Ucap ibu tidak sabar.


"Sabar sebentar, ini belum rapi" Ayah masih merapihkan kancing kemeja nya.


Tetap saja ibu sudah tidak bisa menahan rasa rindu nya itu.


Hingga ibu menarik ayah untuk cepat cepat masuk kedalam mobil.


"Loh bu, ko ayah di belakang juga." Ucap ayah ketika ibu menarik nya masuk di kursi belakang.


"Sudah, kita bawa supir." Ibu melirik kedepan.


Ayah hanya tersenyum saja.


Sebelum sampai ke rumah menantu nya itu, Ibu dan ayah mampir terlebih dahulu di supermarket.


Ibu membeli banyak sekali belanjaan untuk menantu nya.


"Apa ini tidak terlalu banyak bu?" Tanya Ayah.


"Apa yang kurang ya?" Ibu malah balik bertanya pada suami nya itu, di saat ayah melihat bahwa tempat belanjaan mereka sudah penuh.


Cukup lama waktu berlalu, kini ayah dan ibu sudah kembali dalam perjalanan menuju rumah.


Beberapa saat kemudian.


Ibu dan ayah sudah sampai di halaman rumah.


Baru saja ibu dan ayah keluar dari mobil, pintu rumah menantu nya itu terbuka.

__ADS_1


Keisya berjalan sambil tersenyum, menyambut kedatangan mertua nya.


"Asalamualaikum bu" Ucap Keisya mencium tangan ibu.


Lalu bergantian mencium tangan ayah.


"Waalaikumsalam." Jawab ibu.


"Aduh ibu kangen banget sama kamu" Ibu langsung berhamburan memeluk Keisya.


Tentu saja Keisya juga merasakan hal yang sama pada ibu mertua nya itu.


Hingga beberapa saat kemudian.


Semua nya masuk kedalam rumah.


Keisya berjalan menuju dapur, membuatkan ayah mertua nya itu kopi.


"Ibu apa ini tidak terlalu banyak?" Tanya Keisya yang melihat beberapa kresek belanjaan.


Ibu menggelengkan kepala nya, tentu saja bagi ibu ini semua bukan apa apa.


"Ya ampun sayang, kenapa banyak sekali eskrim dan coklat disini" Ucap ibu melihat isi kulkas.


Keisya terkekeh dan menceritakan apa yang sebelum nya telah terjadi hingga isi kulkas nya hampir di penuhi oleh eskrim dan coklat.


Ibu teridam beberapa saat.


Dalam pikiran nya saat ini ada rasa bahagia, karna putra nya itu ternyata memberikan perhatian pada Keisya.


Selesai membereskan barang belanjaan, kini Keisya dan kedua mertua nya mengobrol ringan di ruang keluarga.


"Bagaimana kalau kita melihat suami mu ke kantor?" Ujar ibu.


Keisya terlihat antusias mendengar itu.


"Iya ibu, Kei mau" Jawab nya senang.


Sudah di setujui, Keisya dan kedua mertua nya itu akan pergi ke kantor di waktu siang hari.


Di waktu akan jam makan siang.


Keisya pergi menuju dapur, memasak beberapa macam makanan.


Untuk di bawa ke kantor suami nya itu.


Karna mereka semua akan makan siang di kantor, menemani Diandra.


"Apa ada yang bisa ibu bantu nak?" Tanya ibu.


"Tidak usah bu" Jawab Keisya tidak ingat.


Ibu tersenyum sambil memperhatikan menantu nya itu, yang begitu lihai dengan alat alat memasak di depan nya.


"Kamu pintar sekali memasak." Gumam ibu tersenyum.


Keisya sedikit malu mendengar sanjungan dari ibu mertua nya itu.


"Jika ini di rumah ibu, ibu tidak akan membiarkan mu mengerjakan pekerjaan rumah" Jelas ibu.


"Apa perlu ibu carikan asisten rumah tangga untuk membantu kamu disini?" Tawar ibu.


Dengan cepat dan sopan Keisya menolak tawaran sang ibu mertua.


Ada beberapa alasan yang membuat Keisya tidak ingin memakai jasa asisten rumah tangga.

__ADS_1


Selain Keisya bisa melakukan nya sendiri, dia juga ingin melayani suami nya tanpa bantuan orang lain.


Ibu tersenyum bahagia mendengar penjelasan dari Keisya.


__ADS_2